Live Streaming
Monday, 17 September 2018 13:54

Deretan Fakta Penolakan Ratna Sarumpaet di Batam Hingga Terpaksa Kembali ke Jakarta

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Ratna Sarumpaet gagal menggelar kegiatan di Batam setelah kehadirannya ditolak dan diadang massa, Minggu (16/9/2018) kemarin.

Sebelum kedatangan Ratna Sarumpaet ke Batam, ratusan massa sudah berkumpul, dan menyampaikan penolakan akan kehadirannya.

Kehadiran Ratna Sarumpaet di Batam dianggap mengusik keamanan dan kedamaian Batam.

Ratna Sarumpaet sempat mendarat dan turun dari pesawat, namun tidak sampai keluar dari Bandara Hang Nadim Batam, hingga kemudian kembali ke Jakarta dengan pesawat Garuda Minggu sore.

 

Berikut sejumlah fakta terkait kedatangan Ratna Sarumpaet ke Batam, Minggu (16/9/2018):

1. Massa datang dengan jalan kaki

Ratusan massa  berdatangkan untuk menolak kedatangan Ratna Sarumpaet, Minggu (16/9/2018)
Ratusan massa berdatangkan untuk menolak kedatangan Ratna Sarumpaet, Minggu (16/9/2018) (TRIBUNBATAM/endra)

Massa yang menyampaikan penolakan terhadap kedatangan Ratna Sarumpaet datang dengan jalan ke kaki ke Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (16/9/2018).

Mssa yang berjalan kaki sampai di depan gerbang masuk Bandara Hang Nadim sekira pukul 13.00 WIB.

Massa membawa kertas bertulisan penolakan terhadap Ratna Sarumpaet yang dianggap sebagai provokator serta mengusik keaamanan dan kedamaian di bumi melayu.

Aksi massa terlihat berlangsung di pìnggir jalan keluar dari Bandara Hang Hang Nadim tepatnya di gerbang masuk.

Dalam aksinya massa meminta pihak kepolisian mendukung penolakan mereka.

 

 

2. Semua mobil yang keluar dari bandara disuruh buka kaca mobil

Massa juga meminta setiap mobil yang keluar dari bandara diperiksa dan menurunkan kaca kendaraan.

 "Ayo buka kacanya. Jangan biarkan provokator masuk dan merusak Batam. Usir dia dari sini," kata sejumlah massa di lokasi.

Kedatangan massa terus bertambah dan arus kendaraan dari arah bandara terlihat antre panjang, dikarenakan massa melakukan pengecekan satu persatu mobil yang keluar dari arah bandara.

"Tolong bapak-bapak dan ibu-ibu. Kaca mobilnya di buka ya, kita mau memastikan Ratna Sarumpaet tidak datang," katanya sambil meminta pengendara mobil membuka kaca.

 

 

3. Massa bertahan di gerbang bandara 

Massa bertahan di depan gapura Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (16/09/2018).
Massa bertahan di depan gapura Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (16/09/2018). (TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA)

Lebih dari dua jam ratusan massa yang menolak kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam bertahan di pinggir jalan keluar bandara.

"Kami akan terus bertahan di sini, dan tidak akan pergi sampai Ratna Sarumpet dikembalikan dan tidak menginjakkan kakinya di tanah Melayu," kata Suratno, salah satu anggota massa itu, Minggu (16/09/2018).

Dia menilai  kedatangan Ratna Sarumpet akan memecah persatuan antara umat beragama dan suku di Kota Batam.

"Kami sangat mengkhawatirkan hal itu. Jangan sampai provokator masuk dan merusak keamanan dan kedamaian Kota Batam,"tuturnya.

 

4. Ratna Sarumpaet Kembali ke Jakarta, massa bubar

Ratna Sarumpaet akhirnya tidak jadi menginjakkan kaki di tempat acara GSI di Batam.

Ia dipulangkan, dan bertolak kembali ke Jakarta.

Massa yang berada di depan Gapura Bandara Hang Nadim senang atas ketegasan aparat ini.

Setelah mendapat kepastian Ratna Sarumpaet kembali ke Jakarta, mereka langsung meninggalkan lokasi.

"Mantap, ternyata aksi kita berhasil memulangkannya dan tidak sempat menginjakkan kakinya di Kota Batam," ujar sejumlah massa, Minggu(16/9).

Ketua Gagak Hitam, Udin Pelor di hadapan seluruh massa yang berada di Gapura Bandara Hang Nadim menyatakan, karena Ratna Sarumpaet sudah dipulangkan maka pihaknya ikut merasa lega.

Udin menegaskan, tak ada sweeping di bandara, apalagi persekusi.

Menurut Dia, penolakan dengan orasi adalah wajar demi kenyamanan dan kondusifitas Batam.

"Iya benar Ratna Sarumpet telah kembali ke Jakarta dan tadi dari informasi pihak kepolisian Ratna sekitar pukul 15:30 Wib sudah berangkat," tutur Udin.

Udin mengakui sudah menyuruh massa untuk segera pulang dan tidak menggelar aksi penolakan lagi.

Sebab Ratna sarumpet sudah bertolak ke Jakarta.

"Kita sudah suruh pulang seluruh massa, dan sampai saat ini tidak ada sweeping dan persekusi yang dilakukan massa. Hanya sekedar orasi penolakan saja,"ungkapnya.

 

5. Ratna Sarumpaet ke Jakarta dengan Pesawat Garuda

Ratna Sarumpaet meninggalkan Kota Batam sekitar pukul 16.22 WIB dengan maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA063, Minggu (16/9/2018)

"Iya benar sudah pulang. Tadi sekitar jam empatan lebih lah (16.00 WIB), pakai pesawat Garuda," kata Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso, Minggu (16/09/2018).

Sebelumnya diberitakan, Ratna Sarumpaet tiba di Bandara Hang Nadim Batam menggunakan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 032. Tiba di Batam pukul 13.30 WIB.

 

6. Ucapan kekecewaan Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet memberikan keterangan sebelum bertolak kembali ke Jakarta.
Ratna Sarumpaet memberikan keterangan sebelum bertolak kembali ke Jakarta. ()

Ratna Sarumpaet menyampaikan rasa kecewanya atas penolakan tyerhadap dirinya yang datang ke Kota Batam.

Ditemui di lantai dua Bandara, Ratna Sarumpaet mengatakan, kunjungan ini murni untuk berdiskusi yang tidak ada hubungannya dengan politik.

"Saya ke sini ingin berdiskusi tidak ada hubungan dengan politik dan pemilu ini," katanya, Minggu (16/09/2018).

Dia menyampaikan, agenda Road show Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Kepri, Batam ini adalah yang keempat.

GSI sendiri adalah lembaga yang fokusnya mempermasalahkan Pancasila yang tidak ada di undangan-undang dasar 1945.

"Jadi salah satu konsen Ratna dan kawan-kawan GSI mengembalikan Pancasila ke tubuh Undang-undang Dasar 1945. Itu toh, karena itu menjadi persoalan bangsa ini yang kami perjuangkan," sebutnya.

Dia menyebutkan, road show GSI masih akan berlanjut di kurang lebih 30 provinsi untuk menggelar diskusi.

"Kita punya hak demokrasi kan, kenapa gak boleh berdiskusi saja," ucapnya.

Dia mengharapkan, untuk agenda kunjungan ke provinsi selanjutnya, jangan ada lagi penolakan yang seperti di Kota Batam.

Read 153 times

Tentang Kami