Live Streaming
Monday, 16 April 2018 15:33

Indonesia berencana untuk mengimpor dosen dari luar negri  

Sumber: goaceh.co

Terkait rencana Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) Mohamad Nasir yang akan mengimpor dosen dari luar negeri, mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto. Alasan menteri Nasir yang mengatakan bahwa Indonesia memerlukan 200 tenaga dosen asing agar masuk reputasi dunia di bidang pendidikan dinilai kurang tepat. Menurut  politisi Demokrat itu, profesor - profesor di Indonesia sudah cukup canggih, cukup hebat dan cukup mumpuni. Sehingga tentunya para profesor kita harus diberikan kesempatan yang lebih besar, karena kita ketahui sekarang banyak universitas negeri terutama yang profesornya sampai turun gunung sampai memasuki desa-desa melaksanakan pengabdian masyaarakat. Ia menyarankan, agar pemerintah mengkajinya kembali rencana impor dosen tersebut.

Untuk itu kata dia, pihaknya juga berencana akan segera memanggil menteri yang bersangkutan, terkait dengan ristek dan pendidikan tinggi adalah kewajiban pihak Komisi X dan Komisi VII, ia berharap, dua komisi segera meminta klarifikasi soal ini tegasnya. Rencana Impor tenaga pengajar sendiri sebnenarnya berkaitan dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing pada 26 Maret lalu, yang dinilai Nasir sangat membantu. Aturan ini bisa memfasilitasi dan mempermudah dosen-dosen asing mengajar di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memang memerlukan banyak dosen asing untuk mengajar karena jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4500 perguruan. Saat ini total dosen asing yang tercatat mengajar pada perguruan tinggi di Indonesia baru sekitar 30 orang. Meski membutuhkan lebih dari 1.000 orang, Kemenristekdikti hanya bisa menganggarkan untuk kebutuhan 200 dosen asing tahun ini. Bidang dosen asing yang dikonsentrasikan untuk didatangkan oleh Kemenristek Dikti tahun ini yaitu sains dan teknologi. Kedua bidang tersebut dirasa perlu, karena perguruan-perguruan tinggi Indonesia banyak mencontoh riset-riset kedua bidang itu dari luar negeri, seperti Finlandia dan Jerman.

Read 135 times

Tentang Kami