Live Streaming
25 September 2017

Apakah yang cilik? Kenapa pula jadi perhatian Presiden Joko Widodo? MENJAWAB penasaran ini, saya mendatangi sebuah Kabupaten di Jawa Tengah yang Bupatinya baru saja divonis 11 tahun penjara karena sebuah kasus korupsi: Klaten. Sang bupati, Sri Hartini, dalam putusan hakim sidang pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, yang digelar pekan lalu, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pindana korupsi senilai Rp 12 miliar rupiah lebih. Uang itu ia terima dari Kepala Desa, Kepala Sekolah, dan sejumlah pegawai di lingkungan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia menerima suap dan gratifikasi untuk memberikan posisi dan jabatan bagi bawahannya yang “menyetor”. Ternyata, di tengah pesimisme daerah akan kepala daerahnya yang belakangan marak dicokok KPK, ada kerja-kerja sunyi warganya. Mereka bukan siapa-siapa. Sosoknya tak pernah terangkat ke publik, namun karyanya mengagumkan. Lulusan SMP Namanya Sukiyat, pria berusia 60 Tahun asli Klaten, Jawa Tengah ini, hanya memegang Ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia sempat duduk di bangku SMA, tapi hanya sampai di kelas XI, dan selanjutnya keluar. Kondisi ekonomi kala itu mengharuskan Sukiyat untuk cepat mencari nafkah. Ia pun menekuni hobinya di bidang otomotif. Ia mempelajari dunia otomotif sejak lulus Sekolah Dasar. Ayahnya adalah petani di Klaten yang memiliki alat penggilingan padi. Tak hanya alat penggilingan padi, sepeda motor milik ayahnya untuk lalu lalang membawa panen padi pun, kerap ia bongkar sendiri. Sukiyat mendedikasikan seluruh hidupnya untuk dunia otomotif. Ketekunannya membuahkan hasil. Esemka Anda tentu pernah mendegar mobil Esemka. Mobil yang pernah digunakan oleh Walikota Solo 2005-2012, Joko Widodo, sebagai kendaraan operasional Walikota, kala itu. Ini adalah produk pertama Sukiyat yang bekerja sama dengan sejumlah SMK di Klaten dan Jawa Tengah untuk memproduksi mobil yang 100 persen alias seluruhnya buatan Indonesia. Saya berkunjung ke Klaten, Jawa Tengah. Pertanyaan pertama saya kepada Sukiyat adalah, ada apa dengan mobil Esemka? Kiat menjelaskan panjang lebar tantangan dan “pertarungan”politik pada program AIMAN yang akan tayang malam ini, Senin(25/9) pukul 20.00 wib. Intinya, Sukiyat mengungkapkan mobil ini, kalah dipasaran. Tak ada investor yang mau menanamkan modalnya untuk mobil asli buatan Indonesia pertama ini. Namun Sukiyat tak patah arang. Lima tahun berselang, ternyata ia menyiapkan “senjata” baru. Ia melakukan riset, mencoba, dan memulai, menghindari kesalahan yang pernah dilakukannya pada saat memproduksi Mobil Esemka. Ia mulai dengan jenis mesin dan disain. Ia lakukan pencetakan-pencetakan sendiri untuk body mobil. Sementara mesin yang ia gunakan adalah mesin sederhana yang bisa menempuh jarak jauh dengan bahan bakar yang paling sedikit. Seluruhnya asli buatan Indonesia Akhirnya munculah nama kendaraan Mahesa. Ia menolak disebut mobil Mahesa karena khawatir “serangan” politik akan marak, persis saat ia memproduksi prototype alias purwarupa Esemka. Menggunakan nama mobil berarti berpotensi menyaingi produk produk serupa buatan negara lain. Warga Indonesia dianggap memiliki kecintaan tanah air alias nasionalisme yang tinggi. Secara bisnis, nasionalisme ini bisa jadi ancaman. Yang terancam tentu saja produsen luar negeri yang berpuluh tahun menginjakkan kaki di negeri ini dan mendirikan pabrik pabrik besar di Indonesia. Pencuri Perhatian Jokowi Mahesa dalam bahasa jawa kuno berarti Kerbau. Tak berlebihan juga ia namakan kerbau. Karena mobil ini, eh.. maaf, kendaraan ini, hanya diperuntukkan di desa, di tengah tengah tegalan sawah, dan perkebunan kecil. Mahesa juga merupakan singkatan, Moda Angkutan Hemat Perdesaan. Dengan mesin Diesel 650cc dan hanya memiliki 1 (satu) Silinder (rata-rata mobil di pasaran memiliki 4 Silinder), kendaraan Mahesa ini bisa menempuh jarak 30 kilometer dengan konsumsi bahan bakar solar hanya 1 liter. Ada yang luar biasa memang dengan kendaraan Mahesa ini. Selain bisa digunakan alat transportasi layaknya mobil double cabin, Mahesa juga bisa membangkitkan tenaga listrik, di tengah sawah yang gulita. Adapula kemampuan Mahesa yang bisa disulap menjadi mesin penyedot air untuk irigasi sawah, bahkan menyedot banjir di suatu daerah. Satu lagi, bagi petani, memiliki Mahesa berarti memiliki alat penggilingan padi dan pemberi makan ikan. Karena kendaraan multifungsi ini bisa melakukan semua hal tadi. Putih, Merah, Kuning, Pak Jokowi Pilih yang Mana? Ada yang menarik perhatian saya saat mengunjungi dan mencoba untuk mengendarai kendaraan Mahesa ini. Yang paling menyita perhatian saya, purwarupa mobil ini, ada 3 buah. Pertama, berwarna putih. Kedua, merah. Ketiga, yang paling mewah, berwarna Kuning. Saya kemudian bertanya kepada Sukiyat, sang pembuat: Saat Presiden datang berkunjung ke pabrik milik Sukiyat, warna mana yang Presiden pilih?

15 August 2017

Ratusan aparatus sipil negara (ASN) Pemprov Kepri menerima anugerah Satyalancana dan penghargaan Purna Bhakti di aula Kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (14/8/2017) pagi.

Penganugerahan tersebut diberikan oleh gubernur Kepri H Nurdin Basirun di tengah kelesuan pertumbuhan ekonomi Kepri.

Karena itu Nurdin menitipkan pesan kepada mereka sesuai dengan kondisi Kepri saat ini.

"Kita harus kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas," ujar Nurdin saat menyerahkan penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden, di Aula Kantor Gubernur Dompak.

Penghargaan itu diserahkan kepada 157 ASN di lingkungan dPemerintah Provinsi Kepri yang telah mengabdi selama 30, 20 dan 10 tahun.

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada 49 pegawai yang telah memasuki masa purba bhakti di lingkungan Pemprov Kepri, serta pegawai yang telah meninggal dunia.

Masing-masing untuk ASN yang telah mengabdi selama 30 tahun sebanyak 31 orang, mengabdi 20 tahun sebanyak 30 orang dan mengabdi 10 tahun sebanyak 96 orang.

Nurdin Basirun mengatakan bahwa penghargaan yang diterima para pegawai dari Negara ini menandakan bahwa para pegawai telah menunjukkan pengabdiannya dengan baik kepada negara, bangsa dan masyarakat.

"Ini adalah penghargaan dari negara. Tujuannya sebagai bentuk terimakasih sekaligus sebagai motivasi agar saudara-saudara terpacu untuk terus meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara," kata Gubernur.

Gubernur melanjutkan bahwa persaingan global saat ini sangat keras. Harus diakui jika pertumbuhan ekonomi Kepri cenderung melambat. Hal ini karena faktor internal dan eksternal yang perlu segera dicarikan solusi.

"Untuk Kepri lebih baik, kita semua harus melepaskan ego sektoral masing-masing. Sehingga kita bisa bersatu padu untuk fokus mencari solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi di Kepri," kata Gubernur.

Hadir juga dalam kesempatan ini Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Ribut Eko Setiawan, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, jajaran FKPD, kepala OPD, serta tokoh masyarakat. 

14 June 2017

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membayar zakat penghasilannya melalui BAZNAS yang membuka layanan di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

13 June 2017

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menerima kedatangan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan. Mereka membahas keberadaan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Marawi, Filipina.

13 June 2017

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak terburu-buru untuk menindaklanjuti adanya dugaan dana yang diterima Amien Rais dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

08 June 2017

Sebagian besar masyarakat memilih untuk mudik ke kampung halaman pada H-3 sebelum Idul Fitri atau Lebaran. Ini diketahui dari hasil survei Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI ) yang meluncurkan jajak pendapat tentang tradisi mudik bagi warga Jabodetabek saat jelang Idul Fitri.

17 May 2017

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin tidak ingin terlalu jauh mengomentari kasus hukum yang melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat ini.

24 March 2017

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebutkan tarif listrik nasional yang masuk kategori nonsubsidi dipastikan tidak akan naik dari April sampai Juni 2017. Dia juga memastikan, pihaknya akan mengejar banyak program agar bisa membuat harga listrik makin murah.

24 March 2017

Pemerintah Malaysia kembali memulangkan 82 TKI ilegal dari PTS Sibuga Sandakan, Sabah Malaysia. Namun dalam pemulangan kali ini para TKI Ilegal tersebut harus membayar sendiri biaya pemulangan mereka.

Tentang Kami