Live Streaming
Page 1 of 9
16 August 2018

sumber : detik.com

 

 Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan kondisi warga NTB sudah pulih dari bencana gempa 7 SR yang terjadi 5 Agustus lalu. Namun ada beberapa warga yang masih panik akibat gempa susulan.

"Sejak gempa bumi berskala 7 SR menimpa Pulau Lombok minggu lalu, kami sudah pulih walaupun masih mengalami beberapa goncangan dengan skala yang lebih kecil," kata TGB dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/8/2018).

Dia mengatakan pusat gempa yang pertama terjadi di desa Sembalun yang terletak di Kabupaten Lombok Timur. Lokasi tersebut, kata TGB memiliki karakter wilayah perbukitan, sehingga ancaman tanah longsor menyulitkan proses evakuasi.

"Wisatawan yang mendaki Gunung Rinjani menjadi jauh lebih rumit dan susah (dievakuasi), tetapi dalam jangka waktu 2 hari, kami berhasil menyelesaikan proses evakuasi terhadap seluruh pendaki dengan jumlah lebih dari 600 orang," katanya.

Pada saat itu, guncangan gempa 7 SR terasa hingga tiga gili yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Gempa tersebut membuat wisatawan panik yang akhirnya sebanyak 4.600 orang di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air dievakuai. Gempa yang terasa di Lombok Utara itu tak menimbulkan korban jiwa.

"Mayoritas korban bencana gempa yang terluka dan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan berlokasi di wilayah Lombok Utara," terang TGB.

TGB mengatakan, pada saat kejadian personel dari TNI-Polri serta BNPB bergerak cepat untuk melakukan pertolongan. Proses identifikasi lokasi bencana, seluruh infrastruktur, hingga perbaikan objek vital dilakukan dengan cepat.

"Lombok International Airport dan Pelabuhan Laut Lembar masih berfungsi normal seperti sedia kala, jalan-jalan umum masih tetap rapi dan aman, pasokan listrik, air bersih, dan internet juga masih berfungsi dengan baik," paparnya.

Dia berharap, di tengah bencana seperti ini, pemerintah daerah NTB tetap menyambut baik wisatawan tang hendak berkunjung. TGB melanjutkan, pemerintah setempat membutuhkan bantuan agar pariwisata di Lombok kembali bangkit.

"Kami tetap mengharapkan dan menyambut para wisatawan untuk datang berkunjung ke Lombok, dan kami sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak agar industri pariwisata tetap bisa bergerak dan bisa segera bangkit serta pulih kembali," ujarnya.

14 August 2018

sumber : cnnindonesia.com

 

Polresta Serang, Banten, menghentikan kegiatan komunitas Kerajaan Ubur-ubur yang diduga menganut aliran sesat.

Kerajaan itu berada di Sayabulu, Kota Serang, Banten, dan dipimpin oleh pasangan suami istri bernama Rudi dan Aisyah.

"Sementara kami hentikan kegiatan, belum diperlukannya tindakan pengamanan. Kita akan kaji lebih dalam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Kapolresta Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin, Senin (13/08).

 

Di rumah pasangan suami istri itu, polisi menyita catatan soal struktur organisasi Kerajaan Ubur-ubur. Kerajaan ini kerap didatangi oleh pengikutnya setiap Kamis malam atau malam Jumat hingga waktu subuh.


Pasangan suami istri itupun dikenal warga jarang bersosialisasi dan tak pernah shalat berjama'ah di Masjid ataupun Mushola dekat rumahnya yang baru ditinggalinya sekitar dua tahun.

"Mereka mengaku muslim, namun melakukan kegiatan yang tidak lazim. Contohnya mereka bilang Allah SWT memiliki makam, ini yang jelas tidak masuk akal menurut ajaran Islam," kata Komarudin.

Pengikutnya yang mayoritas merupakan warga Jawa Timur dan Jawa Tengah itu kini diperiksa di Mapolresta Serang.

Dari keterangan sementara, Aisyah mengaku sebagai Ratu Kidul yang menganut agama Sunda Wiwitan yang mengakui Al-Qur'an dan Allah SWT.

Tak cukup sampai disitu, Aisyah mengatakan kalau Allah SWT memiliki makam menyerupai petilasan. Dia pun percaya kalau Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan.


Bahkan, Ka'bah pun disebutnya bukan kiblat umat muslim. Aisyah menyebutnya sebagai tempat pemujaan berhala. Ia juga menyebut Hajar Aswad di Ka'bah, Makkah, Arab Saudi, yang rutin dicium kaum muslim saat berhaji atau umrah, adalah bentuk kelamin perempuan.

"Kesimpulan kami dia bukan Islam. Dia menyebarkan atas nama Al-qur'an, ini sudah meresahkan. Kalau seperti itu Islam sudah ternodai," kata  Sekretaris MUI Kota Serang Anas Tajudin.

13 August 2018

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat, jumlah korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 392 orang.

"Hingga Sabtu (12/8/2018) tercatat 392 orang meninggal dunia akibat gempa bumi 7 SR di wilayah NTB dan Bali,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat, BNPB Sutopo melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Sutopo mengatakan, korban meninggal diduga akibat tertimbun longsor dan bangunan roboh.

Hingga saat ini, kata Sutopo, gempa susulan tetap terjadi di Nusa Tenggara Barat.

“Sudah 576 gempa susulan hingga Minggu (12/8/2018) pukul 15.00 Wita sejak gempa 7 SR mengguncang wilayah NTB dan sekitarnya,” kata Sutopo.

Leboh lanjut, Sutopo menuturkan, intensitas gempa susulan masih tergolong kecil. Ia memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi hingga 4 minggu ke depan.

Sutopo mengatakan, korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Lombok Utara 339 orang, Kabupaten Lombok Barat 30 orang, Kabupaten Lombok Timur 10 orang, Kota Mataram 9 orang, Kabupaten Lombok Tengah 2 orang, Kota Lombok 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sementara itu, korban luka-luka tercatat 1.353 orang. Dengan rincian 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang.

Pengungsi tercatat 387.067 orang tersebar di ribuan titik.

Ratusan ribu jiwa pengungsi tersebut tersebar di Lombok Utara (198.846 orang), Kota Mataram (20.343 orang), Lombok Barat (198.846 orang) dan Lombok Timur (76.506 orang)

10 August 2018

sumber : antaranews.com

 

Wilayah Lombok yang belum pulih akibat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) pada 29 Juli dan gempa 7,0 SR pada 5 Agustus, kembali diguncang gempa bumi susulan dengan kekuatan 6,2 SR pada Kamis pukul 12.25 Wita.

Menurut siaran informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi susulan tersebut berpusat di darat, enam kilometer barat laut Kabupaten Lombok Utara, pada kedalaman 12 kilometer.

Gempa susulan tersebut menimbulkan kepanikan di Rumah Sakit Lapangan Tanjung, Posko Induk Bencana Gempa Kabupaten Lombok Utara, dan menyebabkan bagian tembok markas Koramil Tanjung yang dijadikan dapur umum roboh.

Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas VI MMI di Lombok Utara, V MMI di Mataram, II-IV MMI di Klungkung, IV MMI di Denpasar, III MMI di Sumbawa dam II-III MMI di Tabanan menurut BMKG.

Getaran gempa dengan intensitas II menurut Skala Mercalli (Modified Mercalli Intensity/MMI) dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda yang digantung bergoyang, dan III MMI dirasakan nyata seperti ada truk berlalu.

Sementara gempa dengan intensitas IV MMI menyebabkan gerabah pecah dan jendela-pintu berderik, dan getaran pada V MMI getaran dirasakan hampir semua penduduk, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan barang besar begoyang.

09 August 2018

sumber : tempo.co

 

Presiden Joko Widodo alias Jokowi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Pelepasan dilakukan di halaman tengah Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018, diikuti oleh 938 atlet dan 396 ofisial.

Dalam sambutannya, Jokowi meyakini para atlet akan mendapatkan emas sebanyak-banyaknya karena telah berlatih sangat keras dan dalam rentang waktu yang lama. "Saya yakini dengan kerja keras dalam berlatih yang rentangnya cukup panjang, saya meyakini insya Allah emas akan sebanyak-banyaknya kita dapatkan," kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, target Indonesia di Asian Games sudah jelas, yaitu masuk dalam peringkat 10 besar. Menurut Jokowi, para atlet harus mendapatkan minimal 16 medali emas. "Artinya kalau tambah banyak boleh, kurang satu pun tidak boleh. Jelas itu," katanya.

Jokowi juga yakin para atlet akan menghasilkan prestasi yang baik di ajang Asian Games 2018. Pasalnya, ia sudah beberapa kali menengok latihan yang diadakan para atlet, di antaranya cabang olahraga pencak silat, jetski, layar, skateboard, dan dayung.

Sebelum menutup pidatonya, Jokowi berpesan kepada para atlet untuk menjaga nama baik negara, bertanding secara sehat, dan adil. "Saya titip kebanggaan negeri ini ada di saudara-saudara seluruh atlet. Dan yakin lah, 263 juta penduduk Indonesia berada di belakang saudara-saudara untuk berkumandangnya Indonesia Raya dan merah putih pada saat nanti ada kemenangan setelah saudara-saudara bertanding," kata dia.

Chief de Mission Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengatakan jumlah seluruh tim Indonesia yang akan mengikuti Asian Games adalah 1.338 orang, terdiri dari 938 atlet, 396 officials, dan 80 headquarter.

Ia melaporkan, sebagian atlet dan ofisial Asian games 2018 masih menjalani program pelatnas, training camp, dan try out di luar kota maupun luar negeri. "Tanpa menyurutkan tekad dan kebersamaan perjuangan serta agar tidak mengganggu keberlanjutan program di puncak kesiapan performa atlet, maka dalam pelaksanaan upacara pelepasan tim Indonesia dihadiri oleh sebanyak 904 atlet dan officials," ujarnya.

09 August 2018

sumber : liputan6.com

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku telah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019. Dia mengungkap, cawapresnya berinisial M.

"Depannya pakai M pokoknya," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Jokowi mengaku nama cawapresnya itu sudah dikantongi sejak lama. Namun, ketika disinggung mengenai siapa nama cawapres yang akan mendampinginya, Jokowi malah menghindar.

"Muhammad Jusuf Kalla juga M. Mbak Puan juga M. Mas Airlangga juga M," kata Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy memberi sedikit gambaran siapa tokoh tersebut.

Menurut dia, cawapres tersebut adalah sosok dengan nama berawalan M. Sosok itu juga tidak akan keluar dari 10 nama yang pernah ia ungkapkan ke media massa, beberapa waktu lalu.

"Pertama, awalannya M. Kedua, tidak keluar dari 10 nama yang sudah pernah saya sampaikan ya," ujar Romahurmuziy saat dijumpai usai mendampingi Presiden Jokowi di Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (8/8/2018).

 

08 August 2018

sumber : tirto.id

 

Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung siap digunakan untuk gelaran Asian Games Jakarta-Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Hingga menjelang penyelenggaraan, Stadion SJH terus bersolek. Hal itu terlihat dari para pekerja masih menyelesaikan beberapa renovasi di beberapa bagian baik di luar maupun di dalam stadion.

Beberapa titik seperti taman-taman, ruang konferensi pers, arena parkir, serta berbagai fasilitas umum lainnya masih dalam tahap pembenahan. Atap jembatan dari ruangan tamu VVIP menuju ke pintu barat utama stadion yang masih bolong-bolong pun tengah dilakukan perbaikan.

Namun secara umum, arena pertandingan seperti rumput dan kursi penonton sudah siap digunakan. Begitu pula dengan ruang ganti pemain dan official area kini furniture-nya telah diganti baru, termasuk toilet dan pendingin ruangan.

Stadion berkapasitas 27.000 kursi penonton ini juga berbenah agar ramah terhadap penyandang disabilitas. 120 kursi di antaranya bagi difabel dan 30 kursi bagi media yang dilengkapi fasilitas pendukung peliputan.

Sebelumnya, Pejabat Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan, mengklaim dari semua venuesepak bola yang berlokasi di Jabar, Stadion SJH dinilai paling siap menggelar pertandingan.

"Ini paling siap ya, rumputnya bagus dan fasilitas lainnya disini lebih lengkap," ujar Iriawan.

Menurut dia, pemotongan rumput pun dilakukan dua minggu sekali. Perbaikan drainase di sekeliling lapangan juga terlihat sudah selesai. Sementara pekerjaan di area penonton, pengadaan turnstiles dan e-ticketing sudah rampung termasuk proses penyetingan software.

Stadion Si Jalak Harupat menjadi venue pertandingan sepak bola untuk dua grup yakni grup C dan E. Grup C dihuni Uni Emirat Arab, China, Timor Leste dan Suriah. Sementara grup E dihuni Korea Selatan, Kirgystan, Malaysia, dan Bahrain.

Akan tetapi, kemeriahan Asian Games 2018 di sekitar Stadion Si Jalak Harupat masih belum terasa di jalur-jalur akses menuju stadion. Di jalur alternatif selain lewat tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) terasa sepi dari ornamen Asian Games.

Spanduk maupun umbul-umbul Asian Games hanya terpasang sekitar 400 meter atau hanya mengelilingi kompleks Stadion Si Jalak Harupat. Sementara di setiap jalur yang masuk ke wilayah pemukiman masih sepi dari ornamen Asian Games.

Bupati Bandung, Dadang Naser, mendorong masyarakat untuk meramaikan perhelatan Asian Games di Kabupaten Bandung. Menurutnya, ajang olahraga bergengsi di Asia itu akan meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Bandung selatan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan menggelar pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama perhelatan Asian Games 2018 di kawasan Stadion Si Jalak Harupat. "Selama perhelatan Asian Games 2018 di Kabupaten Bandung akan diselenggarakan pameran produk unggulan koperasi dan UMKM," kata dia.

Dadang mengatakan, produk-produk tersebut akan ditampilkan dalam bentuk pameran dan bazar di sekitar kawasan Stadion Si Jalak Harupat dan Gelanggang Budaya Sabilulungan.

"Kami akan suguhkan produk asli dan terbaik untuk setiap orang yang datang," kata dia.

08 August 2018

sumber : liputan6.com

 

Lombok - Masih banyaknya korban gempa Lombok yang terjebak dalam reruntuhan bangunan membuat tim evakuasi harus bergerak cepat. Salah satunya di Masjid Jamiul Jamaah, Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Tepat pukul 15.15 Wita, Selasa (7/8/2018), tim berhasil mengevakuasi korban gempa Lombok yang terperangkap dalam reruntuhan masjid menggunakan ekskavator.

Lambannya tenaga penyelamat ini sempat diprotes wartawan luar negeri yang meliput langsung di lokasi. Masalahnya, ada saksi keluarga korban mendengar suara korban di dalam masjid tersebut.

Belum jelas berapa orang yang terperangkap di masjid yang berlokasi di Jalan Bangsal Baru ini. Salah seorang saksi mata, Khairul Yakin, bocah 6 tahun yang berhasil menyelamatkan diri, melihat ada tiga anggota jemaah yang meneruskan salat.

"Jemaah yang lain sudah menyelamatkan diri, termasuk imamnya," cerita Khairul kepada Times Indonesia.

Para anggota jemaah lari tunggang langgang ketika rakaat kedua. Saat rukuk, getaran gempa semakin keras. Ketika goncangan pertama, jemaah yang mengisi dua saf setengah masih tenang.

Namun begitu, getarannya semakin kuat, Khairul yang berada di saf kedua paling pojok, ikut menyelamatkan diri.

"Saya ikut lari karena imamnya ditarik sopirnya keluar dari pengimaman," ceritanya.

Khairul yakin masih banyak korban yang terperangkap di dalam. Sebab sebelum salat berjemaah Isya dilakukan, para jemaah terlebih dulu mendengarkan tausiah seusai Magrib.

Adalah ustaz Sirajuddin dari Kekait, Lombok Utara, yang memberi materi. Kemudian dilanjutkan salat Isya berjemaah. Menurut Khairul, satu saf ada 45 jamaah. Totalnya ada dua setengah saf laki. Itu di barisan lelaki.

Jemaah perempuan juga banyak, sekitar 80 orang. "Kalau ada pengajian ibu-ibu pasti ramai datang," jelasnya.

Menurut dia, data yang dihimpun Kepala Dusun Bangsal, baru dua orang dilaporkan hilang oleh keluarganya, yaitu Inak Salamah dan Awaluddin. Dia belum diketahui sudah meninggal atau belum. Hingga penggalian dilakukan, ada warga yang mendengar suara di dalam masjid tersebut.

 

08 August 2018

sumber : tirto.id

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, terdapat 4.636 orang wisatawan asing maupun lokal yang berhasil dievakuasi dari tiga Gili hingga hari ini. Ketiga gili tersebut adalah Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

"Ada 4.636 wisatawan lokal dan asing. Namun tidak ada pembagian angka wisatawan asing berapa dan wisatawan lokal berapa. Karena ketika evakuasi, kapal terus bertambah. Sulit untuk penghitungan dan akhirnya terlupa," kata Sutopo saat konferensi pers, Selasa (7/8/18) siang.

Sutopo mengatakan bahwa, seluruh wisatawan tersebut dibawa ke tiga pelabuhan menggunakan 11 kapal. Tujuh kapal membawa 3.773 orang ke Pelabuhan Bangsal, tiga kapal membawa 770 orang ke Pelabuhan Benoa, dan satu kapal membawa 193 orang ke Pelabuhan Lembar.

Sesampainya di pelabuhan masing-masing, lanjut Sutopo, telah disiapkan sejumlah bus dan mobil untuk membawa para wisatawan ke bandara. Sutopo juga mengatakan banyak wisatawan yang langsung menuju bandara untuk segera pulang, namun tak sedikit juga yang memilih untuk tetap menunggu di Bali.

"Pemerintah Bali bekerja sangat cepat. Mereka sudah terbiasa mengevakuasi orang ketika bencana," lanjut Sutopo.

Namun terjadi satu masalah di Pelabuhan Bangsal. Karena banyaknya wisatawan yang dievakuasi, itu membuat jumlah kendaraan yang membawa dari pelabuhan ke bandara tidak memadai.

"Akhirnya ada beberapa warga lokal yang 'bermain', dengan mematok kendaraan seharga dua juta," katanya.

Sutopo juga mengatakan, bandara di Lombok diberlakukan selama 24 jam mengingat banyaknya wisatawan yang ingin pulang. Juga terdapat penambahan 18 penerbangan sejak kemarin, Senin (6/8/18).

Hingga saat ini, lanjut Sutopo, evakuasi masih terus dilanjutkan dikarenakan jumlah orang yang ingin dievakuasi tak hanya dari kalangan wisatawan, namun juga warga lokal dan karyawan-karyawan hotel, resort, dan toko di ketiga Gili.

"Itu belum kami hitung berapa totalnya," kata Sutopo.

Minggu (5/8/18) malam terjadi gempa bumi berkekuatan tujuh Skala Richter (SR) mengguncang Lombok, NTB. BNPB menyebut, pusat gempa terjadi di garis lintang 8,37 LS dan 116,48 BT.

Hingga saat ini pihak BNPB masih mengeluarkan data korban sebanyak 105 orang meninggal dunia dan 236 luka-luka. Ratusan rumah juga rata dengan tanah pasca gempa terjadi.

Ini adalah kali kedua NTB diguncang gempa sejak satu bulan terakhir. Kali terakhir gempa menguncang Lombok-Sumbawa dan Bali pada Minggu 29 Juli dengan kekuatan 6,4 SR. Kesamaan keduanya: gempa disebabkan aktivitas Sesar Naik Flores atau Flores Back Arc Thrust.

08 August 2018

sumber : kompas.com

Manajemen Grab Indonesia akhirnya memberhentikan seorang wanita mitra Grab yang telah melakukan pemukulan terhadap seorang anggota Koalisi Pejalan Kaki bernama Alif pada Senin (6/8/2018).

Sebelumnya, video pemukulan yang dialami Alif diunggah akun YouTube Koalisi Pejalan Kaki hingga akhirnya menjadi viral.

"Setelah melakukan investigasi, kami telah memberhentikan mitra yang bersangkutan secara permanen karena terbukti melakukan pelanggaran seperti yang viral di media sosial," kata Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Dalam unggahan tersebut, disebutkan peristiwa itu terjadi di trotoar di Jalan Jatiwaringin, Jakarta Timur, dekat restauran Sangkuriang sekitar pukul 18.35 WIB.

Dalam video berdurasi 2 menit dan 28 detik tersebut, suasana jalan memang padat. Sejumlah pengendara terlihat melintas di trotoar.

"Jangan dibiasain, Pak. Ini buat jalan kaki, bukan jalan motor," teriak Alif yang tengah merekam suasana di sekitar lokasi.

Tiba-tiba datang seorang wanita yang merupakan mitra Grab sedang membonceng penumpangnya melintas di trotoar. Alif juga menegur wanita tersebut.

Tak terima diingatkan, wanita itu menghentikan kendaraannya, membuka helm, dan berbicara dengan nada tinggi kepada Alif.

"Kamu jangan gitu, yang sopan," ujar wanita tersebut. Kamu siapa?" ujar wanita lagi.

"Saya Alif namanya. Bukan petugas, saya pejalan kaki, pemakai trotoar," jawab Alif.

"Kalau mau negur orang tuh hormat ya, sopan, Bu maaf ini salah, gitu. Ini datang-datang lu ngomel bingung gue," balas wanita itu.

Perdebatan terus berlanjut. Hingga akhirnya wanita tersebut mengemudikan kendaraannya meninggalkan pria tersebut.

Pria tersebut kemudian melanjutkan perjalanannya dan kembali menegur pengendara lain yang melintasi trotoar.

Namun, tiba-tiba wanita itu kembali menghampiri si pejalan kaki tersebut tanpa membawa kendaraannya. Dia menenteng helmnya, lantas memukul Alif dengan tangan dan helmnya.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Afred Sitorus mengatakan, aksi pemukulan pengendara kepada anggota koalisi ini bukanlah yang pertama kali terjadi.

Menurutnya bentuk pemukulan semacam ini telah mereka alami berulang kali. Di tahun 2017, lanjutnya, anggota koalisi juga mengalami pemukulan dengan helm saat tengah menggelar aksi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Kalau kata-kata kasar pengendara lebih sering kami terima. Ada juga pengendara yang sengaja menjegal kaki kami saat kami menggelar aksi," sebutnya, Selasa.

Ia berharap para pengendara lebih memahami hak-hak pejalan kaki dan tak mengokupasi trotoar.

"Saya juga berharap polisi, petugas Dishub, Satpol PP lebih sering lagi melakukan operasi trotoar agar hak-hak pejalan kaki terlindungi," tambahnya.

Page 1 of 9

Tentang Kami