Live Streaming
Thursday, 25 October 2018 12:54

Begini Kronologis Terkuaknya Pembunuhan Sekeluarga di Samosir

Written by 
Rate this item
(0 votes)

sumber : poskotanews.com

Rama Shinta – Kasus pembunuhan sekeluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dan dua anaknya di Huta Janjimauli, Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumut, kemarin siang, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Keempat korban yakni James Samosir (32), Rosalina br Gultom (29) dan dua anaknya Rauli Agnes br Samosir (5), serta Fransiskus Esodorus Samosir (2).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (25/10/2018), mengatakan saksi yang pertama kali menemukan korban adalah Jhonson Sinaga, tetangga korban.

Sekitar pukul 10.00 Wib, Jhonson merasa curiga karena kerbau milik korban masih berada di bara bagian bawah rumah adat Batak Toba. Kemudian, Jhonson, memberitahukan hal tersebut kepada tetangga sekitar rumah korban. Ketika itu juga aparat desa atasnama Leo Sinaga bersama dengan Darwis Simanjuntak melihat dari celah rumah korban, namun tidak kelihatan apa yang terjadi di dalam rumah tersebut.

Akhirnya, mereka menuju jendela dapur rumah korban dan menarik jendela tersebut. Saksi dan warga melihat korban James Samosir tergeletak di depan pintu kamar mandi dalam posisi telungkup dan telanjang.

Lalu, warga menghubungi  Robert Sinaga, Kepala Desa setempat. Setibanya di lokasi, Kepala Desa menyuruh seorang warga untuk masuk ke dalam rumah korban melalui jendela dapur. Warga dan Kepala Desa masuk setelah pintu rumah korban terbuka.

“Rosalina Gultom dan dua anaknya Rauli Agnes Samosir, Fransiskus Isodorus Samosir, ditemukan tewas di dalam kamar dengan kondisi terlentang.  Kondisi ruang tamu berceceran darah,”sebut Tatan.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian setempat turun ke lokasi dan melakukan identifikasi. Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat menyebutkan  petugas mengamankan barang bukti diantaranya pisau, sarung berlumuran darah, pakaian anak-anak korban, satu batang balok kayu berukuran 1 meter dan botol racun hama merk gramoxone.

“Setelah dilakukan Identifikasi ke empat mayat korban dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan untuk selanjutnya di bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi,” papar Tatan.

Menurut keterangan warga, masih kata Tatan, hubungan rumah tangga korban dalam 6 bulan terakhir sudah tidak harmonis yang ditandai dengan istri korban bersama dengan anaknya sering pergi dan menginap di rumah orang tua korban Rosalina.

Terlebih, pekerjaan dari korban James Samosir adalah penderes tuak. Hasil penjualan tuak tersebut selalu di terima isterinya. Kondisi fisik korban Rosalina Gultom juga  adalah Tunawicara.

“Jadi tidak tertutup kemungkinan pelaku pembunuhan itu adalah korban James Samosir.  Usai membunuh isteri dan dua anknya, James bunuh diri dengan menyayat urat nadi tangan sebelah kiri dengan menggunakan pisau,” tutup Tatan.

Read 27 times

Tentang Kami