Live Streaming
Thursday, 01 November 2018 11:28

Nyeri Telinga Saat Naik Pesawat, Apa Solusinya?

sumber : klikdokter.com

Rama Shinta - Nyeri telinga menjadi keluhan yang sering dirasakan ketika naik pesawat. Keadaan ini biasanya terjadi saat pilot mulai mengumumkan bahwa pesawat mulai menurun dari ketinggian sebelumnya.

Dalam medis, nyeri telinga saat naik pesawat dikenal dengan sebutan barotrauma atau aerotitis. Keluhan ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak hingga orang dewasa.

 

 

Kenali penyebab barotrauma

Telinga dibagi menjadi tiga bagian: luar, tengah dan dalam. Pada bagian tengah, terdapat ruangan berisi udara yang terhubung dengan hidung dan tenggorok melalui sebuah saluran yang disebut tuba eustachius. Pada kondisi normal, udara di dalam telinga tengah akan bergerak ke tuba eustachius untuk menyeimbangkan keadaan telinga tengah dengan tekanan udara sekitar.

Namun, proses tersebut akan mengalami hambatan ketika Anda berada di pesawat yang hendak mendarat. Sebab, penurunan ketinggian pesawat akan menyebabkan tekanan dalam kabin meningkat, dengan tekanan udara di telinga relatif lebih rendah. Hal ini mengakibatkan gendang telinga tertarik ke dalam dan meregang, sehingga tuba eustachiusakan gagal membuka. Pada akhirnya, Anda akan merasakan keluhan nyeri telinga.

Keadaan bisa semakin buruk jika di saat bersamaan Anda sedang mengalami infeksi telinga, batuk atau pilek. Ini karena kondisi tersebut membuat tuba eustachiusmembengkak, sehingga telinga bagian tengah akan lebih kesulitan untuk menyeimbangkan tekanan udara dengan di luar. Alhasil, nyeri telinga yang dirasakan bisa sangat parah.

 

Gejala dan komplikasi barotrauma

Selain nyeri telinga, beberapa keluhan lain yang bisa terjadi akibat barotrauma adalah:

  1. Telinga terasa penuh
  2. Penurunan fungsi pendengaran
  3. Pusing berputar
  4. Tinitus atau bunyi berdenging di dalam telinga
  5. Darah dari telinga

Pada beberapa kasus, tekanan udara yang tidak seimbang seperti ketika Anda naik pesawat, dapat menyebabkan tumpukan cairan di telinga tengah dan pecah pembuluh darah. Jika tekanan yang dihasilkan terlalu besar, risiko robeknya gendang telinga juga menjadi semakin tinggi.

 

Tips mencegah barotrauma

Barotrauma dapat dicegah. Berikut beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan:

  1. Jika Anda sedang mengalami infeksi saluran napas atas atau infeksi telinga, sebaiknya hindari berpergian menggunakan pesawat. Bila sangat harus, konsultasikan diri Anda ke dokter terlebih dahulu. Tindakan ini dilakukan agar Anda bisa mendapatkan obat tetes hidung dengan kandungan dekongestan atau vasokonstriktor, yang dapat digunakan 30-60 menit sebelum lepas landas atau mendarat.
  2. Cobalah untuk melakukan gerakan mengunyah, menelan atau menguap saat pesawat hendak lepas landas atau mendarat.
  3. Jika Anda naik pesawat bersama bayi, susuilah si Kecil saat pesawat hendak lepas landas atau mendarat.
  4. Lakukan parasat valsava, yaitu dengan menutup hidung dan mengejan secara bersamaan. Namun hati-hati, tindakan ini tidak boleh dilakukan jika sedang batuk atau pilek.

 

Jangan biarkan nyeri telinga saat naik pesawat mengganggu kenyamanan perjalanan udara Anda. Lakukan tips di atas untuk mencegahnya, dan jangan ragu jika Anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memutuskan untuk terbang naik pesawat.

Last modified on Thursday, 01 November 2018 15:47

Tentang Kami