Live Streaming
Friday, 03 August 2018 13:47

Perhatian pada Islam, Insinyur Jepang Ini Ciptakan Masjid Bergerak. Ternyata Banyak yang Pesan

Sumber: TRIBUNBATAM.id

 

TOKYO -  Agamanya bukan Islam, tetapi perhatiannya terhadap Islam sangat besar.

Namanya Yasuharu Inoue.

 

Pria ini memiliki perhatiannya sangat khusus kepada kalangan muslim sejak berkenalan dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Qatar.

Negara itu sudah dikunjunginya 50 kali dalam empat tahun terakhir ini.

 "Saya cinta sekali dengan kalangan muslim dan teman saya paling banyak orang Islam di berbagai negara, khususnya di Qatar," paparYasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co.Ltd. khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (25/7/2018).

Dari pergaulannya dengan kawan-kawan muslim, insinyur ini kemudian berpikir untuk membuat masjid yang bisa bergerak.

Hal ini untuk memudahkan kaum muslim salat di tempat-tempat yang tidak ada atau jauh dari masjid, seperti pasar.

Apalagi di Jepang, jumlah masjid sangat sedikit sementara penduduk muslim diperkirakan mencapai 200 ribu orang.

Bersempena tahun 2020 nanti, Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade, ide Inoue pun mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Jepang.

 

Alhasil,  Inoue kemudian merancang sebuah masjid bergerak pertama di dunia.

Ia menggunakan truk Hino besar dengan berat 25 ton yang bisa menampung 50 orang salat di dalamnya.

Bagian belakang dan samping truk 25 ton dimodifikasi menjadi tangga dan pintu masuk masjid.

 

 

Sedangkan masjid berasal dari bagian dalam truk yang mengembang ke luar.

Semuanya dilakukan hanya dengan memencet satu tombol, truk tersebut kemudian berubah menjadi ruangan berukuran 48 meter persegi dan dapat menampung 50 jamaah yang salat.

Ruangan itu sangat nyaman karena sudah terkembang karpet khusus untuk salat serta empat pendingin ruangan.

Selain itu, juga ada toilet dan tempat berwudhu yang juga keluar dari badan truk secara otomatis.

"Masjid mobile sangat penting bagi orang-orang Muslim, baik orang Jepang atau turis-turis Muslim yang mengunjungi Jepang," katanya.

Di negara tersebut, jumlah orang beragama Islam diperkirakan mencapai 200.000 orang, baik warga Jepang atau pendatang yang bekerja dan sekolah di Jepang.

Lebih penting lagi, kata Inoue, saat Olimpiade ini, truk ini bisa ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan.

 

Dari hasil pekerjaaannya selama dua tahun lebih itu, masjid yang dia rancang pun selesai dan diluncurkian 23 Juli lalu di halaman parkir Toyota Stadium, Nagoya, Jepang.

Tentang Kami