Live Streaming
Page 1 of 2

sumber : detik.com

Rama Shinta - Di sebuah sanggar di Ponorogo, tampak sekumpulan anak-anak tengah berlatih menari jathil dengan didampingi seorang pelatih. Setelah didekati, pelatihnya ternyata masih muda, bahkan karena tubuhnya yang mungil sekilas ia lebih mirip murid ketimbang guru. 

Siapa sangka, gadis bernama Ranti Ninda Kartika (18) ini bukan seorang pelatih tari biasa. Ia baru saja terpilih sebagai Duta Warisan Budaya ASEAN mewakili Indonesia lho.

"Iya saya biasa ngajari anak-anak di sanggar namanya 'Sanggar Tari Taphak Dara'," tuturnya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (8/11/2018). 

Warga Desa Karangan, Kecamatan Badegan ini mengaku sudah menggeluti seni tari jathil dan tradisional sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Namun ia tak pernah menyangka kecintaan Ranti pada tari mengantarkannya menjadi Duta Warisan Budaya.

"Kemarin sempat nggak percaya bisa terpilih karena saingannya banyak," ungkapnya.

Mahasiswi Politeknik Negeri Semarang ini menjelaskan pemilihan duta dilakukan sekitar satu bulan lalu. Saat itu, Ranti hanya mengirim video saat mengajar menari dengan menggunakan bahasa Inggris. 

 

Ini Sosok Ranti, Duta Warisan Budaya ASEAN Asli Ponorogo


Ternyata videonya disukai juri dan membuat Ranti dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai duta warisan budaya.

"Kemarin ada 80-an orang yang daftar terus dipilih 28 orang, saya salah satunya," jelasnya.

Setelah terpilih, sulung dari dua bersaudara ini mengikuti serangkaian kegiatan bersama 27 duta warisan budaya dari negara-negara ASEAN lainnya. Salah satunya World Heritage Camp Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta selama 10 hari. 

"Saat camp juga belajar budaya dari negara lain di ASEAN," paparnya.


Sebagai duta, tugas Ranti pun tak mudah. Ia diwajibkan mengenalkan warisan budaya kepada masyarakat sekaligus melestarikannya.

Namun Ranti mengaku memang sedang menuju ke sana. "Saya harap juga bisa mengenalkan kesenian tradisional khas Ponorogo ke negara lain," ujarnya.

Apalagi sebagai generasi milenial, ia terbantu oleh keberadaan media sosial dan teknologi informasi untuk memperkenalkan warisan-warisan budaya tersebut.

sumber : detik.com

Rama Shinta - Jakarta Fashion Week 2019 kini hadir kembali. Beberapa selebriti Indonesia turut serta dalam ajang yang setiap tahun digelar tersebut. Salah satunya yang hadir kali ini adalah pemain film sekaligus bintang iklan Dian Sastrowardoyo.

Ia pun terlihat berlenggak-lenggok di atas catwalk memperagakan beberapa busana dari Cotton Ink.  

"Hari ini saya ada di Jakarta Fashion Week tadi ikut bantu, saya ada kolaborasi dengan Cotton Ink Studio. Jadi saya kerja sama untuk mendesain bareng koleksi baju Cotton Ink Studio x Dian Sastro Collection," buka Dian Sastro saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

"Kenapa saya pengin kolaborasi sama mereka karena, saya suka dengan gaya-gaya Cotton Ink dan kami sepakat sebagian profit dari penjualan Cotton Ink Studio x Dian Sastro itu nanti, akan disumbangkan untuk membantu program beasiswa Yayasan Dian Sastrowardoyo. Jadi saya masuk ke dunia fashion juga penginnya sih bukan untuk cari profit aja tapi juga biar bisa lebih banyak giveback lagi ke masyarakat," sambungnya lagi.


Terlihat sangat piawai di atas catwalk, apakah Dian Sastro berminat menjadi seorang desainer?

"Kalau jadi desainer, kayaknya saya akan memberikan ke teman-teman yang udah menekuni bidang desain dari dulu. Kayaknya saya akan fokus di ranah saya aja, yaitu film," lanjutnya lagi.

sumber : detik.com

Rama Shinta - Baru-baru ini Disney merilis kembali jadwal film mereka yang akan dirilis pada tahun 2020. Namun, Disney menghapus satu film Marvel yang belum diberi judul dari daftar tersebut.

Namun, karena sebelumnya terdapat jatah film Marvel yang dijadwalkan rilis pada pertengahan tahun 2020, maka penggemar mengindikasi bahwa film tersebut adalah 'Guardians of the Galaxy vol.3'.

Spekulasi tersebut tentu saja kembali mengungkit kasus pemecatan James Gunn akibat tweet ofensifnya tentang pedofil dan pelecehan seksual. Hingga saat ini 'GoTG vol.3' berstatus ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.


Disney sendiri memberi izin kru-kru yang ingin mengambil proyek lain. Hal tersebut karena Disney belum menemukan pengganti Gunn, namun terdapat rumor bahwa Disney sedang mencari sutradara wanita untuk menggarap film tersebut.

 

Berikut daftar film Disney di 2020:

February 14, 2020   : 'Untitled Disney Live Action'

March 6, 2020   : 'Untitled Pixar Animation'

March 27, 2020   : 'Mulan'

May 1, 2020   : 'Untitled Marvel'

May 29, 2020   : 'Maleficent 2'

June 19, 2020   : 'Untitled Pixar Animation'

July 24, 2020   : 'Jungle Cruise'

October 9, 2020   : 'Untitled Disney Live Action'

November 6, 2020   : 'Untitled Marvel'

November 25, 2020   : 'Untitled Disney Animation'

December 23, 2020   : 'Untitled Disney Live Action'

sumber : cnnindonesia.com

Rama Shinta - Genre musik rock dan dangdut dapat dikatakan sebagai salah dua genre paling populer di Indonesia. Regenerasi dua genre tersebut tak pernah putus dari masa ke masa, setidaknya selalu ada setiap dekade.

Zaman dulu ada Koes Plus, Giant Step, God Bless, Edane dan Netral yang mengusung musik rock. Dilanjutkan dengan kemunculan Kelompok Penerbang Roket, Rollfast dan Zat Kimia.

Kemudian di kubu sebelah, ada Ellya Khadam, Rhoma Irama, Elvy Sukaesih dan Ikke Nurjanah yang mengusung musik dangdut. Nama Dian Sastra, Inul Daratista, Ayu Tingting dan Via Vallen muncul sebagai generasi lanjutan. 

Siapa sangka, dua genre itu memiliki sejarah kelam. Tepatnya pada tahun 1970an, tahun di mana musisi rock dan dangdut berkonflik. Kisah itu diceritakan oleh Rhoma saat diskusi dalam Archipelago Festival di kawasan Kemang, Jakarta, akhir pekan lalu (13/10).

"Ini memang dulu seru. Ini sampai adu fisik," kata Rhoma.

Konflik antara musik rock dengan dangdut, kata Rhoma, berawal saat gitaris Giant Step, Benny Soebardja, mengatakan dangdut sebagai musik 'musik tai anjing' yang kemudian dimuat dalam majalah Aktuil. Kala itu, dangdut sedang di puncak popularitas.

Sebagai pedangdut, musisi asal Tasikmalaya ini tidak senang mendengarkan pernyataan Benny. Rhoma pun membalas dengan mengatakan, musik rock adalah 'terompet setan'.

"Sejak itu, rame pada adu fisik antara penggemar musik dangdut dengan penggemar musik rock," kata Rhoma.

Baik penggemar musik dangdut atau rock tak segan untuk menyakiti musisi yang tampil. Rhoma sendiri sempat menerima kekerasan dari penggemar musik rock. Kala itu ia sedang syuting film di Tegalega, Bandung, yang merupakan salah satu markas penggemar Giant Step.

Kedatangan Rhoma disambut oleh hujan batu yang dilakukan penggemar musik rock. Sempat berlindung beberapa saat, akhirnya Rhoma memberanikan diri untuk keluar. Ia berkata, "Lempar terus sampai puas," dan tak lama, lemparan batu itu berhenti.

"Itu terjadi di mana-mana. Ada juga yang panggung dangdut dikencingin oleh penggemar musik rock, penggemar musik dangdut membalas dengan setrum," kata Rhoma.

Musisi berusia 71 tahun ini melanjutkan, "Bahkan di Banyuwangi saya adu fisik. Untung bisa silat sedikit."

Rhoma bercerita saat itu tampil bersama bandnya, Soneta, di salah satu stadion di Banyuwangi. Di tempat duduk penonton yang dekat dengan panggung, terlihat banyak perempuan yang sedang duduk dan berlindung dari hujan batu yang dilemparkan dari luar stadion.

Rhoma yang sudah terbiasa dengan hujan batu, tetap melanjutkan penampilan. Namun seketika ia berhenti ketika melihat salah satu penonton perempuan terkena lemparan batu sehingga kepalanya berdarah.

"Saya lepas gitar dan keluar, saya lihat ada yang lagi lempar batu. Saya tarik, ribut keroyokan. Itu seru, kaya gitu dulu," kata pria yang dijuluki Raja Dangdut ini sambil tersenyum.

Seiring berjalannya waktu, rock dan dangdut akur pada tahun 1987 sampai 1988. Rhoma mengatakan dua genre itu berdamai lewat pertemuan yang digagas oleh Pemimpin Pemuda Pancasila, Yapto Soerjosoemarno.

"Mas Yapto membuat satu pertemuan rock dan dangdut, God Bless dan Soneta hadir. Kami melepas merpati bersama, alhamdulillah sejak itu sampai saat ini enggak ada lagi [keributan antar-genre]," kata Rhoma.

sumber : kompas.com

Rama Shinta - Boyband Korea Selatan, iKON, menjanjikan suguhan menarik dalam konser "Continue Tour" mereka di Indonesia, tepatnya di Tennis Indoor Senayan, pada 18 November 2018 nanti.

Hal itu disampaikan salah satu member iKON, Song, dalam video Official Greeting iKON di kanal YouTube promotor Mecima Pro, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (18/10/2018).

"Kami telah mempersiapkan banyak penampilan menarik untuk kalian," kata Song yang bernama lahir Song Yoon Hyung itu.

"Ayo datang dan menghabiskan waktu bersama kami," timpal Jung Chan Woo atau Chan.

Kim Dong Hyuk alias DK sang Main Dancer dan Kim Han Bin yang akrab disapa B.I mengajak para iKONIC-nama basis penggemar iKON--untuk bertemu dalam konser mereka nanti. 

"Indonesia iKONIC! Apa kalian sudah siap bertemu kami?" kata DK.

"Indonesia iKONIC, kangen kami kan? Ayo ketemu!" timpal B.I.

Untuk tiket konser iKON di Jakarta nanti, ada lima kategori harga sesuai kelasnya. Tiket Blue seharga Rp 2 juta, Pink Rp 2,5 juta, Yellow Rp 2 juta, Green Rp 1,6 juta, dan Purple Rp 1 juta.

Konser iKON nanti bakal menjadi penampilan keempat mereka di Indonesia. Pada September 2016, boy grup asuhan YG Entertaiment itu menggelar konser bertajuk "iKONCERT 2016 Showtime Tour" di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Setahun berikutnya, tepatnya pada 25 November 2017, iKON kembali tampil dalam konser Saranghaeyo Indonesia 2017 di lokasi yang sama.

Setelah itu, mereka didaulat sebagai salah satu penampil dalam penutupan Asian Games 2018 di Jakarta.

sumber : detik.com

Rama Shinta - Musisi Charlie Puth akan menggelar konser di Indonesia untuk pertama kalinya pada tanggal 16 November 2018 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Konser bertajuk 'Charlie Puth Voicenotes Live in Indonesia' ini pada akhirnya hadir untuk menghibur para Puthinator.

Penyanyi asal Amerika Serikat ini pun telah menyampaikan sejumlah riders yang ia inginkan untuk konsernya tersebut. Tidak mudah untuk mengundang Charlie Puth datang ke Indonesia, pihak promotor Full Color pun telah follow up sejak tahun 2015.

"Dia ada riders yang unik. Dia minta grand piano di kamarnya. Kita sudah siapin kamar yang gede, yang bisa muat grand piano," ujar David Ananda selaku Managing Director Full Color Entertainment dan promotor konser di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/10).


Tidak hanya sebuah grand piano, ia juga ingin menginap di sebuah hotel yang lengkap dengan fasilitas gym demi makanan dan gaya hidup yang sehat.

"Dia sih sejauh ini itu aja. Dia cuma pengen hotel yang ada tempat gym yang nyaman. Dia memang konsen banget sama hidup sehat," tambahnya.

Pelantun 'One Call Away' dengan rombongannya yang berjumlah 27 orang ini akan datang dengan menaiki jet pribadinya karena beberapa hari setelah konser di Indonesia ia akan tampil di Jepang.

"Dia akan naik jet pribadi karena efisiensi waktu karena dia sebelumnya konser di Osaka habis dari Jakarta. Bawa 27 orang dan di panggung bakal ada 7 orang. Bakal luar biasa ramai, mereka juga bawa kontainer dan alat musik sebagian besar dari negara sendiri," jelas David.

Pelantun 'Attention' ini akan membawakan 21 lagu dan akan memberikan banyak kejutan menunjukan kebugaran tubuh saat konser.

Tiket konser yang akan dibuka dengan penampilan penyanyi Jaz dan Svmmerdose ini dijual mulai dari Rp 990 ribu hingga Rp 2,5 juta.

sumber : cnnindonesia.com

Rama Shinta - Komikus Chuck Wendig dipecat oleh Marvel Comics setelah meyampaikan hal berbau politik di Twitter. Pernyataaan itu disampaikan komikus Star Wars(SW) ini lewat Twitter dengan akun @ChunckWendig.

Bukan hanya satu, Wendig menceritakan pemecatannya lewat serangkaian kicauan. Diketahui saat ini ia tengah menggarap komik Shadow of Vader.

"Jadi, inilah yang terjadi. Saya baru saja dipecat oleh Marvel. Tidak mengerjakan komik ke-4 dan 5 Shadow of Vader, dan tidak mengerjakan komik SW yang belum diumumkan," kata Wendig.

Wendig mengaku ragu untuk mengungkapkan pemecatan ini karena seperti membuat pihak yang memecatnya merasa menang. Namun ia ingin berlaku jujur dan pembaca tahu bahwa ia sudah tak lagi menjadi komikus Star Wars.

Ia juga menjelaskan kejadian setelah komik Star Wars: Aftermath yang sebelumnya ia kerjakan beredar. Dalam komik itu ia membuat karakter LGBT dan tidak diterima oleh sejumlah penggemar.

Ternyata hal itu berdampak negatif pada Wendig. Komik itu mendapat ulasan negatif yang tersebar ke jejaring media sosial.

Bahkan, kata Wendig, ia juga mendapat banyak pelecehan di dunia maya dari penggemar yang tak suka karyanya. Sampai akhirnya ia merasa perlu melaporkan pelecehan itu ke polisi.

Setelah banyak menjelaskan apa yang dialami, ia berkicau tentang alasan utama pemecatannya. Ia dipecat karena sering berbicara politik di Twitter.

"Hari ini saya menerima telepon. Saya dipecat. Karena tweet saya yang saya yang negatif dan vulgar. Itulah yang dikatakan editor, Mark. Tweet saya terlalu banyak politik, terlalu vulgar, terlalu negatif," kicau Wendig.

Komik Shadow of Vader diumumkan pada 5 Oktober lalu saat New York Comic Con. Komik itu dijadwalkan rilis perdana pada Januari mendatang.

Wendig mendapat dukungan dari penulis Joe Hill. Ia mengaitkan pemecatan Wendig dengan pemecatan James Gunn dari film 'Guardians of the Galaxy Vol.3'.

 

sumber : cnnindonesia.com

Rama Shinta - Kala menonton First Man, rasanya seperti melihat rekaman lawas, mengenang kembali salah satu momentum bersejarah dalam umat manusia, kala Neil Armstrong jadi manusia pertama yang berhasil menginjakkan kaki di bulan.

First Man tak banyak bumbu drama, apalagi pertarungan ala Venom yang menjadi saingannya tayang di Indonesia.

Film biopik ini fokus mengisahkan proses Armstrong bisa mendaratkan kaki di bulan dalam proyek NASA, lebih tepatnya pada periode mulai dari 1961 hingga momentum bersejarah itu terjadi pada 20 Juli 1969 lewat penerbangan Apollo 11.


Digarap oleh Damien Chazelle dan ditulis oleh Josh Singer, First Man mengadaptasi kisah Armstrong yang ditulis oleh James R Hansen dalam First Man: The Life of Neil A Armstrong.


Mengambil kisah sembilan tahun dari buku dengan total halaman 788 halaman tersebut tentu bukan perkara mudah. Ada banyak adaptasi, namun Singer melakukannya dengan cukup baik.

Singer memilih fokus pada rentetan proses uji coba dan proyek NASA yang lebih banyak gagal dibandingkan berhasil sehingga menimbulkan kegalauan Armstrong yang diperankan Ryan Gosling.

Armstrong menjadi sosok yang -bisa dibilang- tak pernah menyangka akan menjadi pemimpin proyek Apollo 11, di tengah kekhawatiran sang istri, anak-anak yang butuh perhatian khusus, kematian satu per satu sahabatnya, serta tekanan publik, pemerintah, juga anggota dewan.

Buku First Man: The Life of Neil A Armstrong banyak mengisahkan sisi kehidupan sang astronot. Namun dalam First Man, Singer dan Chazelle memilih mengekspos kegalauan Janet Shearon, istri pertama Armstrong, yang diperankan oleh Claire Foy, sebagai aspek kehidupan pribadi si pilot pesawat luar angkasa.

Ryan Gosling jadi Neil Armstrong dalam 'First Man'.Ryan Gosling (kiri) jadi Neil Armstrong dalam 'First Man'. (Dok. Universal Studios via imdb.com)


Foy memerankan sosok Shearon dengan amat apik. Peran Shearon dalam film ini penting, bukan hanya sekadar istri yang khawatir suaminya tak kembali seperti pada astronot lainnya, melainkan karena membuka karakter Armstrong yang introvert.

Posisi Shearon itu lah yang memudahkan saya memahami karakter Armstrong yang dibawakan oleh Ryan Gosling. Di sisi lain, sulit rasanya melupakan karakter Sebastian Wilder yang dimainkan Gosling dalam La La Land (2016).

Sebagai cerita biopik, First Man cukup memiliki banyak isu baik sosial maupun politik yang dibawa. Salah satunya seperti masalah rasial di masa persiapan Apollo 11, atau kala Armstrong dan NASA harus mempertahankan idealisme mereka di tengah himpitan dana dan krisis dukungan politik para senator.


Namun aspek yang membuat First Man patut untuk mendapatkan jempol adalah pemilihan teknik sinematografi hingga efek visual.

Keputusan Chazelle memilih gaya visual bak repro, lengkap dengan atribut mode, riasan, hingga teknologi kala cerita itu terjadi membuat First Man terasa mengasyikkan.

Sinematografi yang apik dan klasik membuat penonton seolah menyaksikan sendiri rekaman lawas yang baru dibuka untuk publik. Hal ini jelas menambah nilai bagi film berbujet US$70 juta tersebut.

Pun, permainan efek visual melalui CGI dalam film ini sengaja dibuat terlihat sederhana, tanpa embel-embel efek secanggih Interstellar ataupun Gravity. Hal ini mungkin jadi pilihan Chazelle yang ingin membuat film ini terasa se-riil mungkin.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Panitia Penyelenggara resmi membatalkan konser musik Judika Sihotang di Lapangan Adam Malik Kota Pematangsiantar, Minggu (7/10/2018).

Pembatalan konser yang sudah lama ditunggu-tunggu penggemarnya di lokasi tersebut terpaksa membubarkan diri dengan damai.

Bahkan penonton pun sempat memanggil-manggil nama penyanyi jebolan Indonesian Idol tersebut. 

Ketua Panitia Penyelenggara Jayadi Sagala menyampaikan penghentian konser di hadapan para penonton.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya melihat situasi dan kondisi maka konser Judika kita batalkan," katanya dari atas panggung di hadapan penoton.

Batalnya konser ini turut disampaikan Judika Sihotang melalui akun linimasa Instagramnya @jud1ka yang terverifikasi pada Senin (8/10/2018) pukul 02.00 WIB dini hari. 

Diberitahukan, Judika Sihotang yang sudah tiba di Kota Siantar tidak langsung turun ke Lapangan Adam Malik.

Judika menyampaikan kepada fansnya untuk tetap tenang.

Ia juga mengharapkan ke depannya dapat tampil di Kota Siantar dan meminta maaf kepada kelompok fansnya, Judikaholic, yang merasa kecewa.

 

Berikut unggahan aslinya yang dikutip Tribun-Medan.com dari laman Instagramnya usai pemostingan baru 30 detik. 

Pemberitahuan resmi panitia penyelenggara hiburan Judikadi Siantar.

Hormati Tabligh Akbar, Panitia Batalkan Konser Judika.

"P. Siantar- Pertunjukan hiburan artis Judika di Lapangan H. Adam Malik Pematang Siantar Minggu sore (7/10) terpaksa dibatalkan oleh pihak penyelenggara.

Pembatalan tersebut untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Kendati batal dan kecewa, penonton yang sebagian besar masyarakat dan penggemar Judika bisa memaklumi. Meski kecewa tapi mereka pulang dengan tertib.

Pembatalan pertunjukan Judika disampaikan oleh Ketua KONI Pematang Siantar Jayadi Sagala. “Kami dari panitia mohon maaf sebesar-besarnya,” kata Jayadi didampingi  Kabag Ops Polres Siantar, Kompol Wahyu.

Pembatalan pertunjukan Judika untuk menghormati kegiatan keagamaan yang berlangsung di Masjid Raya yang terletak tidak jauh dari lokasi pertunjukan yaitu berkisar 300 meter.

Sebelumnya, persiapan pertunjukan Judika untuk memeriahkan Semi final turnamen catur Gala Catur Emas sudah tidak ada masalah.

Jauh-jauh hari, semua perizinan dan rekomendasi sudah dikantongi pihak penyelenggara dari instansi terkait, yaitu Pemko Siantar, Polres Simalungun hingga Polda Sumut. 

Atas dasar itu pula publikasipun disebarkan dan pembangunan panggung (loading) di tempat pertunjukan dilaksanakan sejak Kamis lalu.

Hanya saja, pada saat bersamaan digelar Tabligh Akbar sehingga untuk menghormatinya maka panpel memilih mengalah meniadakan konser artis
Judika meskipun Judika sudah berada di lokasi acara. Sedangkan kegiatan semi final catur tetap dilaksanakan sejak siang harinya.

“Jadi bukan karena tidak ada izin, justru kita sudah kantongi izin makanya berani bikin acara,” tegas Ferry Sumbayak selaku pihak penyelenggara.+ Demikian.

Unggahan Judika di sebelumnya pada Minggu (7/10/2018) Pukul 17.00 WIB sore, juga sudah memberitahukan pembatalan konser tersebut. Namun belum dijelaskan alasan pembatalannya. 

 

 

Berikut postingan pemberitahuan awalnya. 

MAAF...!! Hari ini konser saya di Lap. Adam Malik Siantar DIBATALKAN. Dengan Alasan keamanan dan izin keramaian. .

Maaf buat judikaholic dan temen2 yang udah datang daritadi. Saya dan team sudah stand by dari siang.Tapi ternyata masalah ijin belum selesai selesai. Akhirnya info dari Bpk kapolres sendiri meminta dibatalkan demi keamanan. .
Semoga ada waktu lain yang lebih baik.

 

Pada kolom komentar, netizen mengaku kecewa atas pembatalan koser tersebut. 

Bahkan ada yang mengaku sudah jauh-jauh datang dari luar Kota Siantar untuk menyaksikan penyanyi idola mereka itu. 

Penonton sudah berkumpul di Lapangan Adam Malik, Kota Siantar, Minggu (7/10/2018) sore. Panitia menyampaikan adanya pembatalan konser Judika tersebut. Penonton pun membubarkan diri dengan damai. Namun alasan pembatalan yang disampaikan panitai ini berbanding terbalik dengan alasan pembatalan yang disampaikan Kasatpol-PP Kota Siantar, Robert Samosir.
Penonton sudah berkumpul di Lapangan Adam Malik, Kota Siantar, Minggu (7/10/2018) sore. Panitia menyampaikan adanya pembatalan konser Judika tersebut. Penonton pun membubarkan diri dengan damai. Namun alasan pembatalan yang disampaikan panitai ini berbanding terbalik dengan alasan pembatalan yang disampaikan pihak Kasatpol-PP Kota Siantar. (TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG)

 

Kasatpol PP Siantar sebut tak ada izin

Dari penjelasan di atas, soal alasan pembatalan konser musikJudika ini bertolak belakang dengan keterangan Kasatpol-PP Kota Siantar, Robert Samosir.

Kasatpol-PP mengatakan, konser Judika Sihotang dengan sponsor rokok itu menuai kritik dari masyarakat. Pasalnya, tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Satpol PP melayangkan surat kepada pimpinan Event Organizer (EO) untuk membongkar panggung tersebut.

"Hasil monitoring kami di Lapangan Adam Malik akan dilaksanakan hiburan/konser dengan menampilkan artis ibukota Judika Sihotangtanpa memiliki izin yang dikeluarkan Pemko Siantar. Untuk itu kami meminta kepada saudara agar menghentikan kegiatan tersebut," bunyi surat yang dilayangkan dengan dibubuhi tanda tangan dari Kasatpol PP Siantar Robert Samosir, Minggu (7/10/2018).

Kasatpol PP Robert Samosir saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com membenarkan adanya surat tersebut.

Robert memastikan surat tersebut sudah diterima oleh pimpinan EO. "Kita minta konser diberhentikan" tegas Robert.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga sudah menyurati pimpinan Event Orginizer (EO) untuk membongkar panggung setelah pukul 17.00 WIB, Minggu (7/8/10/2018).

sumber : cnnindonesia.com

Rama Shinta - Seiring dengan kabar rampungnya penggarapan Avengers 4, sejumlah teori soal film tersebut semakin liar.

Kini, sejumlah fan menduga film yang mestinya soal kelanjutan 'Infinity War' itu akan berlatar waktu lima tahun setelah Thanos sukses melenyapkan sebagian penduduk Bumi.

Teori ini muncul ketika penulis laman ulasan film SuperBroMovies, Daniel R, menulis: "Avengers 4 dimulai bertahun-tahun setelah Infinity War. Bukan hanya beberapa bulan seperti yang diduga sebelumnya. Maaf kawan,"


Ia kemudian mengerucutkan frasa "bertahun-tahun" tersebut menjadi lima tahun kala seorang fan bertanya latar waktu persis Avengers 4.

 

 

 

Seolah mendukung teori ini, laman pencinta komik CBR pun turut mengatakan bahwa latar waktu lima tahun setelah peperangan lintas alam semesta di Infinity War adalah waktu yang tepat untuk Avengers 4.

Beberapa hal yang dianggap sebagai penguat teori ini menurut CBR adalah 'Avengers 4' dikabarkan telah merekrut aktris yang lebih tua untuk memerankan sosok Cassie Lang, putri Scott Lang alias Ant-Man.

Selain itu, dengan loncatan lima tahun setelah Infinity War, jeda waktu itu menjadi durasi yang cukup bagi Bruce Banner (Mark Ruffalo) memperbaiki masalah dirinya dengan karakteralterego miliknya, Hulk.


Bukan hanya itu, jeda lima tahun juga jadi waktu yang tepat untuk Clint Barton alias Hawkeye keluar dari masa pensiunnya.

Hawkeye yang diperankan Jeremy Renner memang tak muncul pada Avengers: Infinity War, dan disebutkan Collider, ahli pemanah itu tengah berada dalam "tahanan rumah".

Diberitakan Aceshowbiz, sejumlah foto sebelumnya tersebar menggambarkan versi lebih tua dari Tony Stark (Robert Downey Jr) mengenakan seragam tim S.H.I.E.L.D yang berarti pebisnis itu resmi bergabung tim S.H.I.E.L.D yang baru.

Dalam Avengers: Infinity War, Tony Stark dikisahkan terjebak di Titan bersama teman setimnya, Peter Parker alias Spider-Man (Tom Holland), Doctor Strange (Benedict Cumberbatch), dan Peter Quill alias Star Lord (Chris Pratt). Dengan asumsi jeda lima tahun, maka ada waktu yang cukup bagi Stark kembali ke Bumi.


Selain itu, ada sejumlah teori lain yang menyebut bahwa Avengers 4 nantinya akan melibatkan penjelajah waktu yang memungkinkan para Avengers yang tersisa membuat rencana baru melawan Thanos.

Teori itu pula yang disebut bisa menjelaskan alasan film Spider-Man: Far From Home dimulai hanya sesaat sebelum waktu Avengers 4 terjadi.

Namun seperti pada film Marvel lainnya, bocoran atau gambaran kisah Avengers 4 mulai dapat diterawang kala trailer resminya rilis. Film ini sendiri dijadwalkan rilis pada 3 Mei 2019.

Page 1 of 2

Tentang Kami