Live Streaming
Friday, 02 November 2018 10:21

Lautan Bunga Oranye Jalan Pulang Orang Mati

Written by 

sumber : mediaindonesia.com

Rama Shinta - Kaki gunung berapi Popocatepetl, Meksiko, diselimuti lautan bunga berwarna oranye terang. Hembusan angin tidak hanya membuat lautan bunga seakan bergoyang, tapi juga melepaskan wangi bunga yang begitu intens.

Berangkat dari sejarah budaya yang mengakar di masyarakat Spanyol atau Hispanik, sebaran kelopak bunga cempasuchil yang dikenal dengan sebutan marigold Meksiko, menjadi panduan bagi jiwa yang telah pergi dalam perayaan Hari Orang Mati.

Bunga khas tersebut memiliki peranan penting pada persembahan yang disiapkan penduduk Meksiko untuk puncak perayaan tradisional. Tradisi yang bertujuan menghormati orang yang sudah meninggal, akan berakhir pada Jumat mendatang.

Legenda peradaban Aztek meyakini cempasuchil tercipta dari tubuh seorang perempuan bernama Xochitl, yang menantikan kematian agar bisa bertemu kembali dengan sang kekasih yang meninggal lebih dulu, Huitzilin. Pasangan tersebut bersumpah untuk saling mencintai, bahkan di alam baka sekalipun. Akan tetapi, begitu Huitzilin tewas dalam pertempuran, hati Xochitl seketika hancur. Perempuan malang itu pun memohon kepada para dewa agar membawanya ke dunia orang mati.

Dewa Matahari Tonatiuh mendengar permohonan Xochitl, dan kemudian menjatuhkan sinarnya yang mengubah Xochitl menjadi bunga layaknya sinar matahari. Adapun, Huitzilin dipercayai telah bereinkarnasi sebagai burung kolobri. Tradisi turun-temurun itu mengingatkan kekuatan cinta pasangan kekasih akan bertahan, selama ada burung kolibri dan hamparan bunga cempasuchil.

Total luas ladang bunga cempasuchil mencapai 1.700 hektare yang tersebar di 14 negara bagian, mulai dari wilayah utara Baja California hingga wilayah selatan Oxaca. Namun, ladang jeruk di Negara Bagian Puebla juga ikut ditumbuhi cempasuchil. Produksi bunga cempasuchil di Meksiko mencapai 15 ribu ton.

Pada peringatan Hari Orang Mati, karangan bunga besar disusun bersama potret orang-orang terkasih yang telah meninggal. "Saya menaruh kelopak bunga sebanyak mungkin, dengan pola seperti jalan yang menuntuk roh kakek dan nenek untuk menemukan jalan pulang ke rumah," ujar Ponte, warga Meksiko yang antusias merayakan tradisi unik tersebut.

Sebagian besar percaya kelopak bunga marigold mampu menyerap panas matahari, sekaligus mewakili Sang Ilahi. Bunga cempasuchil kerap digunakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Meksiko tempo dulu. Mulai dari keperluan altar dan dekorasi kuburan, lukisan para tahanan yang siap dikorbankan, hingga bahan pembuatan obat alami untuk berbagai penyakit.

"Penting untuk melestarikan tradisi (yang menggunakan cempasuchil), karena berdampak besar pada perekonomian masyarakat," imbuh Ponte yang bekerja di ladang bunga cempasuchil. Selama musim panen pada akhir Oktober, dia bekerja selama 12 jam per hari dengan bayaran 10 peso untuk setiap 50 bunga.

Tahun lalu, panen bunga cempasuchil menghasilkan nilai sekitar 55 juta peso atau US$2,7 juta.

Read 20 times

Tentang Kami