Live Streaming
Page 8 of 10

Sumber: KONTAN.CO.ID

Badan Ekonomi Kreatif berupaya mendorong lahirnya developer lokal melalui ajang Bekraf Developer Day (BDD) Batam. Ini merupakan sebuah kegiatan yang difasilitasi Deputi Infrastruktur Bekraf untuk mempertemukan para expert di industri kreatif digital dengan para developer lokal dalam sebuah sesi inspirasi, talkshow dan pameran selama satu hari penuh. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menginspirasi sekaligus membentuk jaringan bisnis antar developer lokal serta membangun komunikasi dengan para expert dalam rangka akselerasi pengembangan industri digital di Kota Batam.

Batam menjadi kota pertama dalam penyelenggaraan BDD 2018. Sejumlah narasumber penting turut hadir seperti Najib Abdillah, pemenang Digital Challenge 2017. Kehadiran rockstar industri digital tersebut diharapkan menginspirasi lahirnya sejumlah developer lokal berkelas yang saat ini masih terpusat di Pulau Jawa. Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK Bekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan Kegiatan Bekraf Developer Day dimaksudkan untuk membangun ekosistem ekonomi digital subsektor aplikasi dan game agar dapat mendorong perkembangan industri aplikasi dan game Indonesia. Untuk itu, Bekraf juga memfasilitasi 500 peserta yang hadir dengan program online learning platform di Dicoding Academy. Diharapkan dengan adanya dukungan online learning tersebut dapat meningkatkan kompetensi developer di Batam

Sumber: TRIBUNBATAM.id

Keberatan terhadap penyesuaian pajak daerah sebagaimana di Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017, kembali disampaikan sejumlah kalangan pengusaha. Kali ini mereka mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Batam. Pengusaha di bidang pariwisata, seperti dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Spa Indonesia (ASPI) itu melakukan pertemuan di DPRD Kota Batam. Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman yang ikut menerima kedatangan asosiasi pengusaha itu mengatakan, perwakilan pengusaha meminta penundaan kenaikan pajak yang sudah diberlakukan Maret ini.Pasalnya, saat ini mereka kesulitan dari sisi penghasilan, baik untuk spa maupun tingkat hunian. Sebelumnya diberitakan, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam akan berkirim surat ke DPRD Kota Batam. Hal ini menindaklanjuti surat keberatan dari asosiasi pengusaha, agar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 terkait pajak daerah ditunda pelaksanaannya.

Sumber: Batam.tribunnews.com

 

Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta radio tidak menyiarkan atau menyebarluaskan berita terkait isu Indonesia akan bubar tahun 20130 yang saat ini banyak dibicarakan. Rudi mengatakan jika isu tersebut terus disebarkan baik melalui radio, media massa maupun elektronik, akan berimbas langsung dengan Kota Batam.

Menurut Dia, Batam perekonomiannya masih bergantung dengan negara tetangga (Singapura). Pak rudi mengatakan "Kalau kabar ini terus dibesarkan, Batam yang akan kena imbasnya. Sampai saat ini Batam masih bergantung dengan negara tetangga,"

Rudi juga meminta radio tidak menyebarkan berita yang belum benar atau berita yang berimbas dengan ekonomi Batam. "Berita yang tidak perlu dibesar-besarkan malah disebarluaskan. Nanti, wisatawan asing malah takut datang ke Batam. Jadi tolong, mari sama-sama kita jaga Batam untuk terus maju," katanya.

Untuk mendongkran perkonomian Batam, Rudi terus memperbaiki infrastruktur seperti jalan. Dia menyebutkan tahun 2020 semua jalan di Batam harus lebih baik lagi. "Saya perbaiki jalan dengan tujuan agar wisatwan tertarik datang ke Batam. Mari kita sama-sama menjaga kondusif Kota Batam," ujar Rudi.

Sumber: Sindobatam.com

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar Rp200 per liter terhitung sejak.
Harga BBM non-subsidi ini di Batam menjadi termahal se-Indonesia.

Kenaikan harga Pertalite di Batam ternyata belum banyak diketahui khalayak. Untuk diketahui, konsumsi Pertalite di Batam
cukup tinggi mengingat keterbatasan stok Premium yang selama ini menjadi andalan masyarakat.

Bagi pengendara kendaraan roda dua maupun empat, BMM jenis Premium masih menjadi pilihan. Alasannya tentu karena harganya
yang lebih murah ketimbang Pertalite dan Pertamax.

Namun di beberapa SPBU, stok Premium seringkali habis dalam beberapa jam. Hal tersebut membuat pengendara akhirnya
terpaksa beralih ke BBM non-subsidi ini. Kenaikan harga ini cukup mengagetkan karena warga yang tadinya membeli Pertalite
seharga Rp7.950, harus merogoh kocek untuk mengeluarkan Rp.8150 untuk per liternya.

Sumber: Batampos.co.id

Direktorat V Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri mengidentifikasi sedikitnya ada 28 pelabuhan tikus di Batam yang kerap
dijadikan pintu masuk para penyelundup narkoba. Banyaknya pelabuhan ilegal ini membuat Batam menjadi jalur perdagangan
narkoba internasional

“Itu adalah jalur-jalur favorit yang sering digunakan para mafia (narkoba),” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim
Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto, beberapa waktu lalu.

Eko juga menilai, maraknya penyelundupan narkoba ke Indonesia tak terlepas dari tingginya permintaan barang haram tersebut di
dalam negeri. Eko menyebut, kebutuhan sabu di Indonesia mencapai 1 ton per hari. Sebab saat ini sekitar 2 persen dari 250 juta
penduduk Indonesia, atau sekitar 5 juta warga Indonesia, menjadi pecandu narkoba.

Jika setiap satu gram sabu dipakai lima orang pecandu per hari, maka 5 juta pecandu tersebut membutuhkan 1 juta gram atau 1
ton sabu per hari.

Tak hanya permintaan yang tinggi, Indonesia juga menjadi pasar utama jaringan narkotika internasional karena besarnya
keuntungan yang diperoleh para bandar. Sebab di negara produsen, misalnya Tiongkok, harga sabu hanya sekitar Rp 40 juta
hingga Rp 60 juta per kilogram (Kg). Namun di Indonesia, harganya mencapai Rp 1,5 miliar per Kg.

Berdasarkan rekapitulasi empat tahun terakhir, jumlah tangkapan narkoba di Kepri meningkat. Pada 2014 misalnya, BNNP Kepri
berhasil mengungkap 28 kasus dengan 24 tersangka. Dari tangan para tersangka, diamankan 764,9 gram ganja, lalu 5.685,84
gram sabu-sabu, 186 butir ekstasi, dan 0,22 heroin.

Pada 2015 ada 57 kasus dengan 91 tersangka berikut bukti kepemilikan 64,15 gram ganja, 8.980,53 gram sabu-sabu, dan 315
ekstasi.

Sedangkan 2016 terjadi peningkatan pengawasan, dimana BNNP Kepri berhasil menangkap 88 tersangka dengan 62 kasus. Dari
mereka diamankan 22,11 kilogram ganja, 17,65 kilogram sabu-sabu, dan 27.797 butir ekstasi.

Tahun 2017 lalu BNNP Kepri berhasil mengungkap 21 kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka 92 orang. Barang
buktinya sabu 37,74 kilogram, ganja 14,41 kilogram, dan ekstasi 398 butir.

sumber: Batam.tribunnews.com

Antisipasi terjadinya pembobolan data nasabah (skimming), Polresta Barelang jalin kerjasama dengan Perbankan di Batam guna
memperketat penjagaan mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

"Polisi akan terus melakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak perbankan. Patroli Sabhara akan lebih giat kita gelar di
tempat-tempat transaksi mesin ATM," kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki.

Hengki mengatakan, sejauh ini di Batam belum ditemukan adanya tindak kejahatan skimming. Untuk itu, patroli rutin dan
penjagaan ketat Satuan Sabhara diharapkan bisa meminimalisir terjadinya tindak skimming di Batam.

"Bersama perbankan kami juga memeriksa mesin-mesin ATM. Namun, sejauh ini kita belum menemukan adanya mesin ATM yang di
modifikasi seperti yang dilakukan pelaku skimming," ujar Hengki.

"Masyarakat harus tetap tenang tidak perlu khawatir. Kita akan bekerja keras dalam mengantisipasi hal-hal tersebut," ujarnya.

 

Sumber: Batam.tribunnews.com

Audisi The Voice Kids Indonesia kembali digelar di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) untuk yang kedua kalinya di The Evitel Hotel,
Kampung Seraya, Batu Ampar. Audisi ini diikuti oleh ratusan peserta yang tampak sangat antusias dan berusaha maksimal
menunjukkan bakat bernyanyinya.

Audisi ini dibuka sejak pukul 09.00 pagi. Peserta yang ingin mengikuti audisi melakukan registrasi yang dibuka hingga pukul 18.00
WIB. Tak hanya berasal dari Batam, audisi ajang pencarian bakat di bidang tarik suara ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai
daerah lain seperti Padang, Pekanbaru, Tapanuli dan lainnya.

"Audisi tahun ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Tahun ini kita tidak mengadakan audisi di Pekanbaru dan Padang. Jadi, para
peserta dari daerah sana, larinya ke sini (Batam) semua," kata Gebyar A Gustianadireja selaku Media Relation GTV.

Gebyar mengatakan, audisi di Batam kali ini merupakan kali kedua. Hal ini dilakukan mengingat tingginya antusias masyarakat
Batam untuk mengikuti ajang pencarian bakat bergengsi ini. "Tahun lalu antusiasnya cukup tinggi dan banyak sekali anak-anak
berbakat di bidang nyanyi ada di Batam. Makanya tahun ini, kami kembali melakukan audisi di sini. Dan jumlah pesertanya lebih
banyak dari tahun lalu," katanya lagi.

Ajang kompetisi bernyanyi ini, lanjut Gebyar, dapat diikuti oleh anak-anak berusia 7-15 tahun. Setiap peserta akan mengikuti dua
tahap tes yakni tes vokal atau bernyanyi di first room dan tes pengambilan visual di second room. Para peserta ini akan dinilai
oleh juri Jon Hansen untuk tes vokal atau bernyanyi dan tim produksi dari GTV untuk tes secara visual di depan kamera.
"Memang ini merupakan ajang pencarian bakat di bidang tarik suara. Tapi kami juga melakukan tes dalam hal performance
peserta di depan kamera. Kami betul-betul menggali potensi yang ada dari setiap diri peserta," kata Gebyar.

Sementara itu, Darren Parlimbangan selaku Assosiate Producer mengatakan, tes performance di depan kamera yang
dilaksanakan di casting room ini dilakukan untuk mengetahui bakat lain yang tersimpan di diri peserta audisi. Hal ini dapat
mempeluas peluang bagi para peserta untuk dapat mengembangkan potensi diri.

"Tahap kedua di casting room ini lebih mengulik lagi pengetahuan peserta dalam bernyanyi, tentang lagu-lagu dan juga kami
pengen tahu, ada basic apa di dalam diri peserta yang bisa dibawa ke ide kreatif. Misalnya saja, kami ada program Syalala yakni
film musikal yang mana pemainnya adalah para peserta audisi The Voice Kids Indonesia. Nah, hal ini lah yang kami cari dengan
tahapan kedua ini," kata Darren.

Kendati demikian, lanjut Darren, tim audisi tetap mengutamakan kemampuan bernyanyi setiap peserta. Darren juga menilai bahwa
anak-anak di Batam memiliki suara yang Bagus serta keunikan tersendiri. Untuk itu, tim audisi kembali hadir di Batam.
"Kemampuan bernyanyi anak-anak di Batam sangat baik. Sepertinya mereka banyak mengikuti les vokal di sini. Untuk itu, kami
berharap ada perwakilan dari Batam yang bisa masuk 5 besar," katanya.

 

Sumber : TRIBUNBATAM.id

Tindakan tegas Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi untuk memberantas perjudian di Kepri tidak bisa dipandang sebelah
mata. Pasalnya, baru beberapa bulan saja dia menjabat, semua gelper yang berbau judi langsung disikat tanpa ampun.

Namun saat ini, para pengusaha sudah mulai kembali mengurus izin gelanggang permaian (Gelper) di Batam. Hal itu juga
dibenarkan Didid saat pertemuan dengan awak media. Namun selama pemerintah daerah telah mengeluarkan izin usaha gelper dan
Selama ketentuan itu tidak dilanggar menurut Didid sah-sah saja.

"Tetapi jika ada unsur pidana dan melanggar aturan kami akan sikat. Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah," sebut
Jendral bintang dua ini. Intinya menurut Didid apapun izin yang dibuat jangan melanggar aturan yang ada. Bukalah usaha sesuai
izin. "Jika memang izin karoke ya karaoke. Tapi kalau nanti ada peredaran narkoba disana tentu sudah menyalahi aturan. Dan kita
akan sikat," tegasnya.

 

Sumber: TRIBUNBATAM.id,BATAM

Hijauhkan Kota Batam dengan menanam sejuta pohon Ketapang Kencana di Kota Batam untuk membuat Kota batam Sejuk dan
Asri.

Hal inilah diungkapkan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi disela-selah memberikan kata sambutan diacara puncak peringatan hari
Air Dunia yang ke 26 tahun 2018, yang diadakan oleh Kementrian PUPR Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, Sekupang.

"Saya berencana akan menghijaukan Kota Batam dengan menanam sejuta pohon Ketapang Kencana di Kota Batam, khususnya di
taman-taman yang ada di Kota Batam,"kata Rudi

Dia juga mengatakan, dengan penghijauan yang ia rencanakan di Kota Batam dapat membuat Kota Batam sejuk dan asri. Selain
itu, membuat destinasi Kota Batam semakin disukai Pariwisata dari Mancanegara.

"Saat ini kita sedang menuju Kota Pariwisata untuk memajukan Kota Batam. Maka dari itu selain penghijauan kita juga sudah
membangun jalan dan melebarkan sejumlah jalan di kota Batam supaya terhindar dari macet dan menambah destinasi di Kota
Batam sendiri," katanya.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID, BATAM

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Batam Kepulauan Riau menarik ratusan kaleng sarden yang mengandung cacing gilik di
sejumlah pasar swalayan setempat, "Kami tarik sarden itu dari kemarin sampai sekarang masih berlangsung," kata Kepala Dinas
Perindag Kota Batam, Zarefriadi, di Batam.

Tim Disperindag juga mendatangi tiga pasar swalayan dan mengumpulkan makanan kaleng itu. Hari ini, tim kembali menelusuri dua
hingga tiga pasar swalayan untuk mencari sarden itu. Ia menyatakan, setelah ditarik, sarden itu akan dihancurkan.

Menurut dia, Disperindag tidak berwenang mencabut izin perusahaan yang memproduksi sarden itu karena perizinan diterbitkan
Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Namun, Disperindag dan Dinas Kesehatan dapat membuat
rekomendasi sesuai dengan pengawasan dan pembinaan di lapangan.

"Kalau sudah dinasihati tapi diacuhkan karena bisa saja kesilapan, tidak semua kesilapan disengaja. Jadi, harus dibina," kata dia.

Wakil Wali Kota Amsakar Achmad menyatakan membentuk tim untuk menyelidiki sarden makarel yang diimpor perusahaan di
kota itu yang terdeteksi mengandung cacing pita oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Hasil dari investigasi itu akan
dilanjutkan dengan BPOM dan Dinas Kesehatan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan kepada manusia yang
mengonsumsinya.

 

Page 8 of 10

Tentang Kami