Live Streaming
Page 8 of 18

Sumber: batampos.co.id

Pusat perbelanjaan dan lokasi transaksi uang seperti Bank, ATM dan lain sebagainya jadi perhatian serius pihak kepolisian. Polisi menerjunkan personil khusus untuk mengamankan warga yang melakuan transaksi keuangan di bank, ATM ataupun yang berbelanja di pusat keramaian menjelang hari raya Idul Fitri ini. Polsek Sagulung misalkan udah menempatkan anggota patroli pengamanan di lokasi bank, ATM ataupun pusat perbelanjaan di wilayah hukum Polsek Sagulung. Anggota patroli rutin mengawasi aktifitas warga agar terhindar dari aksi kejahatan.

Kapolsek Sagulung AKP Yuda Suryawardana juga mengatakan, Polisi juga akan melayani siapa saja yang membutuhkan pengawalan saat membawa ataupun melakukan transaksi keuangan dalam jumlah yang banyak. Senada disampaikan Kapolsek Batuaji Kompol Syaruddin Dalimunthe, yang menghimbau masyarakat untuk tidak segan memintah pengamanan dari kepolisian jika memang membutuhkan. Kepada masyarakat pada umumnya baik Yuda ataupun Dalimunthe sama-sama berharap agar memperhatikan keamanan diri dan keluarga saat melakukan aktifitas di luar rumah. Begitu juga mereka yang mudik Lebaran, Dalimunthe berharap agar memperhatikan keamanan rumah dan kendaraan sebelum mudik.

 

Sumber: TRIBUNBATAM.id

PGN Kota Batam siap menyalurkan gas untuk pembangkit listrik di pulau-pulau. Hal ini sejalan dengan kapasitas gas yang dimiliki oleh PGN Batam. Sales area head PGN Batam Amin Hidayat mengatakan, selain menyalurkan gas kepada PLN Batam untuk distribusi listrik ke Bintan, kini PGN Batam juga menyuplai gas untuk menghidupkan pembangkit listrik di Karimun.Suplai gas yang dikirim berupa gas CNG atau gas yang dialiri tanpa pipa. Gas tersebut berbentuk tabung tabung gas yang berukuran besar. hidayat juga menjelaskan bahwa dirinya akan mengubah gas pipa ke bentuk CNG atau tabung tabung besar itu. Tabung gas itu yang dikirim ke Karimun dari Batam. Nanti di sana akan dipakai untuk menghidupkan pembangkit listriknya, Pengiriman gas tersebut dilakukan oleh anak perusahaannya, gagas Indonesia, yang juga bertugas mengoperasikan SPBG di Batam Center.

Sumber: TRIBUNBATAM.id

Pemerintah Kota Batam akan memaksimalkan potensi zakat profesi di lingkungan pegawainya. Ini juga berlaku bagi para pejabat seperti posisi wali kota, wakil wali kota, dan sekretaris daerah. Wali Kota Batam HM Rudi mengajak pegawai Muslim yang berpenghasilan setara 85 gram emas setahun, atau sekitar Rp 4 juta ke atas per bulan menurut penghitungan nilai emas per gram saat ini, agar mengeluarkan zakat profesi. Dana yang terkumpul dari zakat profesi itu, nantinya akan digunakan untuk membantu masyarakat Batam yang membutuhkan.

Dikatakannya, dari 1,3 juta penduduk Batam saat ini, hampir seperempatnya merupakan masyarakat kategori kurang mampu atau sekitar 37 ribu kepala keluarga, Dari hitung-hitungan, belanja tak langsung untuk gaji dan tunjangan pegawai di Pemko Batam hampir Rp 600 miliar setahun. Dari angka itu ada potensi zakat profesi sebesar Rp 14 miliar hingga Rp 15 miliar.

Sumber: KOMPAS.com

Tim koordinasi dan supervisi penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan supervisi kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan ( HGB) atas nama PT Karimun Pinang Jaya. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, sertifikat HGB itu diduga tanpa disertai bukti pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Sehingga indikasi kerugian negaranya adalah Rp 1,5 miliar. Perkara ini disidik oleh Polda Kepulauan Riau sejak tahun 2016, dan KPK mulai melakukan supervisi sejak tahun 2017, Saat ini, kata dia, supervisi dilakukan KPK dalam bentuk dukungan ahli pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Batam, dengan Polda Kepulauan Riau sebagai termohon. Menurut Febri, KPK menghadirkan ahli hukum acara pidana dari Universitas Riau, Pekanbaru dalam sidang praperadilan, Ia berharap melalui dukungan ini, penanganan perkara ini dapat berjalan lancar dan tuntas. KPK berharap pada saat pembacaan putusan praperadilan besok, hasil persidangan bernilai positif pada penanganan perkara.

Sumber: beritajowo.com

Aparat Bea dan Cukai Batam menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu-sabu seberat 3,056 kilogram yang disembunyikan penumpang pesawat Lion Air tujuan Lombok, transit di Surabaya. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam Susila Brata di Batam, Minggu, mengatakan petugasnya menahan seorang penumpang di Bandara Hang Nadim Batam berinisial AZM (22) karena kedapatan menyembunyikannya di dalam tas. Ia mengatakan, petugas awalnya mencurigai AZM yang berkewarganegaraan Indonesia itu saat melewati mesin "x ray", Kemudian, petugas memeriksa AZM yang semestinya terbang menggunakan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT 970 pada pukul 09.00 WIB dengan rute Batam-Surabaya-Lombok. Berdasarkan analisa citra mesin "x ray", terdapat sesuatu yang mencurigakan, kemudian petugas membawa barang bersama penumpang untuk diperiksa secara mendalam di Hanggar Bea dan Cukai Bandara Hang Nadim.Dalam pemeriksaan di hanggar, baru diketahui, terdapat sabu-sabu yang disembunyikan dalam 12 bungkus di sela tumpukan pakaian

Sumber: JawaPos.com

Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam pada momen puasa dan lebaran memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Beruntungnya sejauh ini masih tergolong stabil. Meskipun telah berhasil menjaga stabilitas dan menurunkan angka inflasi jika dibanding tahun sebelumnya, TPID tetap memiliki tugas untuk memantau perkembangan beberapa jenis pangan yang berpotensi menghadirkan lonjakan inflasi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan ada tiga jenis pangan yang saat ini masuk dalam daftar yang mendapat pengawasan TPID, yakni daging ayam, telur, dan cabai. Hal itu diungkapkannya usai memimpin rapat bersama TPID di lantai 4 Gedung Pemkot Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pertimbangan peningkatan permintaan dari ketiga jenis pangan tersebut pada momen menjelang lebaran menjadi salah satu alasan kenapa ketiganya diawasi. Amsakar menambahkan, bahwa Pemkot Batam juga kembali akan mengadakan bazar sembako murah. Ini dimaksudkan agar barang-barang kebutuhan pokok masyarakat bisa didapatkan dengan mudah dan harga yang sesuai. Secara keseluruhan stok pangan masih akan tersedia dan mencukupi kebutuhan lebaran. Demikian juga dengan harga yang sampai saat ini masih stabil. Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir karena tim di lapangan terus memonitor perkembangan pasar.

Sumber: TRIBUNBATAM.id

Empat sekolah negeri yang merupakan sekolah rujukan, dalam penerimaan peserta didik baru (PPDM) tidak menerapkan sistem zonasi seperti sekolah negeri lainnya. Empat sekolah ini bisa menerima siswa dari daerah manapun, tidak terikat pada aturan zonasi. Kempat sekolah negeri itu antara lain SDN 006 Sekupang, SMPN 3 Batam, SMPN 6 Batam dan SMPN 26 Batam. Empat sekolah itulah yang menjadi rujukan seluruh sekolah. Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, Sekolah unggulan sudah tidak ada lagi, diganti dengan sekolah rujukan. Penetapan sekolah rujukan ini didasarkan pada prestasi hingga ketersediaan sarana prasarana.

Hendri mengatakan PPDB di sekolah rujukan, akan melihat pada nilai siswa saat pendaftaran. Tidak saja siswa asal Batam, sekolah rujukan ini juga diperbolehkan menerima siswa asal luar Batam. Siswa yang diterima pun harus sesuai dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Untuk pendaftaran masuk ke sekolah rujukan, dimulai pada 26-28 Juni 2018 melalui daring (online). Namun tetap akan disediakan nomor antrean di sekolah, karena berdasarkan pengalaman orangtua tetap mendatangi sekolah meskipun pendaftaran secara daring. Sementara untuk sekolah yang menerapkan sistem zonasi, pendaftaran dibuka pada 3-5 Juli 2018.

Sumber: JawaPos.com

Kabar kurang mengenakkan datang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batam terkait kejelasan ada tidaknya Tunjangan Hari Raya (THR) untuk komponen Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Sekertaris Daerah (Sekda) yang juga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kota Batam, Jefridin mengatakan anggaran untuk TKD yang menjadi beban daerah ini belum masuk dalam APBD, sehingga sampai saat ini belum ada kepastian apakah THR dari daerah bisa diterima atau tidak. Sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik mengatakan bahwa total THR untuk 5.623 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Batam sebesar Rp 56 miliar. Angka ini didapat dari total gaji pokok plus Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

Gaji pokok yang dibiayai pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 25 miliar. Sementara pembayaran komponen TKD yang menyertai THR, Pemkot Batam sebesar Rp 31 miliar. Lebih jauh, Jefridin menjelaskan pihaknya masih mengupayakan yang terbaik untuk membantu teralirnya TKD kepada semua PNS. Hanya saja, pihaknya tidak ingin gegabah menggunakan anggaran lain yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari. Kalaupun nantinya tidak bisa dicairkan, pihaknya meminta kepada pegawai untuk bisa memaklumi.Surat edaran berisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2018 terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk para pegawai negeri sipil (PNS), pensiunan PNS, serta anggota TNI dan Polri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini harus disesuikan oleh pemerintah daerah.

Sumber: batam.tribunnews.com/

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan, banyaknya permintaan pindah rayon dari Batam, bukan karena aturan zonasi yang diterapkan tahun ini. Hendri Arulan mengatakan, banyaknya permintaan surat pindah rayon bukan karena aturan yang akan diterapkan atau soal kualitas pendidikan di Batam, Hendri mengatakan bahwa Memang benar banyak warga Batam yang mengurus surat pindah namun hal tesebeut dikarenakan masalah ekonomi, bukan karena dampak rayonisasi dan kualitas sekolah, Menurut Hendri, masalah perekonomian menjadi alasan, karena terkait masalah lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang saat ini terbilang lesuh.

Mungkin saat sejumlah perusahaan seperti galangan kapal tutup, anak pekerja itu belum selesai sekolahnya atau belum tamat sehingga ia menunggu kelulusan. Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Sudirman Dianto punya pendapat yang sama, bahwa banyaknya permintaah surat pindah rayon dari Batam semata-mata karena faktor ekonomi. Dia mengatakan, faktor kondisi ekonomi Batam yang belum pulih, membuat sejumlah orangtua harus memilih pulang ke kampung halamannya.

Sumber:medcom.id

PT Garuda Manintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) bersama mitra berencana mengalokasikan dana hingga USD50 juta atau setara Rp700 miliar. Dana itu bakal dianggarkan untuk membangun bengkel perawatan pesawat di daerah Batam. Direktur Utama GMF Iwan Joenarto menjelaskan dana ‎pembangunan tidak hanya didapatkan dari kas internal perusahaan. Adapun sebanyak 40 persen dana tersebut didapatkan dari perusahaan dan sisanya dari mitra yang digandeng untuk bekerja sama. Dia menyatakan rencana pembangunan sudah dalam tahap pembicaraan bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Pembangunan tersebut sudah mendapatkan sinyal hijau dari pemerintah. Menurutnya pembangunan tersebut direncanakan dilakukan di akhir 2018. Sebelum membangun, manajemen Garuda Manintenance Facility Aero Asia akan mematangkan terlebih dahulu segala sesuatunya dengan mitra. Selain di Batam, tambahnya, Garuda Manintenance Facility Aero Asia juga berencana melakukan ekspansi ke luar negeri.

Page 8 of 18

Tentang Kami