Live Streaming
Page 7 of 27

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan terkait kasus suap dan gratifikasi Gubernur Kepri (non-aktif), H Nurdin Basirun, Kamis (25/7/2019). Beberapa orang pun turut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Tim KPK di Mapolresta Barelang Kota Batam. Satu di antaranya Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Kepri, Syamsuardi.

Setelah dimintai keterangan oleh KPK, tepat pukul 14.50 WIB, Syamsuardi keluar dari ruang pemeriksaan di Lantai 3 Mapolresta Barelang. Keluar dengan membawa sebuah tas, kata pertama yang keluar darinya tidak berkaitan dengan hasil pemberian keterangan kepada KPK. "Kaki saya sakit," ucap Syamsuardi sambil mengeluh. Dia tidak banyak berkomentar dan hanya terus berjalan menuju mobil miliknya.

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Juniarto alias Yon, sopir sekaligus ajudan Gubernur Kepri (non aktif) H Nurdin Basirun turun dari ruangan pemeriksaan Mapolresta Barelang Kota Batam, Kamis (25/7/2019). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan sejumlah pejabat Pemprov Kepri termasuk Yon sendiri. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

 

 

Sumber :https://batam.tribunnews.com/2019/07/25/usai-diperiksa-kpk-di-mapolresta-barelang-kepala-dpmptsp-kepri-syamsuardi-keluhkan-sakit-kaki

TRIBUNBATAM.id - Bagaimana Prospek Cuaca Hari Ini ya menurut BMKG? Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang gelombang tinggi dan Cuaca Buruk di wilayah Indonesia. Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG ini berlaku pada Kamis (25/7/2019) hari ini.

Selanjutnya untuk cuaca buruk, jika kemunculan awan gelap (Cumulonimbus) ini terjadi di wilayah-wilayah berikut, dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Peta prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Indonesia pada Kamis (25/7/2019).

Tinggi Gelombang 0.5 - 1.25 m (Slight Sea) :

-Selat Malaka bagian utara

-Perairan timur Nias - Sibolga

-Selat Sumba bagian timur

-Selat Ombay

-Perairan Kep. Anambas hingga Kep. Natuna

-Laut Natuna bagian utara

-Perairan timur Bintan hingga Kep. Lingga

-Selat Gelasa

-Perairan Bangka - Belitung

-Perairan Kalimantan Barat

-Perairan utara Jawa Barat hingga Jawa Tengah

-Perairan utara Bali hingga Kep. Flores

-Laut Bali

-Selat Bali - Selat Lombok bagian utara

-Laut Sumbawa

-Laut Flores

-Teluk Bone

-Perairan barat Sulawesi Selatan

-Perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar

-Perairan Baubau

-Laut Buru

-Perairan selatan Ambon

-Selat Makassar bagian utara

-Perairan Halmahera

- Perairan utara Papua Barat hingga Papua

-Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua

-Selat Malaka bagian tengah

-Perairan utara Sabang

-Perairan Sabang - Banda Aceh

-Perairan barat Aceh

-Perairan timur Kep. Simeulue

-Perairan timur Kep. Mentawai - Padang

-Selat Sape bagian selatan

-Perairan selatan Flores

-Laut Sawu

-Perairan selatan P. Sumba - P. Sawu

-Perairan Kupang – P. Rote

-Laut Timor

-Laut Natuna Utara

-Laut Natuna bagian selatan

-Selat Karimata

-Perairan selatan Kalimantan

-Perairan Kotabaru

-Laut Jawa

-Perairan utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean

-Selat Makassar bagian tengah dan selatan

-Perairan Manui Kendari

-Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud

-Laut Maluku Perairan utara Halmahera

-Laut Banda

-Samudra Pasifik utara Halmahera

-Laut Seram

-Perairan Fakfak - Kaimana

-Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar

-Perairan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru

Tinggi Gelombang 2.50 - 4.0 m (Rough Sea) :

-Perairan barat Simeulue hingga Kep. Mentawai

-Perairan Enggano – Bengkulu

-Perairan barat Lampung

-Samudra Hindia barat Sumatra

-Selat Sunda bagian selatan

-Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan

-Selat Sumba bagian barat

-Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT

Wilayah yang Terkena Cuaca Buruk Berupa Hujan Lebat Disertai Petir:

-Perairan Riau

-Perairan Kep. Natuna

-Perairan Kalimantan Utara

-Perairan Biak

(Tribunnews.com/Whiesa)

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/25/waspada-bmkg-peringatan-dini-hari-ini-25-juli-2019-gelombang-tinggi-cuaca-buruk-melanda?

 

  Jakarta, 24 Juli 2019. Stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga, sejalan dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali. Demikian hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan bulan Juli yang digelar Rabu ini di Jakarta.

Beberapa indikator terkini ekonomi global masih mengindikasikan perlambatan. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan pertumbuhan ekspor negara-negara ekonomi utama dunia terpantau masih melambat. Kondisi tersebut semakin meningkatkan ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter global yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan, sehingga berdampak pada berkurangnya tekanan likuiditas di pasar keuangan global dan mendorong kembali masuknya arus modal ke pasar emerging markets.

Sejalan dengan perkembangan global tersebut, pasar keuangan domestik mencatatkan kinerja yang positif di semester I-2019. IHSG ditutup pada level 6.358,63 meningkat sebesar 2,65% di paruh pertama 2019 (23 Juli 2019: 6.403,81) (Q2-2019: -1,70% qtq, Juni’19: 2,41% mtm), dengan net buy investor nonresiden sebesar Rp68,80 triliun (Q2-2019 qtq: Rp56,67 triliun, Juni’19: Rp10,96 triliun mtm).

Penguatan juga terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), tercermin dari turunnya rata-rata yield SBN sebesar 57,64 bps (Q2-2019: turun 19,67 bps qtq, Juni’19: turun 44,69 bps mtm), dengan investor nonresiden yang mencatatkan net buy sebesar Rp95,50 triliun (Q2-2019: Rp21,63 triliun qtq, Juni’19: Rp39,19 triliun mtm).

Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan juga meningkat di semester I -2019. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan meningkat sebesar 7,42% yoy, tertinggi dalam delapan bulan terakhir, didorong oleh meningkatnya pertumbuhan deposito dan giro perbankan.

Pada periode yang sama, asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp85,65 triliun dan Rp50,93 triliun. Di pasar modal, korporasi berhasil menghimpun dana sebesar Rp96,25 triliun (Q2-2019: Rp68,28 triliun qtq, Juni 2019: Rp41,48 triliun mtm), dengan jumlah emiten baru sebanyak 29, dengan 18 (per 22 Juli 2019) rencana penawaran umum di pipeline.

Sektor jasa keuangan juga meneruskan kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Kredit perbankan tumbuh stabil pada level 9,92% yoy, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan. Sementara itu, piutang pembiayaan tumbuh sebesar 4,29% yoy, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan pada sektor industri pengolahan, pertambangan, dan rumah tangga.

Dengan adanya penurunan giro wajib minimum dan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia serta masuknya arus modal di pasar keuangan domestik akan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit ke depan.

Profil risiko lembaga jasa keuangan juga terjaga pada level yang terkendali. Perbankan mampu menjaga risiko kredit stabil pada level yang rendah, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,50%, terendah pada posisi akhir Semester-I dalam lima tahun terakhir. 

Sementara itu, rasio Non-Performing Financing (NPF) Perusahaan Pembiayaan stabil pada level 2,82%. Perbankan juga mampu menjaga risiko pasarnya berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 2,2%, stabil pada level di bawah ambang batas ketentuan.

Kinerja intermediasi perbankan tersebut didukung dengan likuiditas dan permodalan yang memadai. Indikator likuiditas perbankan masih berada di atas ambang batas ketentuan dengan rasio AL/NCD sebesar 90,09%. Sementara itu, permodalan lembaga jasa keuangan terjaga  stabil pada level yang tinggi. Capital Adequacy Ratio perbankan sebesar 23,18%, dengan Risk-Based Capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 313,5% dan 662,9%, jauh di atas ambang batas ketentuan.

Pada semester I-2019, OJK fokus meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembiayaan ekonomi nasional dengan telah menerbitkan serangkaian kebijakan untuk meningkatkan potensi pembiayaan dari lembaga jasa keuangan dan memperluas akses investor di pasar keuangan domestik. Dalam rangka menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, kebijakan OJK difokuskan untuk menjaga profil risiko lembaga jasa keuangan terjaga pada level yang rendah, antara lain melalui penguatan pengawasan perbankan berbasis teknologi informasi.

Pada paruh kedua tahun 2019, OJK akan meneruskan kebijakan dan inisiatif strategis untuk terus mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. OJK juga senantiasa mendorong pemberdayaan UMKM dan masyarakat kecil, inovasi teknologi informasi industri jasa keuangan serta reformasi internal dalam pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan.

Di tengah belum turunnya ketidakpastian ekonomi global dan tensi perang dagang, OJK senantiasa terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi dan juga mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan.

OJK juga mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia yang terus mendukung penguatan fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan, antara lain melalui pelonggaran kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) dan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.

OJK senantiasa mengharapkan sinergi yang telah tercipta dapat terus ditingkatkan, baik pada kebijakan yang mendukung kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan, maupun untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional.

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- PLN UP3 Tanjung Pinang akan melakukan pemadaman bergilir. Pemadaman tersebut dimulai Kamis (25/07/2019), pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Pelaksana harian (Plh) Manager Perencanaan, Silvia Iriani menyampaikan, selama 7 kali, dengan waktu dan hari yang berbeda masih dilakukan pemadaman.

"Mulai Kamis (25/7/2019), Sabtu (27/07/2019), Minggu (28/07/2019), Selasa (30/072019), Rabu (31/07/2019), Kamis (01/08/2019), Sabtu (03/07/2019), Selasa (06/08/2018)," ucap Silvia, Kamis (25/07/2019).Untuk wilayah pemadaman terdapat di beberapa daerah di Tanjung Pinang dan beberapa daerah di Kabupaten Bintan. Silvia menyebutkan, pemadaman bergilir dalam rangka meningkatkan keandalan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

"Maka dilakukan pekerjaan pemeliharaan jaringan distribusi, mohon maaf atas ketidaknyamanannya," sebut Silvia.(tribunbatam.id/endra kaputra)




Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/25/tujuh-hari-ke-depan-pln-berlakukan-pemadaman-listrik-bergilir-di-tanjungpinang-dan-bintan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady curhat ke  Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoy yang datang ke Batam sebagai Ketua Pokja IV, Satgas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Kelompok Kerja Penanganan dan Penyelesaian Kasus.

Dalam beberapa kali kesempatan, Edy memang meminta agar Yasonna datang ke Batam dan melihat langsung kondisi yang terjadi. Edy mengeluhkan soal banyaknya invisible authority, otoritas tak terlihat di BatamTak terlihat di permukaan, tetapi sangat mengganggu di tingkat investasi dan ekspor."Saya datang kemari sebagai Ketua Pokja IV untuk penyelesaian masalah investasi dan pengurusan sengketa," kata Yasonna kepada wartawan, Rabu (24/7/2019) di Grand i Hotel. Ia melanjutkan, ada beberapa isu yang harus diselesaikan di Batam.

Baik itu mengenai floating storage unit (FSU), perantauan terkait Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan beberapa lainnya yang berpotensi menghambat investasi. "Kami akan selesaikan persoalan ini, kami sudah mengambil langkah-langkah terkait," ujarnya. Yasonna mengingatkan kembali arahan Presiden RI Joko Widodo. Segala hal yang berpotensi menghambat investasi harus diselesaikan. Apalagi untuk Batam, yang sejak awal diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia di wilayah Sumatera.

"Batam sangat dekat dengan Singapura. Jadi persoalan di sini harus diselesaikan," kata mantan anggota DPR RI periode 2004-2009.Iapun mengajak, pengusaha, seluruh lembaga, instansi dan pihak terkait, bergandengan tangan, bersama-sama mendorong Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui investasinya. (tribunbatam.id/dewiharyati)

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/24/terganggu-dengan-persoalan-ini-di-batam-kepala-bp-batam-curhat-ke-menkum-ham

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selang dua jam setelah jalani pemeriksaan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Provinsi Kepri, Jamhur Ismail, turun dari lantai 3 Mapolresta Barelang untuk jalani ibadah salat, Rabu (24/7/2019) pukul 12.30 WIB.

Saat turun, Jamhur terlihat menggunakan kemeja lengan panjang berwarna biru tua. Tampil rapi dan mencoba sedikit santai, Jamhur langsung tersenyum kepada awak media saat turun "Sehat," ucapnya menjawab pertanyaan media dengan raut wajah agak letih.

Jamhur mengatakan, saat ini ia hanya diminta memberikan keterangan terkait kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Kepri (non-aktif), Nurdin Basirun. Ia juga mengatakan, untuk proses pemeriksaan, KPK hanya memintai keterangannya serta memeriksa beberapa dokumen. "Kita shalat dulu yok," ucapnya sambil berjalan. (tribunbatam.id/dipanusantara)

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/24/dua-jam-diperiksa-kpk-di-mapolresta-barelang-ini-kata-kadishub-kepri-jamhur-ismail

Batam FM - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meraup laba bersih sebesar Rp7,63 triliun sepanjang Semester I 2019. Angka tersebut tumbuh tipis yaitu 2,7 persen dari periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp7,44 triliun.

Direktur Keuangan BNI, Anggoro Eko Cahyo, menyebutkan BNI juga mencatat pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 1 persen yoy , yaitu dari Rp17,45 triliun pada Semester I 2018 menjadi Rp17,61 triliun pada Semester I 2019.

"Dari keseluruhan pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih, Non Interest Income, dan terjaganya biaya operasional yang tumbuh 7 persen, BNI mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp7,63 triliun pada Semester I 2019 yang tumbuh sebesar 2,7 persen YOY, dari Rp7,44 triliun pada Semester I 2018," kata Anggoro di kantornya, Selasa (23/7).

Selain itu, BNI juga mencatat pertumbuhan Non Interest Income atau fee based income. Di mana pada Semester I 2019 tumbuh 11,6 persen secara year on year (yoy).

"Sebesar 96,5 persen Non Interest Income BNI ditopang oleh recurring fee yang mencatatkan pertumbuhan 16,6 persen yoy menjadi Rp5,2 triliun. Pertumbuhan ini berkontribusi sebesar 21,6 persen terhadap total operating income BNI pada Semester I tahun 2019," jelasnya.

Adapun kenaikan Non Interest Income pada Semester I 2019 didorong oleh kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 15,8 persen, fee sindikasi yang tumbuh 76,5 persen dan fee bank garansi yang tumbuh 1,3 persen.

"Sedangkan sisanya dari pertumbuhan bisnis consumer dan retail antara lain fee pengelolaan kartu debit dengan pertumbuhan 65,3 persen, dan fee bisnis kartu yang tumbuh 12,9 persen," jelasnya.

Dari sisi kualitas aset, NPL Gross BNI tercatat membaik menjadi 1,8 persen pada Semester I 2019 dari periode yang sama di tahun sebelumnya 2,1 persen.

"Credit cost BNI juga menunjukkan perbaikan dengan turun dari 1,7 persen pada Semester I 2018 menjadi 1,4 persen pada Semester I 2019, sementara coverage ratio terus meningkat dari 150,2 persen di Semester I 2018 menjadi 156,5 persen pada akhir Semester I 2019," tutupnya.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kritik pedas soal impor sampah disampaikan oleh anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Brigjen Pol (Purn) Wenny Warouw. Pria mantan Kapolres Batam. tahun 1991-1993 ini menjelaskan, pemilik sampah jika terbukti tidak bisa serta merta hanya melakukan re-ekspor begitu saja tapi harus diproses. “Dua puluh delapan kontainer harus masuk ke meja hijau. Kan Bea Cukai bilang 28 kontainer mengandung Limbah B3. Ya harus,” katanya di sela-sela kunjungan ke Mapolda Kepri bersama Komisi III DPR RI, Selasa (23/7/2019).

Wenny Warouw menambahkan, pihak Polri, Kejaksaan dan Bea Cukai untuk segera membuat koordinasi penanganan hukum. Juga meminta Bea Cukai, dan Dinas terkait agar transparan kepada publik apa saja yang ada di dalam 28 kontainer yang merupakan bagian dari 49 kontainer yang diimpor, termasuk jenis limbah apa saja. “Jangan sampai muncul hal negatif dari benak publik. Kalau tidak transparan. Bisa duga menduga jadinya. Apakah narkoba isinya atau tidak, kan begitu,” katanya. Hal ini, sebab dari 28 kontainer yang mengandung Limbah B3 itu sebagian kosong, alias isi kontainer kosong atau dikosongkan. Padahal semula, semua kontainer itu berisi. “Kan curiga kita. Kenapa di Batam Saya ini mantan Kapolres Batam. Jadi saya tahu medannya ini. Mohon ini diperjelas ke publik. Tidak boleh hanya impor begitu saja. Harus masuk ke meja hijau,” katanya lagi.

Wenny mengancam, jika tidak rajin aparat yang berkaitan dengan penanganan sampah impor di Batam, maka kasus itu akan dibawa ke Bareskrim Polri dan ke Kementerian Keuangan RI “Kalau gak rajin mereka (pejabat) yang pasti saya bawa ini ke Mabes dan kementerian keuangan,” katanya. (tribunbatam.id/leo halawa)

 

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/24/dpr-ri-desak-aparat-batam-kasus-sampah-tercemar-b3-diproses-secara-hukum

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra tidak setuju akan pemberitaan media internasional. Pemberitaan itu menyebutkan terjadi perompakan kapal kargo pada Senin (22/7/2019) pagi. Hal yang membuat Wan Zuhendra bersikap demikian karena dalam pemberitaan itu disebut kalau lokasi perompakan kapal itu terjadi di perairan Anambas, Provinsi Kepri Wan Zuhendra mendapat informasi itu, beberapa jam setelah kejadian.Namun, hal yang merasa janggal adalah kejadian perompakan itu awalnya diberitakan oleh situs media internasional menyebutkan kejadian perompakan itu di Selat Singapura.

Begitu pula dengan sejumlah media nasional memberitakan kejadian serupa di Selat Singapura. Berita yang menyebut kejadian itu di perairan Anambas muncul dari situs media internasional, The Straits Times yang menyebut kapal dengan nama CK Bluebell berjenis kargo serta berbendera Korea Selatan ini dikabarkan dirompak di Laut Cina Selatan/Laut Natuna Utara dekat Anambas. Dari informasi yang berhasil dihimpun, kapal dari Brazil menuju Incheon, Korea Selatan."Ini harus clear. Saya berkeyakinan dan kami pastikan perairan Anambas aman dari gangguan apa pun," ujar Wan Zuhendra saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan AnambasProvinsi Kepri Selasa (23/7/2019) siang. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

 


Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/23/gusar-akan-pemberitaan-media-internasional-wan-zuhendra-tegaskan-perairan-anambas-aman

TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya secara berkesinambungan, dalam pemberantasan penyakit menular maupun tidak menular. Kali ini Dinas Kesehatan Provinsi Kepri tepatnya Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menggelar kegiatan Workshop Management Terpadu Tuberculosis Resisten Obat (MTPTRO) di Hotel Comforta Tanjungpinang pada 17 hingga 19 Juli 2019.

Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat (MTPTRO) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya TB resisten obat melalui pelayanan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang bermutu dan melaksanakan manajemen penanganan TB resisten obat yang
terstandarisasi.

Perkembangan MTPTRO tidak hanya terkait dengan layanan saja, tetapi juga aspek kebijakan, program, dan pelaksanaan klinis pengobatan TB-RO di Indonesia.

Saat ini alur diagnosis sudah mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 67 Tahun 2016 yang memandatkan bahwa:

a) semua terduga TB baik sensitif maupun resistan obat harus didiagnosis dengan tes cepat molekuler dan

b) tata laksana pengobatan TB-RO jangkan pendek telah sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).

Oleh karena itu MTPRO memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan di berbagai tingkatan mulai dari tingkat pusat,provinsi dan kabupaten/kota.

Pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat harus dilakukan disetiap faskes yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien TBC Resistan obat, TBC MDR/XDR,termasuk juga menjaga lingkungan tempat tinggal pasien TBC Resitan obat,TBC MDR XDR. 

Diagnosis TB Resistan obat,dilakukan dengan menggunakan tes cepat dengan metode PCR (Xpert MTB/RIF), pemeriksaan biakan serta uji kepekaan kuman terhadap obat TBC (Drug Sensitivity Test/DST). (*)

 

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2019/07/23/dinkes-kepri-gelar-pertemuan-mtptro-untuk-tanggulangi-tuberculosis-di-masyarakat

Page 7 of 27

Tentang Kami