Live Streaming
Page 7 of 16

Sumber: batampos.co.id 

Minat wisatawan Singapura atau Malaysia datang ke Batam ternyata masih tinggi meski di bulan ramadan. Hal itu terlihat dari arus penumpang wisatawan yang masuk melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. General Manager Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Nika Astaga mengatakan arus kedatangan penumpang terlihat sejak Jumat lalu , sedangkan kepulangan baru terjadi mulai Minggu siang hingga sore. Dari data sementara, jumlah penumpang yang masuk melalui Pelabuhan belasan ribu orang.Meski cukup padat, pihaknya tak perlu menambah pengawasan. Karena arus penumpang masih bisa dikontrol oleh petugas yang berjaga. Dari pantauan media dilapangan tampak ratusan orang memadati lobi Pelabuhan Batamcenter. Bahkan untuk menunggu keberangkatan, banyak dari penumpang yang menyebrang ke kawasan pusat perbelanjaan Megamal untuk bersantai. Rata-rata wisatawan yang datang itu pun berkelompok atau membawa keluarga

Sumber: BATAMNEWS.CO.ID

Batam bisa dikembangkan menjadi kawasan Agrowisata. Ada 116 hektar lahan yang akan dimanfaatkan menjadi agrowisata. Kepala staf presiden, Jenderal (Purn) Meoldoko mengatakan Agrowisata menjadi cara baru untuk mendatangkan wisatawan. Menurutnya, Agrowisata bisa menarik para wisatawan mencanegara untuk ke Batam. Seperti Singapura, yang dapat berlibur ke Batam dengan menikmati tumbuhan dan hewan di kawasan Agrowisata nantinya. Namun menurutnya kualitas tanah Batam masih kurang untuk sektor pertanian. Kandungan mineral yang tinggi membuat tanaman sulit untuk tumbuh. Moeldoko yang juga sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia menyampaikan tanah di Lingga sangat subur. Hal ini sangat membantu untuk kebutuhan sayur di Batam maupun Kepri. Akan tetapi budaya masyarakat di Lingga harus disadarkan untuk lebih tanggap kepada sektor pertanian. Ia juga telah menurunkan tim dari Jakarta untuk kembangkan Lingga. Sehingga ia memastikan kebutuhan sayur di Batam dapat terpenuhi.

Sumber: Bisnis.com

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk., bakal menggandeng investor dari Eropa dan Asia untuk membangun bengkel pesawat kelas dunia di Batam. Direktur Utama Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Iwan Joeniarto mengatakan kedua investor itu akan bergabung dalam model kerja sama tripartit guna membangun pusat perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) di Batam, Dia menjelaskan Kemenperin dan Kemenkomaritim sudah mengarahkan Batam yang merupakan zona perdagangan bebas menjadi pembangunan kawasan industri penerbangan terpadu atau aviation park. Iwan menyatakan GMF sudah mendapatkan komitmen pemakaian lahan seluas 23 hektare dari BP Batam yang lokasinya dekat dengan Bandara Hang Nadim. Dia menambahkan pemilihan MRO di Batam guna mendekatkan dengan akses pelanggan dari kawasan Eropa dan Timur Tengah. Selain itu, lokasi di Batam sudah memiliki infrastruktur yang memadahi dengan adanya bandara dan pelabuhan. Terkait dengan potensi persaingan dengan Batam Aero Technic (Lion Air Group), Iwan menilai lebih saling berkolaborasi.

Sumber: batampos.co.id

Tahap pembangunan Pasar Induk Jodoh, Batam tinggal menunggu secara resmi penyerahan aset. Pemko Batam kini masih menunggu secara sah aset yang lama terbengkalai tersebut diserahkan, baru kemudian merencanakan pembangunan. Namun demikian, segala persiapan menuju pembangunan kini tengah dilakukan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zarefriadi mengatakan bahwa saat ini hanya tinggal menunggu penyerahan, Ia mengaku, setelah serah terima aset Pemko Batam tentu akan melakukan tindak lanjut. Untuk diketahui, pembenahan pasar induk adalah salah satu prioritas dari beberapa aset yang akan diserahkan Kementrian Keuangan melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Sembari menunggu peralihan aset, kini berbagai persiapan dilakukan Pemko Batam, seperti memindahkan terlebih dahulu pedagang yang masih berjualan di pasar yang bangunannya sudah banyak yang rapuh ini. Disperindag mencatat ada 86 pedagang yang berjualan, beberapa waktu lalu sudah dipindahkan di lahan kosong seberang DC Mall, Lubukbaja. Ia mengaku, tak ingin terburu-buru sebelum aset menjadi milik Pemko Batam, tentu ditandai kesepakatan di atas kertas atau dokumen peralihan aset. Salah satu yang akan dilakukan pasca peralihan aset kelak yakni mengajukan anggaran baik di daerah sendiri maupun ke pusat. Kepala Bidang Pasar Disperidag Kota Batam Zulkarnain, menyebutkan, sambil menunggu proses hibah selesai, pihaknya juga harus menili harga jual bangunan saat ini. Hal ini diperlukan untuk pertanggung jawaban anggaran. Perhitungan aset pasar induk ini nantinya akan melibatkan Kantor Pelayananan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Mereka akan menilai harga bangunan, sebelum nantinya dilaporkan ke kas negara. Untuk anggaran sendiri, ia memperkirakan di atas Rp 100 miliar.

Sumber:sindobatam.com

Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan tidak ada kenaikan tarif air yang diberlakukan oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) selaku perusahaan pengelola air bersih di Kota Batam. Hanya saja sebanyak 15 ribu pelanggan mengalami perubahan golongan dari sebelumnya golongan rumah tangga A menjadi golongan rumah tangga B. Kepala Bidang Pengelolaan Air BP Batam, Tutu Witular mengatakan perubahan golongan tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh ATB. Dimana ada beberapa kriteria yang menjadi dasar dilakukannya perubahan golongan pelanggan tersebut. Diantaranya adalah daya listrik di atas 10 ampere, luas bangunan lebih dari 120 meter persegi, harga jual di atas Rp129 juta dan rumah terletak di jalan lebih dari 6 meter.

Namun, ditegaskannya bahwa jika dari empat kriteria tersebut ada satu yang belum terpenuhi maka tidak akan ada perubahan golongan. Berdasarkan hasil survei ada sekitar 15 ribu pelanggan yang akan berubah golongan tersebut, tahapannya saat ini ATB masih melakukan sosialisasi kepada pelanggan yang akan dinaikan penggolongannya. Itu sebabnya pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik menyikapi hal tersebut. Tutu juga menjelaskan 15 ribu pelanggan tersebut tersebar di seluruh wilayah Batam, seperti Sekupang, Batam Centre, Batuaji. Jika dipresentasikan dari seluruh pelanggan ATB saat ini diperkirakan hanya sekitar 5 persen yang akan mengalami perbuhan golongan. Itu sebebanya dikatakannya bahwa tidak semua pelanggan akan mengalami kenaikan tagihan airnya yang akan mulai berlaku di Mei untuk tagihan Juni mendatang.

Sumber: sindobatam.com

Kondisi Siaga 1 yang telah ditetapkan Polda Kepri pascateror bom di Jawa Timur tak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam. Jumlah kunjumgan wisman tampak tidak mengalami penurunan meskipun Indonesia disebut tengah darurat terorisme.Hal ini terlihat dari banyaknya penumpang dari Malaysia dan Singapura yang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center. Jumlah kunjungan wisman dari kedua negara ini tidak mengalami penurunan.

Kepala Seksi (Kasi) Operasional Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Sobri mengatakan, teror bom yang terjadi sejak kemarin di sejumlah tempat di Jawa Timur tidak membawa dampak buruk pada kunjungan wisman. Bahkan, jumlah kunjungan wisman mengalami peningkatan.Sobri menjelaskan, dari data yang dimiliki pihak Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center diketahui jumlah penumpang atau wisman yang masuk ke Batam mencapai 4.000 penumpang setiap harinya. Bahkan, di hari kejadian teror bom di Surabaya kemarin, jumlah kedatangan wisman bertambah dibandingkan hari biasanya. Saat disinggung terkait pengamanan di pelabuhan, Sobri mengaku bahwa tidak ada pengamanan khusus yang dilakukan oleh pihak otoritas pelabuhan. Hanya saja, pihak otoritas pelabuhan bekerjasama dengan kepolisian terus meningkatkan kewaspadaan pasca teror bom yang terjadi.

Sumber: sindobatam.com

Pedagang dan distributor diwanti-wanti tidak memainkan harga daging dengan memanfaatkan momentum Ramadan ketika permintaan sedang tinggi-tingginya. Menyambut bulan puasa, Satgas Pangan Kota Batam ikut dipusingkan dengan semakin tingginya harga daging sapi. Dalam sidak kemarin di Pasar Tos 3000 Jodoh, Satgas Pangan menemukan daging dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Kebanyakan daging sapi di pasar tersebut dijual Rp86 ribu per kilogram, sementara HET Rp80 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Zarefriadi mengatakan bahwa dirinya juga memperhatikan nasib pedagang, tetapi ia menambahkan bahwa pedangang jangan menjual di atas harga yang sudah ditentukan. Harga daging menjadi sorotan selama sidak Satgas Pangan yang terdiri dari Polda Kepri dan Polres Barelang. Zaref meminta pedagang tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk mencari keuntungan lebih dengan berspekulasi memainkan harga. Harga yang melonjak tinggi hanya akan membebani masyarakat Batam.

Untuk diketahui, sapi bakalan yang masuk ke Batam berasal dari sentra peternakan di Bali, Jawa Timur, Lampung dan Sumatera Barat.Sentra itu memasok sekitar 90% bagi kebutuhan Batam. Sedangkan komposisi pasokan daging sapi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 10% dari total kebutuhan yang rata-rata mencapai 25 sampai 30 ton per hari di luar hari besar. Adapun menjelang puasa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam menjalankan strategi pasar murah untuk menekan harga kebutuhan pokok. Pasar tersebut digelar dalam dua tahap. Tahap pertama lima kali digelar menjelang puasa di 10 lokasi.

Sumber: batampos.co.id

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah di 2018 ini mendapatkan dana segar dari klaim BPJS Kesehatan sebesar Rp 33 miliar. Dana tersebut dari piutang RSUD tahun lalu di BPJS Kesehatan. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama RSUD Batam, Ani Dewiyana, Inilah, lanjut Ani, yang membuat mereka agak bisa bergerak mengoperasionalkan RSUD dengan anggaran yang sudah masuk dari klaim BPJS Kesehatan sebesar Rp 33 miliar.

Sedangkan mengenai pendapatan dari BLUD di RSUD, tak hanya dari BPJS Kesehatan saja, tapi ada juga kerja sama dengan kabupaten/kota yakni pasien jamkesmas atau JKN. Ada juga dengan perusahaan swasta. Inilah salah satu sumber pendapatan juga di RSUD Embung Fatimah. Tentang berapa jumlah utang RSUD Embung Fatimah pastinya, Ani mengatakan hal itu belum bisa diputuskan berapa akumulasi utang dari RSUD yang harus dibayarkan. Karena dari BPK juga belum memberikan rekomendasi dan kepastian untuk itu.

Sumber: batampos.co.id

Badan Narkotika Nasional Kota Batam menggelar tes urine terhadap pegawai yang ada di sekretariat DPRD Kota Batam, Dari sekitar 210 yang ikut tes urin, satu orang dipastikan positif narkoba. Menurut  Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Batam ada tiga orang yang sempat terindikasi positif. Tetapi setelah diperiksa lebih lanjut, hanya ada satu yang positif narkoba dan menjadi korban pengguna narkoba, Sementara dua orang pegawai lainnya sebelum menjalani tes urin kepada petugas BNN mengaku mengkonsumsi obat-obatan.

Ucok menambahkan, satu orang petugas yang positif narkoba tersebut masih akan terus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan selanjutnya, pihak BNNK akan menyurati Pemko Batam terkait hasil tes tersebut. Sebelum melakukan tes urine di DPRD Kota Batam, BNN Kota Batam juga sudah menggelar beberapa kali tes urin di OPD lainnya. Dan beberapa di antaranya juga positif narkoba. Sementara itu, Kabaghumas dan Protokol Pemko Batam, Yudi Admaji mengakui BNN dan Pemko sudah beberapa kali menggelar tres urine pegawai. Ini sebagai langkah untuk menghindari adanya pegawai yang terjerat narkoba.

Sumber: http://sindobatam.com/

Pernah paling rendah di Sumatera pada Triwulan I 2017, ekonomi Kepri kini tumbuh 4,47 persen di Triwulan I 2018. Secara nasional dari 34 provinsi, peringkat Kepri naik dari posisi 33 ke posisi 29. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Zunadi mengatakan, pertumbuhan ekononomi Kepri ini masih didominasi oleh tiga struktur ekonomi yakni, kategori industri pengolahan, kontruksi, dan pertambangan dan penggalian. Industri pengolahan memberi andil sebesar 1,65 persen. Itu andil yang terbesar dalam meningkatkan ekonomi Kepri. Pertumbuhan ekonomi Kepri di Triwulan I-2018 ini jauh lebih baik bila dibanding dengan priode yang sama pada triwulan I-2017 lalu. Di Triwulan I-2017 hanya tumbuh sebesar 2,02 persen, sedangkan tahun ini 4,47 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu juga mendongkrak peringkat Kepri secara nasional. Pernah ada di posisi 33 dari 34 provinsi, kini naik 4 peringkat di posisi 29. Dan dalam lingkup regional, Produk Dosmetik Regional Bruto (PDRD) Provinsi Kepri memberikan kontribusi sebesar 7,85 persen terhadap PDRB untuk lingkup Pulau Sumatera. Namun, bila dibanding dengan pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan IV-2017 lalu, pertumbuhan ekonomi Kepri di Triwulan I 2018 turun 0,93 persen. Kategori yang mengalami penurunan terdalam adalah sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib, yaitu -23,26 persen. Sementara dari sisi pengeluaran yang mengalami penurunan terdalam dari sektor pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar -71,88 persen.

Page 7 of 16

Tentang Kami