Live Streaming
Page 3 of 28

BP Batam menerima kunjungan perusahaan pengembang energy Iceberg yang merupakan anggota dari United Shipbuilding Corporation JSC yang berasal dari Rusia di Gedung Marketing Center BP Batam, Senin (3/2/2020).

Kunjungan Iceberg Rusia diterima oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar, Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Purnomo Andiantono, Kabag Promosi Ariastuty Sirait, Kepala Unit Layanan Terpadu BP Batam Evi Elfiana dan Kasubag Hubungan Investor Afthar Fallahziz.

Tujuan kedatangan mereka ke BP Batam adalah untuk mendapatkan informasi terkait dengan perkembangan industri di Batam, khususnya industri shipyard.

Iceberg merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan energi listrik untuk menopang kebutuhan industry. Iceberg JSC juga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang desain pembuatan kapal, R&D dan pembangunan instalasi energi atom.

Iceberg JSC menawarkan kepada BP Batam untuk dapat melakukan pengembangan Floating Power Plant (pengembangan tenaga listrik yang berada di atas air) dengan sumber energi atom sebagai inti dari sumber energi.

Aleksey Petrov dan Sergey Korneevets yang didampingi oleh Ilya Shirmanov, perwakilan dari Pemerintah Rusia di Jakarta, menyampaikan ketertarikannya untuk dapat melakukan kerja sama, khususnya rencana pengembangan Floating Power Plant di wilayah Batam dan mereka juga membahas bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam pengembangan pertumbuhan industri di Batam.

"Kami hadir di sini sebagai mitra kerja yang ingin menawarkan apa yang sudah kami lakukan selama beberapa tahun ini dalam upaya pengembangan energi untuk menopang kebutuhan industry, khususnya di Batam. Mengingat potensi yg di miliki oleh Batam sebagai kawasan industri dan investasi," ujar Aleksey Petrov.

Mereka juga membahas mengenai upaya membangun floating power plant di Batam yang memiliki status free trade zone (Kawasan Perdagangan Bebas Batam) yang memiliki banyak keuntungan apabila mereka berinvestasi di Batam, dan dalam pertemuan tersebut juga dibahas bagaimana prosedur membangun perusahaan di Batam baik dari perizinannya, lokasi maupun informasi mengenai upaya pembiayaan dalam mewujudkan rencana proyek tersebut.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar menjelaskan kepada mereka mengenai potensi yang dimiliki Batam sebagai kawasan tujuan investasi di wilayah Kepri dengan status kawasan perdagangan bebas.

"Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Batam untuk dapat bangkit kembali sebagai daerah tujuan investasi di wilayah Kepulauan Riau. Kami berharap dengan kunjungan Iceberg ke sini akan memberikan angin segar bagi perkembangan Batam ke depan. Tentunya melalui mereka informasi mengenai Batam akan dapat tersampaikan mengingat masih banyak yang belum mengetahui potensi yang dimiliki oleh Batam," kata Dendi Gustinandar.

Dendi juga menyampaikan kepada mereka apabila mereka mau lakukan kerja sama dengan perusahaan, khususnya di Batam pihaknya akan membantu dan mendampingi mereka sehingga hal tersebut dapat terealisasikan.

Setelah dari Batam, Iceberg JSC Rusia berencana akan berkunjung ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan juga Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Jakarta. (afr)

Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan investor Korea, yaitu Eco Electric Power Indonesia pada Senin (3/2/2020). Saat ini banyak perusahaan asing menaruh perhatian besar terhadap investasi di Batam. Hal ini terlihat dari beberapa kunjungan investor yang hadir dalam waktu hampir bersamaan di Gedung Marketing Center BP Batam.

Eco Electric Power Indonesia fokus pada energi terbarukan seperti Solar, Wind, dan ESS Business, yang menyediakan layanan satu atap dari pengembangan teknologi baru melalui R&D Center untuk konstruksi, manufaktur dan peralatan, manajemen pemeliharaan dan keselamatan, serta memiliki teknologi ECO Electric Power sendiri.

Delegasi Eco Electric Power Indonesia berjumlah 9 orang yang dipimpin langsung oleh Kyeong-ho, Jang dan diterima oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar bersama Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Binsar Tambunan, Kepala Biro Umum Kurnia Budi, Direktur Pengelolaan Lahan Ilham Eka Hartawan, dan Direktur Peningkatan Kinerja dan Manajemen Risiko Asep Lili Holilulloh.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar mengatakan perusahaan asal Korea ini merupakan perusahaan efisien dan go green. “Mereka sangat tertarik untuk berinvestasi di Batam, karena Batam merupakan tempat yang sudah maju, dan mereka menawarkan efisiensi terhadap potensi aset-aset di BP Batam, jadi kita sama-sama membangun gagasan efisiensi dan go green,” kata Dendi.

Selanjutnya Eco Electric Power tertarik untuk langsung melakukan peninjauan ke aset-aset BP Batam seperti, Bandara Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batam, dan sejumlah Waduk serta Rusun BP Batam.

Dendi berharap, semakin banyaknya investasi baru akan membawa dampak positf dan signifikan dalam perkembangan ekonomi di Batam. “Kami harapkan semakin banyak investasi yang ada dapat menjadi nilai tambah bagi perekonomian di Indonesia, khususnya Batam,” kata Dendi. (cc)

Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri membagikan masker ke para pengunjung Samsat di gedung

Graha Kepri pada Senin tanggal 3 Februari 2020. Dalam rangka kepedulian agar masyarakat dapat selalu

sehat Ditlantas Polda Kepri membagikan sebanyak 500 masker kepada para pengunjung.

 

Direkrtur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Pol Mujiono, S.I.K. mengatakan "pembagian masker

yang dilaksanakan pada hari ini merupakan wujud peduli serta antisipasi untuk terhindar dari beberapa

penyakit menular dan juga dalam rangka antisipasi penyebaran virus".

Dalam kegiatan tersebut masyarakat sangat antusias, semoga kedepan terus berlangsung di

tempat-tempat pelayanan publik lainnya harap beberapa masyarakat yang menerima pembagian masker di Gedung Graha Kepri.

 

Pembagian masker pada hari ini didampingi langsung oleh Kasubdit Regident AKBP Syarifudin S.S.IK dengan mengerahkan personel Polwan Ditlantas Polda Kepri.

Komisi Pemilihan Umum Kita Batam menetapkan sebanyak 116 calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) lulus seleksi tes tertulis dan akan ikut tahapan wawancara untuk pemilihan kepala daerah serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Walikota dan Wakil Walikota Batam 2020.

Sebelumnya ada 208 calon anggota PPK yang lolos seleksi administrasi tapi hanya 184 orang yang ikut seleksi tes tertulis pada tanggal 30 Januari lalu di kampus Umrik Batam.

116 peserta yang dikategorikan lolos 10 besar ini selanjutnya ikut tes wawancara yang akan digelar tanggal 8-10 Februari nanti

Secara aturan, KPU Batam bisa saja meloloskan paling banyak 120 orang untuk mengisi 10 besar di 12 kecamatan. Hanya saja, dalam seleksi tes tertulis serta penelusuran rekam jejak, ternyata banyak peserta yang terindikasi menjadi anggota partai politik.

Indikasi ini terekam dalam jejak data sistem informasi partai politik (SIPOL) milik KPU. Bahkan ada satu nama yang menjadi anggota di lebih dari satu partai politik.

Salah satu syarat untuk menjadi penyelenggara pemilu termasuk PPK, PPS dan KPPS yakni tidak menjadi pengurus atau anggota partai politik lima tahun terakhir.

Selain data SIPOL, beberapa peserta juga sudah dua periode menjadi anggota PPK pada pemilihan sebelumnya baik pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden bahkan pemilihan legislatif.

Adapun peserta yang lolos ke tahapan wawancara adalah kecamatan Batam Kota 10 orang, kecamatan Lubuk baja 10 orang, kecamatan Sekupang 10 orang, kecamatan Seibeduk 10 orang, kecamatan Nongsa 10 orang, kecamatan Bengkong 10 orang, kecamatan Bulang 10 orang,  kecamatan Batuaji 10 orang, kecamatan Sagulung 10 orang, kecamatan Batu Ampar 9 orang, kecamatan Belakangpadang 9 orang dan kecamatan Galang 8 orang.

KPU Kota Batam resmi mengumumkan nama-nama peserta yang lolos ke tahapan wawancara ini tepat pukul 00.01 WIB tadi malam (3/2/2020).

Bagi peserta yang akan tes wawancara wajib menggunakan pakaian putih hitam. Rencananya tes tertulis dilaksanakan di kantor KPU Kota Batam.

 

 

Kabupaten Bintan, 30 Januari 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berada di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menko meninjau perkembangan pembangunan industri, waduk, dan dermaga di sana, serta kantor operasional KEK tersebut.

KEK Galang Batang mengembangkan industri yang sejalan dengan program pemerintah melalui pengolahan bijih bauksit menjadi alumina. Sehingga dengan munculnya industri ini diharapkan dapat memberi nilai tambah untuk perekonomian nasional, dan secara bertahap dapat memenuhi kebutuhan nasional akan alumina hingga produk turunannya.

Pasalnya, Presiden RI Joko Widodo beberapa kali menyampaikan keseriusannya untuk melarang ekspor bahan mentah mineral dan batu bara (minerba). Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 11 Tahun 2019, ekspor bijih nikel sudah dilarang sejak 1 Januari 2020, dan ini direncanakan diimplementasikan secara bertahap kepada komoditas lain juga, seperti bauksit, timah, dan batu bara.

Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa produksi bauksit nasional saat ini mencapai 40 juta ton per tahun. Jika bijih bauksit itu diolah di dalam negeri menjadi alumina, maka nilai tambah yang akan dihasilkan mencapai 5 kali lipat dibanding jika bauksit tersebut diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Untuk KEK Galang Batang sendiri, telah menunjukan progres pembangunan signifikan setelah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 Tahun 2017, dan mulai beroperasi sejak Desember 2018. KEK yang memiliki Iuas lahan sebesar 2.333,6 hektare ini dikelola oleh PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), dan diperkirakan dapat menyerap sekitar 23.200 tenaga kerja pada 2020. Kegiatan utama yang akan dikembangkan di sini adalah industri pengolahan bauksit dan logistik.

Saat ini sedang dilakukan konstruksi pembangunan fasilitas refinery alumina dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun. Kemudian, pada akhir 2020 ditargetkan akan terealisasi secara bertahap sebesar 1 juta ton per tahun dengan progres pembangunan yang sudah mencapai kira-kira 62,5%. Total nilai investasi pembangunan refinery alumina tersebut mencapai Rp9 triliun.

Selanjutnya pada tahap II (2022-2027), secara bertahap akan dibangun smelter aluminium yang akan menghasilkan 1 juta ton per tahun dan power plant 18 x 150 MW. Pembangunan ini ditargetkan akan dimulai pada 2022, setelah refinery beroperasi dengan kapasitas penuh.

Apabila KEK Galang Batang beroperasi penuh, maka industri yang ada akan mengolah bijih bauksit menjadi bubuk alumina, untuk kemudian diproses menjadi aluminium ingot. Target akhir pembangunan KEK Galang Batang adalah kapasitas produksi alumina (2 juta ton per tahun), aluminium ingot (1 juta ton per tahun), tenaga listrik (2.850 MW), dan fasilitas pendukung lainnya. Total investasinya mencapai Rp36 triliun hingga 2027.

Produksi alumina 2 juta ton per tahun akan berkontribusi sebesar Rp7,5 triliun pada produksi nasional di 2021. Produksi alumina 2 juta ton per tahun ditambah aluminium ingot 1 juta ton per tahun akan memberikan kontribusi sekitar Rp14 triliun pada produksi nasional di 2027. Selain itu, impor alumina juga dapat ditekan.

Dalam mempersiapkan proses produksi dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal, PT BAI mengirim pekerja-pekerja muda Indonesia untuk mendapatkan pelatihan proses bisnis di Nanshan University, Shandong, Tiongkok.

Program pelatihan tersebut diselenggarakan selama 1 (satu) tahun yang diikuti oleh 60 tenaga kerja PT BAI dengan latar belakang pendidikan teknik elektro, mekatronika, kimia, dan instrumentasi. Mereka adalah lulusan beberapa universitas ternama di Indonesia, dengan 15% di antaranya merupakan masyarakat lokal Kepulauan Riau.

Pelatihan itu akan dilakukan secara kontinyu dengan tujuan menghasilkan pekerja andal di bidang industry. Para pekerja tersebut nantinya akan mengabdi di KEK Galang Batang, dan akan mampu menjadi “knowledge and skill agent” yang dapat membagi ilmunya kepada tenaga kerja lokal lainnya.

Turut hadir mendampingi Menko Perekonomian dalam kunjungan ini adalah Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Bambang Adi Winarso, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Politik, Hukum dan Keamanan Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Staf Khusus Kemenko Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, dan Asisten II Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Kepri Syamsul Bahrum. (nck)

Menjelang berakhirnya perjanjian konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam pada November 2020 mendatang, BP Batam memutuskan untuk tidak memperpanjang konsesi Pengelolaan Air di Batam tersebut. Demikian diungkapkan oleh Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan.

Binsar mengatakan keputusan untuk tidak memperpanjang konsesi pengelolaan air tersebut telah disampaikan melalui surat BP Batam kepada PT ATB pada 26 September 2019 lalu perihal pemberitahuan tidak memperpanjang perjanjian konsesi yang ditandatangani oleh Kepala BP Batam sebelumnya, Edy Putra Irawady.

“Melalui surat tersebut BP Batam telah mengambil sikap dan memutuskan akan mengambil alih pekerjaan pengelolaan air bersih di Batam dan tidak akan memperpanjang perjanjian konsesi,” kata Binsar di Batam Centre (30/1/2020).

Menurutnya, keputusan BP Batam itu telah sesuai dengan isi perjanjian konsesi dan peraturan perundangan yang berlaku, yakni amanah UUD 1945 dan UU Sumber Daya Air No. 17 Tahun 2019, UU No. 36 Tahun 2000 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Menjadi Undang-Undang, Peraturan Pemerintah 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum, dan Peraturan Menteri PUPR No. 25 Tahun 2016 Tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum untuk memenuhi kebutuhan sendiri oleh Badan Usaha.

“Dalam hal ini, Negara perlu berperan aktif dalam pengendalian sumber daya air yang semakin terbatas di Batam,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam perjanjian konsesi itu PT ATB masih memiliki kewajiban selama enam bulan setelah tanggal pengambilalihan untuk melakukan perbaikan atas kerusakan yang apabila ditemukan pada inspeksi dan inventarisasi bersama. Hal ini akan segera ditindaklanjuti pihaknya untuk duduk bersama dalam waktu dekat antara Tim Pengakhiran BP Batam dan ATB setelah mendapatkan keputusan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga selaku Ketua Dewan Kawasan.

Diketahui, BP Batam memiliki konsep baru dalam pengelolaan air dan limbah secara terpadu. Konsep tersebut tengah ditawarkan pihaknya. Hal itu untuk mendukung ketersediaan air di Batam, Rempang dan Galang hingga 30 tahun mendatang.

“BP Batam akan mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management yang menyinergikan antara potensi ketersediaan air baku, air bersih, pengelolaan air limbah, desalinasi air laut dan daur ulang (rycycle) sehingga hal ini bisa mendukung ketersediaan air sampai tahun 2045 mendatang,” kata Binsar.

 

 

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi secara khusus bertemu dengan jajaran manajemen PT McDermott Indonesia (PTMI) dan Qatar Gas pada Rabu (29/1) siang di PT McDermott Indonesia, Batu Ampar, Batam. Pertemuan ini dilakukan BP Batam untuk bersilaturahim sekaligus mengklarifikasi isu pailit PTMI yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat, serta meninjau proyek yang sedang berlangsung.

Kunjungan ini juga sebagai bentuk komitmen BP Batam dalam mendukung peningkatan investasi di Batam. Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan agar PTMI langsung menghubungi BP Batam sebagai langkah pertama apabila mengalami kendala.

“Dalam melaksanakan kegiatan (investasi) apa pun di Kota Batam jika ditemui kendala, langsung menghubungi saya atau Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Bapak Sudirman Saad yang menangani investasi. Kami akan tangani langsung,” kata Rudi.

Rudi mengimbau kepada seluruh karyawan PTMI untuk tidak mengkhawatirkan isu tersebut karena dalam empat bulan ke depan permasalahan restrukturisasi keuangan PTMI akan diselesaikan.

Senior Director of Batam Fabrication PTMI Stephen Thibodeaux, dalam pertemuan dengan Kepala BP Batam mengatakan, saat ini restrukturisasi keuangan PTMI sedang dalam proses penyelesaian melalui Chapter 11 Undang-Undang Amerika (Chapter 11 of Federal Bankruptcy Law).

“PT McDermott Indonesia memastikan tidak terjadi pailit pada perusahaan. Kami hanya merestrukturisasi keuangan perusahaan. Semua proyek serta operasi pelanggannya akan terus berjalan tanpa hambatan selama restrukturisasi. Perusahaan akan tetap membayar upah karyawan, tunjangan kesehatan dan kesejahteraan, serta semua pemasok akan dibayar penuh selama restrukturisasi. Tidak ada masalah,” tegas Stephen.

Stephen melanjutkan, tidak akan ada perubahan berskala masif yang terjadi selama masa restrukturisasi dan proyek akan tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya telah menargetkan selama empat bulan ke depan permasalahan finansial ini dapat teratasi dan kinerja PTMI kembali prima secara menyeluruh.

Meski pada awal tahun 2018 PTMI sempat mengalami degradasi menjadi 300 pegawai, namun dengan masuknya 8 proyek dari Qatar Gas, PTMI mampu mendongkrak karyawan hingga 6.100 karyawan dan akan meningkat menjadi 8.000 pegawai. “Para pegawai tersebut didominasi oleh tenaga kerja yang berdomisili di Batam dan sebagian kecil lainnya merupakan tenaga kerja ahli yang berasal dari beberapa daerah lainnya di Indonesia,” kata Stephen.

NFE Offshore Senior Project Manager Qatar Gas Robert Faulds mengatakan, proses pengerjaan delapan proyek tersebut diketahui akan berlangsung sampai dengan 2022.

“Namun, kami (Qatar Gas) mengharapkan kerja sama jangka panjang dengan PTMI akan terus berlangsung hingga 2025,” ungkap Robert. (Na/rud)

Para Peserta Seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke - 49 Tahun Anggaran 2020

menjalani Tes Psikologi bertempat di Ballroom Golden Prawn, Bengkong Laut, Kota Batam pada Senin

(27/1/20). Hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Kepri, Kombes Pol Djoko Susilo, S.IK., SH.,

Kabagdalpers Ro SDM Polda Kepri, Kabagpsi Ro SDM Polda Kepri, Kasubbid Provos Bidpropam Polda

Kepri, Pengawas Internal Polda Kepri dan Para Panitia serta Peserta Seleksi SIP T.A. 2020.

 

Seleksi yang diikuti oleh 432 peserta terdiri dari 420 Polisi Laki-laki dan 12 Polisi Wanita yang

keseluruhannya berpangkat Bintara Polri dari Polda Kepri dan Polres Jajaran. Hasil seleksi yang

dilaksanakan pada hari ini sebanyak 245 Peserta memenuhi Syarat terdiri dari 237 Laki-laki dan 8 Wanita

dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 187 peserta terdiri

dari 183 Laki-laki dan 4 Wanita, Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK.,

M.Si.

Selanjutnya dalam kesempatan seleksi tersebut Karo SDM Polda Kepri menyampaikan kepada

seluruh peserta yang mengikuti seleksi terutama kepada peserta Yang Belum Memenuhi Syarat jangan

berkecil hati dan tetap semangat untuk mencoba mengikuti seleksi di tahun yang akan datang. Begitu juga halnya kepada peserta yang memenuhi syarat jangan berbesar hati karena perjalanan seleksi masih

panjang, masih banyak tes lain yang akan dilalui untuk itu terus persiapkan diri dan kemampuan untuk

mengikuti tes berikutnya.

 

Satu orang pelaku berinisial P R alias M, Perempuan, Warga Negara Malaysia yang berperan sebagai perekrut serta penjemput PMI diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan berhasil menyelamatkan dua orang korban perempuan berasal dari Kota Batam.

Dijelaskan oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. menjelaskan bahwa pada hari rabu tanggal 22 Januari 2020 diperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga negara Malaysia yang sedang memasang iklan di media sosial Facebook dengan judul Lowongan Kerja Batam, dan dapat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.

Menindaklanjuti hal tersebut dilakukan penyelidikan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan tim memperoleh informasi bahwa pelaku yang merupakan Warga Negara Malaysia akan datang langsung ke Kota Batam untuk merekrut dan menjemput PMI yang akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Kemudian pada jam 15.00 wib bertempat di Pelabuhan Batam Center, Kota Batam, tim berhasil menemukan dan mengamankan 1 (satu) orang pelaku berinisial P R alias M, perempuan, Warga Negara Malaysia dan 1 (satu) orang saksi atas nama Cheryl Tai Xur Li, perempuan, Warga Negara Malaysia yang merupakan rekan pelaku serta menyelamatkan 2 (dua) orang korban perempuan asal Kota Batam atas nama Noviana dan Poibe dan tim juga berhasil mengamankan barang bukti berupa paspor, tiket dan boarding pass keberangkatan kapal dengan tujuan Batam - Situlang Laut, Malaysia.

Sampai dengan saat ini tim Subdit IV Ditrreskrimum Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk Pelaku dikenakan pasal 81 dan 83 Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 Tahun atau denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).

Polda Kepri mengadakan pelatihan bagi Operator Command Center kepada personil Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang, bertempat di Ballroom Hotel Sahid Batam Center, Kota Batam pada Rabu, tanggal 22 Januari 2020.

Pada acara pembukaan Pelatihan tersebut hadir Kabag Renmin DIV TIK Polri Kombes Wiyarso, perwakilan Itwasum Polri Kombes Pol. Marzuki Ali Basyah, Kabid TIK Polda Kepri Kombes Pol. Set Lumowa, SIK, M.Si, Biro Ops Polda Kepri dan para peserta pelatihan.

Pelatihan yang digelar selama 3 hari ini akan menjelaskan dan memberikan pengetahuan kepada personil yang bertugas dibagian Operator Command Center, mengingat dengan perkembangan pesat teknologi serta perkembangan modus kejahatan/kriminalitas di Indonesia khususnya diwilayah Provinsi Kepri maka Polda kepri terus melakukan perkembangan dengan melakukan peningkatan kemampuan sarana prasarana disetiap bidang khususnya yang membidangi Multimedia dan ITE.

Selanjutnya dalam sambutan Karofaskon Slog Polri yang dibacakan oleh Kabag Renmin DIV TIK Polri Kombes Pol Wiyarso menyampaikan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk Sumber Daya Manusia yang profesional dalam mengawaki sarana dan prasarana yang ada di Command Center dan diharapkan kepada peserta pelatihan agar sungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini sehingga

mendapatkan pembelajaran yang dapat di implementasikan dalam tugas dan tanggung jawab Kedinasan sehari-hari.

Disamping itu pelatihan yang diberikan agar setiap operator dapat melakukan pemantauan dan

pengendalian terkait dengan tindak kejahatan yang terfokus di satu layar sehingga kejadian segera dapat diketahui dengan cepat jelas Kombes Pol Wiyarso.

Page 3 of 28

Tentang Kami