Live Streaming
Page 3 of 20

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Kepala Seksi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Disperindag Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andre mengakui kelangkaan Gas LPG 3 kilogram (KG) di wilayah Batam.

Hal ini dikarenakan adanya keterlambatan atau jeda pengiriman dari agen ke pangkalan. Sehingga menyebabkan sempat terputusnya beberapa hari pasokan.

"Minggu terakhir bulan Oktober 2018, memang ada isu kelangkaan LPG PSO. Kami langsung cek lapangan namun, Pertamina akhirnya menambah LO ke beberapa agen LPG," ujar Andre kepada Tribun, Rabu (7/11/2018). 

Kelangkaan tersebut ada dibeberapa titik diantaranya Nongsa, Batam Kota dan Bengkong. Diakuinya awal November ini pasokan sudah kembali normal seperti biasanya.

"Kami juga sudah kroscek langsung ke agen dan pertamina bahwa stok masih aman. Saya ada info dari beberapa pangkalan di kecamatan tersebut," tuturnya.

Andre berharap semoga tidak ada kendala dalam rantai pasokan atau pengantaran. Diantaranya SPBU ke Agen kemudian pangkalan, terakhir didistribusikan ke masyarakat.

Sebelumnya sejumlah ibu-ibu rumah tangga di Botanis Batam, mengeluhkan langkanya gas elpiji 3 kg atau melon.

Satu di antaranya Warni (35). Sejak Selasa (11/6) pagi, suaminya sudah tujuh keliling Botania cari gas melon, namun tidak ketemu.

"Tidak ada yang jual. Kok bisa begitu yah, kami sangat kewalahan atas kelangkaan gas ini,'' katanya.

Di rumah Warni, hanya gas melon itu lah satu-satunya. Tidak ada tabung gas yang lebih berat.

"Terpaksa kami pakai kompor minyak. Itu pun, minyak tanahnya suami beli di Jodoh. Susah juga dapat di Botania,"katanya.

Selain Warni, Damayanti Warga perumahan Komplek Taman Raya Tahap III juga mengeluhkan hal yang sama.

Ia mengatakan, sebenarnya kelangkaan gas itu tidak saja hanya Senin kemaren. "Sudah tiga minggu yang lalu gas melon gak dijual di agen biasa,'' ujarnya.

Kelangkaan gas di Botania muncul berbagai spekulasi dari masyarakat. Ada yang mengatakan gas sengaja dimainkan oleh oknum agen. Dan ada juga yang bilang, kelangkaan gas melon yang diperuntukan bagi keluarga miskin itu akan ditarik pemerintah diganti dengan gas bright 5,5 kg.

 

Bahkan harga elpiji di Legenda Malaka sebesar Rp 25 ribu per tabung.Terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram ini DPRD Kota Batam dalam waktu dekat akan memanggil pihak-pihak terkait.

Ketua Komisi II DPRD Batam Edward Brando mengaku belum mengetahui kenaikan dan kelangkaan gas tiga kilogram tersebut. Namun demikian ia berjanji akan segera mencari tahu sekaligus membicarakan kelangkaan dengan dinas terkait.

"Kita akan jadwalkan memanggil dinas terkait untuk rapat dengar pendapat. Apa penyebabnya dan solusi seperti apa, akan kita cari bersama," kata Edward.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Mukriyadi mengatakan kelangkaan dan melambungnya harga elpiji 3 kilogram ini karena adanya permainan harga di pasar.

"Saya dengar di agen harga normal, sedangkan pertamina tidak mengurangi stok. Sementara bila dibeli kepada pengecer, harganya lebih tinggi. Gas tiga kilo di agen juga sering kosong. Makanya kita ingin tahu penyebabnya apa," katanya.

"Beberapa hari ini kita mendapatkan laporan kelangkaan elpiji, gas sulit didapatkan. Sementara pengecer hanganya sudah tinggi. Saya minta pemerintah untuk mengawasinya," tegasnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepri menghadirkan dua orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) saat ekspos di Pendopo Polda Kepri, Senin (5/11/2018).

Dua orang yang terjaring dalam OTT Ditkrimsus Polda Kepri itu adalah TS Kepala Syahbandar Pulau Sambu dan ES pimpinan PT Garuda Mahakam Pratama.

Dalam ekspos yang disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga menyebutkan, OTT terhadap kedua orang ini berlangsung di Jakarta.

 

"OT terjadi pada tanggal 3 November 2018 sekitar pukul 18.30 WIB di restoran Gandaria City Mall Jakarta," ucapnya saat ekspos, Senin (5/11/2018).

Tampak hadiri Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur.

Disebutkan, dalam kasus ini polisi sudah membuntuti tersangka sejak 3 Agustus lalu setelah mendapat dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan transaksi uang tersebut.

"Perusahan ini adalah agen jasa pelayaran. Menyuap KSOP Pulau Sambu untuk uang kelancaran, dan ini sudah berlangsung sejak tanggal 3 Agustus lalu," kata Erlangga.

Kombes Pol Rustam Mansur menyebutkan, dari hasil pengungkapan, petugas mengamankan uang tunai sebanyak 9.200 USD atau sekira 137,87 Juta.

"Kita akan dalami keterlibatan siapa saja dalam uang kelancaran ini. Kita masih melakukan pengembangan untuk memburu sampai ke akarnya," katanya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Sebanyak 14 rumah warga rusak berat akibat hataman angin puting beliung, Minggu (4/11/21018).

Selain 14 rumah rusak berat, 8 rumah rusak sedang dan 4 rumah alami rusak ringan. Rumah warga yang rusak antara lain jatuh ke laut, atap terbang dan bangunan roboh rata dengan tanah.

 

 

"Dari data semenatar hingga Minggu malam ada 14 rumah yang rusah parah. Sisanga rusah sedang dan rusak ringan. Yang rusak parah itu diantaranya 4 rumah jatuh ke laut bersama warga saat puting beliung mengahantam. Kemudian atap terbang dibawa angin serta bangunan rumah roboh rata dengan tanah," katanya.

Izat menyebutkan rumah yang dihantam puting beliung rata-rata berada di pinggir pantai dan pinggir pelantar dekat laut.

"Umumnya rumah yang berada di pesisir atau dekat pelantar di laut yang dihantam puting beliung," katanya.

Baca: BREAKING NEWS. 26 Rumah di Pulau Pecong Dihantam Puting Beliung

"Dari data semenatar hingga Minggu malam ada 14 rumah yang rusah parah. Sisanga rusah sedang dan rusak ringan. Yang rusak parah itu diantaranya 4 rumah jatuh ke laut bersama warga saat puting beliung mengahantam. Kemudian atap terbang dibawa angin serta bangunan rumah roboh rata dengan tanah," katanya.

 

Izat menyebutkan rumah yang dihantam puting beliung rata-rata berada di pinggir pantai dan pinggir pelantar dekat laut.

 

"Umumnya rumah yang berada di pesisir atau dekat pelantar di laut yang dihantam puting beliung," katanya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta -Perihal perda inisiasi yang diajukan Dinas Kesehatan (Dinkes), DPRD Kota Batam segera membuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan HIV/AIDS dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam Sukaryo.

"Tujuan kita untuk mencegah dan memberikan sanksi bagi pelaku yang menyebar virus tersebut, salah satunya adalah komunitas LGBT," ujarnya Kamis (1/11/2018).

Menurut dia, perda ini memang wajib sebagai bentuk kehadiran Pemerintah Kota (Pemko) Batam di tengah persoalan yang ada di masyarakat.

 

Pemko Batam memang harus hadir untuk mensosialisasikan bahaya penyakit tersebut dan menggandeng semua pihak.

"Mulai yang terkecil seperti keluarga, RT, RW, lurah hingga instansi yang ada di pemerintahan," kata Sukaryo.

Ia menambahkan maraknya persoalan LGBT ini sudah tergolong sangat berbahaya. Menurutnya sebuah gumpalan salju menggelinding semakin banyak.

"Yang kita tahu karena mereka melapor dan dirawat. Lalu bagaimana yang tidak melapor. Jangan-jangan generasi kita sudah banyak yang kena HIV/AIDS," sesalnya.

Berdasarkan data ada sekitar 10 ribuan penderita HIV/AIDS di Kota Batam. Termasuk pula di antara mereka yang tergolong LGBT.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Marine Police Singapura mengejarboat nelayan yang melewati perbatasan Indonesia dengan Singapura tepatnya di depan Pulau Sekijang atau yang dikenal dengan Pulau Dua, Rabu (31/10/2018).

"Berdasarkan keterangan korban (Dian Marzuki bin Muhammad) pada saat mancing bersama nelayan lain di depan Pulau Sekijang (Pulau Dua) yang sudah masuk perairan Singapura. Korban melihat Kapal Marine Police Singapuramelakukan pengejaran kepada nelayan yang sedang mancing," kata Kapolsek Belakangpadang AKP Ulil Rahim, Rabu (31/10/2018).

AKP Ulil Rahim mengetakan pada saat kapal Marine Police Singapura mengejar, para nelayan lari menuju perairan internasional (OPL). Setelah masuk perairan internasioanal, boat korban berhenti karena merasa sudah aman. 

"Pada saat boat korban berhenti kapal Marine Singapura menabrak bagian samping kiri kapal korban kemudian kapal korban tenggelam. Akan tetapi korban masih bisa manyelamatkan diri dan kemudian korban ditolong oleh nelayan," ujarnya.

Berdasarkan kejadian tersebut korban mengalami patah kaki kiri dan luka robek dibagian pinggang belakang. Kerugian material di perkirakan lebih kurang Rp 45 juta.

Ditabraknya boat nelayan Pulau Lengkang oleh Marine Police Singapura, langsung dilaporkan ke kedutaan besar Republik Indonesia (Kedubes RI) yang berada di Singapura oleh Forum Kelompok Usaha Bersama (F-KUB ) Mina Batam Madani, Rabu (31/10/2018).

Ketua F-KUB Mina Batam Madani, Muhammad bin Boyan mengatakan sudah melaporkan langsung ke Kedubas RI yang berada di Singapura terkait boat nelayan yang ditabrak olehMarine Police Singapura.

"Kita tadi langsung hubungi Kedubes RI di Singapura dan melaporkan kejadian itu. Kita tidak terima atas tindakan yang dilakukan oleh Marine Police Singapura itu. Nelayan kita kan mancing bukan melakukan tindak kejahatan, seharusnya diusir atau ditegur bukan ditabrak sampai boat nelayan pecah terbelah," katanya.

Dia mengaku akan mendatangi kantor Konsulat Singapura yang berada di Mall Pelayanan Publik di Batam Center. Kedatanggannya bersama nelayan untuk melakukan protes dan keberatan yang dilakukan Marine Police Singapura.

"Besok kita akan datangi Konsulat Singapura yang ada di Batam. Kita keberatan dengan tindakan yang dilakukan Marine Police Singapura yang menabrak nelayan kita saat macing," katanya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Dalam mematuhi Peraturan Daerah (Perda) terkait bebas parkir di badan jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam berhasil menderek tiga unit mobil dan dua unit sepeda motor yang parkir di ruas jalan Engku Puteri Batam Center. Tepatnya di depan kantor Pemerintah Kota Batam dan Kantor DPRD Kota Batam.

"Jelaslah kita derek parkirnya di badan jalan. Ada tiga mobil dan dua motor. Memang razia rutin selalu kita lakukan setiap harinya," ujar Kepala Sesi Pengawasan dan Ketertiban DishubKota Batam, Ade Chandra, Selasa (30/10/2018).

Ironisnya lagi dari tiga mobil yang diderek, satu diantaranya merupakan milik pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dengan plat mobil BP 36 CX. Terlihat memang mobil tersebut berada di depan Gedung DPRD kota Batam.

 

"Aturan tetap berlaku semua. Tak ada pandang bulu. Siapapu jabatannya bahkan kalah pihak kita sendiri melanggar aturan tetap kita derek," tuturnya.

Diakuinya kendaraan tersebut dibawa ke kantor Dishub Batamuntuk diberikan sanksi administrasi. Sebelum diderek, pihakDishub menghimbau pemilik kendaraan dengan menggunakan pengeras suara.

Kurang lebih ada sebanyak lima kali himbauan. Jika tidak digubrus akhirnya Dishub membawa mobil tersebut menggunakan mobil derek.

"Kita sudah ingatkan pakai pengeras suara ini, kalau beberapa menit gak pindah juga, maka kita derek," tegasnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Kepala Kominfo Kota Batam, Salim mengakui penambahan CCTV yang rencananya dianggarkan pada 2019 dibatalkan. Hal ini efek dari defisit anggaran di Pemerintahan Kota Batam.

"Rencananya penambahan fasilitas CCTV sebanyak 20 titik baru akan dilaksanakan di tahun 2019 setelah diusulkan di e-musrenbang," kata Salim, Minggu (28/10/2018).

Diakuinya penambahan salah satu alat keamanan ini sangat penting untuk menambah minimnya CCTV di Kota Batam. Namun dampak dari defisit ini memang sejumlah kegiatan menjadi tertunda.

Anggaran yang diusulkan Kominfo Batam sebesar Rp 6 miliar. Ada lima kegiatan di dinas tersebut, salah satunya mengenai biaya perawatan, sewa link, tagihan listrik serta gaji operator CCTV.

"Anggaran hanya segitu. Palingan hanya cukup untuk biaya perawatan dan sewa link,"tuturnya.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho sangat kecewa tidak adanya penambahan kameraCCTV untuk tahun 2019 mendatang. Di tengah kondisi Kota Batam yang memang benar-benar belum terjamin keamanannya.

"Kita lihat saja sendiri, kriminalitas semakin tahun semakin bertambah. CCTV kita saja minim," sesal Tumbur.

Saat ini, kata Tumbur, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memiliki link sendiri, tentu biaya yang dikeluarkan setiap tahun bisa lebih murah. Hal ini karena anggaran yang sebelumnya membiayai sewa link bisa dialihkan kepada kegiatan lain seperti penambahan CCTV.

"CCTV ini memang penting di dalam mendukung Kota Batam sebagai smart city. Kita sewa link dan perawatan Rp 1,6 miliar. Kenapa tak dianggarkan saja biaya link ini, sehingga ke depan tidak dibebankan lagi," kata Tumbur.

Tumbur menilai apabila Pemko Batam masih menyewa link akan terus menghambat pengadaan CCTV, rencana penambahan CCTv juga akan terus menjadi wacana, dan sulit direalisasikan.

"Di kota Batam ada 17 titik saja. Biayanya kisaran Rp 1,6 miliar. Bayangkan kalau kita punya 100 titik CCTv berapa biaya sewa yang harus disiapkan," ujarnya.

Demi menjaga efektivitas keuangan, Pemko sebaiknya meniapkan alatnya, baik link dan lainnya. Setelah itu baru fokus penambahan CCTV.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Pungutan retribusi parkir di kawasan wilayah jembatan Barelang dan sekitarnya merupakan kegiatan ilegal. Untuk itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mempersilahkan tim Saber Pungli untuk menindaknya.

"Kita tidak ada keluarkan ijin disana, wilayah itu memang tidak ada ijin, karcisnya juga buatan sendiri. Itu boleh tim saber pungli untuk masuk kesana," kata Rustam Effendi, Kepala Dishub Kota Batam, Kamis (25/10/2018)

Rustam mengatakan, karcis retribusi yang dikeluarkan Dishub Batam merupakan hasil koorporasi dengan Dispenda Batam. dan karcis itu memiliki tanda khusus.

"Karcis yang dikeluarkan Dishub itu di koorporasi dengan Dispenda. Kita ada lihat karcis dari parkir Barelang itu, saya dikirim foto sama Kepala UPT nya, jadi memang ilegal. Tanda bahwa karcis parkir resmi itu ada lubang-lubang kecil banyak dan ada stampel serta logo Dishub dan Dispenda," tegas Rustam.

 

Wilayah parkir resmi di Kota Batam, tercantum dalam surat keputusan (SK) Walikota Kota Batam, memiliki ratusan titik parkir resmi yang beroperasi.

"Kalau di Barelang baik di jembatan maupun dendang melayu itu memang betul-betul tidak ada titiknya. Karena titik parkir itu di SK kan Walikota loh. Di Batam sendiri kita ada 567 titik parkir, yang beroperasi aktif baru 422 titik. Kalau yang diBarelang itu tak termasuk dan itu memang pungli," paparnya.

Rustam mengimbau, kepada masyarakat yang menerima dan mendapatkan karcis parkir ilegal dapat melaporkan kepada aparat berwenang dalam hal ini kepolisian.

"Apabila masyarakat yang menerima dan mendapatkan parkir liar itu dapat melaporkan kepada aparat yang berwenang atauSaber Pungli," tutupnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Wali Kota Batam Rudi mengimbau semua pihak agar menjaga kondisi Batam tetap kondusif. Hal ini disampaikannya, saat rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam menyikapi insiden pembakaran bendera memuat kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.

"Kita harus jaga situasi kondusif di Batam karena Batam ini milik kita," kata Rudi, Rabu (24/10/2018).

Ia mengingatkan pada organisasi masyarakat (ormas) yang ada, agar memberikan penjelasan jernih dan mendinginkan anggotanya terkait insiden itu.

Jangan sampai kejadian di Garut merembet sampai ke Batam dan mempengaruhi kehidupan masyarakat dan ekonomi di Batam.

"Batam kondusif, Batam aman. Kita harus jaga itu, kita harus kompak," ujarnya.

 

Rudi mengingatkan, jika terjadi perseteruan di masyarakat, agar pihaknya segera diinformasikan. Imbauan ini juga ditujukannya untuk para camat yang hadir dalam rapat tersebut.

"Kami minta camat perintahkan ke Lurah sampai bawah, monitor 24 jam. Apapun kejadian yang terjadi, wajib tahu. Jangan tidur, jangan diam," kata Rudi.

Persoalan yang terjadi itupun, diminta agar segera dilaporkan ke pimpinan. Tujuannya agar bisa cepat ditangani, dan cepat diselesaikan. Tak menjadi permasalahan yang berlarut-larut.

Di tempat yang sama Kapolres Barelang, Kombes Pol Hengki memastikan situasi Batam saat ini tetap kondusif, pasca insiden pembakaran bendera di Garut.

Hengki juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Ia mewanti-wanti agar kejadian di daerah itu tidak terjadi di Batam.

"Percayakan pada kepolisian. Yang melakukan ini adalah oknum, dan mereka sudah diproses hukum. Kita serahkan hal ini pada aparat di sana. Tugas kita sekarang, jaga kondisi Batam," kata Hengki.

Para pihak yang hadir di rapat tersebut sepakat, untuk memberikan penjelasan dingin kepada anggotanya dan tidak menginginkan insiden yang terjadi di Garut terjadi di Batam.

sumber : hmstimes.com

Rama Shinta, Batam - Moses Bradley Mulia Djati, peserta pencari bakat The Voice Kids Indonesia Season 3, yang mewakili warga Batam diajang bergengsi olah vokal bersama anak-anak dari seluruh penjuru Nusantara di Jakarta, telah berupaya semaksimal mungkin, namun keberuntungan belum berpihak kepadanya karena langkahnya terhenti di babak Semi Final 12 besar The Voice Kids Indonesia Season 3.

Langkah Moses menuju Grand Final dan Final terhenti dikarenakan kalah voting di sistem voting SMS dan Google Vote, yang diberlakukan oleh penyelenggara acara.

Namun, biarpun Moses tidak lanjut ke babak berikutnya, anak dari pasangan Daniel Mulia Djati & Susyana Kartanegara ini boleh berbangga karena mendapat kehormatan di ajang bergengsi tersebut, yaitu diundang kembali di acara Grand Final The Voice Kids Indonesia Season 3, dan menerima penghargaan “The Most Outstanding Digital Performance” dengan Predikat “The Highest Viewer Video”.

Selain menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, kota Batam dan Kepri, Moses yang  bergenre Rock juga salah satu peserta The Voice Kids Indonesia Season 3, di babak Blind Audition The Voice Kids Indonesia Season 3 dirangkum oleh The Voice Global (The Voice Dunia) menjadi video Outstanding Rock Audition, yang mewakili negara Indonesia bersama negara-negara lain di dunia.

Satu hari berselang tepatnya tanggal 5 Oktober 2018, setelah  menerima penghargaan “The Most Outstanding Digital Performance” dengan Predikat “The Highest Viewer Video”,  Moses kembali berbangga hati, karena terpilih untuk bergabung dengan Talent Management MNC Group, yaitu STAR MEDIA NUSANTARA bersama-sama dengan peserta 3 besar.

 

Hal ini membuktikan bahwa walaupun Moses tidak menjadi Grand Finalis, akan tetapi Moses dipandang mempunyai keunggulan dan potensi lebih dari Para Grand Finalis lainnya.

Moses berharap setelah bergabung di management MNC group, Moses bisa berkarya lebih lagi dan mengharumkan bangsa Indonesia, katanya kepada HMSTimes.com.

Susyana Kartanegara ibunda Moses kepada HMSTimes.com, mengatakan bahwa, sangat bangga dan bahagia   terhadap prestasi Moses.

” Saya sangat bangga dan bahagia mempunyai anak multi talenta seperti Moses. Semua bisa dilakukan dan dikembangkan oleh dirinya sendiri. Saya berharap Moses tetap rendah hati dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya”. pesannya

Dan berharap Moses bisa menjadi berkat, contoh teladan dan menjadi kebanggaan anak Indonesia. I believe you can fly, Moses… semua bangga kepadamu. kata Susyana Kartanegara

Seperti diketahui bahwa Moses Bradley Mulia Djati (11 tahun) yang masih duduk di bangku kelas IV SD Kristen Tabqha, sepanjang mengikuti ajang The Voice Kids Indonesia Season 3, telah melantunkan beberapa lagu yang memukau para juri dan pemirsa yakni, sebagai berikut :

  • Blind Audition 5 Juli 2018: Welcome to The Jungle by Guns n Roses 
  • Battle Round 6 Sept 2018: I Miss You But I Hate You by Slank

  • Live Round 2 20 Sept 2018: Rock n Roll by Led Zeppelin

  • Semifinal 27 Sept 2018:  You Give Love A Bad Name by Bon Jovi.

Page 3 of 20

Tentang Kami