Live Streaming
Page 3 of 20

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Sebanyak 14 rumah warga rusak berat akibat hataman angin puting beliung, Minggu (4/11/21018).

Selain 14 rumah rusak berat, 8 rumah rusak sedang dan 4 rumah alami rusak ringan. Rumah warga yang rusak antara lain jatuh ke laut, atap terbang dan bangunan roboh rata dengan tanah.

 

 

"Dari data semenatar hingga Minggu malam ada 14 rumah yang rusah parah. Sisanga rusah sedang dan rusak ringan. Yang rusak parah itu diantaranya 4 rumah jatuh ke laut bersama warga saat puting beliung mengahantam. Kemudian atap terbang dibawa angin serta bangunan rumah roboh rata dengan tanah," katanya.

Izat menyebutkan rumah yang dihantam puting beliung rata-rata berada di pinggir pantai dan pinggir pelantar dekat laut.

"Umumnya rumah yang berada di pesisir atau dekat pelantar di laut yang dihantam puting beliung," katanya.

Baca: BREAKING NEWS. 26 Rumah di Pulau Pecong Dihantam Puting Beliung

"Dari data semenatar hingga Minggu malam ada 14 rumah yang rusah parah. Sisanga rusah sedang dan rusak ringan. Yang rusak parah itu diantaranya 4 rumah jatuh ke laut bersama warga saat puting beliung mengahantam. Kemudian atap terbang dibawa angin serta bangunan rumah roboh rata dengan tanah," katanya.

 

Izat menyebutkan rumah yang dihantam puting beliung rata-rata berada di pinggir pantai dan pinggir pelantar dekat laut.

 

"Umumnya rumah yang berada di pesisir atau dekat pelantar di laut yang dihantam puting beliung," katanya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta -Perihal perda inisiasi yang diajukan Dinas Kesehatan (Dinkes), DPRD Kota Batam segera membuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan HIV/AIDS dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam Sukaryo.

"Tujuan kita untuk mencegah dan memberikan sanksi bagi pelaku yang menyebar virus tersebut, salah satunya adalah komunitas LGBT," ujarnya Kamis (1/11/2018).

Menurut dia, perda ini memang wajib sebagai bentuk kehadiran Pemerintah Kota (Pemko) Batam di tengah persoalan yang ada di masyarakat.

 

Pemko Batam memang harus hadir untuk mensosialisasikan bahaya penyakit tersebut dan menggandeng semua pihak.

"Mulai yang terkecil seperti keluarga, RT, RW, lurah hingga instansi yang ada di pemerintahan," kata Sukaryo.

Ia menambahkan maraknya persoalan LGBT ini sudah tergolong sangat berbahaya. Menurutnya sebuah gumpalan salju menggelinding semakin banyak.

"Yang kita tahu karena mereka melapor dan dirawat. Lalu bagaimana yang tidak melapor. Jangan-jangan generasi kita sudah banyak yang kena HIV/AIDS," sesalnya.

Berdasarkan data ada sekitar 10 ribuan penderita HIV/AIDS di Kota Batam. Termasuk pula di antara mereka yang tergolong LGBT.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Marine Police Singapura mengejarboat nelayan yang melewati perbatasan Indonesia dengan Singapura tepatnya di depan Pulau Sekijang atau yang dikenal dengan Pulau Dua, Rabu (31/10/2018).

"Berdasarkan keterangan korban (Dian Marzuki bin Muhammad) pada saat mancing bersama nelayan lain di depan Pulau Sekijang (Pulau Dua) yang sudah masuk perairan Singapura. Korban melihat Kapal Marine Police Singapuramelakukan pengejaran kepada nelayan yang sedang mancing," kata Kapolsek Belakangpadang AKP Ulil Rahim, Rabu (31/10/2018).

AKP Ulil Rahim mengetakan pada saat kapal Marine Police Singapura mengejar, para nelayan lari menuju perairan internasional (OPL). Setelah masuk perairan internasioanal, boat korban berhenti karena merasa sudah aman. 

"Pada saat boat korban berhenti kapal Marine Singapura menabrak bagian samping kiri kapal korban kemudian kapal korban tenggelam. Akan tetapi korban masih bisa manyelamatkan diri dan kemudian korban ditolong oleh nelayan," ujarnya.

Berdasarkan kejadian tersebut korban mengalami patah kaki kiri dan luka robek dibagian pinggang belakang. Kerugian material di perkirakan lebih kurang Rp 45 juta.

Ditabraknya boat nelayan Pulau Lengkang oleh Marine Police Singapura, langsung dilaporkan ke kedutaan besar Republik Indonesia (Kedubes RI) yang berada di Singapura oleh Forum Kelompok Usaha Bersama (F-KUB ) Mina Batam Madani, Rabu (31/10/2018).

Ketua F-KUB Mina Batam Madani, Muhammad bin Boyan mengatakan sudah melaporkan langsung ke Kedubas RI yang berada di Singapura terkait boat nelayan yang ditabrak olehMarine Police Singapura.

"Kita tadi langsung hubungi Kedubes RI di Singapura dan melaporkan kejadian itu. Kita tidak terima atas tindakan yang dilakukan oleh Marine Police Singapura itu. Nelayan kita kan mancing bukan melakukan tindak kejahatan, seharusnya diusir atau ditegur bukan ditabrak sampai boat nelayan pecah terbelah," katanya.

Dia mengaku akan mendatangi kantor Konsulat Singapura yang berada di Mall Pelayanan Publik di Batam Center. Kedatanggannya bersama nelayan untuk melakukan protes dan keberatan yang dilakukan Marine Police Singapura.

"Besok kita akan datangi Konsulat Singapura yang ada di Batam. Kita keberatan dengan tindakan yang dilakukan Marine Police Singapura yang menabrak nelayan kita saat macing," katanya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Dalam mematuhi Peraturan Daerah (Perda) terkait bebas parkir di badan jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam berhasil menderek tiga unit mobil dan dua unit sepeda motor yang parkir di ruas jalan Engku Puteri Batam Center. Tepatnya di depan kantor Pemerintah Kota Batam dan Kantor DPRD Kota Batam.

"Jelaslah kita derek parkirnya di badan jalan. Ada tiga mobil dan dua motor. Memang razia rutin selalu kita lakukan setiap harinya," ujar Kepala Sesi Pengawasan dan Ketertiban DishubKota Batam, Ade Chandra, Selasa (30/10/2018).

Ironisnya lagi dari tiga mobil yang diderek, satu diantaranya merupakan milik pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dengan plat mobil BP 36 CX. Terlihat memang mobil tersebut berada di depan Gedung DPRD kota Batam.

 

"Aturan tetap berlaku semua. Tak ada pandang bulu. Siapapu jabatannya bahkan kalah pihak kita sendiri melanggar aturan tetap kita derek," tuturnya.

Diakuinya kendaraan tersebut dibawa ke kantor Dishub Batamuntuk diberikan sanksi administrasi. Sebelum diderek, pihakDishub menghimbau pemilik kendaraan dengan menggunakan pengeras suara.

Kurang lebih ada sebanyak lima kali himbauan. Jika tidak digubrus akhirnya Dishub membawa mobil tersebut menggunakan mobil derek.

"Kita sudah ingatkan pakai pengeras suara ini, kalau beberapa menit gak pindah juga, maka kita derek," tegasnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Kepala Kominfo Kota Batam, Salim mengakui penambahan CCTV yang rencananya dianggarkan pada 2019 dibatalkan. Hal ini efek dari defisit anggaran di Pemerintahan Kota Batam.

"Rencananya penambahan fasilitas CCTV sebanyak 20 titik baru akan dilaksanakan di tahun 2019 setelah diusulkan di e-musrenbang," kata Salim, Minggu (28/10/2018).

Diakuinya penambahan salah satu alat keamanan ini sangat penting untuk menambah minimnya CCTV di Kota Batam. Namun dampak dari defisit ini memang sejumlah kegiatan menjadi tertunda.

Anggaran yang diusulkan Kominfo Batam sebesar Rp 6 miliar. Ada lima kegiatan di dinas tersebut, salah satunya mengenai biaya perawatan, sewa link, tagihan listrik serta gaji operator CCTV.

"Anggaran hanya segitu. Palingan hanya cukup untuk biaya perawatan dan sewa link,"tuturnya.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho sangat kecewa tidak adanya penambahan kameraCCTV untuk tahun 2019 mendatang. Di tengah kondisi Kota Batam yang memang benar-benar belum terjamin keamanannya.

"Kita lihat saja sendiri, kriminalitas semakin tahun semakin bertambah. CCTV kita saja minim," sesal Tumbur.

Saat ini, kata Tumbur, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memiliki link sendiri, tentu biaya yang dikeluarkan setiap tahun bisa lebih murah. Hal ini karena anggaran yang sebelumnya membiayai sewa link bisa dialihkan kepada kegiatan lain seperti penambahan CCTV.

"CCTV ini memang penting di dalam mendukung Kota Batam sebagai smart city. Kita sewa link dan perawatan Rp 1,6 miliar. Kenapa tak dianggarkan saja biaya link ini, sehingga ke depan tidak dibebankan lagi," kata Tumbur.

Tumbur menilai apabila Pemko Batam masih menyewa link akan terus menghambat pengadaan CCTV, rencana penambahan CCTv juga akan terus menjadi wacana, dan sulit direalisasikan.

"Di kota Batam ada 17 titik saja. Biayanya kisaran Rp 1,6 miliar. Bayangkan kalau kita punya 100 titik CCTv berapa biaya sewa yang harus disiapkan," ujarnya.

Demi menjaga efektivitas keuangan, Pemko sebaiknya meniapkan alatnya, baik link dan lainnya. Setelah itu baru fokus penambahan CCTV.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Pungutan retribusi parkir di kawasan wilayah jembatan Barelang dan sekitarnya merupakan kegiatan ilegal. Untuk itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mempersilahkan tim Saber Pungli untuk menindaknya.

"Kita tidak ada keluarkan ijin disana, wilayah itu memang tidak ada ijin, karcisnya juga buatan sendiri. Itu boleh tim saber pungli untuk masuk kesana," kata Rustam Effendi, Kepala Dishub Kota Batam, Kamis (25/10/2018)

Rustam mengatakan, karcis retribusi yang dikeluarkan Dishub Batam merupakan hasil koorporasi dengan Dispenda Batam. dan karcis itu memiliki tanda khusus.

"Karcis yang dikeluarkan Dishub itu di koorporasi dengan Dispenda. Kita ada lihat karcis dari parkir Barelang itu, saya dikirim foto sama Kepala UPT nya, jadi memang ilegal. Tanda bahwa karcis parkir resmi itu ada lubang-lubang kecil banyak dan ada stampel serta logo Dishub dan Dispenda," tegas Rustam.

 

Wilayah parkir resmi di Kota Batam, tercantum dalam surat keputusan (SK) Walikota Kota Batam, memiliki ratusan titik parkir resmi yang beroperasi.

"Kalau di Barelang baik di jembatan maupun dendang melayu itu memang betul-betul tidak ada titiknya. Karena titik parkir itu di SK kan Walikota loh. Di Batam sendiri kita ada 567 titik parkir, yang beroperasi aktif baru 422 titik. Kalau yang diBarelang itu tak termasuk dan itu memang pungli," paparnya.

Rustam mengimbau, kepada masyarakat yang menerima dan mendapatkan karcis parkir ilegal dapat melaporkan kepada aparat berwenang dalam hal ini kepolisian.

"Apabila masyarakat yang menerima dan mendapatkan parkir liar itu dapat melaporkan kepada aparat yang berwenang atauSaber Pungli," tutupnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Wali Kota Batam Rudi mengimbau semua pihak agar menjaga kondisi Batam tetap kondusif. Hal ini disampaikannya, saat rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam menyikapi insiden pembakaran bendera memuat kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.

"Kita harus jaga situasi kondusif di Batam karena Batam ini milik kita," kata Rudi, Rabu (24/10/2018).

Ia mengingatkan pada organisasi masyarakat (ormas) yang ada, agar memberikan penjelasan jernih dan mendinginkan anggotanya terkait insiden itu.

Jangan sampai kejadian di Garut merembet sampai ke Batam dan mempengaruhi kehidupan masyarakat dan ekonomi di Batam.

"Batam kondusif, Batam aman. Kita harus jaga itu, kita harus kompak," ujarnya.

 

Rudi mengingatkan, jika terjadi perseteruan di masyarakat, agar pihaknya segera diinformasikan. Imbauan ini juga ditujukannya untuk para camat yang hadir dalam rapat tersebut.

"Kami minta camat perintahkan ke Lurah sampai bawah, monitor 24 jam. Apapun kejadian yang terjadi, wajib tahu. Jangan tidur, jangan diam," kata Rudi.

Persoalan yang terjadi itupun, diminta agar segera dilaporkan ke pimpinan. Tujuannya agar bisa cepat ditangani, dan cepat diselesaikan. Tak menjadi permasalahan yang berlarut-larut.

Di tempat yang sama Kapolres Barelang, Kombes Pol Hengki memastikan situasi Batam saat ini tetap kondusif, pasca insiden pembakaran bendera di Garut.

Hengki juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Ia mewanti-wanti agar kejadian di daerah itu tidak terjadi di Batam.

"Percayakan pada kepolisian. Yang melakukan ini adalah oknum, dan mereka sudah diproses hukum. Kita serahkan hal ini pada aparat di sana. Tugas kita sekarang, jaga kondisi Batam," kata Hengki.

Para pihak yang hadir di rapat tersebut sepakat, untuk memberikan penjelasan dingin kepada anggotanya dan tidak menginginkan insiden yang terjadi di Garut terjadi di Batam.

sumber : hmstimes.com

Rama Shinta, Batam - Moses Bradley Mulia Djati, peserta pencari bakat The Voice Kids Indonesia Season 3, yang mewakili warga Batam diajang bergengsi olah vokal bersama anak-anak dari seluruh penjuru Nusantara di Jakarta, telah berupaya semaksimal mungkin, namun keberuntungan belum berpihak kepadanya karena langkahnya terhenti di babak Semi Final 12 besar The Voice Kids Indonesia Season 3.

Langkah Moses menuju Grand Final dan Final terhenti dikarenakan kalah voting di sistem voting SMS dan Google Vote, yang diberlakukan oleh penyelenggara acara.

Namun, biarpun Moses tidak lanjut ke babak berikutnya, anak dari pasangan Daniel Mulia Djati & Susyana Kartanegara ini boleh berbangga karena mendapat kehormatan di ajang bergengsi tersebut, yaitu diundang kembali di acara Grand Final The Voice Kids Indonesia Season 3, dan menerima penghargaan “The Most Outstanding Digital Performance” dengan Predikat “The Highest Viewer Video”.

Selain menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, kota Batam dan Kepri, Moses yang  bergenre Rock juga salah satu peserta The Voice Kids Indonesia Season 3, di babak Blind Audition The Voice Kids Indonesia Season 3 dirangkum oleh The Voice Global (The Voice Dunia) menjadi video Outstanding Rock Audition, yang mewakili negara Indonesia bersama negara-negara lain di dunia.

Satu hari berselang tepatnya tanggal 5 Oktober 2018, setelah  menerima penghargaan “The Most Outstanding Digital Performance” dengan Predikat “The Highest Viewer Video”,  Moses kembali berbangga hati, karena terpilih untuk bergabung dengan Talent Management MNC Group, yaitu STAR MEDIA NUSANTARA bersama-sama dengan peserta 3 besar.

 

Hal ini membuktikan bahwa walaupun Moses tidak menjadi Grand Finalis, akan tetapi Moses dipandang mempunyai keunggulan dan potensi lebih dari Para Grand Finalis lainnya.

Moses berharap setelah bergabung di management MNC group, Moses bisa berkarya lebih lagi dan mengharumkan bangsa Indonesia, katanya kepada HMSTimes.com.

Susyana Kartanegara ibunda Moses kepada HMSTimes.com, mengatakan bahwa, sangat bangga dan bahagia   terhadap prestasi Moses.

” Saya sangat bangga dan bahagia mempunyai anak multi talenta seperti Moses. Semua bisa dilakukan dan dikembangkan oleh dirinya sendiri. Saya berharap Moses tetap rendah hati dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya”. pesannya

Dan berharap Moses bisa menjadi berkat, contoh teladan dan menjadi kebanggaan anak Indonesia. I believe you can fly, Moses… semua bangga kepadamu. kata Susyana Kartanegara

Seperti diketahui bahwa Moses Bradley Mulia Djati (11 tahun) yang masih duduk di bangku kelas IV SD Kristen Tabqha, sepanjang mengikuti ajang The Voice Kids Indonesia Season 3, telah melantunkan beberapa lagu yang memukau para juri dan pemirsa yakni, sebagai berikut :

  • Blind Audition 5 Juli 2018: Welcome to The Jungle by Guns n Roses 
  • Battle Round 6 Sept 2018: I Miss You But I Hate You by Slank

  • Live Round 2 20 Sept 2018: Rock n Roll by Led Zeppelin

  • Semifinal 27 Sept 2018:  You Give Love A Bad Name by Bon Jovi.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Kebun Raya Batam yang terletak di kawasan Nongsa, tak lama lagi akan diresmikan. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan Kota Batam, Eryudhi Apriadi mengatakan, rencananya peresmiankebun raya ini akan disejalankan dengan Hari Jadi Batam ke-189 tahun, tepatnya 18 Desember mendatang.

"Rencananya seperti itu, dirangkaikan dengan Hari Jadi Batam," kata Eryudhi, Selasa (23/10/2018).

Melihat kondisi kebun raya saat ini, menurutnya dari segi sarana dan prasarana sudah cukup layak untuk diresmikan. Itu dikuatkan dengan kedatangan Deputi Ilmu Pengetahuan LIPI ke lokasi, belum lama ini.

"Infrastrukturnya lengkap. Sudah ada gerbang, gedung pengelola, rumah kompos, dan paranet untuk pembibitan," ujarnya.

 

Selain itu juga ada rumah kaca untuk anggrek, embung air, instalasi pengolahan air, jalan lingkar, dan jalan koleksi yang ditargetkan Oktober ini selesai. Paling menarik, kebun raya itu juga memiliki dua taman tematik. Yakni untuk taman warna-warni dan taman palem.

"Kita ada dua taman tematik," kata Eryudhi.

Sementara untuk keseluruhan tanaman yang ada saat ini, jumlah tanaman koleksinya sekitar 2500-3000 jenis. Selebihnya tanaman pengarah.

"Jumlah pohon sekarang ada sekitar 7.000 pohon. Per minggu itu pengunjung yang datang ke kebun raya bisa sampai 800 orang," ujarnya.

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Warga perumahan Suka Maju, Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung, menyesalkan bau air tidak sedap yang ditimbulkan oleh saluran drainase. Air ini terusan dari komplek SP Plaza yang melintas dari samping komplek mereka.

Warga menduga air yang mengalir dari saluran drainase tersebut diduga ada limbah dari yang dibuang oleh perusahaan ataupun pedagang dari SP Plaza. Pasalnya setiap pagi air di saluran drainase induk tersebut berbusa.

"Ini setiap pagi bau sekali airnya, kalau kita lihat di bawah jembatan yang ada di samping komplek perumahan Suka Maju airnya berbusa, dan itu hanya pagi hari, kalau siang biasanya tidak ada,"kata Ketua RT 04/RW 08 Dedi Tuwijoyo Manurung, Senin (22/10/2018).

 

Dia mengatakan bau tidak sedap yang ditimbulkan air yang ada di saluran drainase tersebut sangat berbeda pada pagi hari."Kalau siang dan sore hari biasanya tidak sebau kalau pagi hari, yang anehnya air tersebut berbusa,"kata Dedi.

Air yang mengalir di saluran drainase induk tersebut berasal dari beberapa perumahan di Putri Hijau, bukan hanya perumahan tetapi ada beberapa perusahaan dan juga hotel."Kita menduga saja, soalnya baunya sangat menyengat pada pagi hari dan kondisi air berbusa,"kata Dedi.

Sementara di tempat terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozi yang dikonfirmasi Tribun Batam mengatakan akan melakukan pengecekan terhadap temuan dan komplain warga tersebut."Nanti kita cek dulu, bila perlu kita bawa ke laboratorium,"kata Herman.

Dia juga mengatakan di komplek SP Plaza ada beberapa perusahaan aktif dan juga hotel."Jadi nanti dicek dulu,"kata Herman.

Page 3 of 20

Tentang Kami