Live Streaming
Page 3 of 17

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta  - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) menemukan praktik tindak kekerasan ala militer di sebuah SMK swasta di Batam, Kepulauan Riau.

Bahkan, sekolah tersebut juga memiliki sel tahanan untuk menghukum para muridnya.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, ini kali pertama KPAI menemukan kasus seperti ini.

 "KPAI dan KPPAD Kepulauan Riau (Kepri) menerima laporan mengejutkan terkait adanya siswa yang dimasukkan dalam sel tahanan di sebuah SMK swasta di Batam," kata Retno saat konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

"Dalih penahanan seorang anak diduga atas nama mendisiplinkan karena ada pelanggaran yang dilakukan siswa di sekolah tersebut," lanjut dia.

Kronologi kejadian berawal saat korban yang berinisal RS (17) dituduh mencuri uang saat melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Korban mengatakan tidak melakukan hal tersebut, tetapi dipaksa untuk mengakuinya. Hal itu membuatnya melarikan diri.

Akhirnya, dia kembali ke Kota Batam melalui Bandara Hang Nadim dan dijemput paksa oleh pelaku berinisial ED. Sang pelaku merupakan anggota kepolisian dan pemilik modal sekolah tersebut.

Saat penjemputan paksa tersebut, RS diborgol sehingga disaksikan publik, dan dipukul oleh pelaku ketika sudah berada dalam mobil.

Setelah itu, RS dijebloskan ke "penjara" di sekolah dan kembali menerima tindak kekerasan.

"Pada 8 September 2018 yang lalu, RS mendapatkan hukuman fisik, disuruh berjalan jongkok di pekarangan sekolah yang beraspal dalam kondisi tangan masih diborgol dan disaksikan teman-temannya yang lain," ujar Retno.

Kejadian tersebut disebarkan oleh oknum pelaku melalui media sosial dan aplikasi pesan instan kepada sanak keluarga korban.

Perundungan tersebut membuat RS mengalami trauma berat sehingga ia membutuhkan penanganan medis dan psikis.

Retno mengatakan, proses belajar di sekolah tersebut juga tidak maksimal karena lebih banyak menerapkan pelatihan ala militer.

"Menurut informasi yang diterima, proses belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya karena kurang porsi jam belajar dengan guru lainnya. Siswa tidak fokus belajar, tapi fokus latihan semimiliter," ujar Retno.

"Siswa-siswa diajarkan menembak dengan senapan angin. Selain itu juga mengemudikan mobil dalmas milik sekolah," lanjut dia.

Atas ditemukannya kasus ini, KPAI berencana menempuh jalur hukum agar kasus serupa tidak terulang.

sumber : tribunnews.com

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan kearifan lokal masyarakat di pulau-pulau Kepulauan Riau harus dikemas untuk kepariwisataan. Banyak yang bisa dijual, sehingga wisatawan akan mencatat kapan mereka harus hadir di Kepri untuk menikmatik kemeriahan tradisi lokal.

“Harus terus dibangun sinergitas dunia pariwisata yang menghubungkan kearifan lokal yang diperkuat masyarakat pulau. Banyak yang ingin tahu tradisi dan budaya kita,” kata Nurdin saat menghadiri Kenduri Laut Masyarakat Laut di Mongkol, Belakangpadang, Minggu (9/9/2018).

 

Kenduri Laut yang diselenggarakan ini begitu semarak. Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Reviato juga hadir pada acara tersebut.

 Hadir juga Wakapolda Brigjend Pol Yan Fitri Halimansyah, Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Ahmad, dan Anggota DPR RI Dwi Ria Latifah. Mereka dipasangkan tanjak oleh masyarakat setempat.

Nurdin berkesempatan melepaskan tembakan tanda dimulainya pacu sampan layar. Dengan beragam ragam warna layar siap berpacu menjadi yang tercepat.

"Kibar kan merah putih jadi kan daerah pesisir yang lebih baik dan sejahteraan lagi. Kedepan event ini harus menjadi tahunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin dimunculkannya kearifan lokal akan menjadi benteng untuk bertahan dari pengaruh budaya luar. Nurdin minta masyarakat juga memperkokoh tali silaturahmi, untuk pencapaian yang baik dengan dunia pariwisata maritim.

Pada kesempatan itu, Nurdin sempat menghadiri jemputan pernikahan anak dari tokoh masyarakat laut Mongkol. Setelah itu Gubernur bersama sama melaksanakan shalat Zhuhur berjemaah di Mesjid Nurul Haq Mongkol Kelurahan Pemping. Makan bersama di ujung pelabuhan bersama rombongan.

"100 lebih pulau sekitar cuma 46 pulau yang berpenghuni dengan keamanan yang kondusif dan berkesejahteraan", ucap Nurdin.

Setelah menikmati hidangan Gubernur bersama Kapolda, Wakapolda, Anggota DPR RI dan Wakil Walikota disuguhi tarian Dikir Barat yang ditampilkan anak-anak pulau. Nurdin, Irjen Andap, dan Dwi Ria Latifa tampak menikmati dikir barat dengan mengikuti gerakan-gerakan yang dilakukan para penarinya.

"Alhamdulillah terima kasih saudara semue, semoga berkah bagi kita semue,” kata Nurdin.

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Rambu-rambu dengan gambar dan pesan kreatif di tikungan tajam jalanan di Bintan ini membuat sejumlah pengendara yang melintas mengundang tawa.

Rambu peringatan pengguna jalan yang terpasang di jalan tikungan KM 25 Toapaya ke arah Kawal misalnya, pesannya bikin gelng-geleng kepala.

 

Awas tikungan tajam, setajam silet..! 
Boleh ngebut tapi punya nyawa cadangan..!
Di larang kecelakaan di sini rumah sakit jauh..!

 Anisa, seorang pemotor asal Kawal mengatakan, setiap kali melintas di tikungan KM 25 Toapaya, dia selalu senyum-senyum sendiri setiap kali matanya tertuju pada papan pengingat lalulintas di lokasi.

Iseng-iseng pada Kamis (6/9/2018) siang ia memutuskan berhenti dari motornya untuk memotret papan informasi lalulintas tersebut.

"Unik sekali, bikin gimana gitu, hehe," tuturnya.

Sebuah mobil melintas di tikungan KM 25 Toapaya, Bintan, Kamis (6/9/2018)
Sebuah mobil melintas di tikungan KM 25 Toapaya, Bintan, Kamis (6/9/2018) (tribunbatam/aminnudin)

Tapi ia aplaus sama ide kreatif personil Satlantas Polres Bintan yang kali ini memasang papan informasi lalulintas yang sedikit di luar kebiasaan. "Biasanya kan pemberitahuan begini bahasanya serius sekali, tapi ini... oalah, tapi aplauslah,"katanya.

Amatan Tribun, di tengah tulisan 'tikungan tajam setajam silet' rupanya juga terdapat bekas sayatan silet yang seperti menekankan pesan bahwa bahwa kata kata tikungan tersebut setajam silet bukanlah main-main tapi sangat serius.

Ya, bila menengok angka kejadian lalulintas, di tikungan Km 25 tersebut memang kerap terjadi insiden laka.

Pengguna jalan di lokasi kerap memplesetkannya sebagai tikungan maut karena lekukannya yang tajam. Karena itu selalu dihimbau agar oengendara baik roda dua maupun empat di lokasi selalu berhati hati.

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Waktu pemutihan tunggakan pajak kendaraan bermotor oleh Pemprov Kepri sudah berakhir.

Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengakui kebijakan pemutihan tersebut sangat membantu Pemprov Kepri dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Hasilnya sangat memuaskan. Pemutihan itu memberikan peningkatan PAD yang cukup signifikan," ungkap Isdianto kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (5/9/2018).

 

Menurut Isdianto, ada lagi strategi yang ditempuh Pemprov Kepri untuk meningkatkan PAD satelah pemutihan tersebut. Strategi itu adalah mengoptimalkan razia kendaraan bermotor secara rutin.

Razia kendaraan itu diketahui meningkatkan pemasukan PAD yang cukup signifikan. Sekali razia bisa diperoleh pemasukan sebesar puluhan juta rupiah.

"Kami pernah coba menggelar razia. Sekali razia bisa diperoleh pemasukan sebesar Rp 40 juta. Makanya ke depan, razia kendaraan bermotor akan semakin intens dilakukan," tegas Wakil Gubernur Kepri itu.

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Bintan Resort akan menjadi tuan rumah bagi perlombaan International Bintan Marathon pada 9 September 2018 dengan tagline'Run and Discover'.

Event ini merupakan kolaborasi antara dua negara--Indonesia (PT. Bintan Resorts Cakrawala, PT. Medianusa Permana) dan Singapura (Orange Room Pte Ltd).

Event tersebut menawarkan berbagai kategori diantaranya; 10Km (Charity Run), 21Km (Half Marathon) dan 42Km (Full Marathon), acara ini diharapkan dapat menampung lebih dari 2.000 pelari.

 Untuk kategori 10 Km (Charity Run) diperuntukan bagi individu dan organisasi yang ingin mengikuti kegiatan dengan tujuan penggalangan dana.

Hasil dari penggalangan dana akan disesuaikan untuk membantu badan amal lokal dan layak di  Pulau Bintan.

Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Bintan Resort menyelenggarakan event maraton berskala internasional, yang sebelumnya sukses mengadakan event-event olahraga lainnya, seperti; Tour de Bintan, Bintan Triathlon, dan yang baru saja berlangsung pada tanggal 19 Agustus 2018 lalu, Ironman 70.3 Bintan.

Acara yang didukung oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) akan berpusat di Lagoi Bay--tempat wisata yang populer di Bintan Resorts.

Kawasan tersebut berada diarea  seluas 1.300 hectar yang merupakan “Heart of Bintan” Bintan Resorts. Ada banyak pilihan tempat menarik untuk melakukan kegiatan menyenangkan seperti; berbelanja di Plaza Lagoi, olahraga air di Pantai Lagoi Bay, pijat dan spa, serta banyaknya pilihan restoran sesuai dengan selera.

Selain itu, Anda bisa mengunjungi Rumah Imaji, dengan konsep “A Window into Bintan”  yang merupakan atraksi mengenai budaya Melayu terutama pulau Bintan dalam bentuk gambar dan lukisan tiga dimensi serta menikmati berada di rumah adat khas Melayu dengan sensasi terbalik (upside down), terdapat lebih dari 50 spot foto terbaik di area ini.

Setelah puas berada di  Rumah Imaji, pengunjung dapat beristirahat dan menikmati kuliner khas yang berada di pintu keluar Rumah Imaji. Adalah “FoodStarGram”, merupakan tempat makan dan bersantai yang Instagramable.

Sesuai dengan konsep Rumah Imaji yang tepat untuk berswafoto, FoodStarGram di desain khusus untuk memenuhi karakter Millenial yang senang berswafoto dan kuliner.

Suasana ceria dengan tempat duduk yang berwarna-warni dengan bentuk rumah dan sangkar burung. Terdapat 12 stall makanan yang menyajikan menu bervariasi dari lokal hingga internasional dengan harga yang sangat terjangkau.

Bagi pasanganyang datang kesini jangan lewatkan untuk mengunjungi spot romantis yang ada di pinggir Pantai Lagi Bay, yaitu “Love Lock”. Anda bisa menggantungkan gembok cinta yang romantis.

Sambil menunggu malam tiba, terdapat Lagoi Bay Lantern Park.

Di sini, pengunjung dapat melihat berbagai macam spesies laut dan juga jenis-jenis hewan darat yang hampir punah seperti badak bercula satu, komodo, gajah sumatra, harimau sumatra, dan orangutan.

Dengan konsep warna-warni dan berlampu di malam harinya, tempat ini sangat tepat untuk dijadikan tempat wisata edukasi dan berfoto ria.

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Setiap tahunnya ada puluhan anak di Batam yang terjerat hukum pidana, dan harus menjalani hukuman di dalam penjara. Namun sampai saat ini kota Batam belum memiliki tempat yang layak untuk anak dalam menjalani masa tahanan.

Seharusnya Kota Batam, memiliki Lembaga Penempatan Kesejahteraan Sosial (LPKS), tempat anak dalam menjalani hukuman yang terlibat dalam kasus Pidana.

Demikian disampaikan Agus Kasubsi Bimbingan klien Anak, klas II Balai Pemasyarakat (Bapas) klas II Tanjungpinang, yang sudah banyak mendapingi permasalahan anak.

 Agus menjelaskan dalam menangani kasus anak banyak hal yang harus diperhatikan terlebih masa depan anak.

"Dalam kasus hukum anak ini, yang pertama dilaksanakan adalah mediasi antara kedua belah pihak baik pelaku dan korban," kata Agus.

Jika mediasi tidak bisa dilaksanakan maka kasus akan dilanjutkan dan seorang anak harus berhadapan dengan hukum, namun yang perlu diketahui bahwa anak yang bisa di tahan adalah anak yang sudah berusia 14 tahun ke atas.

"Kalau anak yang masih berusia 0 sampai dengan 13 tahun belum bisa dipenjara, yang jadi pertanyaan kemana nantinya anak ini dibawa, sementara kita tidak punya LPKS," kata Agus.

 

Dia juga mengatakan saat ini Kota Batam memiliki Rumah Perwakilan Sosial Anak (RPSA) di Batu Besar Nongsa, namun pengelolaanya diserahkan kepada pihak ke tiga.

"Ini yang seharusnya menjadi tugas pemerintah, karena semakin maju suatu daerah makan permasalahan anak-akan semakin sering terjadi," kata Agus.

Agus mengatakan sebagai kota yang maju pemerintah harus memikirkan fasilitas untuk menunjang membina anak yang bermasalah dalam hukum.

"Saat ini memang sudah ada lapas anak, namun itu untuk anak yang berusia 14 tahun ke atas, bagaimana dengan anak yang belum berumur 14 tahun, contoh anak yang ditelantarkan, anak yang ditinggal orangtuanya atau kasus lainnya," kata Agus.

Sejauh ini kata Agus anak yang bermasalah secara hukum dan anak yang mengalami masalah keluarga masih diserahkan kepada pihak ketiga.

"Jadi ini yang harus diperhatikan," kata Agus

sumber : tribunnews.com

Pemko Batam melakukan perubahan target pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2018.

Hal ini terlihat pada rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD perubahan 2018.

Penerimaan daerah yang semula ditargetkan sebesar Rp 2,6 triliun, berubah menjadi Rp 2,5 triliun. Perubahan anggaran terjadi pada beberapa komponen anggaran. Seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD). Semula targetnya Rp 1,25 triliun, berubah menjadi Rp 1,23 triliun.

 

"Dana perimbangan dari Rp 934,6 miliar menjadi Rp 926,4 miliar. Lain-lain pendapatan yang sah dari Rp 348,2 miliar berubah menjadi Rp 309,6 miliar," kata Wali Kota Batam, Rudi, Senin (3/9/2018) saat rapat paripurna di DPRD Kota Batam.

Perubahan juga terjadi untuk anggaran pembiayaan dari Rp 88,2 miliar menjadi Rp 65,8 miliar. Perubahan anggaran ini, lanjutnya dilaksanakan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Permendagri No.13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

"Di aturan itu disebutkan, pelaksanaan perubahan APBD disebabkan adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi yang telah ditetapkan sebelumnya," ujarnya.

Yakni terjadi pelampauan atau tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan penggunaan pembiayaan ditetapkan dalam KUA. Hal ini berakibat harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja.

"Perubahan asumsi ini berpengaruh dalam struktur perubahan APBD Kota Batam. Kita ajukan perubahan karena ada rasionalisasi. Nanti DPRD lah yang akan membahasnya," kata Rudi.

Sementara itu untuk rancangan KUA-PPAS APBD Kota Batam 2019, Pemko Batam memproyeksikan target pendapatan sebesar Rp 2,65 triliun. Masing-masing untuk PAD sebesar Rp 1,3 triliun,

dana perimbangan Rp 963,01 miliar, lain-lain pendapatan yang sah Rp 302,8 miliar. Sedangkan untuk penerimaan daerah dari sisi pembiayaan diperkirakan mencapai Rp 70 miliar.

"Target Rp 2,6 triliun ini bisa berubah. Kita masih menunggu rancangan perkiraan penerimaan dari dana transfer daerah lewat dana alokasi khusus," ujarnya.

Rudi mengatakan, kegiatan pada 2019 tetap difokuskan pada peningkatan infrastruktur dan utilitas, pengendalian banjir, dan kebersihan di kawasan perkotaan dan hinterland.

Termasuk juga peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan kualitas mutu serta pelayanan pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. Peningkatan sarana dan prasarana transportasi. Peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Peningkatan pengembangan kepariwisataan, fasilitas investasi dan promosi dalam rangka meningkatkan perekonomian dan daya saing Batam," kata Rudi.

Kegiatan pada 2019, lanjutnya juga mencakup pembinaan, pengendalian dan penertiban kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukan fasos,fasum dan ROW.

Peningkatan kapasitas tata kelola pemerintah dan optimalisasi teknologi informasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

sumber : tribunnews.com

Pemerintah Kota (Pemko) Batam sedang membangun pasar tradisonal atau pasar pemerintah yang berskala nasional. Pasar ini dibangun memiliki unsur pasar yang sehat, aman, sadar dan tertib ukur.

Nantinya pasar ini juga sama seperti pasar pemerintah lainnya, sebagai stabilitas harga. Pasar tersebut dinamakan Pasar Makmur Serumpun. Terletak di Fasilitas Umum (Fasum) Perumahan Buana Garden Kelurahan Tanjung Piayu Kecamatan Sei Beduk.

Menariknya lagi, Konsep bangunannya dijadikan 2 lantai. Rencananya dilantai 1 untuk pedagang dan lantai 2 dipergunakan khusus untuk pengelolanya saja.

 "Sebelumnya fasos ini dari pihak developer diserahkan kepada pemerintah. Bangunannya lebih kompleks dan lengkap," ujar Kabid Pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnain kepada Tribun, Jumat (31/8/2018).

 

Diakuinya Pasar Makmur Serumpun ini sedang dalam tahap pembangunan. Dibangun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak Rp 5,6 miliar. Pasar ini termasuk golongan pasar tipe C. Dimana hanya mampu 200 pedagang saja.

"Alhamdulliah kalau selesai tahun ini, tahun depan sudah dapat retribusi pasar. Harapannya selesai 2018 ini, agar di 2019 kita bisa menikmati retribusi pasarnya," katanya.

sumber : tribunnews.com

Satu lagi bertambah tempat wisata yang instagramable di Batam. Bukan hanya spot-spot fotonya tetapi juga view yang menyejukkan mata.

Tempat wisata terbaru saat ini adalah Kaki Langit Singapura yang baru berusia sekitar lima bulan.

Kaki Langit Singapura berada tidak jauh dari kawasan Cipta Land, Tiban, Batam. Dan untuk sampai kesana juga tidak sulit, Anda bisa menggunakan motor atau mobil.

 Anda bisa lewat ke jalan Tiban 1, Batam dan tinggal lurus saja hingga menemukan Cipta Land. Dari Cipta Land, ke kiri lalu ke kanan arah pasar Cipta Land. Tidak jauh dari pasar Cipta Land akan ditemukan sebuah lahan kosong lalu Anda akan menemukan sebuah pos yang tertulisakan Kaki Langit Singapura.

Sekilas tempat ini terlihat biasa dengan jalan yang belum terlalu mulus. Dengan membayar sekitar Rp 5 ribu dewasa dan gratis untuk anak anak, Anda sudah bisa masuk ke wisata Kaki Langit Singapura.

Untuk sampai ke atas, Anda akan melewati anak anak tangga yang sederhana. Dan ada plang nama Kaki Langit Singapura, sedikit lelah memang untuk naik ke atas.

Kaki Singapura
Kaki Singapura (TRIBUNBATAM)

Tetapi kelelahan Anda akan terbalas saat melihat pemadangan laut, dan Singapura yang begitu dekatnya.

Saat di atas memang tidak terlalu luas. Tetapi Anda akan dipuaskan dengan pemadangan Singapura dan hamparan laut yang luas.

Disarankan saat ke Kaki Langit Singapura sore hari, karena akan terasa angin sejuk dan Anda bisa melihat sunset yang begitu indahnya.

Ada sebuah spot yang disediakan dengan view Singapura. Spot foto berbentuk kapal dengan menghadap Singapura. Diujung spot fotonya juga terpasang bendera merah putih berukuran kecil.

Kaki Singapura
Kaki Singapura (TRIBUNBATAM)

Tidak hanya itu, akan ada beberapa spot foto lainnya. Dari tulisan "Kalau ada nyari gw, bilang aja gw udah di jalan yang benar", foto booth dengan bingkai layaknya instagram dan ada sebuah kereta api yang akan digunakan untuk spot foto juga.

Kaki Singapura
Kaki Singapura (TRIBUNBATAM)

Selain itu disana juga ada beberapa tempat duduk bersantai berbentuk kayu tidak hanya mejanya tetapi juga kursi pun juga terbuat dari kayu.

Dan ada dua tempat duduk yang disediakan. Tidak jauh dari tempat spot foto juha ada pondok pondok yang juga terbuat dari kayu.

Kaki Langit Singapura buka dari pukul 14.00 - 18.00 WIB. Dan masih dalam tahap perkembangan dan penambahan penambahan lainnya.

 

Flying Fox dan Seluncuran

Selain bisa melihat Singapura serta sunsetnya, akan ada beberapa objek lain yang masih progres.

David, sebagai pengawas Kaki Langit Singapura mengatakan ke depan flying fox akan terbentuk, dari atas hingga ke bawah.

Lalu akan ada istana balon, dan seluncuran dengan panjangnya 70 meter. David juga mengatakan, akan ada kolam renang anak anak dan dewasa. Dan luas objek wisata

"Jadi seluncuran di bawahnya ada kolamnya. Dan target tahun ini bisa selesai semua. Kalau parkir nanti bisa bawak motor atau mobil ke atas," ungkapnya.

Saat sore hingga malam hari, tidak.jauh dari kaki langit ada beberapa penjual yang menjual berbagai makanan ringan hingga makanan berat. Dari bakso bakar, bakso berkuah, hingga dawet.

sumber : tribunnews.com

Masih dalam memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 73. Kali ini kecamatan Bengkong bersama masyarakat akan menggelar pesta rakyat, bertemakan "Dengan Dasar Swadaya, Dengan Kegotongroyongan". Kegiatan ini pun akan berlangsung, pada Minggu (9/9/2018).

Camat Bengkong, M Tahir menyebutkan, rangkain perlombaan juga sudah dilaksanakan pada awal bulan September 2018.

"Tanggal satu kemarin kita sudah mulai dulu kegiatan lomba cerdas cermat antar RT dan RW dengan lomba Gapura," katanya, Minggu (2/9/2018).

 Ia menyampaikan, nantinya acara ini akan dibuka oleh Walikota Batam, M Rudi, dengan berbagai macam puluhan hadiah menarik yang sudah menanti.

"Hadiah utama kita adalah satu unit Sepeda Motor. Dan banyak hadiah yang istimewa lainnya sudah dipersiapkan panitia," ujarnya.

 

Kegiatan ini pun juga akan disemarakan jalan santai. Namun kali ini, jalan santai di kemas dengan perlombaan memilih sampah dan mengumpulkan sampah terbanyak.

"Kalau biasanya jalan santai hanya jalan saja. Ini kita buat berbeda, dengan perlombaan mengumpulkan sampah terbanyak, dan memilah mana sampah organik, dan mana yang on organik," sebutnya

Lomba tersebut, sambung Tahir akan dinilai sebagai dewan juri adalah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

"Untuk lomba ini, yang menjadi juara disaipak 10 hadiah istimewa, yang akan dipilih nantinya. Juara pertama akan berbicara di atas panggung menerangkan memilah sampah seperti apa," katanya.

Page 3 of 17

Tentang Kami