Live Streaming
Page 2 of 27

Kabupaten Bintan, 30 Januari 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berada di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menko meninjau perkembangan pembangunan industri, waduk, dan dermaga di sana, serta kantor operasional KEK tersebut.

KEK Galang Batang mengembangkan industri yang sejalan dengan program pemerintah melalui pengolahan bijih bauksit menjadi alumina. Sehingga dengan munculnya industri ini diharapkan dapat memberi nilai tambah untuk perekonomian nasional, dan secara bertahap dapat memenuhi kebutuhan nasional akan alumina hingga produk turunannya.

Pasalnya, Presiden RI Joko Widodo beberapa kali menyampaikan keseriusannya untuk melarang ekspor bahan mentah mineral dan batu bara (minerba). Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 11 Tahun 2019, ekspor bijih nikel sudah dilarang sejak 1 Januari 2020, dan ini direncanakan diimplementasikan secara bertahap kepada komoditas lain juga, seperti bauksit, timah, dan batu bara.

Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa produksi bauksit nasional saat ini mencapai 40 juta ton per tahun. Jika bijih bauksit itu diolah di dalam negeri menjadi alumina, maka nilai tambah yang akan dihasilkan mencapai 5 kali lipat dibanding jika bauksit tersebut diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Untuk KEK Galang Batang sendiri, telah menunjukan progres pembangunan signifikan setelah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 Tahun 2017, dan mulai beroperasi sejak Desember 2018. KEK yang memiliki Iuas lahan sebesar 2.333,6 hektare ini dikelola oleh PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), dan diperkirakan dapat menyerap sekitar 23.200 tenaga kerja pada 2020. Kegiatan utama yang akan dikembangkan di sini adalah industri pengolahan bauksit dan logistik.

Saat ini sedang dilakukan konstruksi pembangunan fasilitas refinery alumina dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun. Kemudian, pada akhir 2020 ditargetkan akan terealisasi secara bertahap sebesar 1 juta ton per tahun dengan progres pembangunan yang sudah mencapai kira-kira 62,5%. Total nilai investasi pembangunan refinery alumina tersebut mencapai Rp9 triliun.

Selanjutnya pada tahap II (2022-2027), secara bertahap akan dibangun smelter aluminium yang akan menghasilkan 1 juta ton per tahun dan power plant 18 x 150 MW. Pembangunan ini ditargetkan akan dimulai pada 2022, setelah refinery beroperasi dengan kapasitas penuh.

Apabila KEK Galang Batang beroperasi penuh, maka industri yang ada akan mengolah bijih bauksit menjadi bubuk alumina, untuk kemudian diproses menjadi aluminium ingot. Target akhir pembangunan KEK Galang Batang adalah kapasitas produksi alumina (2 juta ton per tahun), aluminium ingot (1 juta ton per tahun), tenaga listrik (2.850 MW), dan fasilitas pendukung lainnya. Total investasinya mencapai Rp36 triliun hingga 2027.

Produksi alumina 2 juta ton per tahun akan berkontribusi sebesar Rp7,5 triliun pada produksi nasional di 2021. Produksi alumina 2 juta ton per tahun ditambah aluminium ingot 1 juta ton per tahun akan memberikan kontribusi sekitar Rp14 triliun pada produksi nasional di 2027. Selain itu, impor alumina juga dapat ditekan.

Dalam mempersiapkan proses produksi dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal, PT BAI mengirim pekerja-pekerja muda Indonesia untuk mendapatkan pelatihan proses bisnis di Nanshan University, Shandong, Tiongkok.

Program pelatihan tersebut diselenggarakan selama 1 (satu) tahun yang diikuti oleh 60 tenaga kerja PT BAI dengan latar belakang pendidikan teknik elektro, mekatronika, kimia, dan instrumentasi. Mereka adalah lulusan beberapa universitas ternama di Indonesia, dengan 15% di antaranya merupakan masyarakat lokal Kepulauan Riau.

Pelatihan itu akan dilakukan secara kontinyu dengan tujuan menghasilkan pekerja andal di bidang industry. Para pekerja tersebut nantinya akan mengabdi di KEK Galang Batang, dan akan mampu menjadi “knowledge and skill agent” yang dapat membagi ilmunya kepada tenaga kerja lokal lainnya.

Turut hadir mendampingi Menko Perekonomian dalam kunjungan ini adalah Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Bambang Adi Winarso, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Politik, Hukum dan Keamanan Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Staf Khusus Kemenko Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, dan Asisten II Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Kepri Syamsul Bahrum. (nck)

Menjelang berakhirnya perjanjian konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam pada November 2020 mendatang, BP Batam memutuskan untuk tidak memperpanjang konsesi Pengelolaan Air di Batam tersebut. Demikian diungkapkan oleh Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan.

Binsar mengatakan keputusan untuk tidak memperpanjang konsesi pengelolaan air tersebut telah disampaikan melalui surat BP Batam kepada PT ATB pada 26 September 2019 lalu perihal pemberitahuan tidak memperpanjang perjanjian konsesi yang ditandatangani oleh Kepala BP Batam sebelumnya, Edy Putra Irawady.

“Melalui surat tersebut BP Batam telah mengambil sikap dan memutuskan akan mengambil alih pekerjaan pengelolaan air bersih di Batam dan tidak akan memperpanjang perjanjian konsesi,” kata Binsar di Batam Centre (30/1/2020).

Menurutnya, keputusan BP Batam itu telah sesuai dengan isi perjanjian konsesi dan peraturan perundangan yang berlaku, yakni amanah UUD 1945 dan UU Sumber Daya Air No. 17 Tahun 2019, UU No. 36 Tahun 2000 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Menjadi Undang-Undang, Peraturan Pemerintah 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum, dan Peraturan Menteri PUPR No. 25 Tahun 2016 Tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum untuk memenuhi kebutuhan sendiri oleh Badan Usaha.

“Dalam hal ini, Negara perlu berperan aktif dalam pengendalian sumber daya air yang semakin terbatas di Batam,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam perjanjian konsesi itu PT ATB masih memiliki kewajiban selama enam bulan setelah tanggal pengambilalihan untuk melakukan perbaikan atas kerusakan yang apabila ditemukan pada inspeksi dan inventarisasi bersama. Hal ini akan segera ditindaklanjuti pihaknya untuk duduk bersama dalam waktu dekat antara Tim Pengakhiran BP Batam dan ATB setelah mendapatkan keputusan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga selaku Ketua Dewan Kawasan.

Diketahui, BP Batam memiliki konsep baru dalam pengelolaan air dan limbah secara terpadu. Konsep tersebut tengah ditawarkan pihaknya. Hal itu untuk mendukung ketersediaan air di Batam, Rempang dan Galang hingga 30 tahun mendatang.

“BP Batam akan mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management yang menyinergikan antara potensi ketersediaan air baku, air bersih, pengelolaan air limbah, desalinasi air laut dan daur ulang (rycycle) sehingga hal ini bisa mendukung ketersediaan air sampai tahun 2045 mendatang,” kata Binsar.

 

 

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi secara khusus bertemu dengan jajaran manajemen PT McDermott Indonesia (PTMI) dan Qatar Gas pada Rabu (29/1) siang di PT McDermott Indonesia, Batu Ampar, Batam. Pertemuan ini dilakukan BP Batam untuk bersilaturahim sekaligus mengklarifikasi isu pailit PTMI yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat, serta meninjau proyek yang sedang berlangsung.

Kunjungan ini juga sebagai bentuk komitmen BP Batam dalam mendukung peningkatan investasi di Batam. Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan agar PTMI langsung menghubungi BP Batam sebagai langkah pertama apabila mengalami kendala.

“Dalam melaksanakan kegiatan (investasi) apa pun di Kota Batam jika ditemui kendala, langsung menghubungi saya atau Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Bapak Sudirman Saad yang menangani investasi. Kami akan tangani langsung,” kata Rudi.

Rudi mengimbau kepada seluruh karyawan PTMI untuk tidak mengkhawatirkan isu tersebut karena dalam empat bulan ke depan permasalahan restrukturisasi keuangan PTMI akan diselesaikan.

Senior Director of Batam Fabrication PTMI Stephen Thibodeaux, dalam pertemuan dengan Kepala BP Batam mengatakan, saat ini restrukturisasi keuangan PTMI sedang dalam proses penyelesaian melalui Chapter 11 Undang-Undang Amerika (Chapter 11 of Federal Bankruptcy Law).

“PT McDermott Indonesia memastikan tidak terjadi pailit pada perusahaan. Kami hanya merestrukturisasi keuangan perusahaan. Semua proyek serta operasi pelanggannya akan terus berjalan tanpa hambatan selama restrukturisasi. Perusahaan akan tetap membayar upah karyawan, tunjangan kesehatan dan kesejahteraan, serta semua pemasok akan dibayar penuh selama restrukturisasi. Tidak ada masalah,” tegas Stephen.

Stephen melanjutkan, tidak akan ada perubahan berskala masif yang terjadi selama masa restrukturisasi dan proyek akan tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya telah menargetkan selama empat bulan ke depan permasalahan finansial ini dapat teratasi dan kinerja PTMI kembali prima secara menyeluruh.

Meski pada awal tahun 2018 PTMI sempat mengalami degradasi menjadi 300 pegawai, namun dengan masuknya 8 proyek dari Qatar Gas, PTMI mampu mendongkrak karyawan hingga 6.100 karyawan dan akan meningkat menjadi 8.000 pegawai. “Para pegawai tersebut didominasi oleh tenaga kerja yang berdomisili di Batam dan sebagian kecil lainnya merupakan tenaga kerja ahli yang berasal dari beberapa daerah lainnya di Indonesia,” kata Stephen.

NFE Offshore Senior Project Manager Qatar Gas Robert Faulds mengatakan, proses pengerjaan delapan proyek tersebut diketahui akan berlangsung sampai dengan 2022.

“Namun, kami (Qatar Gas) mengharapkan kerja sama jangka panjang dengan PTMI akan terus berlangsung hingga 2025,” ungkap Robert. (Na/rud)

Para Peserta Seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke - 49 Tahun Anggaran 2020

menjalani Tes Psikologi bertempat di Ballroom Golden Prawn, Bengkong Laut, Kota Batam pada Senin

(27/1/20). Hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Kepri, Kombes Pol Djoko Susilo, S.IK., SH.,

Kabagdalpers Ro SDM Polda Kepri, Kabagpsi Ro SDM Polda Kepri, Kasubbid Provos Bidpropam Polda

Kepri, Pengawas Internal Polda Kepri dan Para Panitia serta Peserta Seleksi SIP T.A. 2020.

 

Seleksi yang diikuti oleh 432 peserta terdiri dari 420 Polisi Laki-laki dan 12 Polisi Wanita yang

keseluruhannya berpangkat Bintara Polri dari Polda Kepri dan Polres Jajaran. Hasil seleksi yang

dilaksanakan pada hari ini sebanyak 245 Peserta memenuhi Syarat terdiri dari 237 Laki-laki dan 8 Wanita

dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 187 peserta terdiri

dari 183 Laki-laki dan 4 Wanita, Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK.,

M.Si.

Selanjutnya dalam kesempatan seleksi tersebut Karo SDM Polda Kepri menyampaikan kepada

seluruh peserta yang mengikuti seleksi terutama kepada peserta Yang Belum Memenuhi Syarat jangan

berkecil hati dan tetap semangat untuk mencoba mengikuti seleksi di tahun yang akan datang. Begitu juga halnya kepada peserta yang memenuhi syarat jangan berbesar hati karena perjalanan seleksi masih

panjang, masih banyak tes lain yang akan dilalui untuk itu terus persiapkan diri dan kemampuan untuk

mengikuti tes berikutnya.

 

Satu orang pelaku berinisial P R alias M, Perempuan, Warga Negara Malaysia yang berperan sebagai perekrut serta penjemput PMI diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan berhasil menyelamatkan dua orang korban perempuan berasal dari Kota Batam.

Dijelaskan oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. menjelaskan bahwa pada hari rabu tanggal 22 Januari 2020 diperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga negara Malaysia yang sedang memasang iklan di media sosial Facebook dengan judul Lowongan Kerja Batam, dan dapat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.

Menindaklanjuti hal tersebut dilakukan penyelidikan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan tim memperoleh informasi bahwa pelaku yang merupakan Warga Negara Malaysia akan datang langsung ke Kota Batam untuk merekrut dan menjemput PMI yang akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Kemudian pada jam 15.00 wib bertempat di Pelabuhan Batam Center, Kota Batam, tim berhasil menemukan dan mengamankan 1 (satu) orang pelaku berinisial P R alias M, perempuan, Warga Negara Malaysia dan 1 (satu) orang saksi atas nama Cheryl Tai Xur Li, perempuan, Warga Negara Malaysia yang merupakan rekan pelaku serta menyelamatkan 2 (dua) orang korban perempuan asal Kota Batam atas nama Noviana dan Poibe dan tim juga berhasil mengamankan barang bukti berupa paspor, tiket dan boarding pass keberangkatan kapal dengan tujuan Batam - Situlang Laut, Malaysia.

Sampai dengan saat ini tim Subdit IV Ditrreskrimum Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk Pelaku dikenakan pasal 81 dan 83 Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 Tahun atau denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).

Polda Kepri mengadakan pelatihan bagi Operator Command Center kepada personil Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang, bertempat di Ballroom Hotel Sahid Batam Center, Kota Batam pada Rabu, tanggal 22 Januari 2020.

Pada acara pembukaan Pelatihan tersebut hadir Kabag Renmin DIV TIK Polri Kombes Wiyarso, perwakilan Itwasum Polri Kombes Pol. Marzuki Ali Basyah, Kabid TIK Polda Kepri Kombes Pol. Set Lumowa, SIK, M.Si, Biro Ops Polda Kepri dan para peserta pelatihan.

Pelatihan yang digelar selama 3 hari ini akan menjelaskan dan memberikan pengetahuan kepada personil yang bertugas dibagian Operator Command Center, mengingat dengan perkembangan pesat teknologi serta perkembangan modus kejahatan/kriminalitas di Indonesia khususnya diwilayah Provinsi Kepri maka Polda kepri terus melakukan perkembangan dengan melakukan peningkatan kemampuan sarana prasarana disetiap bidang khususnya yang membidangi Multimedia dan ITE.

Selanjutnya dalam sambutan Karofaskon Slog Polri yang dibacakan oleh Kabag Renmin DIV TIK Polri Kombes Pol Wiyarso menyampaikan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk Sumber Daya Manusia yang profesional dalam mengawaki sarana dan prasarana yang ada di Command Center dan diharapkan kepada peserta pelatihan agar sungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini sehingga

mendapatkan pembelajaran yang dapat di implementasikan dalam tugas dan tanggung jawab Kedinasan sehari-hari.

Disamping itu pelatihan yang diberikan agar setiap operator dapat melakukan pemantauan dan

pengendalian terkait dengan tindak kejahatan yang terfokus di satu layar sehingga kejadian segera dapat diketahui dengan cepat jelas Kombes Pol Wiyarso.

NATUNA – Aksi Cepat Tanggap membagikan 1.000 paket pangan kepada nelayan di Kabupaten Natuna. Paket pangan dibagikan kepada nelayan di sejumlah desa di Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Pulau Tiga. Hingga 4.000 jiwa dapat menikmati bantuan tersebut. Paket pangan dibagikan secara bertahap selama satu pekan, mulai Kamis (9/1) hingga Selasa (14/1).

Koordinator Program Aksi Bela Indonesia untuk Natuna Apiko Joko Mulyanto mengatakan, pendistribusian paket pangan merupakan bentuk apresiasi ACT kepada para nelayan yang pada saat ini hampir tidak berangkat melaut karena musim angin utara. "Selain itu, mereka juga melaut di perairan yang memungkinkan bertemu dengan nelayan-nelayan asing, sehingga daerah tangkapan mereka terganggu,” kata Apiko, Rabu (15/1).

Kepedulian ACT pun diapresiasi Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti. Ia mengatakan, langkah ACT dapat menjadi teladan kemanusiaan dan sikap nasionalisme bagi sesama. “Banyak yang tidak melaut, angin utara gelombangnya kuat, dari segi keamanan pun kemarin mereka (nelayan) sempat takut. ACT sangat membantu nelayan-nelayan kita yang tidak dapat melaut,” kata Ngesti saat menghadiri pembagian paket pangan untuk masyarakat kampung Meso, Desa Batu Gajah, Bunguran Timur, Kamis (9/1) lalu.

Zurmanto (45), nelayan Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, amat bersyukur dengan adanya kepedulian ini. Ia tidak menyangka ada masyarakat yang turut peduli dengan kehidupan para nelayan di Natuna. “Alhamdulillah, bertepatan dengan musim ini, ada beras. Saya berterima kasih,” kata Zurmanto.

Selain pembagian paket pangan, ACT pun juga bersilaturahmi dengan warga dan TNI. Total lima ekor sapi disantap bersama warga di Kecamatan Bunguran Timur, antara lain di Desa Batu Gajah, Kodim 0318 di Desa Sungai Ulu, serta di Kecamatan Pulau Tiga, tepatnya di Desa Sabang Mawang Barat.[]

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyiapkan lima kebijakan strategis 2020 yang diharapkan bisa mewujudkan ekosistem jasa keuangan berdaya saing dan berperan optimal dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo di Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

Wimboh menjelaskan lima kebijakan strategis OJK 2020 itu adalah:

  1. Peningkatan skala ekonomi industri keuangan
  2. Mempersempit regulatory & supervisory gap antarsektor jasa keuangan
  3. Digitalisasi produk dan layanan keuangan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kepatuhan regulasi
  4. Percepatan penyediaan akses keuangan masyarakat serta penerapan market conduct dan perlindungan konsumen yang lebih baik

Wimboh mengatakan, kebijakan strategis 2020 itu merupakan turunan dari Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) periode 2020 – 2024 yang fokus pada lima area yaitu: 

  1. Penguatan ketahanan dan daya saing dengan mengakselerasi konsolidasi dan penguatan permodalan lembaga jasa keuangan
  2. Akselerasi transformasi digital

      3. Percepatan pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan

      4. Perluasan literasi keuangan serta integritas pasar dan lembaga jasa keuangan 

      5. Percepatan pengawasan berbasis teknologi.

Di tahun 2019, di tengah dinamika perekonomian global OJK mencatat stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik, didukung tingkat permodalan dan likuditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga.

 Optimisme 2020

OJK memperkirakan pada 2020 masih akan diwarnai dengan downside risks dari perlambatan ekonomi global dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan. Namun demikian, dengan selesainya beberapa proyek infrastruktur strategis dan konsistensi pemerintah menjalankan reformasi struktural, termasuk terobosan melalui hadirnya beberapa Omnibus Law.

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan digelar sebagai forum untuk OJK menyampaikan kebijakan strategisnya langsung kepada para pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan. Kehadiran Presiden RI merupakan dukungan kuat bagi OJK untuk menjalankan tugasnya membangun industri jasa keuangan yang stabil, kontributif dan inklusif. (Nck)

bright PLN Batam sebagai pemasok utama tenaga listrik di wilayah Batam secara berkesinambungan tetap berusaha meningkatkan pelayanan dan berkomitmen menjadi penyedia tenaga listrik yang andal. Komitmen ini diwujudkan dalam peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Uncang dan peresmian Kantor Unit Retail Customer Area Pelayanan Tiban PT PLN Batam di Tancung Uncang pada Kamis, 16 Januari 2020.

Acara peresmian PLTGU dan Kantor Area Pelayanan ini dihadiri oleh segenap manajemen bright PLN Batam, dari Jajaran Komisaris, Jajaran Direksi, pejabat serta pegawai bright PLN Batam.

PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 120 MW terdiri dari dua mesin gas turbine serta satu mesin steam turbine dilengkapi sistem pendinginan mesin menggunakan menara pendingin dengan sirkulasi air laut pada kolam air yang berkapasitas 40.000 m3. Berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal. Dengan beroperasinya PLTGU Tanjung Uncang kapasitas penyediaan listrik wilayah Batam semakin meningkat.

Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura mengatakan pembangungan pembangkit PLTGU dimulai sejak 30 April 2013. Namun akibat bebrapa kendala eksternal dan internal, pengeoperasian PLTGU Tanjung Uncang sedikit tertunda.

“Pada 15 November 2017 PLTGU Tanjung Uncang berhasil melakukan pengoperasian secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) Simple Cycle yang kemudian dilanjutkan dengan COD Combine Cycle pada 12 Desember 2019 untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan Batam”, ujar Dadan dalam sambutannya.

“PLTGU Tanjung Uncang dapat menghasilkan daya sebesar 120 – 125 MW memiliki peranan yang sangat penting dalam memasok 22% kebutuhan listrik di wilayah Batam yang saat ini beban puncak Batam-Bintan mencapai 450 MW”, tambah Dadan.

Dadan berharap, dengan beroperasinya PLTGU Tancung Uncang sistem kelistrikan di Batam semakin handal, cadangan daya semakin meningkat dan dapat menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP). “Kedepannya asset bright PLN Batam ini akan kita kelola dengan sistematis, terstruktur dan terukur sehingga dapat memenuhi target kinerja perusahaan dan pelayanan ke masyarakat menjadi lebih optimal.

Terkait persemian Kantor Unit Retail Customer Area Pelayanan Tiban, Dadan juga menjelaskan lokasi kantor yang sebelumnya beralamat di Komplek Tiban Lestari Blok A No.6 Tiban, Sekupang sekarang pindah ke Jalan R. E. Martadinata Sekupang.

“Secara kondisi, lokasi kantor tersebut kurang representative dalam menunjang operasional layanan mengingat lokasinya yang berada di dalam kawasan ruko yang cukup padat dan ramai. Hal ini menimbulkan potensi kantor pelayanan rawan dimasuki oleh pihak yang tidak berkepentingan, mengingat setiap orang bebas memasuki kawasan ruko”, tutup Dadan.

Peresmian PLTGU Tanjung Uncang 120 MW dan Kantor Unit Retail Customer Area Pelayanan Tiban merupakan bentuk wujud nyata dari percepatan program pemerintah Provinsi Kepri dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis dengan menekan tombol sirene oleh Direktur Utama brightPLN Batam dan Komisaris Utama bright PLN Batam, sekaligus penandatanganan Prasasti. Acara peresmian tersebut ditutup dengan berfoto bersama.

Small and Medium Enterprise (SME) Centre Singapura mengunjungi BP Batam pada Jumat (10/1/2020) pagi. Kunjungan tersebut untuk mencari informasi lebih lanjut tentang investasi di Batam. SME Centre merupakan salah satu institusi yang bergerak di bidang pusat pengembangan usaha kecil menengah (UKM) asal Singapura.

SME Centre yang diwakili langsung oleh Kepala Penasehat Bisnis SME Centre Alan Wong disambut hangat oleh Direktur Promosi dan Humas Dendi Gustinandar dan jajaran di Gedung Marketing Centre BP Batam.

Wong mengatakan bahwa kunjungan SME Centre kali ini adalah bentuk kepuasan atas pelayanan investasi yang selama ini telah diberikan oleh BP Batam sehingga ia meyakini para investor semakin percaya untuk menanamkan dan mengembangkan investasinya di Batam. Selain itu, kedekatan geografis antara Batam dan Singapura menjadikan Batam sebagai pilihan terbaik bagi investor Singapura untuk menanamkan modalnya.

“Kami memiliki kesan yang sangat bagus pada BP Batam. BP Batam sangat mempermudah para investor dan memberikan kenyamanan investasi,” ujar Wong.

Wong juga menambahkan bahwa saat ini upah untuk tenaga pekerja di Singapura sudah tinggi, diikuti dengan biaya manufaktur dan operasional. Sehingga untuk itu SME bermaksud untuk mencari tempat baru untuk membangun usaha nya.

Direktur Humas dan Promosi Dendi Gustinandar mengatakan bahwa para investor sudah memberikan sikap yang cukup kuat untuk berinvestasi di Batam. Menurutnya hal ini menjadi tanggungjawab pihaknya untuk terus mengawal investasi hingga selesai.

Lanjutnya, BP Batam dan SME akan membuat program bersama untuk penunjang informasi bagi masing-masing pihak.

"Kita akan membuat project bersama pada Maret mendatang dan akan kembali membuat program promosi pada tahun ini,” pungkasnya. (ap)

Page 2 of 27

Tentang Kami