Live Streaming
Page 2 of 7

Sumber: TRIBUNBATAM.id

Praktik jual beli data perbankan dari situs temanmarketing.com yang sedang diungkap jajaran Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, ternyata juga menjual data nasabah dari Kota Batam. menurut Penelusuran yang dilakukan terhadap situs temanmarketing.com, setidaknya ada 32 data nasabah Kota Batam yang terpampang di situs tersebut.Mayoritas data itu adalah pemilik kartu kredit dengan klasifikasi reguler, gold, platinum, dan black platinum. Kartu kredit tersebut tidak hanya berdasarkan satu bank, melainkan dari beberapa seperti BCA, BRI, Mandiri, Citibank, KBC, ANZ, Manhattan, Niaga, dan Standard.

Bahkan, data yang terpampang tidak hanya sekadar data umum nasabah seperti nama pemilik pemegang kartu dan nomor kartu kredit, melainkan sangat lengkap mulai dari nomor telepon, alamat, tanggal lahir, tanggal dikeluarkan kartu, nomor rekening, sampai pada nomor KTP dan nama marketing bank yang mengeluarkan kartu. Dalam situs tersebut, terdapat 13 judul data base perbankan untuk wilayah Kota Batam, Setelah ditelusuri, hanya ada dua dari 13 judul tersebut yang benar-benar memuat data nasabah kartu kredit warga Kota Batam secara detail. Sementara lainnya hanya berupa deskripsi.Data tersebut sangat mudah diunduh oleh siapapun dari situs tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini diungkap oleh Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi mengungkap praktik jual beli data nasabah bank melalui situs web bernama Temanmarketing.com

Sumber: Sindobatam.com

Bukan sebagai daerah penghasil pertanian, membuat Kepri bergantung daerah lain. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tidak tersedianya bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini. Gubernur Kepri Nurdin Basirun berharap pasokan bahan pokok di Kepri mencukupi. Untuk itu ia menyampaikan langsung kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita agar Pemerintah Pusat bisa menjamin tidak ada kelangkaan bahan pokok di Kepri.

Ketersediaan bahan pokok ini memang menjadi perhatian Gubernur. Di beberapa kesempatan mengunjungi sejumlah pulau di Kepri, ia memastikan stok ada di gudang dan juga memastikan harganya tidak naik di pasar.Sejumlah bahan pokok yang harus ada seperti daging, ayam, ikan dan bahan pokok lain yang menjadi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri.

Hasil tinjauannya itu, ia mendapatkan laporan dari sejumlah pedagang bahwa stok bahan pokok aman. Ia berharap keadaan serupa juga dirasa hingga setelah Idul Fitri nanti. Kepada Menteri, selain berharap dukungan pasokan, dirinya juga minta kebijakan khusus buat Kepri. Impor bahan pokok diharapkan langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Kepri.

Sumber: Sindobatam.com

Pengusaha kapal mendesak Badan Pengusahaan (BP) Batam merevisi Perka 17/2016 tentang Jenis dan Tarif Kanpel. Tarif pelabuhan di Batam saat ini termahal dibanding negara-negara tetangga di Selat Malaka. Revisi Perka 17/2016 ditargetkan selesai Mei mendatang. Regulasi yang mengatur terkait dengan jasa tarif pelabuhan ini ditunggu banyak pelaku usaha. Selain itu, BP Batam juga didesak untuk bisa terus mendorong pemerintah pusat supaya bisa segera merevisi sejumlah aturan yang berkaitan dengan Perka tersebut.

Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Kota Batam, Osman Hasyim mengatakan, pelaku usaha berharap pemerintah bisa segera merampungkan revisi Perka 17/2016, karena tarif yang ada saat ini dinilai termahal jika dibandingkan dengan tarif jasa pelabuhan di negara-negara tetangga yang ada di Selat Malaka. Osman mencontohkan, jika sebuah kapal  berkapasitas 10 ribu GT mengadakan kegiatan selama 30 hari di TUKS, maka total tarif yang dikenakan bisa mencapai USD26.372. Paling dominan dalam tarif ini disebutkan adalah untuk Jasa Labuh dan Tambat.

Dimana, jasa labuh dikenakan USD 0,10/GT/10 hari atau USD3.300 untuk 30 hari. Sementara jasa tambat USD 0,05/GT/etmal atau USD 15 ribu untuk 30 hari. Sisanya adalah untuk jasa pandu dan tunda. Jika dibandingkan dengan Pelabuhan Pasir Gudang, Tanjung Pelepas dan Port of Singapore tak mengenakan tarif jasa labuh dan tambat. Sehingga tarif yang berkegiatan di TUKS pada ketiga pelabuhan jauh lebih murah. Di Pasir Gudang, Johor misalnya, hanya mengenakan tarif USD4.901,45 untuk kegiatan kapal 10 ribu GT di TUKS untuk 30 hari.

Sumber: batampos.co.id

Sebanyak 14 pejabat eselon III yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Batam mengikuti tes pemetaan potensi atau setara dengan assessment untuk menduduki eselon II. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pemetaan potensi atau yang lebih dikenal dengan istilah talent pool ini dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara. Rudi menjelaskan, mereka yang lolos tes ini sudah memenuhi syarat untuk menduduki eselon II nantinya. Mantan anggota DPRD Batam ini menambahkan dengan adanya talent pool ini pemerintah bisa mengefisiensi biaya untuk open bidding nantinya.

Menurut Rudi talent pool ini bertujuan untuk menjaring pegawai yang berpotensi mengisi jabatan pimpinan tinggi atau eselon II, seperti Kepala Dinas dan Kepala Badan. Mereka yang ikut tes ini juga bisa dipersiapkan untuk mengisi jabatan eselon dua yang akan kosong karena ditinggal pensiun oleh pejabat sebelumnya.Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Yudi Admaji mengungkapkan sebelumnya sudah ada delapan pejabat eselon tiga yang mengikuti talent pool ini dan empat diantaranya sudah menduduki eselon dua.

Sumber: Merdeka.com

Kementerian Perindustrian mendorong Batam menjadi pusat pengembangan klaster industri elektronik bernilai tambah tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mendukung implementasi Making Indonesia 4.0, karena industri elektronik merupakan salah satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan dalam penerapan teknologi di era revolusi industri keempat. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, hingga saat ini yang telah berkembang di Batam adalah industri berbasis perkapalan, yang juga mensuplai marine offshore.

Dengan merosotnya harga minyak mentah dunia beberapa waktu lalu, pertumbuhan sektor industri galangan kapal di Batam sempat mengalami penurunan. Airlangga meyakini industri elektronik memiliki peluang besar karena di kota tersebut terdapat kawasan industri yang 70 persennya diisi oleh produsen elektronik beserta penghasil beragam komponen pendukungnya.

Contohnya, di kawasan industri Batamindo, telah berdiri PT Infineon Technologies sejak tahun 1999 yang memproduksi semikonduktor dan solusi sistem untuk kebutuhan komponen elektronik di sektor otomotif, komunikasi dan energi.Salah satu produk unggulan dari perusahaan asal Jerman ini adalah mikroelektronik yang diaplikasikan pada powertrain kendaraan untuk efisiensi mesin listrik atau hibrida. Secara global, Infineon memiliki 36 pusat R&D dan 18 pabrik. Keuntungan Infineon dari penjualan produk semikonduktor secara global pada tahun 2017 diperkirakan mencapai USD414 miliar atau naik dibanding perolehan tahun sebelumnya sebesar USD339 miliar. Di kawasan Asia Pasifik, Infineon menyerap tenaga kerja sebanyak 18 ribu orang, dengan kontribusi dari Batam sekitar 2.000 karyawan

 

Sumber: SindoBatam.com

Tarian erotis mengumbar syahwat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, yang menjadi tontonan masyarakat ramai menimbulkan kontroversi. Wali Kota Batam Muhamad Rudi meminta pihak polisi untuk menindak kejadian ini sesuai hukum yang berlaku. Hal tersebut merupakan tanggapan orang nomor satu di Batam ini atas viralnya video tarian erotis di media sosial (medsos) dalam dua hari terakhir. Tarian yang menimbulkan kontrovesi ini terjadi pada Pesta Rakyat 3S (Silaturrahmi, Saudara, Selamanya) yang digelar oleh panitia acara dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) DPP PMR dan New Vixion Lighting Family (NVLF Batam).

Dalam video tersebut, terdapat tarian sambil mencuci mobil oleh tiga wanita berpakaian seksi. Dua wanita mengenakan baju merah dan satu lainnya berbaju hitam. Mereka kompak mengenakan celana pendek hitam dan ketat. Memakai sepatu boots wanita hak tinggi, sang penari meliuk-liukan tubuhnya dengan mengumbar syahwat di depan penonton sambil diiringi musik dan disiram air. Penonton yang kebanyakan kaum pria langsung heboh dan kompak meneriaki ketiga wanita yang sedang menari tersebut. Ketika tengah asyik menari, tiba-tiba musik berhenti lalu timbul teriakan dari penonton menanyakan kenapa musik berhenti. Tak lama kemudian, tarian eksotis ini terus dilanjutkan di tengah Engku Putri yang selama ini dikenal sebagai fasilitas umum warga Batam.

Ketua Penjaga Marwah Rudi (PMR) Kota Batam, Aksa Halatu mengaku bertanggungjawab dan meminta maaf kepada masyarakat Kepri, khususnya umat Islam atas pertunjukan Sexy Bike Wash di Dataran Engku Putri. Aksa mengatakan, kegiatan itu bukanlah bagian dari acara pelantikan PMR. Tapi merupakan agenda dari NVLF Batam. Komunitas ini numpang menyelenggarakan di agenda PMR karena memiliki keterbatasan anggaran jika membuat even sendiri.  Pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan NVLF terkait persiapan agenda. Termasuk menanyakan konsep kegiatan Sexy Bike Wash. Dalam persentas yang disampaikan dalam rapat terakhir, sambungnya, NVLF memastikan bahwa perempuan yang mencuci mobil dan motor tidak menggunakan pakaian seksi.

 

Sumber: Batampos.co.id

Penyelundupan narkoba ke Batam dari luar negeri melalui jalur hijau, beberapa kali terjadi. Hal ini salah satu alasan Bea Cukai meningkatkan pengawasan impor barang. Terkait jalur hijau dan merah ini, diterangkan oleh Kepala Bidang Penindakan dan  Penyidikan (P2) Bea Cukai Batam (BC) Batam, Sulaiman untuk membedakan bentuk pengawasan dilakukan Bea Cukai. Jalur merah adalah barang impor yang masuk kawasan pabean dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen. Sedangkan jalur hijau barang impor masuk ke Batam tanpa pemeriksaan fisik barang. Namun tetap dilakukan penelitian dokumen.

Pemberlakuan ini, kata Sulaiman sudah diterapkan sejak dua bulan lalu. Sulaiman menuturkan pengawasan ini diberlakukan tidak hanya barang dari Singapura atau Malaysia saja. Terkait adanya pengawasan ketat Bea Cukai ini, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoieng menuturkan pihaknya sangat mendukung hal ini. Barang industri yang dari luar negeri, kata pria disapa Ayung kebanyakan masuk melalui jalur hijau. Sehingga tak ada halangan dalam proses produksi di seluruh industri di Batam.

Sumber: TRIBUNBATAM.id

Meski ada rumah sakit lokal, tak sedikit warga Indonesia masih berobat ke luar negeri, termasuk dari Kepulauan Riau. Hal itu disampaikan Ketua IDI Wilayah Kepulauan Riau, dr.Rusdani, dalam pertemuan ilmiah tahunan yang berlangsung Hotel Swiss Bell Harborbay.Karena fakta itu, pertemuan ilmiah ini untuk transfer ilmu dengan harapan tak ada lagi pasien pergi ke luar negeri.Terkait fakta itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam sambutannya mengatakan, tidak ikhlas dengan kenyataan masih banyaknya warga Batam yang pergi berobat ke luar negeri, sementara di Batam sudah tersedia. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dr Sulastri mengatakan, dokter merupakan profesi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Ia berharap IDI bisa memberikan manfaat yang sangat besar.

Sumber: RADARMALANG.id

Sejumlah pengusaha di Batam menyampaikan beberapa keluhan yang menghambat investasi di Batam saat Rapim Kadin, yang paling banyak disuarakan adalah mahalnya ongkos kontainer masuk ke Batam. menurut Presiden direktur Panbil Group Johanes Kennedy ,Ongkos kontainer ke Batam itu tidak kompetitif dan sangat mahal dibandingkan dengan ke negara dan daerah lain. Menurutnya, arus keluar masuk barang harus bisa bersaing. Ini menjadi indikator bagi investor untuk menanamkan modalnya di satu daerah. Selain itu, arus lalu lintas orang dari bandara juga harus terus dibenahi. Di mana Hang Nadim yang dirancang mantan presiden Habibie kini sudah kalah bersaing dengan beberapa bandara di Sumatera. Padahal bandara adalah infrastruktur utama saat ini untuk arus manusia. Selain itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam dan menjadikan Batam menjadi kota Metropolitan, maka harus diperbanyak dan diperluas peluang investasi. Salah satu caranya adalah menggabungkan Batam dan Bintan.

Sumber: Detik.com

Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Koordinator Perekonomian akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan pemerintah dan pemerintah daerah. Rakor tersebut mengangkat tema Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor Melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimasi Kawasan Industri. Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo menjelaskan dalam rapat ini akan dibahas sejumlah kebijakan untuk penguatan industri nasional. Cont ohnya pengembangan kawasan ekonomi khusus lengkap dengan kebijakan insentif perpajakan, kemudahan perizinan, akses pasar serta dukungan infrastruktur berkualitas untuk meningkatkan penguatan industri.

Dody menambahkan, untuk mendorong hal tersebut dibutuhkan penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menopang pertumbuhan yang berkualitas dalam industri. Batam dipilih menjadi lokasi rakor karena wilayah ini berkontribusi 17% dari ekspor nasional. Produk ekspor dari Batam memiliki nilai tambah karena sudah diolah dan memiliki hasil yang lebih baik ke perekonomian. Deputi Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan rakor ini mengajak pemerintah untuk memetakan permasalahan di sektor industri. Menurut Iskandar untuk mendukung pertumbuhan dibutuhkan kawasan ekonomi khusus (KEK), karena bisa menimbulkan bergeraknya perekonomian dan menciptakan skala ekonomi yang baik. Dia mengungkapkan, dalam rakor juga akan dibahas terkait pengembangan kawasan ekonomi untuk meningkatkan investasi, ekspor dan tenaga kerja yang memiliki skill yang tinggi. Menurut dia, investasi juga harus diiringi dengan perizinan yang cepat agar ease of doing businessnya bisa lebih baik.

Page 2 of 7

Tentang Kami