Live Streaming
super me

super me

Page 7 of 39

sumber : kompas.com

Presiden Joko Widodo berbaur dengan anak-anak di tenda pengungsian korban terdampak gempa Lombok di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Minggu (2/9/2018) malam.

Presiden mencoba untuk menghibur anak-anak agar tak larut dalam kesedihan.

Dikutip dari Antara, sekitar 200 anak tampak riang saat kedatangan Kepala Negara pukul 19.20 Wita. Mereka berkumpul untuk mendengar apa yang akan dikatakan Presiden.

Presiden kemudian meminta salah seorang dari mereka maju ke depan. Jokowiternyata menggelar kuis berhadiah.

Seorang anak kelas 5 dan 6 SD bernama Habi dan Izna memberanikan diri maju ke hadapan Presiden. Jokowi lantas bertanya seputar perjumlahan dan perkalian.

Keduanya sukses menjawab pertanyaan Presiden. Habi dan Izna mendapat tas.

Melihat temannya membawa pulang tas, anak-anak yang lain berebut agar ditunjuk Jokowi untuk maju ke depan.

Seorang siswa kelas 1 SD bernama Rifki lah yang akhirnya beruntung untuk menjawab pertanyaan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Rifki, coba satu ditambah satu ditambah satu ditambah satu berapa?" tanya Presiden.

Rifki berhasil menjawab. Presiden kemudian mengajukan pertanyaan yang lebih sulit. Namun, Rifki kembali sukses menjawab.

"Ini pintar banget, ini diberi tas," kata Presiden.

Dalam kunjungannya kali ini, Jokowi menginap di lokasi pengungsian. Hari ini, rencananya Presiden meninjau proses penanganan pascagempa secara langsung.

Dalam kunjungannya ini, Presiden didampingi di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Lalu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

sumber : detik.com

Upacara penutupan Asian Games 2018 tak cuma digelar di Jakarta. Di Jakabaring, Palembang, penutupan digelar dengan konsep party dan lebih rileks.

Asian Games 2018 resmi ditutup Minggu (2/9/2018) malam WIB. Indonesia telah menyerahkan tongkat estafet tuan rumah kepada China, yang akan menggelar ajang multievent ini di kota Hangzhou pada 2022.

Upacara penutupan Asian Games 2018 digelar di dua tempat, Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Jakabaring di Palembang. Di Jakabaring, sekitar lima ribu orang datang menyaksikan momen bersejarah ini.


"Sangat puas. Saya sangat bangga karena adanya acara penutupan Asian Games di Jakabaring malam ini ya. Suasana di sini terasa begitu bersahabat," kata Willdanu, salah seorang penonton saat berbincang dengan detikSport, Minggu (2/9/2018).

Pria yang lebih akrab disapa Wildan itu datang jauh-jauh dari Sumatra Barat. Dia bersama keempat temannya sudah tiba di Palembang sejak dua hari lalu dan menyaksikan lomba Triathlon.

Tak ingin membuang kesempatan dan waktu, dia lanjut menonton penutupan Asian Games di Jakabaring dan berencana kembali ke Sumbar pada Senin (3/9).

"Dari pagi sudah di sini, karena katanya kalau masuk harus pakai undangan, ya kami dari pagi disini. Nggak ada keluar," kata Wildan sambil tertawa.

Kemeriahan penutupan Asian Games di pelataran Jakabaring Sport City malam ini tidak kalah dengan Jakarta. Ribuan penonton tumpah ruah menyaksikan penampilan artis dan band papan atas.

Asisten Deputi Promosi dan Industri Olahraga Kemenpora Sandi Suwardi Hasan mengatakan gelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang merupakan pencapaian yang luar biasa. Antusiasme warga bisa dilihat dari pembukaan hingga penutupan.

Di Jakabaring, kendati konsepnya lebih santai ketimbang di Jakarta dan cenderung bernuansa party, tak menyurutkan animo masyarakat.

"Ini pencapaian fantastis. Konsep party malam ini merupakan bagian dari kami panitia. Maunya sih ya di dalam stadion, tapi pasti biayanya lebih mahal, dengan begini saja ternyata antusias warga di Palembang cukup tinggi," kata Hasan.

"Cukup di luar aja dengan konsep santai, party dan bisa kita lihat ada sekitar lima ribu masyarakat yang hadir malam ini. Ini dari awal memang begini, tidak ada kursi dan tidak ada tribun, beda dengan di Jakarta," sambung Hasan.

sumber : tribunnews.com

Drawing Liga Champions 2018-2019 mempertamukan Juventus dengan Manchester United di Grup H.

Drawing Liga Champions digelar di The Grimaldi Forum, Monaco, Kamis (30/8/2018) malam WIB.

Tim-tim yang berada di Pot 1 menjadi yang pertama diundi.

 Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, menjadi yang pertama disebut dan menempati Grup C.

Setelah itu Real Madrid (G), Bayern Muenchen (E), FC Barcelona (B), Atletico Madrid (A), Juventus (H), Manchester City (F), dan Lokomotiv Moskva (D) ditempatkan di grupnya masing-masing.

Selanjutnya klub-klub dari Pot 2 meliputi FC Porto menjadi tim pertama yang disebut, masuk Grup D bersama Lokomotiv Moskva.

Selanjutnya AS Roma (G), Manchester United (H), Borussia Dortmund (A), Shakhtar Donetsk (F), Benfica (E), Napoli (C), dan Tottenham Hotspur (B) menyusul langkah Porto ke grup masing-masing.

Di Pot 3, Olympique Lyon menjadi klub pertama yang dipilih, masuk ke Grup F bersama Manchester City dan Shakhtar Donetsk.

Menyusul Lyon, CSKA Moskva (G), FC Schalke (D), Valencia (H), PSV Eindhoven (B), AFC Ajax (E), AS Monaco (A), dan Liverpool FC (C) terjun ke grup masing-masing.

Selanjutnya tim-tim Pot 4, TSG 1899 Hoffenheim (F), Galatasaray (D), BSC Young Boys (H), FC Crvena Zvezda (C), Club Brugge (A), FC Viktoria Plzen (G), FC Inter Milan (B), dan AEK Athens (E) melengkapi pengundian fase grup Liga Champions.

 

Berikut hasil lengkap pengundian grup Liga Champions 2018-2019:

Grup A

Atletico Madrid
Borussia Dortmund
AS Monaco
Club Brugge

Grup B

FC Barcelona
Tottenham Hotspur
PSV Eindhoven
FC Inter Milan

Grup C

Paris Saint-Germain
Napoli
Liverpool FC
FC Crvena Zvezda

Grup D

Lokomotiv Moskva
FC Porto
FC Schalke
Galatasaray

Grup E

Bayern Muenchen
Benfica
AFC Ajax
AEK Athens

Grup F

Manchester City
Shakhtar Donetsk
Olympique Lyon
TSG 1899 Hoffenheim

Grup G

Real Madrid
AS Roma
CSKA Moskva
FC Viktoria Plzen

Grup H

Juventus
Manchester United
Valencia
BSC Young Boys

sumber : detik.com

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi berupa rumah antigempa untuk warga Lombok, NTB. Rumah antigempa ini merupakan karya anak bangsa atau buatan dalam negeri.

"Rumah ini disusun per panel. Kalaupun roboh, tidak mencelakai penghuni. Karena material ringan yang terbuat dari komposit sandwich. Kalaupun ada yang jatuh menimpa, berat panel hanya 2 kilogram. Jadi tidak begitu berbahaya," ucap Direktur Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT Mahendra Anggaravidya dalam siaran pers kepada detikcom, Kamis (30/8/2018).

Dia menjelaskan posisi rumah ini disambung dalam ikatan yang utuh. Ketika terkena beban gempa, sambungan tersebut tidak patah.

"Bahannya sandwich panel buatan BPPT yang bermitra dengan industri lokal. Dalam hal ini, BPPT berperan dalam memformulasikan bahan komposit, lalu menyusun desain dan diproduksi massal oleh industri lokal. Jadi ya hampir 80 persen TKDN," ujarnya.

Saat diuji simulasi beban gempa, setelah Simulasi Percepatan 2,28 G dalam frekuensi 0,1-10 Hz dengan metode (spektrum) serta kombinasi beban mati, hidup, dan angin, hasil simulasi dan analisis struktur menggunakan SAP2000, menunjukkan struktur tetap aman dengan kombinasi frame dan sandwich. Meski ini sifatnya simulasi, PTM BPPT tengah membuat permodelan bertipe 21 dan 36, yang rencananya akan dibawa ke Lombok. Pembangunan rumah komposit ini membutuhkan waktu 1 minggu per unit.

"Selain itu, kami inginkan ada dukungan khusus yang sifatnya pendanaan, khususnya untuk memperbanyak jumlah unit yang akan dijadikan bantuan," ungkapnya.

Satu unit rumah membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 juta untuk rumah komposit tipe 21. Sedangkan tipe 36 akan menghabiskan dana Rp 70 jutaan per unitnya.

"Selain kedua tipe tersebut, kami bisa membuat ukuran yang di kustom. Biaya per meternya Rp 2 jutaan. Bisa untuk ukuran besar untuk pembuatan fasilitas umum, seperti puskesmas atau tempat ibadah," urainya.

Sebagai informasi, unit rumah komposit inovasi BPPT ini sudah dipasang dan diserahterimakan di Pemkot Bogor, di Kelurahan Pasir Jaya. Sebagai mitra adalah BPBD Kota Bogor, yang bertujuan memiliki wilayah tanggap bencana dalam bentuk hunian sementara, yakni dua unit rumah tipe 3x4 dan 5x6. Saat ini rumah tersebut masih kokoh dan difungsikan sebagai fasilitas umum oleh pemerintah setempat.

sumber : tribunnews.com

Akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bonus untuk para atlet peraih medali emas, perak maupun perunggu di Asian Games 2018 segera cair.

"Kini mantap bertengger di posisi keempat perolehan medali sementara Asian Games 2018 dengan 30 medali emas, 22 perak, dan 37 perunggu.

Atas pencapaian dan prestasi para atlet itu, pemerintah sudah menyiapkan bonus.
 
Saya ingin agar bonus diberikan kepada para pahlawan olahraga ini sesegera mungkin,

 kalau bisa sebelum keringat mereka mengering," tulis akun@Jokowi seperti TribunStyle.com lansir dari Instagram presiden, Kamis 30 Agustus 2018. 
Postingan akun Instagram @jokowi
Postingan akun Instagram @jokowi (INSTAGRAM)

Berapa bonus para atlet?

Contohnya Jonatan Christie alias Jojo.

 

Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, sudah ditunggu guyuran bonus melimpah usai tampil gemilang pada Asian Games 2018.

Jonatan Christie sukses meraih medali emas setelah menjadi juara cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda putra Asian Games 2018.

Pada pertandingan yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu berhasil mengatasi perlawanan Chou Tien Chen (Taiwan) dengan skor 21-18, 20-22, 21-15.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Dispora DKI Jakarta, Ratiyono, mengungkapkan bahwa Jojo akan dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta ataupun di lingkungan Kemenpora.

Tak hanya dijadikan PNS, ternyata Jonatan Christie sudah ditunggu bonus senilai Rp300 juta dari Pemprov DKI Jakarta.

"Dari Pemprov iya (mendapat uang Rp300 Juta -red). Dari Kemenpora Rp1,5 M. Dari sponsor dia pasti ada. Kalo mau jadi PNS sudah pasti," kata Ratiyono yang dilansir BolaSport.com dariTribunnews.

Lebih lanjut, Ratiyono pun mengungkapkan tentang detail bonus yang sudah disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk para atlet berprestasi di Asian Games 2018.

"Kalo emas Rp300 juta, perak Rp150 jutat, sedangkan perunggu Rp90 jutat. Makanya jangan mau perak sama perunggu. Emas saja," ucap Ratiyono.

sumber : tribunnews.com

Presiden Joko Widodo menceritakan proses di balik pembuatan video di Pembukaan Asian Games 2018 yang sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Video tersebut menunjukkan aksi Jokowi yang ahli mengendarai motor gede (moge).

Bak pengendara profesional, Jokowi meliuk-liuk di gang kecil.

Jokowi juga memamerkan aksi terbang melewati truk dan aksistoppie saat bajaj menghadangnya.

Video pembukaan Asian Games 2018 tersebut langsung viral dan dibicarakan publik.

Banyak tokoh maupun publik menyoroti sosok stunman yang dipakai Jokowi.

Mengetahui videonya viral, Jokowi angkat bicara.

Jokowi menceritakan proses pembuatan video pembukaan Asian Games tersebut saat menghadiri pembukaan Kongres Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Hotel The Rich, Yogyakarta, Rabu (29/8/2018).

Pidato penjelasan Jokowi itu terekam dalam video yang diunggah Wishnutama selaku Creative Director Pembukaan Asian Games 2018 dalam Instagramnya, @wishnutama, Kamis (30/8/2018).

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa video viralnya di pembukaan Asian Games bertujuan sebagai hiburan.

Awalnya, video tersebut sudah direncanakan sekitar satu setengah tahun yang lalu.

Wishnutama langsung mendatangi Jokowi dan menawarkan untuk bermain di acara pembukaan Asian Games 2018.

Tawaran itu langsung disetujui oleh Jokowi.

"Saya diberi alternatif saat itu, yang biasa, agak ekstrem, dan ekstrem. Saya terus pilih yang ekstrem. Nah, dirancang dan jadinya seperti itu," cerita Jokowi.

"Ya, sekali lagi presiden disuruh akrobat seperti itu, ya gila bro," tambahnya.

Dalam pidato itu, Jokowi juga merasa heran dengan hal yang dibicarakan publik, terutama tentang aksinya tentang stuntman.

"Kan ditampilkan warna-warni budaya yang kita miliki, di video itu diselipkan saya naik sepeda motor. Problemnya sebetulnya bukan di naik sepeda motornya, yang diurus kok yang sebetulnya enggak perlu diurus, masalah stuntman," tegasnya.

"Ya, masak saya suruh main sendiri seperti itu, logikanya Presiden suruh jumping seperti itu, yang bener aja lah," ucapnya disambut riuh tepuk tangan semua hadirin yang hadir.

Jokowi juga mengatakan bahwa orang-orang politik terlalu mempermasalahkan video yang dianggapnya sebagai hiburan itu.

Presiden ketujuh RI itu juga membicarakan tentang aksi goyang dayung yang dilakukan saat pembukaan Asian Games.

Jokowi mengatakan bahwa publik terlalu mempermasalahkan hal yang tidak perlu.

Dalam keterangan unggahannya itu, Wishnutama mengutip perkataan Jokowi dan mengucapkan terima kasih.

Wishnutama sangat terkesan dengan apresiasi yang diberikan presiden ketujuh RI itu.

Selain itu, Wishnutama juga mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan prestasi para atlet yang sedang berjuang di Asian Games 2018.

" "YA GILA BRO!”

Terima kasih banyak pak @jokowi atas apresiasinya untuk kerja keras tim #openingceremonyasiangames2018.

Sangat bangga juga dengan prestasi atlit2 Indonesia yang jauh melampaui target," tulis Wishnutama dalam keterangan videonya

sumber : tribunnews.com

Tim lari estafet putra Indonesia berhasil mendapatkan medali perak di lintasan atletik nomor estafet 4 x 100 meter.

Prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Indonesia.

Pasalnya ini adalah medali kedua Indonesia di nomor estafer 4x100 meter putra setelah Asian Games tahun 1966 lalu.

Tim lari estafet yang terdiri dari Fadlin, Lalu Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara ini berhasil melampaui tim China yang diunggulkan di Asian Games.

Keempat pelari cepat Indonesia itu berhasil memecahkan rekor nasional yang baru dengan catatan waktu 38.77 detik.

 
 
Kemenangan Zohri dkk itu mencuri perhatian menteri pemuda dan olahraga Indonesia, Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi meberikan ucapan kepada mereka.

"30.08.2018

Yessssss... Indonesia membuktikan kecepatannya di lintasan atletik nomor estafet 4x100 M Putra dengan meraih PERAK Asian Games 2018.

Ini yang kedua kali Indonesia meraih PERAK di nomor ini setelah tahun 1966 lalu.

Pencapaian ini menjadi Rekor Nasional baru dengan catatan waktu 38.77 detik.

Sebelumnya catatan waktu 39.03 detik juga tercatat atas nama tim lari estafet Indonesia yang keren ini.

Selamat Fadlin, Lalu Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara.. Kalian Luarrr Biasa Bikin BANGGA Indonesiaaaaa... dan Kereeeenn....Go for Olympic....!-IN,"  tulisnya dalam keterangan foto.

 

Seperti yang disebutkan, tim lari estafet Indonesia berada di posisi kedua dan berhasil meraih medali perak.

Posisi Indonesia berada di bawah Jepang yang unggul dengan catatan waktu 38.16 detik.

Namun, Indonesia berhasil unggul dari China yang merupakan tim lari estafet diunggulkan dalam Asian Games di nomor tersebut.

China berada di urutan ketiga dengan catatan waktu yang sangat tipis, yaitu sebesar 38.89 detik.

Pelari pertama Indonesia, Fadlin mulai mencoba mengejar tim China.

Saat tongkat estafet berada di tangah Zohri, China mulai tersusul.

Zohri mampu memimpin dan meninggalkan China di belakang.

Usai Zohri, kecepatan lari tim Indonesia tetap stabil dan berhasil meraih posisi kedua di Asian Games.

sumber : tribunnews.com

Satu medali didapatkan Indonesia setelah pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie memenangi pertandingan babak final kategori individu pada Selasa (28/8/2018).

Pada pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, itu Jonatan berhadapan dengan pemain Taiwan, Chou Tien Chen.

Menghadapi unggulan keempat, Jonatan menang denan skor 21-18, 20-22, 21-15.

Pertandingan dibuka dengan permainan tempo lambat saat kedua pasangan mencoba mencari pola permainan masing-masing.

Chou Tien Chen yang selalu kalah saat berhadapan Jonatan Christie mencoba menemukan cara untuk bisa menang.

Chou pun sempat memimpin saat kedudukan 2-4, namun keunggulannya tidak bertahan lama.

Jonatan dapat menyamakan kedudukan pada 5-5, setelahnya pemain Indonesia tampak nyaman dengan permainannya.

Pemain yang akrab disapa Jojo itu dapat memimpin 11-8. Sementara Chou Tien Chen yang tertinggal mulai meningkatkan intensitas serangannya.

Kedudukan kembali imbang 15-15. Akan tetapi Jonatan masih dapat mengendalikan permainan dan unggul 21-18 pada gim pertama.

Pada gim berikutnya Jonatan mengalami kesulitan. Pukulan netting yang sebelumnya menjadi andalan justru berkali-kali menjadi kartu mati bagi Jonatan.

Pasalnya, Jonatan banyak kehilangan poin akibat pukulan nettingnya terbaca atau justru tidak menemui sasaran.

Hasilnya Jonatan tertinggal 5-10 pada awal gim pertama. Sempat mencoba membalas, Jonatan tertinggal 8-11 pada pertengahan gim kedua.

Chou Tien Chen dapat memperlebar jarak saat memimpin 13-18.

Game point pun direbut Chou saat netting yang dilakukan Jonatan membentur net dan mengubah skor menjadi 16-20.

Jonatan yang tidak mau kalah berusaha bangkit. Sebuah smes yang sedikit menyentuh bibir net membuka asa bagi Jonatan saat memperkecil margin skor menjadi satu angka.

Jonatan bahkan sukses menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Sayang Chou dapat yang keluar sebagai pemenang adu setting untuk menciptakan rubber game.

Kekalahan tipis pada gim kedua seakan memantik api semangat Jonatan. Tampil lebih variatif, Jonatan berhasil memimpin 8-4 pada awal gim ketiga.

Interval pertama gim penentuan pun ditutup dengan skor 11-7 bagi keunggulan Jonatan atas Chou.

Sementara Chou Tien Chen mulai tampak kelelahan, Jonatan terus menambah perolehan skor hingga sempat unggul 17-9.

Meski Chou masih memberikan perlawanan dan secara perlahan memangkas selisih skor, Jonatan dapat mencetak match point lebih dulu pada kedudukan 20-15.

Sebuah smes keras yang tidak dapat dijangkau Chou memastikan medali emas diraih Jonatan dengan keunggulan 21-15.

 

sumber : tribunnews.com

Hasil final bulutangkis Asian Games 2018 menegangkan. Partai All Indonesian Final terjadi pada laga puncak nomor ganda putra Asian Games 2018 yang sekaligus pertandingan penutup cabang olahraga bulu tangkis pada Pesta Asia tersebut.

Derbi Merah Putih tersaji saat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhadapan dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada partai final yang berlangsung Selasa (28/8/2018).

Laga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta itu pada akhirnya dimenangkan oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan skor akhir 13-21, 21-18, 24-22

Meski berhadapan dengan rekan sekompatriot, kedua ganda putra andalan Indonesia ini tetap menyuguhkan kemampuan terbaik yang mereka miliki.

Sempat bersaing ketat, Fajar/Rian akhirnya mampu unggul jauh 11-6  pada interval gim pertama.

Pasca-interval, Marcus/Kevin mencoba bangkit dan langsung tancap gas dengan mencetak empat angka beruntun.

Namun momentum itu mampu dihentikan oleh Fajar/Rian yang bisa kembali mengambil alih jalannya pertandingan.

Ganda putra peringkat 9 BWF itu akhirnya mampu memenangkan gim pertama dengan skor cukup jauh 21-13.

Memasuki game kedua, partai All Indonesian Final kembali berlangsung alot saat kedudukan beberapa kali imbang.

The Minions akhirnya mampu unggul saat interval gim kedua dengan skor 11-9 setelah smes Muhammad Rian Ardianto menyangkut di net.

Setelah jeda, Fajar/Rian terus berusaha mendekati perolehan poin Marcus/Kevin yang tampak mulai tampil panas.

The Minions akhirnya sukses memaksa berlangsungnya rubber games usai memenangi gim kedua dengan skor 21-18.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo langsung tampil menyengat pada gim ketiga saat unggul dengan skor 5-1.

Namun Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak mau menyerah begitu saja dan membuat kedudukan imbang di angka delapan sama.

Fajar/Rian bahkan mampu melanjutkan tren positifnya dengan mencetak tiga angka beruntun yang membuat mereka unggul saat interval gim ketiga..

Setelah berpindah sisi lapangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil melanjutkan tren positif mereka dengan unggul 16-11.

Akan tetapi, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tak mau mengalah begitu saja dan berhasil menyamakan kedudukan 19-19.

Duel sengit bahkan terus berlanjut hingga setting poin yang akhirnya dimenangi oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan skor 24-22.

badmintalk_com

sumber : detik.com

Berselancar di media sosial kini bagai melihat perang panas dua kubu pendukung capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.Ada saja hal yang diperdebatkan masing-masing pendukung dan saling melempar opini.

Namun final pertandingan pencak silat di Asian Games tampaknya bisa menjadi 'air' yang meredam panasnya perang di media sosial. Jokowi danPrabowo justru menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak ada apa-apa di antara mereka. Itu terlihat dari momen pelukan keduanya. Olahraga tradisional Indonesia yang menyatukan mereka berdua.

Momen itu tercipta saat Pesilat Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas. Setelah menang, sebagai selebrasi, Hanif naik ke tempatJokowi dan Prabowo duduk. Dia langsung memeluk keduanya bersamaan dalam selubung bendera merah-putih. Jokowi dan Prabowo tersenyum bersama dalam pelukan Hanif.

"Biar tahu masyarakat Indonesia, Prabowo dan Jokowi tidak ada apa-apa. Hanya itu orang-orang yang sirik karena kesuksesan mereka. Saya sebagai insan silat Indonesia bahwa silat itu artinya silaturahmi. Jadi kita harus jaga menjaga hati kita sama-sama. Kita satu bangsa, satu negara, masa kita harus terpecah belah karena hal tidak penting," ungkap Hanifan usai pertandingan.

Percikan keakraban Jokowi dan Prabowo sebenarnya terlihat sejak Jokowi datang ke Padepokan Pencak Silat TMII. Jokowi disambut langsung oleh Ketum Partai Gerindra itu begitu tiba. Setelah itu, Jokowi diantar menuju kursi VIP. Di barisan VIP, sudah ada Wapres Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, dan Menko PMK Puan Maharani.

Saat duduk bersama, keduanya saling ngobrol dan tertawa. Momen keakraban juga tercipta saat penyerahan medali emas ke pesilat Wewey Wita. Jokowi tak sungkan mengajak Prabowo ngevlog. Prabowo sendiri tampak bersemangat berbicara, termasuk Wewey.

Bahkan, keduanya kompak memposting keakraban dan pelukan itu di akun media sosial masing-masing. Baik Jokowi dan Prabowo sepakat, bahwa untuk kepentingan nasional semuanya harus bersatu.

"Pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bersama Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kami bertiga -- Hanifan, saya dan Pak Prabowo -- pun berpelukan dalam selubung merah putih," tulis Jokowi di Instagram.

"Kita boleh berbeda pendapat diantara kita, tapi satu, kalau menyangkut kepentingan nasional kita harus bersatu," kata Prabowo di Instagram.

Masyarakat langsung menyambut baik momen pelukan kedua tokoh itu. Keriuhan juga menggelegar di media sosial yang semula jadi 'medan perang' kubu pendukung. Banyak netizen yang sepakat bahwa foto pelukan Jokowi-Prabowo menjadi penanda bahwa pendukung keduanya harus bersatu untuk bangsa.

Page 7 of 39

Tentang Kami