Live Streaming
Friday, 30 August 2019 08:49

PERUBAHAN SUSUNAN PENGURUS BANK BTN

Jakarta, 29 Agustus 2019.  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan persetujuan perseroan untuk melakukan aksi korporasi akuisisi Perusahaan Modal Ventura (PMV) guna mendukung core business BTN. Manajemen BTN selanjutnya akan meminta persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merealisasi rencana tersebut.

Menurut Achmad Chaerul Corporate Secretary Bank BTN, pengelolaan PMV akan tetap fokus untuk mendukung core business Bank BTN di bidang pembiayaan perumahan dan meningkatkan pendapatan non bunga, sehingga dapat memperkuat pertumbuhan kredit dan laba perseroan. 

Adapun PMV yang dipilih perseroan adalah PT Sarana Papua Ventura (SPV),  anak usaha PT Bahana Artha Ventura, yang merupakan anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Pemilihan SPV ini sekaligus diharapkan menjadi  sinergi BUMN yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN.

“Bank BTN telah menyiapkan anggaran untuk mengambilalih saham SPV. Dana yang sudah disiapkan tersebut akan digunakan sebagai penyertaan modal dan pengembangan bisnis PMV dalam jumlah sebanyak-banyaknya 90% yang akan dilaksanakan secara bertahap,” kata Chaerul.

Penyertaan modal pada SPV sebagai aksi korporasi BTN tersebut merupakan salah satu agenda dalam RUPSLB BTN. Agenda lainnya dalam RUPSLB adalah evaluasi kinerja perseroan Semester I 2019 dan langkah strategis manajemen BTN untuk mengawal kinerja bisnis on track sampai dengan akhir tahun 2019. Termasuk dalam hal ini pelaksanaan PSAK 71 dan PSAK 73 yang sudah disiapkan secara baik oleh perseroan. 

Chaerul memastikan BTN telah siap untuk menerapkan PSAK 71 dan PSAK 73 pada tahun 2020 dengan segala antisipasi yang sudah dilakukan termasuk perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB) dan fokus bisnis yang bertujuan untuk menjaga kinerja bisnis berjalan dengan baik. Oleh karena itu BTN optimis kinerja perseroan sampai dengan akhir tahun 2019 akan tumbuh sesuai dengan RBB.

PERUBAHAN SUSUNAN PENGURUS BANK

RUPSLB BTN memutuskan mengubah susunan pengurus Bank BTN menjadi sebagai berikut : 

 Susunan Direksi BTN :

Direktur Utama                                                       : Suprajarto

Direktur Commercial Banking                                     : Oni Febriarto Rahardjo

Direktur Consumer Banking                                       : Budi Satria

Direktur Compliance                                                 : R. Mahelan Prabantarikso

 

Direktur Distribution & Network                               : Dasuki Amsir

Direktur Strategic & Human Capital                          : Yossi Istanto

Direktur IT & Operation                                         : Andi Nirwoto

Direktur Finance, Treasury & Strategy                      : Nixon L.P Napitupulu

 

Susunan Komisaris BTN:

Komisaris Utama                                                           : Asmawi Syam

Komisaris                                                                    : Iman Sugema

Komisaris                                                                    : Eko Djoeli Heripoerwanto

Komisaris                                                                    : Marwanto Harjowiryono

Komisaris Independen                                                  : Garuda Wiko

Komisaris Independen                                                  : Lucky Fathul Aziz Hadibrata

Komisaris Independen                                                  : Kamaruddin Sjam

Komisaris Independen                                                  : Arie Coerniadi

“Susunan pengurus bank sesuai hasil RUPSLB ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perseroan dalam memenuhi target bisnis sekaligus menjawab tantangan masa depan. Kami optimis menjadikan soliditas pengurus bank sebagai modal dan semangat untuk menjadikan kinerja bisnis BTN menjadi lebih baik,” kata Chaerul.

Menurut Chaerul, ke depan BTN akan mempunyai peluang untuk tumbuh lebih baik. Perseroan telah menyesuaikan sejumlah target bisnis dengan dinamika perekonomian yang terjadi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kebutuhan rumah yang sangat besar adalah peluang yang tidak akan pernah berhenti dan terus membutuhkan inovasi.

Sementara itu Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Suprajarto menyatakan mengundurkan diri dari jabatan barunya sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Alasannya, dia tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut.

Suprajarto secara tegas menolak keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN yang mengangkatnya menjadi direktur utama.

"Saya tidak dapat menerima keputusan itu, saya memutuskan mengundurkan diri dari hasil RUPSLB BTN," kata Suprajarto saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Read 61 times

Tentang Kami