Live Streaming
Thursday, 01 November 2018 11:32

Lewati Perbatasan, Boat Nelayan Batam di Kejar Marine Police Singapura dan Ditabrak, F-KUB Mina Batam Madani Langsung Lapor Kedubes

sumber : tribunnews.com

Rama Shinta - Marine Police Singapura mengejarboat nelayan yang melewati perbatasan Indonesia dengan Singapura tepatnya di depan Pulau Sekijang atau yang dikenal dengan Pulau Dua, Rabu (31/10/2018).

"Berdasarkan keterangan korban (Dian Marzuki bin Muhammad) pada saat mancing bersama nelayan lain di depan Pulau Sekijang (Pulau Dua) yang sudah masuk perairan Singapura. Korban melihat Kapal Marine Police Singapuramelakukan pengejaran kepada nelayan yang sedang mancing," kata Kapolsek Belakangpadang AKP Ulil Rahim, Rabu (31/10/2018).

AKP Ulil Rahim mengetakan pada saat kapal Marine Police Singapura mengejar, para nelayan lari menuju perairan internasional (OPL). Setelah masuk perairan internasioanal, boat korban berhenti karena merasa sudah aman. 

"Pada saat boat korban berhenti kapal Marine Singapura menabrak bagian samping kiri kapal korban kemudian kapal korban tenggelam. Akan tetapi korban masih bisa manyelamatkan diri dan kemudian korban ditolong oleh nelayan," ujarnya.

Berdasarkan kejadian tersebut korban mengalami patah kaki kiri dan luka robek dibagian pinggang belakang. Kerugian material di perkirakan lebih kurang Rp 45 juta.

Ditabraknya boat nelayan Pulau Lengkang oleh Marine Police Singapura, langsung dilaporkan ke kedutaan besar Republik Indonesia (Kedubes RI) yang berada di Singapura oleh Forum Kelompok Usaha Bersama (F-KUB ) Mina Batam Madani, Rabu (31/10/2018).

Ketua F-KUB Mina Batam Madani, Muhammad bin Boyan mengatakan sudah melaporkan langsung ke Kedubas RI yang berada di Singapura terkait boat nelayan yang ditabrak olehMarine Police Singapura.

"Kita tadi langsung hubungi Kedubes RI di Singapura dan melaporkan kejadian itu. Kita tidak terima atas tindakan yang dilakukan oleh Marine Police Singapura itu. Nelayan kita kan mancing bukan melakukan tindak kejahatan, seharusnya diusir atau ditegur bukan ditabrak sampai boat nelayan pecah terbelah," katanya.

Dia mengaku akan mendatangi kantor Konsulat Singapura yang berada di Mall Pelayanan Publik di Batam Center. Kedatanggannya bersama nelayan untuk melakukan protes dan keberatan yang dilakukan Marine Police Singapura.

"Besok kita akan datangi Konsulat Singapura yang ada di Batam. Kita keberatan dengan tindakan yang dilakukan Marine Police Singapura yang menabrak nelayan kita saat macing," katanya.

Read 32 times

Tentang Kami