Live Streaming
Thursday, 22 June 2017 09:29

Putri Djoko Ceritakan Ayahnya Dipenjara Hingga Diincar Pejuang ISIS untuk Dinikahi

Titik terang tentang nasib keluarga Dwi Djoko Wiwoho yang berangkat ke Raqqa, Suriah, mulai terjawab. Dua dari tiga orang yang diyakini putri Djoko, terungkap dari foto AFP serta wawancara media tersebut, sepekan silam.

Djoko, 22 bulan lalu, tiba-tiba menghilang dari Batam dan diyakini berangkat ke Suriah dengan keluarga istrinya untuk bergabung dengan ISIS.

Djoko dan istrinya juga membawa tiga putrinya, Syarafina Nailah, Nurshadrina Khairadhania, dan Tarisha Aqila Qanita ke wilayah konflik tersebut.

Sempat terdengar kabar, Djoko tewas di Suriah, beberapa bulan kemudian. Namun, berita AFP tersebut mulai menyibak keberadaan keluarga tersebut.

Ada 16 warga negara Indonesia yang berhasil diselamatkan dari markas ISIS di Raqa, Suriah, dan saat ini berada di pengungsian Ain Issa, 50 kilometer di utara Raqa, 14 Juni 2017 lalu.

Mereka berhasil diselamatkan oleh pasukan Angkatan Darat Suriah yang didukung oleh koalisi AS.

Ke-16 orang di pengungsian itu terdiri dari delapan wanita, lima laki-laki dan tiga anak-anak.

Satu orang diwawancarai AFP diduga Nurshadrina Khairadhania.

Namun ada foto lain yang diambil AFP, diduga adalah Syarafina Nailah.

Para pasukan SDF saat ini berusaha terus maju untuk menghancurkan basis ISIS di Raqa.

Petugas juga meminta keterangan dari warga Indonesia yang selamat, kata pejabat kamp Ain Issa, Fayruz Khalil.

SDF berencana untuk mengirim mereka melewati perbatasan ke Kota Arbil, Irak dan menyerahkannya ke kedutaan Indonesia.

Remaja 19 tahun bernama Nur yang tak lain adalah putri Djoko bernama lengkap Nurshadrina Khairadhania.

Nur yang di Batam dikenal dengan nama Dania menceritakan pengalaman mereka sekeluarga berangkat ke Suriah dengan berbagai iming-iming manis.

Nur mengatakan bahwa dia dan keluarganya mengharapkan kerabat laki-laki mereka yang ikut ke Raqa mendapat pekerjaan.

Tapi ketika mereka tiba, mereka diberi tahu bahwa semua orang berkewajiban untuk bergabung dalam tentara ISIS.

"Semuanya bohong," kata Nur dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah.

"Ketika kita memasuki Daesh, kita masuk ke negara mereka, semuanya sangat berbeda dari apa yang mereka katakan di internet."

"Orang-orang kami dimasukkan ke penjara, ayah saya, saudara laki-laki saya," katanya.

Namun Nur tidak menjelaskan secara rinci dimana ayahnya dipenjara oleh ISIS.

Dia juga terus-menerus dikejar oleh pejuang ISIS yang ingin menikahinya.

"Ada banyak (tentara ISIS)yang bercerai, kemudian menikah lagi untuk dua minggu atau dua bulan," katanya.

"Banyak pria datang ke tempat saya dan berkata kepada ayah saya, ‘Saya menginginkan anak perempuan Anda’," katanya.

"Ke mana saja mereka selalu membicarakan wanita," katanya getir.

"Dari apa yang saya pahami dari mereka ... mereka ditipu," katanya kepada AFP.

Menurut para pengungsi, selama 10 bulan terakhir mereka mencoba untuk melarikan diri dari markas ISIS di Raqa, namun usaha mereka baru berhasil pekan lalu.

Sampai akhirnya diselamatkan oleh pasukan SDF, belasan kilometer dari pusat kota Raqa yang masih sikuasai ISIS.

Wanita lain bernama Leefa mengatakan, ia berangkat dari Indonesia ke markas ISIS di Raqa dengan sejumlah iming-iming, mengira akan menuju surga duniawi bagi umat beriman.

Dia dan keluarganya membayangkan dikelilingi oleh orang-orang beriman sejati dan mendapat perawatan serta pekerjaan dengan gaji besar.

Namun kenyataannya, wanita 38 tahun ini dan 15 orang Indonesia lainnya tertipu.

"Saat kita di Indonesia ... kita baca, kita nonton di internet, Dawlah Islamiyah adalah tempat tinggal, untuk menjadi seorang muslim sejati," kata Leefa.

"Saya memiliki masalah kesehatan, saya memerlukan operasi di leher saya dan ini sangat mahal di Indonesia," tambahnya.

"Tapi di Daesh (ISIS), katanya, semuanya gratis, semuanya gratis," katanya.

"Kami datang ke Daesh untuk menjadi seorang Muslim sejati dan untuk kesehatan saya," tambah wanita berhijab hijau dan berkacamata ini.

Setibanya di benteng ISIS, ternyata tidak ada pengobatan yang dijanjikan.

 

[tribun]

 

Read 501 times

Tentang Kami