Live Streaming
Wednesday, 05 September 2018 09:07

Batam Belum Miliki LPKS dan Harus Jadi Perhatian Pemerintah. Berikut Penjelasan Agus

sumber : tribunnews.com

RAMA SHINTA - Setiap tahunnya ada puluhan anak di Batam yang terjerat hukum pidana, dan harus menjalani hukuman di dalam penjara. Namun sampai saat ini kota Batam belum memiliki tempat yang layak untuk anak dalam menjalani masa tahanan.

Seharusnya Kota Batam, memiliki Lembaga Penempatan Kesejahteraan Sosial (LPKS), tempat anak dalam menjalani hukuman yang terlibat dalam kasus Pidana.

Demikian disampaikan Agus Kasubsi Bimbingan klien Anak, klas II Balai Pemasyarakat (Bapas) klas II Tanjungpinang, yang sudah banyak mendapingi permasalahan anak.

 Agus menjelaskan dalam menangani kasus anak banyak hal yang harus diperhatikan terlebih masa depan anak.

"Dalam kasus hukum anak ini, yang pertama dilaksanakan adalah mediasi antara kedua belah pihak baik pelaku dan korban," kata Agus.

Jika mediasi tidak bisa dilaksanakan maka kasus akan dilanjutkan dan seorang anak harus berhadapan dengan hukum, namun yang perlu diketahui bahwa anak yang bisa di tahan adalah anak yang sudah berusia 14 tahun ke atas.

"Kalau anak yang masih berusia 0 sampai dengan 13 tahun belum bisa dipenjara, yang jadi pertanyaan kemana nantinya anak ini dibawa, sementara kita tidak punya LPKS," kata Agus.

 

Dia juga mengatakan saat ini Kota Batam memiliki Rumah Perwakilan Sosial Anak (RPSA) di Batu Besar Nongsa, namun pengelolaanya diserahkan kepada pihak ke tiga.

"Ini yang seharusnya menjadi tugas pemerintah, karena semakin maju suatu daerah makan permasalahan anak-akan semakin sering terjadi," kata Agus.

Agus mengatakan sebagai kota yang maju pemerintah harus memikirkan fasilitas untuk menunjang membina anak yang bermasalah dalam hukum.

"Saat ini memang sudah ada lapas anak, namun itu untuk anak yang berusia 14 tahun ke atas, bagaimana dengan anak yang belum berumur 14 tahun, contoh anak yang ditelantarkan, anak yang ditinggal orangtuanya atau kasus lainnya," kata Agus.

Sejauh ini kata Agus anak yang bermasalah secara hukum dan anak yang mengalami masalah keluarga masih diserahkan kepada pihak ketiga.

"Jadi ini yang harus diperhatikan," kata Agus

Read 15 times

Tentang Kami