Live Streaming
Monday, 03 September 2018 15:02

Pemko Batam Ubah Target APBD Perubahan 2018, Begini Perinciannya

sumber : tribunnews.com

Pemko Batam melakukan perubahan target pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2018.

Hal ini terlihat pada rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD perubahan 2018.

Penerimaan daerah yang semula ditargetkan sebesar Rp 2,6 triliun, berubah menjadi Rp 2,5 triliun. Perubahan anggaran terjadi pada beberapa komponen anggaran. Seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD). Semula targetnya Rp 1,25 triliun, berubah menjadi Rp 1,23 triliun.

 

"Dana perimbangan dari Rp 934,6 miliar menjadi Rp 926,4 miliar. Lain-lain pendapatan yang sah dari Rp 348,2 miliar berubah menjadi Rp 309,6 miliar," kata Wali Kota Batam, Rudi, Senin (3/9/2018) saat rapat paripurna di DPRD Kota Batam.

Perubahan juga terjadi untuk anggaran pembiayaan dari Rp 88,2 miliar menjadi Rp 65,8 miliar. Perubahan anggaran ini, lanjutnya dilaksanakan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Permendagri No.13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

"Di aturan itu disebutkan, pelaksanaan perubahan APBD disebabkan adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi yang telah ditetapkan sebelumnya," ujarnya.

Yakni terjadi pelampauan atau tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan penggunaan pembiayaan ditetapkan dalam KUA. Hal ini berakibat harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja.

"Perubahan asumsi ini berpengaruh dalam struktur perubahan APBD Kota Batam. Kita ajukan perubahan karena ada rasionalisasi. Nanti DPRD lah yang akan membahasnya," kata Rudi.

Sementara itu untuk rancangan KUA-PPAS APBD Kota Batam 2019, Pemko Batam memproyeksikan target pendapatan sebesar Rp 2,65 triliun. Masing-masing untuk PAD sebesar Rp 1,3 triliun,

dana perimbangan Rp 963,01 miliar, lain-lain pendapatan yang sah Rp 302,8 miliar. Sedangkan untuk penerimaan daerah dari sisi pembiayaan diperkirakan mencapai Rp 70 miliar.

"Target Rp 2,6 triliun ini bisa berubah. Kita masih menunggu rancangan perkiraan penerimaan dari dana transfer daerah lewat dana alokasi khusus," ujarnya.

Rudi mengatakan, kegiatan pada 2019 tetap difokuskan pada peningkatan infrastruktur dan utilitas, pengendalian banjir, dan kebersihan di kawasan perkotaan dan hinterland.

Termasuk juga peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan kualitas mutu serta pelayanan pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. Peningkatan sarana dan prasarana transportasi. Peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Peningkatan pengembangan kepariwisataan, fasilitas investasi dan promosi dalam rangka meningkatkan perekonomian dan daya saing Batam," kata Rudi.

Kegiatan pada 2019, lanjutnya juga mencakup pembinaan, pengendalian dan penertiban kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukan fasos,fasum dan ROW.

Peningkatan kapasitas tata kelola pemerintah dan optimalisasi teknologi informasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

Read 56 times

Tentang Kami