Live Streaming
Monday, 03 September 2018 11:15

Target 3,5 Juta Wisman Kunjungi Kepri Selama 2018, Ini 3 Jurus yang Diterapkan Kemenpar

sumber : tribunnews.com

Pemerintah menargetkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Indonesia hingga akhir 2018.

Jumlah ini meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019 mendatang.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata RI, Guntur Sakti mengatakan, untuk mencapai angka tersebut bukanlah sesuatu yang mudah.

Apalagi ditambah dengan adanya bencana alam di beberapa tempat di Indonesia tahun ini, seperti gempa di Lombok. Perlu dukungan semua pihak untuk mengejar angka itu.

"Angka (17 juta wisman) ini ngeri-ngeri sedap. Ambisiusnya luar biasa. Presiden sudah menetapkan target 17 juta wisman tahun ini, dan 20 juta wisman pada 2019. Sekarang ini tahun peperangan merebut kemenangan," kata Guntur, Jumat (31/8/2018) malam di Radisson Golf & Convention Center Batam.

Kehadiran mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepri ini di Batam, Kepri, tidak lain untuk mengisi Workshop Sosialisasi Kebijakan Kementerian Pariwisata kepada media.

Kepri memang punya peran khusus untuk Indonesia. Terutama di bidang pariwisata.

Mengingat lokasinya yang strategis berdekatan dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Kepri pun termasuk penyumbang jumlah wisman nomor tiga terbesar di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.

Kepri ditargetkan dapat menyumbang 3,5 juta wisman tahun ini.

 

Pada kesempatan itu Guntur mengatakan, jika target 17 juta wisman tahun ini berhasil dicapai, pemerintah masih punya semangat untuk mengejar angka 20 juta wisman pada tahun depan. Lantas bagaimana caranya?

"Kalau kita hanya menggunakan cara biasa, dari target 17 juta wisman itu kita hanya bisa mendapat 15 juta. Asumsinya per bulan 1.250.000 dikali 12 dapat 15 juta. Kita perlu cara yang tak biasa," ujarnya.

Guntur melanjutkan, sesuai hasil rapat koordinasi nasional pariwisata Juli lalu di Jakarta, Menteri Pariwisata Arief Yahya, telah menetapkan tiga program marketing khusus untuk mengejar 17 juta kunjungan wisman pada 2018.

Pertama, program insentif kepada airlines dan wholesaler.

Dikatakan, sekitar 75 persen wisman yang datang ke Indonesia masuk melalui konektivitas udara, baik reguler maupun pesawat carter.

Promosi terpadu perlu dilakukan dalam bentuk fam trip, festival, publikasi dan pemberian insentif dan lainnya.

"Saat ini Kemenpar telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan 15 airlines dan 8 wholesaler. Kita proyeksikan dari komitmen kerjasama ini bisa menghasilkan sebesar 730.669 pax wisman pada periode Agustus hingga Desember tahun ini," kata Guntur.

Kedua, program ViWI (Visit Wonderful Indonesia-Hot Deals). Ia mengatakan, program ini sebagai sebagai upaya mengoptimalkan kapasitas yang tidak terpakai. Ketika faktor 3A (atraksi, aksesibilitas dan amenitas) digabungkan dan dimanfaatkan dalam sebuah platform, maka akan tersedia layanan turisme yang mudah dan murah,. Itu sekaligus menjadi hal yang menarik dan punya daya saing dalam meningkatkan kunjungan wisman.

"Program Hot Deals ini dilakukan di tiga pintu utama bagi kunjungan wisman, Bali, Jakarta, dan Kepri. Dengan paket Hot Deals ini kita harapkan dapat mengejar target kunjungan wisman sebesar 2,5 juta pada 2018," ujarnya.

Guntur mengakui, dari ketiga program Hot Deals itu yang paling laku memang berada di Kepri. Terutama Batam. Kelebihannya, lantaran transportasi menuju Kepri berbasis laut, alias bisa ditempuh melalui ferry, sedangkan Bali dan Jakarta, mesti ditempuh lewat udara. Ini juga berdampak terhadap biaya yang mesti dikeluarkan wisman. Sejak program Hot Deals di Kepri diluncurkan April lalu, setidaknya saat ini sudah terjual 141.180 paket dari 500 ribu paket yang disediakan.

"Kalau kita bandingkan Batam dan Jakarta, di sini hotel sepi hari-hari biasa, weekend penuh. Kalau Jakarta beda, weekday dia full, weekend sepi," kata Guntur.

Cara ketiga, program Competing Destination Model (CDM). Program ini untuk mengakuisisi pelanggan dengan metode yang dilakukan penyedia platform data driven marketing. Pemerintah akan bekerjasama dengan penyedia metode CDM. Dengan metode ini diperkirakan bisa menambah angka wisman mencapai 1 juta orang.

"Cara ketiga ini yang paling baru, dan baru kita mulai Agustus. Ketika wisman itu mau pergi ke sebuah tempat wisata, kita goda dia," kata Guntur.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan, target 3,5 juta wisman untuk Kepri hingga akhir 2018 ini merupakan hal yang berat. Mengingat hingga Juni lalu, kunjungan wisman ke Kepri baru diangka 1,2 juta orang. Kepri sendiri menargetkan angka kunjungan wisman pada tahun ini sebesar 2,5 juta orang.

"September ini kita akan mengadakan dua even. Pertama Bahari Kepri di Tanjungpinang. Kedua Tour de Kepri. Keduanya ini warisan dari Pak Guntur," kata Buralimar.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kepri. Pihaknya siap berkolaborasi agar target dari Kementerian Pariwisata dan Provinsi Kepri bisa tercapai.

Read 370 times

Tentang Kami