Live Streaming
Monday, 16 April 2018 15:29

Tarif pelabuhan Batam termahal di Selat Malaka  

Sumber: Sindobatam.com

Pengusaha kapal mendesak Badan Pengusahaan (BP) Batam merevisi Perka 17/2016 tentang Jenis dan Tarif Kanpel. Tarif pelabuhan di Batam saat ini termahal dibanding negara-negara tetangga di Selat Malaka. Revisi Perka 17/2016 ditargetkan selesai Mei mendatang. Regulasi yang mengatur terkait dengan jasa tarif pelabuhan ini ditunggu banyak pelaku usaha. Selain itu, BP Batam juga didesak untuk bisa terus mendorong pemerintah pusat supaya bisa segera merevisi sejumlah aturan yang berkaitan dengan Perka tersebut.

Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Kota Batam, Osman Hasyim mengatakan, pelaku usaha berharap pemerintah bisa segera merampungkan revisi Perka 17/2016, karena tarif yang ada saat ini dinilai termahal jika dibandingkan dengan tarif jasa pelabuhan di negara-negara tetangga yang ada di Selat Malaka. Osman mencontohkan, jika sebuah kapal  berkapasitas 10 ribu GT mengadakan kegiatan selama 30 hari di TUKS, maka total tarif yang dikenakan bisa mencapai USD26.372. Paling dominan dalam tarif ini disebutkan adalah untuk Jasa Labuh dan Tambat.

Dimana, jasa labuh dikenakan USD 0,10/GT/10 hari atau USD3.300 untuk 30 hari. Sementara jasa tambat USD 0,05/GT/etmal atau USD 15 ribu untuk 30 hari. Sisanya adalah untuk jasa pandu dan tunda. Jika dibandingkan dengan Pelabuhan Pasir Gudang, Tanjung Pelepas dan Port of Singapore tak mengenakan tarif jasa labuh dan tambat. Sehingga tarif yang berkegiatan di TUKS pada ketiga pelabuhan jauh lebih murah. Di Pasir Gudang, Johor misalnya, hanya mengenakan tarif USD4.901,45 untuk kegiatan kapal 10 ribu GT di TUKS untuk 30 hari.

Read 53 times

Tentang Kami