Live Streaming
Page 1 of 33

BATAM – Terusnya menurun angka Covid-19 di Batam, mendorong semangat Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Kementerian Perekonomian RI, terpicu. Baik Kemenko Perekonomian dan BP, memiliki semangat yang sama, membangkitkan kegiatan berusaha, dalam meningkatkan ekonomi, Batam. Sebagaimana disampaikan Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan  Sekretaris Menko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengajak pengusaha, termaksud pengusaha muda, untuk memanfaatkan terbitnya PP 41. “Hendaknya momentum ini tidak boleh dilewatkan. Kemudahan yang diberikan kalau tak digunakan yang rugi kita. Ayo kami siap bersama kalian. Jika ditemukan kendala, mari bersama cari solusinya,” ajak Rudi.

Rudi memastikan dirinya terbuka untuk diajak berdiskusi demi kemajuan Batam. Menyadari Batam merupakan daerah tujuan investasi, baik oleh investor lokal maupun asing. Rudi dengan SDM yang ada di BP Batam maupun Pemko Batam mencurahkan kemampuan untuk terus membangun Batam. Seperti meningkatkan infrastruktur pendukung, dari bandara, pelabuhan hingga akses jalan.

“Tidak lain ini semua untuk ekonomi Batam yang semakin maju, sehingga masyarakatnya juga sejahtera. Alhamdulillah, meskipun sedang covid pertumbuhan ekonomi Kepri kuartal II tumbuh 6,9 persen dan Batam menyumbangkan 70 persen dari pertumbuhan itu,” kata Rudi.

Di samping penanganan Covid-19, pihak Rudi juga tetap berupaya untuk melanjutkan sejumlah proyek-proyek infrastruktur. Dengan harapan tentunya dapat menggerakan ekonomi masyarakat.

“Protokol kesehatan jangan sampai kendor meskipun Covid-19 sudah menunjukan penurunan,” kata Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam ini.

Terkait dengan pengintegrasian sebagaimana disampaikan Sesmenko, dan berkesuaian dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Rudi menyambut baik. Diakui, Rudi sudah menyiapkan rencana. Dimana, telah menyesuaikan dengan perubahan sistem. Termaksud sistem pelayanan perizinan berusaha yang didesain oleh Pemerintah sehingga menjadi berbasis elektkronik yakni one single submission (OSS) dan wajib digunakan daerah.

Adapun nomenklatur yang digunakan adalah nomenklatur baru sebagaimana tercantum dalam Undang-undang cipta kerja dan peraturan pelaksananya. “Perlunya mewujudkan kepastian hukum dalam pemberian layanan perizinan berusaha baik untuk masyarakat maupun aparatur penyelenggara perizinan dan kepastian hukum dalam penerimaan daerah dari sumber retribusi daerah yang telah berubah namanya,” tegas Rudi.

Sementara Susiwijono mengatakan, menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia membawa harapan baru bagi masyarakat. Reaksi optimis para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para pengusaha terus digaungkan, guna percepatan pemulihan ekonomi nasional selama pandemi berlangsung.

Hal tersebut diutarakan Susiwijono, dalam acara pelantikan Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, pada Kamis (2/9/2021) pagi, di Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat.

Susiwijono mengatakan, dalam dua-tiga minggu terakhir ini, baik daerah di dalam dan di luar Jawa-Bali, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mulai melandai. Tren ini, menurutnya, harus terus berlanjut untuk mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional, terutama di kawasan Kepulauan Riau, khususnya di Batam.

“Kita berharap banyak dari sisi penanganan pandemi ini, dapat kita manfaatkan betul momennya. Terutama beberapa rencana kita terkait PP Nomor 41 Tahun 2021 mengenai KPBPBB, khususnya Batam-Bintan-Karimun, akan kita dorong kembali,” ujar Susiwijono.

Ia melanjutkan, tugas utama selama pemulihan ekonomi berlangsung adalah meningkatkan jumlah investasi asing ke Batam.

“Kita tahu bagaimana kemarin di kuartal II pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, yaitu 7,07 persen. Namun sebagian besar dikarenakan Low Base Effect (merupakan kecenderungan perubahan nilai absolut yang kecil pada kondisi awal yang “sangat” rendah sehingga diterjemahkan ke dalam bentuk perubahan persentase yang besar, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu dipengaruhi faktor dari basis pertumbuhan ekonomi yang rendah pada tahun sebelumnya). Sehingga di kuartal tiga nantinya pasti masih terdampak dengan pembatasan melalui PPKM kemarin,” jelasnya.

sumber : bpbatam.go.id 

Dengan melandainya kasus Covid-19, pemerintah pusat akan melakukan penyesuaian beberapa kegiatan masyarakat. Susiwijono berharap selama beberapa minggu ke depan, roda perekonomian dan kegiatan berusaha akan bergerak kembali.

“Mulai dari mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, khususnya di Batam, akan kita dorong kembali. Mudah-mudahan secara penuh target di Tahun 2021 masih bisa kita capai,” harap Susiwijono.

Ia optimis, dengan tingkat vaksinasi Kepri yang tinggi, yaitu di posisi ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Bali, perekonomian di Batam akan membaik. Selain itu, pihaknya juga akan membuka beberapa inisiatif untuk Batam, salah satunya adalah rencana untuk membuka akses bagi investor Singapura.

Dilihat dari sisi kesiapan Batam sendiri, menurut Susiwijono, momen ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan transformasi ekonomi karena Batam dinilai siap untuk meningkatkan eksposurnya, mulai dari kelembagaan, infrastruktur pendukung, termasuk beberapa kebijakan ke depan.

“Dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja kemarin kami ingin membentuk sebuah integrasi, sehingga Batam dan Kepri akan lebih efisien lagi. Dengan kondisi status KPBPBB yang sedang berlangsung, dua Kawasan Ekonomi Khusus sudah berjalan, kami ingin perekonomian Batam lebih aktif lagi. Apalagi ketika diterapkannya PP Nomor 41 Tahun 2021 nanti diharapkan mampu meningkatkan perhatian publik (investor) terhadap Batam,” tutup Susiwijono. (*)

 

 

Batam – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam memaksimalkan keberadaan kamera pengintai (Closed Circuit Television/CCTv) di lokasi rawan Kota Batam. Setiap kejadian terekam, langsung dikoordinasikan ke kepolisian.

“Semalam ada satu mobil yang mengalami kecelakaan di pertigaan Sei Ladi, dan sudah kita koordinasikan,” ujar Kepala Diskominfo Batam, Azril Apriansyah, Kamis (9/9/2021).

Azril mengaku pengawasan lokasi rawan dilakukan pengawasan 24 jam melalui CCTv Kominfo Batam. Beberapa kali kejadian seperti pencurian, hingga kecelakaan langsung terekam CCTv.

“Pusat pengendaliannya di Kantor Wali Kota Batam dan petugas kota 24 jam mengawasinya,” ujar Azril.

Adapun lokasi yang dipantau CCTv Kominfo Batam tersebar di 20 lokasi yakni lingkungan Kantor Walikota satu titik, lingkungan DPRD Batam satu titik, Gerbang Selatan Dataran Engku Puteri satu titik, Gerbang Utara Dataran Engku Puteri satu titik, lingkungan simpang BI dua titik, Bundaran Madani tiga titik, Simpang Kuda Sei Panas tiga titik, lingkungan jalan utama Nagoya Hill satu titik, Depan Pasar Induk Jodoh dua titik, dan Jalur Lambat Sukajadi dua titik.

Kemudian, jalan di Depan Perumahan Casablanca dua titik, Depan Pura Sei Ladi dua titik, Simpang Tiga Sei Ladi tiga titik, Tanjakan Southlink dua titik, Depan Pelabuhan Domestik Sekupang satu titik, Depan Perumahan Delta Villa Tiban Koperasi dua titik, Depan Mata Kucing dua titik, Depan SP Plaza Batu Aji satu titik, Simpang Tiga Sambau tiga titik, dan Pelabuhan Punggur satu titik.

“Total 36 CCTv yang kami kendalikan. Semoga dengan terus diawasi kamera ini dapat meminimalisir kerawanan dan jika terdapat kejadian dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

 

Sumber : Media Center Batam 

Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi memaparkan Ranperda Perubahan APBD Kota Batam. Hal itu disampaikan pada Rapat Paripurna di DPRD Batam, Senin (23/8/2021).

Dijelaskannya bahwa penerimaan pendapatan dan pembiayaan semula sebesar Rp2.968.574.058.069,00 berubah menjadi Rp 2.921.147.486.859,00 atau turun 2 persen.

“Pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 semula sebesar Rp 2.860.863.224.402,00 berubah menjadi Rp 2.650.544.986.343,00 atau turun 7 persen,” kata Rudi.

Perubahan pendapatan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 dapat dijelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah semula sebesar

Rp1.432.639.685.193,00 atau turun 15 persen.

Kemudian, pendapatan transfer semula sebesar Rp1.319.207.339.209,00 berubah menjadi Rp1.289.424.306.402,00 atau turun 2 persen. Selanjutnya lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah, semula sebesar Rp 109.016.200.000,00 atau naik 27 persen.

“Sementara, dalam penyusunan belanja daerah pada Ranperda Perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 yang disampaikan saat ini merupakan hasil kesepakatan yang tertuang dalam Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum APBD serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021,” kata Rudi.

Belanja daerah pada Perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 semula sebesar Rp2.968.574.058.069,00 atau turun 2 persen. Kendati demikian, alokasi belanja tetap memenuhi urusan pendidikan minimal sebesar 20 persen sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan urusan kesehatan minimal sebesar 10 persen sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Untuk belanja operasi diarahkan untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah dan belanja bantuan sosial yang merupakan ketentuan dari Pemerintah Pusat dan kebijakan Pemerintah Daerah yang dilandaskan pada ketentuan perundangan yang berlaku.

“Mengakomodir usulan tambahan kegiatan atau sub kegiatan sepanjang kegiatan tersebut bersifat penting atau mendesak, berorientasi publik dan dapat dilakukan pada Tahun Anggaran berjalan, serta mengakomodasi kewajiban Pemerintah Kota Batam kepada pihak ketiga,” katanya.

Kebijakan belanja disinkronkan dengan arah kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serta peraturan perundangan berlaku. Penggunaan anggaran belanja diprioritaskan untuk penanganan pandemi Covid-19 yang berasal dari Dana Transfer Umum minimal sebesar 8 persen sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku. Penyediaan anggaran belanja untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan optimalisasi pelaksanaan penyediaan jaring pengaman sosial.

“Sedangkan untuk penerimaan pembiayaan perubahan APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 107.710.833.667,00 berubah menjadi Rp 270.602.500.516,00 atau naik 151,00 persen,” katanya.

Batam – Pelaku pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif (ekraf) Kota Batam menerima dosis vaksin kedua Covid-19 yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 19-20 Agustus 2021. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau langsung pemberian vaksin kedua yang berpusat di Kepri Mall.

Amsakar mengapresiasi kegiatan pemberian vaksinasi yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam berjalan lancar dan sukses. Ia melihat antusias pelaku pariwisata, budaya, dan ekraf mendapatkan vaksin dapat memberikan kondisi Batam semakin baik.

“Harapan kita kepada seluruh insan pariwisata sudah selesai divaksin sehingga menyongsong kondisi kita yang semakin baik, terima kasih juga kepada tempat penyelenggara,” katanya, Kamis (19/8/2021).

Amsakar menginformasikan hulu hilir pelaku pariwisata mulai dari asosiasi pariwisata, supir, pangkas rambut, budaya, ekraf sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Amsakar melaporkan tren kasus Covid-19 di Kota Batam semakin menurun, yakni pada Rabu 18 Agustus 2021 tercatat 42 orang yang positif Covid-19, 170 pasien sembuh, dan pasien yang dirawat 649 orang diantaranya yang dirawat di rumah sakit berjumlah 288 orang. Menurutnya jika kasus ini terus turun, dalam jangka waktu dua minggu kedepan Covid-19 akan selesai.

“Perkecamatan sudah menarik sekarang, di Kecamatan Bulang sudah hijau, Kecamatan Galang hanya tinggal satu kelurahan, di Belakang Padang ada dua kelurahan sudah menuju hijau kondisi kita sekarang,” ucapnya.

Amsakar bersyukur di Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 RI semakin banyak pasien yang sembuh dari Covid-19 dan kasus Covid-19 terus mengalami penurunan. Maknanya kerja Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) sudah pada jalurnya, kegiatan vaksinasi terlaksana dengan baik, kegiatan rapid test antigen dapat memperkecil kasus, dan kesadaran masyakat semakin baik.

“Kita butuh itu saja, kalau kesadaran protokol kesehatan masyarakat tumbuh akan baik, Covid-19 ini penangananya butuh kebersamaan dan suport dari masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batam, Amsakar menyampaikan intruksi ini sifatnya perintah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kota Batam masuk sudah turun ke level 3, tergantung dari jumlah kasus, pasien yang sembuh, dan hunian tempat tidur baik isolasi maupun rumah sakit.

“Jadi kita harus membuat peraturan ada dasar hukumnya. Kita harapkan jangan lagi mendiskusikan kenapa ini (aturan) dibuat, peraturan ini sudah dipertimbangkan secara nasional,” tegasnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengejar turunnya kasus Covid-19 menjadi zona kuning dan kecamatan hijau, sehingga aktivitas kepariwisataan, budaya, dan ekraf kembali normal dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Amsakar mengatakan sektor pariwisata menjadi menjadi faktor penting di Kota Batam. Retribusi pajak hotel dan restoran termasuk kategori lima besar. Jika dua sektor ini terseok-seok maka akan berpengaruh dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bagi Amsakar pariwisata ini yang dapat menghidupkan hotel, menggerakan ekonomi pekerja rumah makan, menghidupkan sektor transportasi udara, laut, kendaraan roda empat dan dua. Toko yang menjual souvenir akan dikunjungi, golf, tempat pijat akan mendapatkan manfaat.

“Pariwisata tumbuh dan berkembang juga ditentukan dari tiga A yakni aksesbilitas, amenitas, atraksi termasuk juga destinasi,” terangnya.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan kegiatan vaksinasi ini, Disbudpar menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Terdapat 42 tenaga kesehatan yang ikut dalam kegiatan vaksin ini.

Ardi menyampaikan kegiatan vaksinasi sudah dirasakan penuh oleh pelaku pariwisata, budaya, dan ekraf. Pada pemberian dosis pertama vaksinasi Covid-19 berlangsung di tiga tempat.

“Hari ini memulai vaksinasi dosis kedua bagi pelaku pariwisata, budaya, dan ekraf semoga kegiatan ini berjalan lancar,” pintanya.

Pemberian vaksinasi ini dapat memberikan manfaat kepada tubuh. Selain itu dapat memberikan kepercayaan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Batam.

“Kita terus mengingatkan pelaku pariwisata, budaya, ekraf dan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Direktur Eksekutif BPPD Kota Batam, Edi Sutrisno mengatakan kegiatan vaksinasi yang berpusat di Kepri Mall ini merupakan gelombang pertama pemberian vaksinasi dosis kedua bagi pelaku pariwisata, budaya, dan ekraf. Ia menyebutkan ada 20 asosiasi yang ikut serta dalam kegiatan ini, diantaranya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita, Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Asosiasi Seni Lanskap Indonesia (Asli), dan sebagainya.

“Besok ada Asppi (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia), Katalia, PCPI (Perkumpulan Chef Indonesia), dan banyak lagi,” sebutnya.

Edi menyampaikan pemerintah terus berupaya seluruh pelaku pariwisata, budaya, dan ekraf mendapat vaksin dosis pertama dan kedua. “Kita harapkan pelaku pariwisata, budaya, ekraf yang berjumlah 10.000 mendapat full vaccine,” pintanya.

 

Sumber : Media Center Batam

Batam - Tim Global Qurban Aksi Cepat Tanggap Batam, Kepulauan Riau dan Masyarakat Relawan Indonesia pada hari tasyrik ke-3 dzulhijjah 1442 H telah mendistribusikan sebanyak 7 sapi baik di Batam dan luar Pulau Batam.
Pulau yang terdistribusi kurban diantaranya Pulau Seraya, Pulau Semakau, Pulau Kepala Jeri, Pulau Bertam, Pulau Setokok.

Untuk Batam mendistribusikan satu sapi ke Kampung Tengah, Kelurahan TIban Lama, Kecamatan Sekupang, Batam.
Pak Agus selaku Ketua RT 007 RW 011 Kampung Tengah berterimakasih kepada tim Global Qurban Aksi Cepat Tanggap Kepulauan Riau. "Terimakasih banyak Aksi Cepat Tanggap Kepulauan Riau, tahun ini kami bisa merasakan Qurban Sapi" ujarnya.
"Semoga ACT jaya selalu, dan bisa berqurban sapi lagi tentunya, masyarakat sangat antusisas karena sudah hampir 14 tahun, dan tahun ini kami mendapatkan kurban sapi, Alhamdulillah" tambahnya.

Kita beralih ke Pulau Bertam.
Di Pulau Bertam Di pulau bertam terdapat 49 KK. Penyeberangan menggunakan kapal motor sekitar 15 hinga 20 menit dari batam. Penduduk disini berasal dari suku laut yang menetap.
Seluruh penduduk disini adalah nelayan. Dalam kondisi seperti saat ini tentunya daging sapi tetmasuk makanan mewah bagi meraka.

Sungguh tampak senyum kebahagiaan warga pulau menerima daging kurban dari GQ ACT hari ini. Semangat dan kebahagiaan tertuang dari senyuman mereka. Senyuman itu membuktikan bahwa para pekurban dikota besar, ikut peduli kepada warga pulau pelosok.

Lain cerita di Pulau Semakau. Disini hampir 30 tahun baru bisa berqurban Sapi, perjalan yang ditempuh oleh tim ACT dan MRI Kota Batam selama 45 menit dari Pelabuhan Sekupang, Kota Batam.

Jakarta, 9 Juli 2021. Ribuan masyarakat Indonesia meninggal karena pandemi Covid-19. Mereka berasal dari tenaga kesehatan, para relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya. Data Satgas Penanganan Covid-19, saat ini lebih 62 ribu masyarakat Indonesia yang meninggal dari 2,38 juta kasus Covid-19.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat untuk mendoakan hal terbaik bagi yang wafat karena pandemi Covid-19. Ajakan ini dikemas dalam momentum Hening Cipta Indonesia yang akan digelar serentak pada Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 10.07 WIB selama 60 detik.

“Pada hari Sabtu, 10 Juli 2021, jam 10.07 WIB, mari kita heningkan cipta selama 60 detik. Hentikan sejenak segala aktivitas, mendoakan yang terbaik untuk para nakes, relawan, masyarakat dan semua yang telah mendahului kita,” ajak Menag di Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Mengheningkan cipta dilakukan dengan berdiam diri, merenung, berdoa, mengenang mereka yang telah gugur. Mengheningkan cipta juga menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah wafat.

Menag berharap Hening Cipta Indonesia ini dapat menumbuhkan kekuatan solidaritas bersama untuk bersinergi dan gotong royong dalam menghadapi pandemi. Hening Cipta Indonesia juga diharapkan memberikan kesadaran tentang betapa pentingnya nikmat kesehatan sehingga harus dijaga dengan baik.

Selain mendoakan mereka yang telah meninggal karena pandemi, Menag juga mengajak umat berdoa bagi keselamatan bangsa.

“Mari seluruh rakyat Indonesia, kita heningkan cipta bersama, melangitkan doa, agar pandemi covid-19 segera sirna. Dan mari kita selalu #PrayFromHome, berdoa dari rumah di tengah kita Work From Home, bekerja dari rumah,” harap pria yang akrab disapa Gus Yaqut

“Sekali lagi saya mengajak seluruh rakyat Indonesia hening cipta selama 60 detik pada Sabtu 10 Juli 2021 jam 10.07. Mari doakan mereka yang sudah wafat dan doakan pandemi segera berakhir. Dari rumah kita semua berdoa untuk Indonesia sehat,” tandasnya. (nck)

Batam - Proyek peningkatan (overlay) landasan pacu Bandar Udara Hang Nadim Batam resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan penyerahan helm dan atribut kerja dari BP Batam sebagai pemilik proyek kepada pelaksana dan pengawas proyek tersebut dalam rapat Pre-Construction Meeting (PCM) Pengembangan Pavement Runway Service Performance Bandar Udara Hang Nadim Batam, Rabu (7/7/2021) di Ruang Rapat Bandar Udara Hang Nadim.

Pertemuan ini digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dilaksanakan dengan waktu yang singkat.
General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan PCM ini dilakukan untuk kordinasi sekaligus memberikan arahan dan memastikan pengerjaan proyek dapat dilaksanakan tepat sasaran, tepat mutu, tepat biaya dan tepat waktu, serta mengetahui hambatan yang mungkin ditemui saat konstruksi.
 
“Kita harap proyek ini berjalan dengan lancar. Proyek ini diawasi oleh tim dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan Biro Hukum BP Batam. Penting kita lakukan karena proyek ini berhubungan dengan keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Benny.
 
Benny berharap, pengerjaan proyek ini dapat dilaksanakan pada Agustus 2021 mendatang.
“Untuk pelaksanaan pekerjaan kami jadwalkan pukul 10 malam hingga 5 pagi. Tentunya ini menyangkut operasional penerbangan pesawat penumpang, maka dari itu kami jadwalkan demikian. Mungkin yang beroperasi nanti sisanya adalah pesawat kargo, namun jumlahnya tidak banyak,” terang Benny.
 
Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita, mengungkapkan, lingkup pekerjaan konstruksi ini meliputi pekerjaan persiapan, perbaikan weakspot dan overlay, pekerjaan marka dan pekerjaan Airfield Lighting System (AFL), dengan nilai kontrak sebesar Rp105,47 miliar, serta waktu pelaksanaan dan pemeliharaan 180 hari kalender.
Penandatanganan kontrak sendiri telah dilakukan pada 1 Juli 2021 yang lalu.
 
Untuk menyelesaikan konstruksi ini, BP Batam menggandeng PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana dan PT Dumai Geo Tech Consultant sebagai konsultan pengawas.
Perwakilan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Aka Saidi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan sesuai dengan tujuan konstruksi yang ingin dicapai oleh BP Batam.
“Kami mengantisipasi sedini mungkin terhadap ancaman, gangguan dan hambatan terhadap pelaksanaan kegiatan ini, terutama dari segi yurisdiksinya,” ujar Aka.
 
Ia melanjutkan, antisipasi yang dilakukan mencakup faktor personal, aset dan perizinan, apabila terdapat hambatan dalam proses konstruksi.
 
Turut hadir dalam acara, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman; Kepala Bagian Humas BP Batam, Yudi Hari; perwakilan Airnav Hang Nadim Batam, dan undangan lainnya. (rud)

Jakarta - Setelah pada 3 Juli 2021 dimulai Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali, maka mulai 6 Juli 2021 esok (sesuai periodisasi tahapan PPKM Mikro), akan dimulai PPKM Mikro Tahap XII yang difokuskan pada daerah-daerah di luar Pulau Jawa dan Bali.

Apabila dibandingkan kondisi Provinsi di Pulau Jawa dan Bali dengan Provinsi di pulau-pulau lainnya, jumlah Kasus Aktif di 6 Provinsi di Pulau Jawa adalah 239.555 kasus atau 77,28% dari total Kasus Aktif nasional yang sebesar 309.999 kasus per 5 Juli 2021. Ada 5 Provinsi dengan yang memiliki jumlah Kasus Aktif terbesar dan di atas 10 ribu kasus, yakni: DKI Jakarta 91.458 kasus, Jawa Barat 70.596 kasus, Jawa Tengah 43.110 kasus, DI Yogyakarta 14.166 kasus, dan Jawa Timur sebanyak 11.885 kasus.

Untuk tingkat keterisian Tempat Tidur (TT) di RS atau bed occupancy ratio (BOR) pada 6 Provinsi di Jawa semuanya lebih dari 80%, dan lebih tinggi dari BOR Nasional sebesar 75% per 4 Juli 2021. Sedangkan di luar Jawa, ada 3 Provinsi yang mempunyai BOR tertinggi yaitu Lampung (74%), Papua Barat (72%), dan Kalimantan Timur (71%). Jika dilihat dari Zonasi Risiko-nya, maka 6 Provinsi di Jawa memiliki Risiko Tinggi, sementara di Luar Jawa ada 10 Provinsi yang termasuk dalam Risiko Tinggi, yaitu Lampung, Kalimantan Timur, Papua Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Papua, dan Kalimantan Tengah.

“Kesepuluh Provinsi dengan Risiko Tinggi di Luar Jawa-Bali tersebut diukur dari parameter: Tingkat BOR lebih dari 65%, dan Jumlah Kasus Aktif di atas 4.000 kasus,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Perpanjangan dan Pengetatan Pelaksanaan PPKM Mikro secara virtual di Jakarta, Senin (5/7).

Data Indikator Asesmen Sistuasi Pandemi terhadap seluruh Kabupaten/ Kota di Luar Jawa adalah: terdapat sebanyak 43 Kabupaten/Kota verada di Level 4; sebanyak 187 Kabupaten/Kota di Level 3; dan sebanyak 146 Kabupaten/ Kota di Level 2.

“Karena itu diputuskan untuk perpanjangan PPKM Mikro Tahap XII mulai 6 Juli hingga 20 Juli 2021, yang berlaku di semua Provinsi di luar Jawa-Bali, dengan dilakukan pengetatan pada 43 Kabupaten/ Kota yang memiliki Level Asesmen 4 yang berada di 20 Provinsi. Regulasi ini selaras dengan pengetatan yang dilakukan di Jawa-Bali,” jelas Menko Airlangga.

Menko Airlangga meyakinkan, meskipun diterapkan PPKM Darurat (di Jawa-Bali) dan PPKM Mikro diperketat (di Luar Jawa-Bali), namun kegiatan di Sektor Esensial tetap beroperasi, sehingga tidak akan menimbulkan kekhawatiran gelombang PHK kembali. “Juga terus dijaga dengan mendorong kegiatan ekspor, termasuk ekspor dari UMKM. Lalu dengan bantuan sosial yang dilanjutkan dan dipercepat, seperti diskon listrik, dan juga kegiatan-kegiatan lain yang menopang sektor produktif. Kita akan memonitor dan mengevaluasi terus di masa sekarang, maupun setelah 20 Juli,” ujarnya.

Sementara, dalam pengaturan di PPKM Mikro Tahap XII (tanggal 6 – 20 Juli 2021) juga telah diatur tentang pengaturan Ibadah pada Hari Raya Idul Adha, yang secara khusus mendasarkan pada pengaturan di SE Menteri Agama Nomor 16/ 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, Pelaksanaan Kurban 1442 H di Luar Wilayah PPKM Darurat, yang meliputi pengaturan: (a) ketentuan Malam Takbiran dan takbir keliling Dilarang; (b) Shalat Idul Adha juga Ditiadakan bagi daerah risiko tinggi; dan (c) Pelaksanaan Kurban yaitu dalam penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan, dan pendistribusian dagingnya langsung diantar ke masyarakat bersangkutan.

Mengenai percepatan realisasi anggaran oleh Pemerintah Daerah (Pemda), harus didorong untuk mempercepat realisasi earmarked 8% DAU/DBH untuk penanganan Covid-19. Kemudian, penyaluran Dana Desa dan BLT Desa agar dipercepat dengan menggunakan KPM Tahun 2020, dengan lebih memfokuskan kepada penduduk miskin yang terdampak pandemi dan belum menerima bantuan.

“Memang yang terpenting dalam situasi sekarang adalah earmarked DAU/DBH dengan total 8% atau Rp35,1 triliun se-Indonesia, dan ini baru terserap 10,53%. Ini terbagi untuk Penanganan Covid-19, Dukungan Vaksinasi, Dukungan Kelurahan, Insentif Tenaga Kesehatan, serta Belanja Kesehatan Lainnya dan Kegiatan Prioritas yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” tutur Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan, untuk daerah dengan Level Asesmen tinggi yakni Level 4 dapat diartikan: (1) Kasus Konfirmasi tinggi, untuk menurunkan diperlukan peningkatan Testing; (2) Jumlah Rawat Inap di RS tinggi, dapat dikurangi dengan meningkatkan TT Isolasi di RS; (3) Jumlah Kematian tinggi, dapat diturunkan dengan peningkatan Treatment (penyediaan oksigen, obat-obatan, dll).

“Yang menjadi prioritas juga adalah percepatan vaksinasi, yang saat ini untuk di luar Jawa-Bali persentasenya masih rendah di sekitar 8% - 59%, dengan Kepri yang mencapai 59% sudah divaksin dari total penduduk yang bisa divaksinasi. Ini akan terus ditingkatkan, untuk mencakup daerah lain yang masih rendah, sehingga setelah Agustus nanti bisa tercapai target vaksinasi sebanyak 2 - 2,5 juta suntikan per hari,” ucapnya. (nck)

Batam - Beriringan dengan upaya penanganan Covid-19, Pemerintah bersiap untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan investasi baik dari dalam maupun luar negeri, meningkatkan ekspor, menekan impor melalui pengembangan industri substitusi impor, dan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan.

Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang pembangunannya cukup cepat dan massive, kini KEK Galang Batang sudah berhasil merealisasikan rencana pembangunannya senilai Rp14 T dan akan mencapai Rp36 T ditahun 2025.

Ekspor perdana Smelter Grade Alumina (SGA) KEK Galang Batang sebanyak 70 ribu ton dengan nilai 21 juta USD merupakan bagian dari target ekspor tahun pertama sebesar 1 juta ton/tahun dengan nilai ekspor 300 juta USD. Ekspor ini akan ditingkatkan sehingga pada tahun kedua target ekspor menjadi 2 juta ton/tahun dengan nilai ekspor sebesar 600 juta USD.

“Saya harapkan langkah ekspor KEK Galang Batang ini dapat dijadikan contoh bagi KEK lain di tanah air,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual saat melepas ekspor perdana SGA KEK Galang Batang di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (2/7).

KEK Galang Batang ke depannya diharapkan mampu memberikan dampak bagi perekonomian nasional melalui penurunan impor produk alumina karena sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Penggunaan tenaga lokal juga menjadi utama agar manfaat dari KEK dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Keberhasilan KEK tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah. Pemda diharapkan dapat terus mendukung pengembangan KEK, khususnya terkait dengan perizinan daerah serta insentif pajak daerah dan retribusi daerah sesuai amanat UU Cipta Kerja.

Dengan komitmen investasi dan realisasi pembangunan yang cepat, KEK Galang Batang akan fokus pada industri manufaktur modern, seperti industri hilirisasi bauksit, industri ringan, dan logistik modern yang ramah lingkungan dengan didukung lokasi geografis yang sangat baik untuk berintegrasi ke dalam rantai pasok industri global.

“Sekali lagi kita bangsa Indonesia menaruh harapan bahwa KEK mampu menjadi mesin pemulihan ekonomi nasional untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19 dan sekaligus menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pasca krisis,” pungkas Airlangga.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut secara luring dan daring antara lain Menteri Perindustrian; Gubernur Kepulauan Riau; Bupati Bintan; Para Pejabat Eselon I Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, dan Kementerian Investasi; Sekretaris Dewan Nasional KEK; Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau; Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia; dan Para Pimpinan Instansi di Wilayah Kepulauan Riau. (nick)

Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyambut baik kegiatan Tour Atase Negara Sahabat ke Batam. Ada belasan delegasi dari negara-negara sahabat yang datang langsung ke Batam.

“Kegiatan ini tentu sangat baik, karena sekaligus kita bisa memperkenalkan potensi Kota Batam,” kata Rudi, Rabu (23/6/2021).

Rudi mengatakan Atase Negara Sahabat tersebut akan berkunjung ke sejumlah perusahaan di Batam. Di antaranya PT Bandar Abadi dan PT Karimun Anugrah di Tanjunguncang.

Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak pada industri perkapalan yang mendukung peralatan pertahanan dan keamanan. Sehingga diharapkan juga dapat menjadi peluang kerjasama.

“Ada 18 Negara sahabat yang datang ke Batam, karena itu hal ini tentu menjadi peluang bagi kita,” katanya.

Kegiatan Tour Atase Negara Sahabat sendiri merupakan program dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pemko Batam menyambut baik karena Kota Batam dipilih menjadi salah satu kota yang dapat dikunjungi delegasi Atase Negara Sahabat tersebut.

Adapun Atase Negara Sahabat tersebut di antaranya Brazil, Brunei Darussalam, Kamboja, Kanada, Prancis, Jerman, India, Italia, Mexico, Belanda, New Zealand, Papua new Guinea dan Philipina.

“Kemudian, Srilanka, Timor Leste, United Kingdom, USA dan Vietnam,’ kata Rudi.

 

Sumber : Media Center Batam 

Page 1 of 33

Tentang Kami