Live Streaming
Page 1 of 23

Untuk kali pertama, satu2nya kawasan konservasi laut Batam ini bakal jadi titik labuh yacht rally kelas dunia bertajuk "Wonderful Sail to Indonesia," tajaan Kementerian Pariwisata dan Kemenko Maritim...

Bertahun-tahun, Gugusan Pulau Abang "diluputkan," cuma kebagian lambaian tangan meski faktanya jadi laluan sailing route para yachters....
Setelah menyinggahi Lingga, mereka lazimnya terus bergerak menuju Tanjungpinang dan memungkasinya di Bintan, tiga dari 20 mandatory anchorage points WS2I...

Tahun ini, Batam, diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Batam Tourism and Promotion Board, bakal menyambut para tetamu itu dengan gegap gempita dgn menaja "Batam Bahari Festival," yang dari a sampai z, semuanya mengangkat otentitas dan kearifan lokal....

51 yachts dri 13 negara dijadwalkan memenuhi beranda depan laut Gugusan Pulau Abang..1 hingga 4 November...
Turut lebur dalam kemeriahannya, 45 media dan travel agent asing. ...

Momen Batam unjuk gigi, lewat bahari!

DISBUDPAR BATAM - Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) berhasil meraih juara umum di ajang Batam Open Marching Band Championship 2019. Kompetisi ini diikui 47 tim se-Kepri.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Batam Pebrialin mengatakan, Batam Open Marching Band Championship 2019 jadi ajang kompetisi bagi generasi muda Kepri khususnya cabana olahraga marching band.

"Tingginya animo peserta mengikuti kejuaraan ini dari tingkat SD, SLTP, SLTA dan umum/perguruan tinggi menunjukan bahwa pembinaan untuk cabang ini semakin Baik. Olahraga marching band disamping sebagai ajang pembinaan bakat, diharapkan juga sebagai ajang pembinaan sikap displin, spotivitas dan kreativitas generasi muda Kepri, Batam khusunya," kata dia usai menutup Batam Open Marching Band Championship 2019 di Dataran Engku Putri, Minggu (13/10/2019).

Melihat banyaknya potensi atlet di cabang ini, ia berharap ke depan dapat menjadi satu cabor dari Kepri yang dapat diikutsertakan pada PON di Papua nanti.

Jadi Tontonan Wisman

Batam Open Marching Band Championship 2019 selain menjadi ajang perlombaan bagi grup-grup marcing band, juga menjadi destinasi wisata di kota ini. Terbukti sejumlah wisatawan mancanegara mampir untuk menyaksikannya.

"Turis Korea sudah menyaksikan saat pertandingan Jumat (11/10/2019) lalu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata.

Kemudian saat penutupan, juga mampu mencuri perhatian wisman lainnya. Ia mengatakan, ajang seperti ini akan terus dipromosikan selain menjadi ajang mengasah bakat, juga menjadi destinasi wisata.

“Jadi memang event perlombaan marching band ini sudah kita infokan ke tour travel. Dan mereka tertarik. Apalagi di sini juga bisa mengunjungi museum sekalian,” ujarnya.

Siaran Pers : 126/A5.3/10/2019
Sebuah pohon pelindung di ruas jalan row 200 dekat simpang Bandara Hang Nadim ke arah Bundaran Kabil tumbang dan sedikit menutup jalan aspal. Hal ini di akibatkan oleh hujan deras dan angin ribut mulai melanda kota Batam hari ini.
Informasi ini disampaikan salah seorang warga Batam di siaran radio Halo Batam tadi pagi. Menindaklanjuti informasi tersebut, Subdit Pertamanan dan Penghijauan Direktorat Sarana Prasarana segera terjun ke lokasi dan mengirimkan Tim “pruning” (pemangkasan pohon) ke lokasi kejadian. Tim bekerja selama lebih kurang 2 jam melakukan pemotongan batang dan cabang pohon serta perapihan lokasi, dan semuanya diselesaikan pada kurang lebih pukul 11.30.


"Setelah mendengar ada info pohon tumbang di Halo Batam, kami segera menurunkan petugas pruning (pemangkasan pohon) BP Batam ke lokasi. Alhamdulilah patut disyukuri pohon tumbang tersebut tidak mengakibatkan korban ataupun kecelakaan lalu lintas " ujar Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana Bp Batam, Andiantono. Andi menuturkan sebenarnya, perapian dan pemangkasan pohon dilakukan setiap hari dengan 1 tim yang berkekuatan 5-6 petugas. Namun mengingat luasnya wilayah yang harus dikelola, masih saja terjadi di sana sini beberapa pohon yang sudah mengkhawatirkan kondisinya luput dari pengawasan. Sebagai bentuk upaya antisipasi, Ia sangat berharap warga masyarakat dapat turut serta menginformasikan bila ada pohon yang sudah lapuk atau kondisinya mengkhawatirkan (rawan tumbang) atau membahayakan keselamatan lalu lintas.


Dalam kesempatan ini, tak lupa Andi mengucapkan terima kasih atas keterlibatan masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait lingkungan sekitarnya seperti kasus ini.
"BP Batam sangat berterima kasih atas informasi warga tadi pagi, dan diharapkan dapat berlanjut untuk info-info berikutnya selama musim hujan tahun ini. Info tersebut dapat disalurkan melalui fasilitas media sosial, radio, atau langsung ke humas BP Batam untuk dapat ditindaklanjuti. Mengingat perubahan cuaca akhir- akhir ini, kami menghimbau juga agar warga Batam selalu berhati-hati saat melintasi daerah pepohonan terutama jika sedang terjadi hujan atau angin kencang" tutup Andi.
Humas BP Batam
Batam, 8 Oktober 2019

Jakarta - Bank Indonesia turut mendorong perkembangan ekonomi digital sebagai new source of economic growth atau sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui 3 (tiga) strategi utama sistem pembayaran di era ekonomi digital. Pertama, menetapkan Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Kedua, mendorong peningkatan elektronifikasi transaksi pembayaran. Ketiga, mendorong program persiapan pemasaran online UMKM (on boarding UMKM) ke ekonomi digital. Hal tersebut dapat dicapai melalui sinergi yang baik antara Bank Indonesia dengan otoritas terkait dan dengan pelaku industri sehingga dapat mendukung kemajuan dan keunggulan Indonesia.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, dalam seminar yang diselenggarakan IDX Channel yang bekerjasama dengan Bank Indonesia dengan tema "Menuju Indonesia Unggul Melalui Keuangan Digital" pada hari senin (7/10) di Jakarta.

Sementara itu Erwin Haryono, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menyampaikan bahwa pengambil kebijakan di Indonesia harus tepat dalam memberikan respons yang memadai dalam menghadapi disrupsi berupa perkembangan digitalisasi agar tetap berkembang dan mendukung perekonomian secara keseluruhan. Inisiatif-inisiatif yang sedang dilakukan Bank Indonesia disusun untuk mendukung perkembangan ekonomi digital tersebut.

Hal senada juga disampaikan Sukarela Batunanggar, Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital OJK, yang menyampaikan bahwa pelaku industri, tekfin, dan perbankan harus adaptif dalam merespons tantangan dengan melakukan inovasi terkait ekonomi digital karena terdapat peluang berupa ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Ekonomi digital terus mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia, terutama di bidang e-commerce dan financial technology. Ekonomi digital merupakan transaksi atau pasar yang terjadi di dunia internet, atau sederhananya ekonomi digital merupakan penerapan teknologi informasi pada bidang ekonomi. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265.4 juta jiwa dengan pengguna internet sebanyak 132.7 juta, pengguna sosial media aktif sebanyak 130 juta, pengguna ponsel sebanyak 177.9 juta dan pengguna sosial ponsel aktif sebanyak 120 juta. Tentunya ini menjadi peluang dalam perkembangan ekonomi digital. Maka tidak heran, kini ekonomi digital telah mampu mempengaruhi sendi kehidupan.

Direktur IDX Channel Apreyvita Wulansari mengatakan kegiatan seminar bertajuk Menuju Indonesia Unggul Melalui Ekonomi Digital diharapakan akan memberikan gambaran mengenai kontribusi ekoenomi digital terhadap perekonomian Indonesia.
Seminar dihadiri sekitar 150 orang yang merupakan praktisi perbankan, pengusaha, pemerintah, ekonom, dosen, perwakilan Penyeleggara Jasa Ssiteme Pembayaran (PJSP), pelaku tekfin, dan media massa.

SP 46/DHMS/OJK/X/2019

SIARAN PERS

PENGEMBANGAN NASABAH KLASTER BATIK BANK WAKAF MIKRO PADA HARI BATIK NASIONAL 2019

Surakarta, 2 Oktober 2019. Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong kemajuan usaha produktif nasabah Bank Wakaf Mikro (BWM) yang hingga September 2019 telah mencapai 53 BWM di 16 Provinsi dan telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 27,7 miliar kepada 21.557 nasabah.

Dalam perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2019 yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Istana Mangkunegaran Surakarta, OJK turut menghadirkan dua BWM yang telah mengembangkan klaster nasabah pembatik, yaitu BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul DIY dan BWM Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo Surakarta sebagai wujud nyata industri jasa keuangan mendukung pelestarian batik sebagai produk Nusantara.

Pada kegiatan HBN 2019, OJK juga menghadirkan 130 nasabah pembatik BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul, 23 nasabah pembatik BWM Bankwakaf Imam Syuhodo, 8 pengurus dan pengelola BWM, serta 8 pimpinan pondok pesantren, dari Pesantren Al Munawwir Krapyak, Pesantren Imam Syuhodo, Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti dan Pesantren Al Manshur Popongan.

Sebagai upaya mengembangkan nasabah klaster batik BWM, dalam HBN 2019 ini OJK telah memfasilitasi diadakannya penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan Batik Indonesia (YBI) dengan BWM Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo dan BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul untuk membangun sinergi dalam pembiayaan dan pengembangan klaster batik BWM.

Nota kesepahaman diinisiasi sebagai landasan antara YBI dan BWM dalam bekerja sama dan bersinergi untuk meningkatkan daya saing dan kompetensi nasabah pembatik binaan BWM dalam kerangka pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, dalam ruang lingkup:

  1. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pembatik,
  2. Penyaluran pembiayaan dari BWM kepada masyarakat pembatik di cakupan wilayah usaha BWM, serta
  3. Penampungan, pemasaran dan pendistribusian produk masyarakat pembatik nasabah binaan BWM.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum YBI, Jultin Ginandjar Kartasasmita dengan Ketua Pengurus BWM Almuna Berkah Mandiri, Eni Kartika Sari dan Ketua Pengurus BWM Bankwakaf Imam Syuhodo, Agus Susilo.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan untuk membangun kerja sama pembinaan dan pengembangan masyarakat perajin batik sehingga menjadi bentuk sinergi pembiayaan dan pengembangan nasabah klaster batik binaan BWM.

“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat memberikan insentif pendapatan bagi para perajin batik agar tetap dapat menjalankan usaha mikro produktif dan turut melestarikan budaya membatik di Tanah Air, dengan membuka akses pembiayaan mikro yang murah melalui skema BWM,” kata Wimboh.

Dalam kesempatan itu, Wimboh secara simbolik menyerahkan dana pembiayaan kepada 3 nasabah Bank Wakaf Mikro, yaitu Suparmi, nasabah BWM Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo, klaster pembatik tulis, pembiayaan Rp2 juta. Siti Yuringah, BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul, Klaster Pembatik Tulis Klasik Nitik, nilai Rp1 juta. Zuni Widiastuti, BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul, Klaster Pembatik Tulis Klasik Jawa, nilai pembiayaan Rp2 juta.

***

 

Informasi lebih lanjut:

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis, Anto Prabowo

Telp. 021.29600000  Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Kuta - Bank Indonesia (BI) menargetkan ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh di kisaran 5,1-5,4%. Namun, di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai kurang kuat.

"Dengan adanya situasi dan kondisi global ini, pertumbuhan Indonesia turut terpengaruh global yang kurang menguntungkan. Pertumbuhan ekonomi kita melandai, masih ada prospek naik tapi tidak begitu kuat. Masih bagus, tapi nggak strong," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko di The Anvaya Beach Resort, Bali, sabtu(28/9/2019).

Menurut Onny, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi seperti yang ditargetkan masih perlu kerja keras. Pasalnya, faktor pendongkrak pertumbuhan ekonominya juga tak terlalu kuat.

"Untuk mencapai target antara 5,1-5,4% itu faktor-faktor untuk mencapai target itu masih terbatas. Misal konsumsi masih di 5% dan investasi menurun. Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi itu tidak kuat," terang Onny.

Selain itu investasi asing,menurut Onny tumbuh melambat atau menurun. Pertumbuhan investasi di triwulan II-2019 diperkirakan belum kuat, khususnya investasi non bangunan.

Onny juga menilai kinerja ekspor belum membaik karena permintaan global dan harga komoditas menurun.

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah mencari upaya baru penggerak ekonomi, salah satunya melalui sektor pariwisata.

Ia membeberkan, rata-rata belanja wisata masyarakat Indonesia per tahun mencapai Rp 19,5 triliun dengan pertumbuhan sebesar 5,08 %. Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional cukup besar.

Sementara itu mengenai melambatnya pertumbuhan ekonomi dan volume perdagangan global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS)-China dan Brexit nampaknya memberi sedikit keuntungan bagi negara berkembang, seperti Indonesia.

 Onny Widjanarko mengatakan modal asing yang ada di negara-negara maju malah akan 'kabur' ke negara berkembang. Hal tersebut ia prediksi dengan adanya ketidakstabilan di negara-negara maju yang terdampak dua fenomena ekonomi global tersebut.

Onny mencontohkan, di Amerika Serikat (AS) ada indeks economy policy yang menunjukkan ketidakpastian sehingga likuiditas global yang tertanam di AS 'bersiap-siap kabur' ke negara berkembang jika terjadi suatu gejolak ekonomi.

Disbudpar, Dato’ Sri Haji Ishak bin Haji Muhamad, Dewan Undangan Negeri Pahang Malaysia menjadi wisatawan mancanegara (wisman) pertama yang mengunjungi masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batu Aji, Batam.

Kehadiran Dato’ bersama istri dan 30 orang rombongan Perkumpulan Kebajikan Anak Yatim (Pekaya) Pahang pada Rabu (11/9) yang dibawa ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Provinsi Kepri, Surya disambut hangat kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata didampingi kepala kantor Kementerian Agama Batam, H. Zulkarnain Umar dan Agus Suyatno, Kabid. Prasarana Bangunan Gedung Dinas Cipta Karya Kota Batam.

Ardi mengajak rombongan berkeliling melihat suasana  ruangan bangunan masjid dilantai satu. Selanjutnya mantan Kabag. Humas itupun membawa rombongan memasuki lift untuk melihat Batam melalui menara pandang.

Dato kagum dan terkesan melihat pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Batam yang terlihat sangat megah. Usai berkeliling mengitari masjid, Dato’ dan istri juga anggota rombongan lainnya melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di ruang VIP lantai 1.

Dato’ menyampaikan kedatangan dirinya bersama rombongan Pekaya Negeri Pahang ke Batam selain  mengunjungi masjid Sultan juga mengunjungi tiga panti asuhan yang ada di Batam, masing-masingnya panti asuhan Permata Barelang Tembesi, Yayasan Himmatun Ayat Batu Aji, dan Rumah Hafidz Al Khair Batam.

Dirinya merasa senang dan bersyukur karena berkesempatan melihat langsung masjid terbesar di Sumatera ini, walaupun pembangunannya masih belum selesai seluruhnya. 

“Petang ini kami berkesempatan meninjau dan melawat masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang terbesar di Batam. Kami bersyukur karena dapat melihat dengan mata kami sendiri betapa cantik dan indahnya masjid ini. Kami yakin masjid ini akan dapat menarik pelancong seluas-luasnya disamping meningkatkan lagi image Islam di Indonesia dan nusantara,” ujarnya.

Ia pun berencana akan datang kembali membawa rombongan lainnya untuk membuat kegiataan di Batam dan melihat masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Sebelum rombongan kembali, Kadisbudpar Batam, Ardiwinata berharap agar Dato bersama rombongan bisa hadir di acara tabligh akbar Kemilau Muharram yang akan menghadirkan ustadz Abdul Somad dan Kazim Elias dari Malaysia  pada 20 September nanti. (*)

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, M.H memimpin Konferensi Pers hasil Operasi Antik Seligi 2019 pada hari Rabu tanggal 11 September 2019, dengan didampingi oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Wadirresnarkoba Polda Kepri AKBP Sades Oloan Maruli Pardede S.IK.

 

Pada kesempatan tersebut Wakapolda Kepri menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Antik Seligi 2019 yang dimulai dari tanggal 21 Agustus 2019 sampai dengan 9 September 2019 atau selama 20 hari, Polda Kepri dan jajaran telah berhasil mengungkap 50 Kasus Tindak Pidana Narkoba, bila dibandingkan dengan Operasi Antik Seligi tahun 2017 yang mengungkap sebanyak 30 kasus, maka terjadi peningkatan/kenaikan sebesar 20 kasus atau (66,67%).

 

Pengungkapan Tindak Pidana Narkoba pada Operasi Antik Seligi 2019, dengan rincian sebagai berikut :

  • 8 (delapan) kasus berhasil diungkap oleh olda kepri.
  • 15 (lima belas) kasus oleh Polresta barelang.
  • 6 (enam) kasus oleh Polres tanjungpinang.
  • 7 (tujuh) kasus oleh Polres Karimun
  • 3 (tiga) kasus oleh Polres Bintan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Lingga.
  • 1 (satu) kasus oleh Polres Natuna dan
  • 5 (lima) kasus oleh Polres Anambas.

 

Pelaku tindak pidana Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019 sebanyak 80 orang tersangka terdiri dari 79 laki-laki dan 1 perempuan, jika dibandingkan dengan Operasi Antik 2017 sebanyak 43 tersangka dan terdapat kenaikan sebesar 37 orang atau (86,05%).

 

Pelaku yang diamankan pada Operasi Antik Seligi 2019, sebagai berikut :

  • Polda Kepri mengamankan sebanyak 14 orang tersangka.
  • Polresta Barelang mengamankan sebanyak 23 orang tersangka laki-laki dan 1 tersangka perempuan.
  • Polres Tanjungpinang mengamankan 12 orang tersangka.
  • Polres Karimun mengamankan 10 orang tersangka.
  • Polres Bintan mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Lingga mengamankan 5 orang tersangka.
  • Polres Natuna mengamankan 2 orang tersangka.
  • Polres Anambas mengamankan 8 orang tersangka.

 

Sedangkan Barang barang bukti Narkoba yang diamankan pada Operasi Antik seligi 2019 adalah sebagai berikut:

  • 233,81 gram ganja kering.
  • 70 batang bibit pohon ganja.
  • 71,45 gram bibit biji ganja.
  • 080.76 gram sabu.
  • 889 ¾ butir ekstasi.
  • 93 gram serbuk ekstasi.

 

Disampaikan juga oleh Wakapolda Kepri bahwa wilayah hukum Polda Kepri merupakan wilayah perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan negara lain, menjadikan Kepri rentan dengan peredaran Narkotika. "Kedepan diharapkan agar semua masyarakat dapat menjadi mata dan telinga bagi kepolisian untuk dapat memberikan informasi berbagai bentuk kejahatan Narkotika dan jadikan Narkoba sebagai musuh bersama".

BATAM –Atlit sepeda Downhill binaan Polda Kepri berhasil meraih Podium di Kejuaraan sepeda gunung Enduro Championship (Indurocs) seri 5 di Kayu Kolek, Payakumbuh, Sumatera Barat pada tanggal 24-25 Agustus 2019 yang lalu.

Dua atlit tersebut adalah Dimas Pamungkas peraih juara 1 Nasional Downhill kategori Man Pro dan Erni Erawati peraih juara 3 Nasional kategori Woman Pro yang tergabung di komunitas Kurnia Bike Kota Batam hadir di Polda Kepri dan bersilaturahmi dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK bertempat di ruang kerja Kapolda Kepri. Pada kesempatan tersebut para atlit berfoto bersama dengan menampilkan medali dan piala-piala yang diraihnya.

 

Wakil Direktur Binmas Polda Kepri AKBP Edy Suryanto, S.pd., M.Si menjelaskan dalam rangka mendukung prestasi atlit sepeda di Provinsi Kepri, Polda Kepri sudah melakukan pembinaan salah satu nya dengan melaksanakan MoU atau nota kesepahaman dengan komunitas sepeda sejak tahun 2017 yang lalu.

“Dalam mendukung atlit sepeda, kita Polda Kepri sudah menjalankan kerjasama dalam bentuk Nota Kesempahaman dengan komunitas sepeda dari tahun 2017, Polda Kepri dengan program Polda Kepri peduli atlit berprestasi terus membantu dalam bentuk sponsorship, pembinaan dalam latihan termasuk juga dalam pemberangkatan di ajang-ajang kejuaraan”.

Untuk event kedepan nya yaitu pada kejuaraan Indonesia Enduro Championship di Bali, Polda Kepri akan mengirimkan kembali para atlit-atlit ini untuk ikut berkompetisi dan terus meningkatkan prestasi, tidak hanya di kelas Nasional bahkan hingga dengan tingkat Internasional.

Dalam kesempatan menyampaikan klarifikasi dalam program Hallo Batam di 100.7 Batam FM, pada hari Selasa, 03 September 2019, Walikota Batam menyampaikan peresmian masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah ditunda.

 “Rencana peresmian Masjid Agung 2 akan diresmikan pada tanggal 20 September 2019 ditunda, karena Ada suatu hal yang tidak bisa dilakukan, ada yang belum selesai dan tidak mau ada masalah dikemudian hari, tetapi untuk tanggal 20,21,22 September sudah dibuka untuk masyarakat”.

Selain hal diatas Walikota juga menyampaikan tentang penanganan progress pasar induk Jodoh yang kebetulan pagi ini banyak disoroti oleh masyarakat Kota Batam.

“Untuk masalah pasar induk, harus difikirkan bagaimana penyelesaian dan butuh waktu, sehingga tidak menimbulkan masalah baru, bisa saja dibersihkan, tapi apakah kondusif. Ada beberapa orang yang menguasai terlalu banyak kios disitu dan bukan yang dagang tapi yang bangun sendiri. Pasar Induk akan diselesaikan tapi tidak mengganggu usaha atau masyarakat dalam mencari kehidupan”

Sementara menanggapi usulan salah satu penelpon tentang perlunya diterapkan pajak bagi wisatawan yang menginap di hotel, walikota menjawab “Untuk masalah Pariwisata, tentang pajak menginap di hotel, saat ini tidak mudah mendatangkan wisatawan ke Batam, bahkan sudah disubsidi dengan program pemerintah pusat, maka untuk penerapan pajak PR kita adalah menyempurnakan berbagai fasilitas pariwisata baru dipikirkan tentang pengenaan pajak hotel, biarlah saat ini rakyat yang menikmati dampaknya”.

Namun saat penyiar Batam FM menyampaikan harapan beberapa penelpon pagi itu agar Muhammad Rudi tetap memimpin Batam dan tidak melangkaah ke Kepri, Walikota memilih tidak menjawab pertanyaan ini dan mengajak masyarakat Batam untuk mensuport dan bekerjasama untuk pembangunan dan kemajuan kota Batam

Page 1 of 23

Tentang Kami