Live Streaming
Page 1 of 14

sumber : tribunnews.com

 

Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus, ada banyak momen yang dilakukan masyarakat Indonesia. Ada yang mengadakan lomba, menghias kampung dan tempat tinggal, serta yang paling formal yaitu, mengikuti upacara bendera.

Biasanya, upacara bendera akan dilakukan di tiap instansi, baik instansi pemerintahan maupun swasta, serta di sekolah-sekolah. 

Khusus di upacara 17 Agustus, akan ada segmen pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan RI. Rupanya, teks proklamasi juga memiliki sederet fakta, yang mungkin belum diketahui oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Dilansir dari Tribun Style, berikut deretan fakta soal teks proklamasi kemerdekaan RI.

1. Dibuat dini hari

Teks proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945.

Menariknya, isi dari teks tersebut ternyata baru dibuat pada dini hari.

Para pendulu bangsa merumuskan teks proklamasi sekitar pukul 2 hingga 3 dini hari.

 

2. Dibuat di rumah orang Jepang

Teks proklamasi justru dibuat di kediaman seorang perwira angkatan laut Jepang.

Nama perwira tersebut adalah Laksamana Tadashi Maeda.

 Lokasi tersebut sekarang lebih dekenal berada di Jalan Imam Bonjol Nomor 1.

 

3. Ditulis tangan Soekarno

Selain dibuat dalam waktu yang singkat, teks proklamasi juga dibuat dengan peralatan seadanya.

Banyak sumber menyebutkan bahwa naskah proklamasi ditulis tangan oleh Soekarno.

Namun ternyata kalimatnya didiktekan oleh Hatta dan Ahmad Soebardjo.

 

4. Ditulis di secarik kertas

Teks proklamasi kemerdekaan ditulis di secarik kertas yang disobek dari sebuah buku catatan.

 

5. Diketik Sayuti Melik

Setelah disetujui, naskah teks proklamasi lalu diketik ulang oleh Sayuti Melik.

 Naskah itu yang hingga kini disebut sebagai Naskah Proklamasi Otentik.

Sementara naskah yang ditulis oleh Soekarno disebut sebagai Naskah Proklamasi Klad.

 

6. Sempat terbuang

Siapa sangka jika naskah proklamasi sempat terbuang dan masuk tong sampah di rumah Laksamana Maeda.

Beruntung naskah tersebut berhasil diselamatkan oleh BM Diah

sumber : tribunnews.com

 

Wajah Gubernur Kepri Nurdin Basirun terlihat lebih serius dari biasanya. Tidak ada senyum sedikitpun menghiasi wajahnya saat baru tiba di Aston Hotel Tanjungpinang, Rabu (15/8/2018) siang.

Nurdin kesal menyusul hilangnya 106 plat baja sisa proyek Jembatan I Dompak.

Mimik yang datar pun tetap dia tunjukkan saat menjawab seluruh pertanyaan seputar ratusan plat baja yang raib tersebut.

 Grafis Terkait Plat Baja Jembatan Dompak
 
 
"Cari pelakunya! Tangkap! Nanti pasti akan ketahuan siapa yang suruh dan siapa yang tidak," ujar Nurdin pelan namun tegas.

Hilangnya plat baja senilai Rp 4,4 miliar itu menjadi pembicaraan serius. Bahkan Komisi I DPRD Kepri sudah melakukan hearing dengan Dinas PUPR Kepri.

 

Hasilnya pemerintah provinsi Kepri diminta untuk membuat laporan ke Polda Kepri.

Nurdin berkali-kali memastikan tidak pernah menyuruh siapapun untuk mengangkat plat besi dari tempatnya apalagi menjualnya.

Karena sampai mengeluarkan perintah untuk mengangkat atau menjual plat baja itu maka dia pasti akan mengeluarkan surat perintah.

Lagi pula jika dia harus mengeluarkan perintah maka perintah itu ditujukan kepada stafnya. Sebab, dia memiliki Dinas PU yang berurusan langsung dengan barang tersebut.

sumber : tribunnews.com

 

FGBMFI (Full Gospel Business Men's Fellowship Internasional) yang merupakan persekutuan usahawan Injil sepenuhnya internasional di Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) akan memecahkan rekor MURI bakti sosial donor darah serentak seluruh Indonesia.

Donor darah yang akan digelar serentak di sejummlah daerah di Indonesia ini, sempena menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke 73.

Hal ini disampaikan dalam konfrensi pers yang berlangsung di Hotel Nagoya Mansion dan dihadiri Ketua PMI Batam Sri Soedarsono, perwakilan Polda Kepri, PSMTI Batam, perwakilan Yonif Marinir 10/SBY, dan perwakilan dari Yonif Raider Khusus 136 Tuah Sakti.

 

 Frans Bambang Suryono Regional President, FGBMFI menyebutkan, dalam rangka memperingati HUT (hari ulang tahun) Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 73, FGBMFI regional west 2 (FGBMFI RW 2) bekerja sama dengan PMI akan mengadakan bhakti sosial donor darah yang akan mengumpulkan sebanyak 17.818 kantong.

"Kegiatan donor darah ini diikuti masyarakat dan serentak digelar di seluruh Indonesia. Untuk regional ini, rencananya akan dilaksanakan di beberapa wilayah Kepri, seperti Batam, Tanjungpinang dan Tanjungbalai Karimun. Target secara regional harus mendapatkan 500 kantong darah," katanya, Rabu (15/8/2018).

Adapun pelaksanaan kegiatan kata Frans, mempunyai visi dan misi untuk menjangkau pria-pria (priorirtaska kepada pria yang mendonorkan darah), serta melakukan kegiatan sosial lainnya. Namun kegiatan ini tidak difokuskan kepada pria saja sebagai pendonor, tapi bersifat umum.

Untuk jadwal pelaksanaan dimasing-masing wilayah akan serentak dilaksanakan pada 18 Agustus 2018 mulai pukul 10.00 sampai 16.00 WIB.

"Untuk Batam diadakan di Mega Mal Batam Center, Tanjungpinang di Yamaha Malaka Abadi Batu 9, dan Tanjungbalai Karimun di jalan Raja Oesman OZ cafe Kapling komplek ruko vila Ozon," paparnya.

Frans juga menyebutkan, baru mendapat laporan updet dari pusat dua jam lalu, lokasi kegiatan sudah mencapai 110 tempat diseluruh Indonesia.

"Target yang 17 ribu lebih ini adalah target agar 29 regional yang ada untuk mengupayakan secara maksimal dalam pelaksanaan kegiatan nanti," ucapnya.

Para calon pendonor, sambungnya akan melalui skrening tes awal seperti pemeriksan tensi oleh PMI, dan dibantu anggota Polda Kepri.

"Setelah itu calon pendonor akan skrening HB, kalau dua tahapan itu tidak ada masalah, barulah bisa menjadi pendonor," sebutnya.

Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kepri untuk bisa ikut dalam aksi sosial tersebut. Panitia pun menyiapkan doprize menarik sebanyak puluhan hadiah yang diantaranya ada kulkas, televisi, mesin cuci. Tidak hanya itu, panita juga menyediakan pemeriksaan kesehatan geratis dan pemeriksaan kulit saat acara digelar.

"Ayo mari kita mendonorkan darah, karena setetes darah bisa menyelamatkan banyak jiwa," ucapnya.

sumber : kompas.com

 

 Presiden Joko Widodo, Rabu (15/8/2018) siang, mengukuhkan 68 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka) yang akan bertugas pada upacara kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, 17 Agustus 2018 mendatang.

Pengukuhan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta dengan disaksikan beberapa menteri di Kabinet Kerja, Ibu Negara Iriana Jokowi dan istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Kalla.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pengucapan ikrar pemuda Indonesia.

 

Berikut ikrar yang diucapkan para Paskibraka:

"Kami pemuda Indonesia bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

Kami pemuda Indonesia bertanah air satu, tanah air Indonesia,

Kami pemuda Indonesia berbangsa satu, bangsa Indonesia,

Kami pemuda Indonesia bernegara satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia,

Kami pemuda Indonesia menjaga ideologi negara, ideologi Pancasila,

Kami pemuda Indonesia selalu taat kepada konstitusi, UUD 1945,

Kami pemuda Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia,

Kami pemuda Indonesia bersatu dalam perbedaan, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,

Kami pemuda Indonesia berkomitmen mewujudkan masyarakat adil dan makmur di bawah ridha dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhai ikrar kami."

 

Salah seorang anggota Paskibraka Nur Hikmah Ramadhani dipercaya mewakili anggota lain ketika pengucapan ikrar.

Ia meletakkan ujung bendera merah putih di dada kanannya selama pengucapan ikrar. Sementara, anggota lainnya mengucapkan ikrar dalam posisi berdiri tegak.

Setelah itu, prosesi pengukuhan pun dilakukan.

 

Presiden Jokowi mengatakan, "dengan mengucap bismilahirrohmanirrohim, pada hari ini, saya mengukuhkan saudara-saudari sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus 2018."

"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam tugas negara ini," lanjut dia.

Setelah itu, Jokowi menghampiri mereka satu per satu untuk bersalaman.

sumber : merdeka.com

 

Mahfud MD akhirnya angkat bicara soal dirinya batal dipilih menjadi cawapres Joko Widodo. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menjelaskan awalnya pada 1 Agustus sekitar pukul 23.00 WIB lalu, dirinya diundang ke kediaman Mensesneg Pratikno.

Di rumah Mensesneg ada Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. Saat itu, Mahfud MD mengaku diberitahu soal pilihan cawapres Jokowi sudah mengerucut kepada dirinya.

"Lalu saya diberitahu bahwa pak Mahfud sekarang pilihan sudah mengerucut ke bapak harap bersiap-siap nanti pada saatnya akan diumumkan, syarat-syarat yang diperlukan segera mulai disiapkan tidak harus lengkap yang penting ada dulu. Itu tanggal 1 tengah malam jam 23.00 di Widya Chandra," kata Mahfud MD di acara Indonesian Lawyer Club yang disiarkan TvOne, Selasa (14/8).

Kemudian, kata Mahfud, Pratikno saat itu mengatakan segala sesuatunya sudah beres. Hanya saja, Mahfud diminta melakukan satu hal yakni melakukan komunikasi dengan PKB.

"Setelah itu saya lakukan komunikasi dengan orang-orangnya Cak Imin. Saya kan bukan calon dari PKB kenapa harus ke PKB nanti orang-orang Golkar sangka saya calon dari PKB, sebab itu saya menemui orang-orang yang dianggap berpengaruh terhadap Cak Imin ada berapa orang saya temui," katanya.

Kemudian, kata Mahfud, Rabu (8/8) malam dirinya kembali diundang Pratikno ke kediamannya. Di situ juga ada Teten Masduki. Mahfud kemudian diberi tahu bahwa esok hari akan diumumkan cawapres Jokowi.

"Sudah diputuskan Pak Mahfud. Sekarang semua sudah disiapkan. Upacaranya nanti berangkat dari Gedung Juang Pak Mahfud naik sepeda motor bersama Pak Jokowi bonceng. Pak Jokowi yang di depan. Terus saya bilang kenapa tidak naik sama-sama saja, saya satu pak Jokowi satu. Tidak kata Pak Teten nanti enggak bagus kalau misalnya Pak Mahfud terus belok ke kiri pak Jokowi belok ke kanan itu difoto sama wartawan jelek tuh katanya," cerita Mahfud.

Pada Kamis (9/8) Mahfud kemudian ditelepon Seskab Pramono Anung. Saat itu Pramono meminta Mahfud segera menyerahkan daftar riwayat hidup secara lengkap. Sebab, saat deklarasi nama harus sama persis dengan yang ada di daftar riwayat hidup.

"Pada saat yang bersamaan saya ditelepon oleh asisten ajudan Presiden, bapak ke sini mau ngukur baju. Waduh saya bilang bagaimana kalau tidak bisa mengukur baju agar tidak terlalu ribet saya waktunya sudah pendek. Oh kalau gitu bapak bawa saja baju yang bapak senang dan pas bawa ke sini nanti pakai ukuran itu saja tapi bikin modelnya yang sama dengan Pak Jokowi," katanya.

Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, dirinya berkomunikasi dengan Teten Masduki. Saat itu Teten memberitahu dirinya bahkan pengumuman cawapres Jokowi dilakukan pukul 16.00 WIB di Restauran Plataran, Menteng, Jakpus.

"Pak Mahfud nanti datang ke sana sambil menunggu nanti duduk apa namanya di ruang seberang begitu akan deklarasi nanti ya tampil tinggal menyeberang," kata Mahfud menirukan perkataan Teten.

Namun kemudian, saat pengumuman nama Mahfud MD ternyata tak dipilih. Jokowi saat itu menyebut nama KH Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya.

"Lalu saya diburu wartawan bagaimana pak? Ya tidak apa-apa saya menerima itu sebagai realitas politik. Pak Pratikno beri tahu pak ini ada perubahan silakan pulang dulu. Ya tidak apa-apa. Kecewa? Kaget saja," katanya.

 

Rama Shinta...

Gempa dengan kekuatan 7.0 skala ritcher yang mengguncang Lombok dan sekitarnya
pada tanggal 05 Agustus 2018 yang lalu
menyebabkan belasan korban meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka

Hingga Senin 13 Agustus 2018 jumlah korban meninggal tercatat 394 orang,
1.353 luka-luka dan 67.875 rumah mengalami kerusakan,
sementara gempa susulan terjadi sebanyak 576 kali

SAATNYA BANTU RIBUAN SAUDARA SEBANGSA

Salurkan kepedulian anda melalui rekening atas nama AKSI CEPAT TANGGAP
BANK SYARIAH MANDIRI no rekening 7222 36 9007
Jangan lupa di sertai dengan kode 050 di akhir nominal transfer
contoh : jika transfer Rp. 500.000 menjadi Rp. 500.050

Info lebih lanjut, hubungi :
Care Line : 0778 - 488 3669
SMS Centre : 0851 1000 5622
WA : 0812 6643 8743

 

sumber : detik.com

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau warga muslim Kepri tak ikut serta imunisasi campak-rubella. Imbauan ini dikeluarkan karena vaksin tersebut belum mendapat sertifikat halal dari MUI pusat.

Dalam surat MUI Kepri yang beredar dengan nomor Ket-53/DP-P-V/VII/2018, imbauan itu ditujukan kepada Gubernur Kepri. Di surat tersebut tertulis 30 Juli 2018.

Dalam surat itu, MUI Kepri menyebutkan pengurus harian Dewan Pimpinan MUI Provinsi Kepri pada 28 Juli 2018 telah menggelar rapat di Batam terkait informasi imunisasi campak/MR. MUI Kepri menyampaikan empat pesan penting.

- Pertama, sampai saat ini vaksin campak/MR belum mendapat fatwa halal dari MUI pusat.
- Kedua, meminta instansi terkait (Dinas Kesehatan) menunda penyuntikan vaksin tersebut sampai diterbitkannya sertifikat halal oleh LP-POM MUI Pusat.
- Ketiga, agar masyarakat muslim tidak ikut serta dalam proses penyuntikan vaksin campak/MR sampai adanya keputusan resmi dari LP-POM MUI Pusat.
- Keempat, meminta MUI pusat segera melakukan pembahasan terkait campak/MR bersama DPR RI, Kementerian Kesehatan, serta instansi terkait dan menyampaikan hasil keputusan MUI di seluruh Indonesia untuk menjadi acuan dalam melakukan sosialisasi.

MUI Kepri Imbau Umat Muslim Tak Ikut Imunisasi Campak-Rubella

 

MUI Kepri Imbau Umat Muslim Tak Ikut Imunisasi Campak-Rubella

Surat tersebut diteken Ketua MUI Kepri KH A Karim Ahmad dan Sekretaris H Edi Safrani.

Sementara itu, Ketua I MUI Kepri Azhar Hasyim saat dimintai konfirmasi membenarkan beredarnya surat tersebut.

"Benar (surat imbauan larang vaksin MR dari MUI Kepri, red)," kata Azhar menjawab detikcom, Selasa (31/7/2018).

Sebagaimana diketahui, mulai 1 Agustus hingga September, Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia akan melaksanakan program vaksin campak/MR secara serentak.

Sumber: TRIBUNBATAM.id 

 

BATAM - Perum Bulog mulai menjual beras dengan kemasan kecil atau saset ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Namun, beras saset ini belum tersedia di Batam maupun Provinsi Kepri secara keseluruhan.

Kepala Bulog Batam Agung mengatakan, untuk penyebaran beras saset di wilayah Batam masih dalam proses.

 

Dia menambahkan, beras saset merupakan upaya Bulog menyediakan beras murah yang dapat dijangkau masyarakat.

Penyediaan beras saset sendiri, memang masih dalam tahap uji coba di beberapa wilayah sentral produksi.

"Produksinya masih dalam tahap uji coba di beberapa wilayah. Jadi baru wilayah sentral produksi yang melaksanakan pendistribusiannya,"kata Agung saat ditemui di tempat kerjanya,

sumber : Batamnews.co.id

 

Hasil autopsi Brigadir Maria Magdalena, polwan yang tewas mengenaskan di rumahnya, telah disampaikan pihak kepolisian. Agustinus, kakak kandung Brigadir Maria mengaku kaget dengan hasil autopsi polisi yang menyimpulkan adiknya bunuh diri.

Ia menyesalkan sikap dan pernyataan Kapolres Barelang Kombes Pol Hengki yang terlalu cepat menarik kesimpulan atas kematian adiknya.

Seperti diketahui, jasad polwan cantik ini pertama kali ditemukan suaminya, Togar Silalahi sekitar pukul 22.00 WIB di rumahnya di Cipta Asri Sagulung, Batam, Kepri.

Saat dihubungi melalui telepon, Senin (30/7/2018), Agustinus Marpaung mengatakan, kepada Batamnews.co.id  bahwa Kombes Pol Hengki memberikan pernyataan kematian adiknya disebabkan gantung diri.

Padahal, hasil autopsi memakan waktu dua minggu belum diberitahukan atau belum ada surat resmi dari ahli forensik. "Pernyataan Kapolres terlau mengada-ada sebelum surat resmi dari pihak dokter forensik dikeluarkan," kata dia.

Agustinus menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan kronologis dan keterangan motif kematian adiknya. Selain itu, dia juga menanyakan, apakah Togar Silalahi sang suami yang juga seorang anggota kepolisian sudah diperiksa Propam Polda Kepri.

"Menurut keterangan pembantu, sebelum peristiwa bunuh diri, mereka baik-baik saja," katanya.

Agustinus sendiri menilai bahwa sang adik tidak punya masalah kecuali pernah curhat tentang sang suami. "Ia sering curhat kepada kakak perempuan tentang suaminya dan tidak pernah mengeluh tentang pekerjaan," kata dia.

Ia mendesak Kapolres Barelang Kombes Pol Hengki untuk segera mencari motif kematian adiknyaBrigadir Maria Magdalena.

Sebelumnya, Brigadir Maria ditemukan tewas terlilit tali di tangga rumahya di Perumahan Cipta Asri Tahap I Blok F Nomor 70, Sagulung Rabu (25/7/2018) malam.

Sumber: TribunBatam.id

 

- Tulisan WELCOME TO BATAM (WTB)  yang selama ini menjadi Ikon Kota Batam di pusat pemerintahan gelap gulita selama satu bulan terakhir. 

Biasanya, pada malam hari, pengunjung datang ke lapangan WTB yang berada di Batam Centre ini untuk berfoto.

Latar belakang tulisan WTB berwarna putih ini cukup menarik pada malam hari.

Bagi warga luar daerah, tulisan tersebut bisa untuk menunjukkan bahwa mereka sedang berada di Batam.

Aloy, pedagang kerak telor di lapangan WTB Batam Centre mengatakan, sudah satu bulan terakhir ini lampu yang biasanya menerangi tulisan teraebut padam.

Alhasil, jika malam hari tulisan tersebut hanya membayang saja alias tidak terlalu nampak.

"Biasanya kalau orang belanja ke sini pasti foto mengarah ke tulisan tersebut. Kalau lampunya mati begini bagaimana mau berfoto?" sebut Aloy.

Aloy dan pedagang klain tidak tahu apa penyebab matinya lampupada tulisan tersebut.

"Kalau mau berfoto, ya, siang aja. Malam gelap, nggak nampak tulisannya," sebutnya.

Tentunya sangat disayangkan jika lampu itu tidak diperbaiki karena mengurangi daya tarik lapangan di depan Asrama Haji itu malam hari.

Apalagi, para pedagang kuliner yang berjualan di lapangan tersebut umumnya berjualan dari mulai sore hingga malam hari.

"Biasanya orang datang berfoto sambil belanja di sini," katanya.

Page 1 of 14

Tentang Kami