Live Streaming

Hallo Batam

Info Aktual dari Kota Batam dan sekitarnya
22 Jan 2020

POLDA KEPRI ADAKAN PELATIHAN OPERATOR COMMAND CENTER

Polda Kepri mengadakan pelatihan bagi Operator Command Center kepada personil Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang, bertempat di Ballroom Hotel Sahid Batam Center, Kota Batam pada Rabu, tanggal 22 Januari 2020.

Pada acara pembukaan Pelatihan tersebut hadir Kabag Renmin DIV TIK Polri Kombes Wiyarso, perwakilan Itwasum Polri Kombes Pol. Marzuki Ali Basyah, Kabid TIK Polda Kepri Kombes Pol. Set Lumowa, SIK, M.Si, Biro Ops Polda Kepri dan para peserta pelatihan.

Pelatihan yang digelar selama 3 hari ini akan menjelaskan dan memberikan pengetahuan kepada personil yang bertugas dibagian Operator Command Center, mengingat dengan perkembangan pesat teknologi serta perkembangan modus kejahatan/kriminalitas di Indonesia khususnya diwilayah Provinsi Kepri maka Polda kepri terus melakukan perkembangan dengan melakukan peningkatan kemampuan sarana prasarana disetiap bidang khususnya yang membidangi Multimedia dan ITE.

Selanjutnya dalam sambutan Karofaskon Slog Polri yang dibacakan oleh Kabag Renmin DIV TIK Polri Kombes Pol Wiyarso menyampaikan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk Sumber Daya Manusia yang profesional dalam mengawaki sarana dan prasarana yang ada di Command Center dan diharapkan kepada peserta pelatihan agar sungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini sehingga

mendapatkan pembelajaran yang dapat di implementasikan dalam tugas dan tanggung jawab Kedinasan sehari-hari.

Disamping itu pelatihan yang diberikan agar setiap operator dapat melakukan pemantauan dan

pengendalian terkait dengan tindak kejahatan yang terfokus di satu layar sehingga kejadian segera dapat diketahui dengan cepat jelas Kombes Pol Wiyarso.

17 Jan 2020

Seribu Paket Pangan Sampai ke Masyarakat Penjaga Negeri di Natuna

NATUNA – Aksi Cepat Tanggap membagikan 1.000 paket pangan kepada nelayan di Kabupaten Natuna. Paket pangan dibagikan kepada nelayan di sejumlah desa di Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Pulau Tiga. Hingga 4.000 jiwa dapat menikmati bantuan tersebut. Paket pangan dibagikan secara bertahap selama satu pekan, mulai Kamis (9/1) hingga Selasa (14/1).

Koordinator Program Aksi Bela Indonesia untuk Natuna Apiko Joko Mulyanto mengatakan, pendistribusian paket pangan merupakan bentuk apresiasi ACT kepada para nelayan yang pada saat ini hampir tidak berangkat melaut karena musim angin utara. "Selain itu, mereka juga melaut di perairan yang memungkinkan bertemu dengan nelayan-nelayan asing, sehingga daerah tangkapan mereka terganggu,” kata Apiko, Rabu (15/1).

Kepedulian ACT pun diapresiasi Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti. Ia mengatakan, langkah ACT dapat menjadi teladan kemanusiaan dan sikap nasionalisme bagi sesama. “Banyak yang tidak melaut, angin utara gelombangnya kuat, dari segi keamanan pun kemarin mereka (nelayan) sempat takut. ACT sangat membantu nelayan-nelayan kita yang tidak dapat melaut,” kata Ngesti saat menghadiri pembagian paket pangan untuk masyarakat kampung Meso, Desa Batu Gajah, Bunguran Timur, Kamis (9/1) lalu.

Zurmanto (45), nelayan Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, amat bersyukur dengan adanya kepedulian ini. Ia tidak menyangka ada masyarakat yang turut peduli dengan kehidupan para nelayan di Natuna. “Alhamdulillah, bertepatan dengan musim ini, ada beras. Saya berterima kasih,” kata Zurmanto.

Selain pembagian paket pangan, ACT pun juga bersilaturahmi dengan warga dan TNI. Total lima ekor sapi disantap bersama warga di Kecamatan Bunguran Timur, antara lain di Desa Batu Gajah, Kodim 0318 di Desa Sungai Ulu, serta di Kecamatan Pulau Tiga, tepatnya di Desa Sabang Mawang Barat.[]

17 Jan 2020

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyiapkan lima kebijakan strategis 2020 yang diharapkan bisa mewujudkan ekosistem jasa keuangan berdaya saing dan berperan optimal dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo di Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

Wimboh menjelaskan lima kebijakan strategis OJK 2020 itu adalah:

  1. Peningkatan skala ekonomi industri keuangan
  2. Mempersempit regulatory & supervisory gap antarsektor jasa keuangan
  3. Digitalisasi produk dan layanan keuangan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kepatuhan regulasi
  4. Percepatan penyediaan akses keuangan masyarakat serta penerapan market conduct dan perlindungan konsumen yang lebih baik

Wimboh mengatakan, kebijakan strategis 2020 itu merupakan turunan dari Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) periode 2020 – 2024 yang fokus pada lima area yaitu: 

  1. Penguatan ketahanan dan daya saing dengan mengakselerasi konsolidasi dan penguatan permodalan lembaga jasa keuangan
  2. Akselerasi transformasi digital

      3. Percepatan pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan

      4. Perluasan literasi keuangan serta integritas pasar dan lembaga jasa keuangan 

      5. Percepatan pengawasan berbasis teknologi.

Di tahun 2019, di tengah dinamika perekonomian global OJK mencatat stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik, didukung tingkat permodalan dan likuditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga.

 Optimisme 2020

OJK memperkirakan pada 2020 masih akan diwarnai dengan downside risks dari perlambatan ekonomi global dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan. Namun demikian, dengan selesainya beberapa proyek infrastruktur strategis dan konsistensi pemerintah menjalankan reformasi struktural, termasuk terobosan melalui hadirnya beberapa Omnibus Law.

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan digelar sebagai forum untuk OJK menyampaikan kebijakan strategisnya langsung kepada para pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan. Kehadiran Presiden RI merupakan dukungan kuat bagi OJK untuk menjalankan tugasnya membangun industri jasa keuangan yang stabil, kontributif dan inklusif. (Nck)

17 Jan 2020

Tambah Infrastruktur Ketenagalistrikan, Komitmen PLN menjaga Pasokan Listrik dan Pelayanan Batam Handal

bright PLN Batam sebagai pemasok utama tenaga listrik di wilayah Batam secara berkesinambungan tetap berusaha meningkatkan pelayanan dan berkomitmen menjadi penyedia tenaga listrik yang andal. Komitmen ini diwujudkan dalam peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Uncang dan peresmian Kantor Unit Retail Customer Area Pelayanan Tiban PT PLN Batam di Tancung Uncang pada Kamis, 16 Januari 2020.

Acara peresmian PLTGU dan Kantor Area Pelayanan ini dihadiri oleh segenap manajemen bright PLN Batam, dari Jajaran Komisaris, Jajaran Direksi, pejabat serta pegawai bright PLN Batam.

PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 120 MW terdiri dari dua mesin gas turbine serta satu mesin steam turbine dilengkapi sistem pendinginan mesin menggunakan menara pendingin dengan sirkulasi air laut pada kolam air yang berkapasitas 40.000 m3. Berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal. Dengan beroperasinya PLTGU Tanjung Uncang kapasitas penyediaan listrik wilayah Batam semakin meningkat.

Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura mengatakan pembangungan pembangkit PLTGU dimulai sejak 30 April 2013. Namun akibat bebrapa kendala eksternal dan internal, pengeoperasian PLTGU Tanjung Uncang sedikit tertunda.

“Pada 15 November 2017 PLTGU Tanjung Uncang berhasil melakukan pengoperasian secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) Simple Cycle yang kemudian dilanjutkan dengan COD Combine Cycle pada 12 Desember 2019 untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan Batam”, ujar Dadan dalam sambutannya.

“PLTGU Tanjung Uncang dapat menghasilkan daya sebesar 120 – 125 MW memiliki peranan yang sangat penting dalam memasok 22% kebutuhan listrik di wilayah Batam yang saat ini beban puncak Batam-Bintan mencapai 450 MW”, tambah Dadan.

Dadan berharap, dengan beroperasinya PLTGU Tancung Uncang sistem kelistrikan di Batam semakin handal, cadangan daya semakin meningkat dan dapat menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP). “Kedepannya asset bright PLN Batam ini akan kita kelola dengan sistematis, terstruktur dan terukur sehingga dapat memenuhi target kinerja perusahaan dan pelayanan ke masyarakat menjadi lebih optimal.

Terkait persemian Kantor Unit Retail Customer Area Pelayanan Tiban, Dadan juga menjelaskan lokasi kantor yang sebelumnya beralamat di Komplek Tiban Lestari Blok A No.6 Tiban, Sekupang sekarang pindah ke Jalan R. E. Martadinata Sekupang.

“Secara kondisi, lokasi kantor tersebut kurang representative dalam menunjang operasional layanan mengingat lokasinya yang berada di dalam kawasan ruko yang cukup padat dan ramai. Hal ini menimbulkan potensi kantor pelayanan rawan dimasuki oleh pihak yang tidak berkepentingan, mengingat setiap orang bebas memasuki kawasan ruko”, tutup Dadan.

Peresmian PLTGU Tanjung Uncang 120 MW dan Kantor Unit Retail Customer Area Pelayanan Tiban merupakan bentuk wujud nyata dari percepatan program pemerintah Provinsi Kepri dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis dengan menekan tombol sirene oleh Direktur Utama brightPLN Batam dan Komisaris Utama bright PLN Batam, sekaligus penandatanganan Prasasti. Acara peresmian tersebut ditutup dengan berfoto bersama.

17 Jan 2020

Batam Potensial Investasi, SME Kunjungi BP Batam

Small and Medium Enterprise (SME) Centre Singapura mengunjungi BP Batam pada Jumat (10/1/2020) pagi. Kunjungan tersebut untuk mencari informasi lebih lanjut tentang investasi di Batam. SME Centre merupakan salah satu institusi yang bergerak di bidang pusat pengembangan usaha kecil menengah (UKM) asal Singapura.

SME Centre yang diwakili langsung oleh Kepala Penasehat Bisnis SME Centre Alan Wong disambut hangat oleh Direktur Promosi dan Humas Dendi Gustinandar dan jajaran di Gedung Marketing Centre BP Batam.

Wong mengatakan bahwa kunjungan SME Centre kali ini adalah bentuk kepuasan atas pelayanan investasi yang selama ini telah diberikan oleh BP Batam sehingga ia meyakini para investor semakin percaya untuk menanamkan dan mengembangkan investasinya di Batam. Selain itu, kedekatan geografis antara Batam dan Singapura menjadikan Batam sebagai pilihan terbaik bagi investor Singapura untuk menanamkan modalnya.

“Kami memiliki kesan yang sangat bagus pada BP Batam. BP Batam sangat mempermudah para investor dan memberikan kenyamanan investasi,” ujar Wong.

Wong juga menambahkan bahwa saat ini upah untuk tenaga pekerja di Singapura sudah tinggi, diikuti dengan biaya manufaktur dan operasional. Sehingga untuk itu SME bermaksud untuk mencari tempat baru untuk membangun usaha nya.

Direktur Humas dan Promosi Dendi Gustinandar mengatakan bahwa para investor sudah memberikan sikap yang cukup kuat untuk berinvestasi di Batam. Menurutnya hal ini menjadi tanggungjawab pihaknya untuk terus mengawal investasi hingga selesai.

Lanjutnya, BP Batam dan SME akan membuat program bersama untuk penunjang informasi bagi masing-masing pihak.

"Kita akan membuat project bersama pada Maret mendatang dan akan kembali membuat program promosi pada tahun ini,” pungkasnya. (ap)

Batam Links

     

 

Ragam Berita

Jakarta, 21 Januari 2020. Pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dan pelemahan perekonomian global tidak terlepas dari kontribusi Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, kebijakan pengembangan UMKM diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis ekonomi pasar yang adil.

Menyadari strategisnya peranan UMKM tersebut, Pemerintah secara bertahap meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama 5 tahun ke depan dengan target penyaluran mencapai Rp325 triliun di tahun 2024.

“Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, 60 persen PDB kita disumbangkan oleh UMKM. Jadi kalau mau pertumbuhannya tinggi, basisnya harus kita dorong tinggi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir saat menyampaikan pidato kuncinya pada acara Sosialisasi Program KUR 2020, Selasa (21/01), di Jakarta.

Peningkatan target penyaluran KUR ini diikuti dengan relaksasi kebijakan seperti peningkatan maksimum plafon KUR mikro dan peningkatan akumulasi plafon KUR Mikro.

“Maksimum plafon KUR mikro semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Untuk akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan juga meningkat dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Perubahan kebijakan KUR ini telah berlaku sejak 2 Januari 2020,” ujar Iskandar.

Selain itu, menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kabinet Terbatas, suku bunga KUR diturunkan kembali menjadi 6%. Penurunan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

Kebijakan penurunan suku bunga tersebut diikuti dengan peningkatan penyaluran KUR sebesar 36% dibandingkan tahun 2019 menjadi Rp190 triliun pada tahun 2020.

Pencapaian Kebijakan KUR

Sejak disalurkan kembali dengan skema subsidi bunga pada Agustus 2015, total akumulasi penyaluran KUR sampai dengan 31 Desember 2019 telah mencapai Rp472,8 triliun disertai Non Performing Loan (NPL) yang relatif rendah sebesar 1,1%.

“Pada tahun 2019 ini saja,  target penyaluran KUR sebesar Rp140 triliun, dengan realisasi penyaluran sampai Desember 2019 telah mencapai sebesar Rp139,5 triliun atau 99,65% dari target,” tutur Iskandar.

Peningkatan tidak terjadi hanya pada nominal penyaluran KUR saja, namun UMKM penerima KUR juga meningkat pesat dari 2,4 juta debitur pada tahun 2014 menjadi 4,4 juta debitur pada tahun 2018. Adapun total akumulasi debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai Desember 2019 telah mencapai 18,6 juta akad kredit atau sebesar 12,9 juta (berdasarkan NIK).

“Capaian ini menunjukkan bahwa penerima KUR didominasi oleh UMKM yang baru mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal, bukan UMKM yang berulang,” ujar Iskandar.

Selain itu, sejak ditetapkan target penyaluran KUR di sektor produksi (sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi dan jasa-jasa) pada tahun 2017, pangsa penyaluran KUR di sektor perdagangan menurun, sementara pangsa KUR di sektor produksi terus mengalami peningkatan. (Nck)

Jakarta, 20 Januari 2020. PT MD Pictures Tbk (IDX: FILM) merilis film pertama di tahun 2020 dengan judul ‘DIGNITATE: Ketika Terlalu Gengsi Menyatakan Rasa’ di Epicentrum XXI, Jakarta. Film remaja dengan produser Manoj Punjabi dan disutradarai Fajar Nugros ini diangkat dari wattpad best seller karya Hana Margaretha dengan lebih dari 9 juta pembaca.

Film Dignitate didukung aktor dan aktris kenamaan seperti Al Ghazali, Caitlin Halderman, Giorgino Abraham, Teuku Ryzki, Sophia Latjuba, Izabel Jahja, Sonia Alyssa, Naimma Aljufri, Kiara Mckenna, Lania Fira, Kenneth Santana, Bramanta Sadhu, Dinda Kanya Dewi, Arief Didu, Mat Oli, Budiman Sudjatmiko, Brandon Salim, Joshua Suherman, Ibnu Jamil dan Lia Waode. Film Dignitate akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 23 Januari 2020 mendatang.

Sebelumnya, dua film MD Pictures yaitu Danur 3: Sunyaruri serta Habibie & Ainun 3 berhasil mencapai Top 5 Box Office Indonesia tahun 2019 dengan jumlah penonton lebih dari 2 juta.

Selain film Dignitate, pada kuartal pertama di tahun 2020 MD Pictures akan mengandalkan film franchise serta film andalan lain seperti Rasuk 2, Janin, Mekkah I’m Coming dan KKN Desa Penari.

Jakarta, 21 November 2019. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Jepang sekaligus Ketua Japan Indonesia Association (JAPINDA) Yasuo Fukuda beserta delegasinya hari Kamis (21/11) di Gedung Ali Wardhana Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata antar kedua negara.

Menko Airlangga mengapresiasi upaya-upaya JAPINDA dalam mempererat hubungan persahabatan serta kerja sama Indonesia-Jepang. “Jepang merupakan mitra strategis Indonesia di berbagai bidang, khususnya dalam hal kerjasama ekonomi,” imbuhnya.

Tercatat pada tahun 2018, Jepang menjadi negara penyumbang investasi terbesar kedua di Indonesia. Nilai investasinya mencapai USD4,9 miliar dengan total 3.166 proyek. Pada kuartal kedua tahun 2019, nilai investasi Jepang menyentuh angka senilai USD2,36 miliar. Angka ini meningkat 15,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018.“Tentu saya mengapresiasi upaya JAPINDA dalam proyek-proyek infrastruktur di Indonesia,” ujar Airlangga.

Selanjutnya, Airlangga berharap agar Pemerintah dan pengusaha Jepang dapat terlibat dalam proyek infrastruktur lain selain Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Pelabuhan Patimban, MRT Jakarta Fase 2, dan Pengembangan Lapangan Gas Masela. Selain keterlibatan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, Jepang juga turut terlibat dalam PSN lain seperti PLTU Batang, PLTU Indramayu, dan Pembangunan Tangguh LNG.

Airlangga juga berharap agar JAPINDA dapat mendorong dan berpartisipasi dalam prioritas pembangunan ekonomi Indonesia. Terutama dalam investasi dan pembangunan infrastruktur di luar Jawa dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Pemerintah pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran Yasuo Fukuda serta sejumlah delegasi pengusaha dalam jumlah yang banyak. “Terima kasih kepada delegasi yang telah berinvestasi dan akan melakukan ekspansi abisnisnya di Indonesia. Pemerintah siap mendengar apabila ada hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan investasi di Indonesia.” Tutur Airlangga.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Special Advisor to the Prime Minister Izumi Hiroto, Vice President JAPINDA Kuroda Naoki, Ambassador Embassy of Japan Ishii Masafumi, Former Ambassador to the Republic of Indonesia Vice President JAPINDA Shiojiri Kojiro, Director Chairman of the Board Tokyo Gas Hirose Michiaki, Chairman Member of the Board Taisei Corporation Yamauchi Takashi, Chairman of the Board Mitsubishi Motors Corporation Masuko Osamu, President Daihatsu Motor Okudaira Soichiro serta beberapa delegasi pengusaha lainnya. (Nck)

Jakarta, 11 November 2019. PT MD Pictures Tbk (IDX: FILM) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di MD Place, Jakarta. RUPSLB yang dipimpin oleh Komisaris MD Pictures, Sanjeva Advani, antara lain menyetujui perubahan susunan direksi dan menghapus jabatan direktur independen menjadi direktur, penggunaan dana penawaran umum saham perdana, serta persetujuan perubahan pasal 3 anggaran dasar.

“Sehubungan dengan makin berkembangnya era digital, dengan ini kami memutuskan untuk penambahan anggota direksi.” ujar Manoj Punjabi, Presiden Direktur FILM.

RUPSLB menyetujui pengangkatan David Elliot Ulmer Jr sebagai direksi dengan periode 2019-2023. David Elliot Ulmer Jr memiliki banyak pengalaman di industri hiburan digital setelah bekerja di berbagai perusahaan global sepanjang karirnya. Sebelum diangkat sebagai direktur untuk FILM, beliau menjabat sebagai Chief MD Digital dan antara lain bertanggung jawab atas kemitraan OTT (over-the-top) dan broadband termasuk hubungan distribusi dan produksi.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan jabatan Sajan Lachmandas Mulani yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Independen menjadi Direktur.

Untuk menghemat waktu dan biaya mobilitas, RUPSLB menyetujui investasi di PT Barakuda Film Galeri Indonesia dengan menggunakan dana penawaran umum saham (IPO) perdana. PT Barakuda Film Galeri Indonesia akan menjadi penyedia kebutuhan peralatan shooting One Stop Shop di area Jakarta Film Studio yang dimiliki Perseroan saat ini sehingga proses produksi film dapat didukung dengan peralatan dan perlengkapan secara maksimal.

Sementara itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha untuk menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik serta menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan sehubungan dengan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Hadir juga dalam RUPSLB Komisaris Independen, Bachtiar Effendi; Direktur, Sanjay L. Mulani, Direktur; Shania Punjabi dan Direktur, Soundararajan Venkatachari. (Nck)

Jakarta, 12 November 2019. Pemerintah kembali menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat menjadi 6% per tahun, dari semula 7%. Selain itu, total plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020, dan akan terus meningkat secara bertahap hingga Rp325 triliun pada 2024. Plafon maksimum KUR Mikro pun dilipatgandakan, dari semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kebijakan ini diambil dalam rangka mempercepat pengembangan UMKM. Selain itu juga sejalan dengan akan diterbitkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja. Hal ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (12/11).

Menko Airlangga menuturkan, kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6% akan memperbanyak jumlah UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan di sektor formal dengan suku bunga rendah. “Selain perubahan plafon KUR Mikro, total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan pun mengalami perubahan, dari semula sebesar Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Sedangkan, untuk KUR Mikro sektor produksi tidak dibatasi,” ujarnya.

Perubahan kebijakan KUR ini diharapkan mendorong percepatan pertumbuhan UMKM di Indonesia, mengingat begitu penting dan strategisnya peran UMKM bagi perekonomian Indonesia. Data BPS 2017 menunjukkan total unit usaha UMKM mencapai 99,9% dari total unit usaha. Selain itu, penyerapan tenaga kerjanya sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jika ditinjau dari kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pun, UMKM menyumbang hingga sebesar 60,34%.

“KUR ini didorong untuk semua sektor, tapi kita akan fokus membangun KUR berbasis kelompok atau klaster, karena akan lebih efisien untuk perekonomian,” kata Menko Airlangga.

Kinerja Kredit Usaha Rakyat

Sejak 2015 Pemerintah memang merubah beberapa kebijakan KUR secara signifikan. Hasilnya pun positif. Perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan outstanding sejumlah Rp158,1 triliun.

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terjaga di kisaran 1,23%. Total debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 mencapai 18 juta debitur dengan 12 Juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak berulang.

Per 30 September 2019, penyaluran KUR sudah mencapai Rp115,9 triliun atau 82,79% dari target tahun ini yang sebesar Rp140 triliun, dengan total debitur KUR sebanyak 4,1 juta. Penyaluran KUR sektor produksi sampai 30 September 2019 mencapai 50,4% dari target minimal 60%.

“Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya. Hal ini terlihat dari komposisi penyaluran KUR Mikro sebesar 64,6%, KUR Kecil sebesar 35% dan KUR TKI sebesar 0,4%,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir. (Nck)

BatamFM Crew

Tentang Kami